NovelToon NovelToon
When The Extra Writes The Rules

When The Extra Writes The Rules

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Transmigrasi / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Skyline Scribe

When the Extra Writes the Rules/ Ketika karakter tambahan menulis aturan.

Kisah seorang pekerja kantoran modern Kirana yang masuk ke tubuh Evelyn Rosenberg, karakter figuran kaya raya namun berpenyakit kronis dalam novel fantasi favoritnya.

Karena tahu takdir karakter pendukung dan dunia novel tersebut akan berujung bad ending, Evelyn bertekad mengubah alur dengan memanfaatkan pengetahuan ceritanya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Skyline Scribe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21 : Serigala yang Terkesima

Cahaya merah keemasan dari Bunga Frost-Blooded Amaryllis yang tergeletak di dalam kotak kayu masih memancarkan kehangatan lembut di ruang kerja pribadi Cassian.

Pria berambut hitam itu berdiri terpaku di balik mejanya, menatap selembar peta wilayah perbatasan Utara yang baru saja diperlihatkan oleh Evelyn.

Di atas kertas perkamen tersebut, terdapat puluhan coretan tinta merah, garis-garis tipis penanda rute rahasia, serta lingkaran kecil yang mengapit pos-pos militer terluar Obsidian.

Cassian memajukan badannya, kedua telapak tangannya menekan meja. Matanya menyisir satu per satu catatan kecil yang tertulis di tepi peta.

"Ini..." suara bariton Cassian bergetar rendah. "Ini bukan cuma skema alur mana bawah tanah. Ini peta penempatan pos pengintai Pasukan Zirah Hitam di sepanjang Lembah Frostpeak."

Evelyn, yang kini sedang duduk dengan santai di kursi seraya menyesap tehnya, mengulas senyum tipis.

Binar matanya, tampak begitu jernih dan tenang di tengah keterkejutan Cassian.

"Kenapa, Lord Obsidian?" goda Evelyn halus, meletakkan cangkirnya dengan denting lembut.

"Ada yang salah dengan koordinat pos pengintaimu? Atau penempatan pasukan cadangan di Celah Lembah Tengkorak itu sebenarnya cuma pameran tentara?"

Cassian mendongak, matanya membelalak menatap Evelyn. "Bagaimana mungkin kamu bisa tahu posisi tim pengintai ketiga di tebing Barat?! Pos itu dibangun di balik gua es tersembunyi yang bahkan tidak ada dalam catatan resmi Kementerian Perang di ibu kota!"

Cassian melangkah memutar meja, pergerakannya terkesan terburu-buru. Ia berhenti di samping kursi Evelyn, menunduk dengan tatapan yang dipenuhi kombinasi antara rasa tidak percaya dan kekaguman.

"Sembilan puluh sembilan persen koordinat di peta ini tepat," desis Cassian, tangannya menunjuk lingkaran merah di Celah Lembah Tengkorak. "Bahkan posisi penyamaran Kapten Vargos sebagai pedagang gandum di kota perbatasan... ditulis lengkap dengan nama samaran dan jadwal pergantian tugasnya!"

Evelyn menopang dagunya dengan sebelah tangan, memiringkan kepalanya dengan tatapan jenaka.

Tentu saja tepat, kekeh Kirana dalam hatinya. Kapten Vargos itu kan karakter sampingan favorit pembaca novel yang dikupas habis latar belakangnya di bab kilas balik! Mana mungkin aku lupa detail kecil begitu.

"Saya sudah bilang kan, Cassian..." bisik Evelyn manis. "Jaringan intelijen Perusahaan Asteria tidak bisa disamakan dengan mata-mata amatir milik para bangsawan ibu kota atau agen rahasia Istana yang cuma pintar menyebar desas-desus murah."

"Ini bukan sekadar jaringan intelijen biasa, Evelyn!" potong Cassian dengan nada suara yang agak meninggi, matanya tak lepas dari wajah gadis di depannya. "Informasi seakurat ini hanya bisa didapatkan kalau seseorang berdiri di dalam ruang rapat strategi saya selama tiga tahun terakhir! Kamu... kamu bahkan mencatat nama-nama pengkhianat kecil di jajaran logistik perbatasan yang baru mau saya tindak minggu depan!"

Evelyn tersenyum miring, jemarinya bergerak menunjuk satu titik hitam di sudut bawah peta.

"Maksudmu... Barron Van, kepala pengawas gudang gandum distrik Barat?" tanya Evelyn santai. "Pria paruh baya bertubuh agak tambun yang suka menyelundupkan pasokan garam ke wilayah tetangga buat menutup hutang judi di ibu kota?"

Cassian terdiam di tempatnya berdiri.

Barron Van adalah kasus korupsi internal yang baru saja selesai diselidiki oleh tim khusus rahasia Obsidian dua hari lalu.

Laporannya bahkan belum sempat ditandatangani oleh Cassian sendiri dan masih tersimpan di dalam laci terkunci di kamar pribadinya!

"Kamu..." Cassian menarik napas dalam, berusaha meredakan detak jantungnya yang berdebar kencang.

"Kamu ini sebenarnya manusia, atau penyihir pembaca pikiran?"

Evelyn tertawa pelan. Ia menyandarkan badannya makin nyaman di kursi.

"Saya hanya seorang wanita yang mau bertahan hidup, Lord Obsidian," jawab Evelyn tulus.

"Di dunia yang penuh dengan manusia licik yang siap memangsa keluarga Rosenberg dan menghancurkan wilayah Utara ini... memegang informasi paling akurat adalah satu-satunya perisai yang bisa membuat saya tetap berdiri."

Cassian menatap Evelyn dalam keheningan yang panjang.

Cassian bisa melihat dengan jelas alur pembuluh darah tipis di pelipis Evelyn yang pucat, serta betapa rapuhnya fisik gadis ini jika dilihat dari jarak dekat.

"Kamu gila, Evelyn von Rosenberg," gumam Cassian rendah. "Kamu benar-benar gadis paling berbahaya yang pernah saya temui di seluruh Kekaisaran Arkania."

"Bahaya buat musuh-musuh kita, Cassian..." ralat Evelyn manis, mengedipkan sebelah matanya dengan nada bercanda. "...tapi berkah terbesar buat wilayah utaramu ini, kan?"

Cassian terkekeh pendek. "Kalau informasi intelijenmu seakurat ini..." kata Cassian dengan binar mata yang berkilat, "...itu artinya kamu juga sudah tahu apa yang sebenarnya direncanakan oleh Putra Mahkota dan Dewan Bangsawan di ibu kota terkait wilayah Utara untuk musim dingin ini?"

Evelyn memajukan badannya sedikit.

"Putra Mahkota berencana memotong alokasi subsidi gandum nasional buat wilayah Utara dengan alasan krisis bencana alam di Selatan," jawab Evelyn lancar, menjabarkan taktik jahat Istana. "Mereka akan membiarkan rakyatmu kelaparan dan kedinginan, dengan harapan rakyat Utara bakal memberontak dan memberi alasan sah bagi Istana buat mengirim pasukan kerajaan untuk melengserkan kekuasaan keluarga Obsidian."

Cassian mengepalkan tangannya. "Rencana menjijikan yang sangat tipikal dari para pengecut di ibu kota."

"Tapi rencana itu tidak akan pernah berjalan, Cassian," tegas Evelyn. "Karena sebelum Putra Mahkota sempat memotong subsidi itu... Perusahaan Asteria bakal mengumumkan aliansi dagang penuh dengan wilayah Obsidian. Kita akan membanjiri pasar Utara dengan kristal pemanas murah dan gandum cadangan dari gudang rahasia Rosenberg."

Evelyn menepuk pelan meja di depan mereka.

"Kita akan membendung krisis musim dinginmu sebelum Istana sempat mengayunkan pedang politik mereka," lanjut Evelyn dengan tekad. "Kita buat rakyat Utara tetap hangat, kenyang, dan makin setia sama kekuasaanmu. Dan saat Istana menyadari kalau taktik mereka gagal... posisi kita berdua di dewan kerajaan sudah berada di tempat yang nggak bisa disentuh lagi oleh siapa pun."

Cassian terpaku mendengar penjelasan yang begitu luar biasa rapi dan komprehensif dari Evelyn.

"Kamu memikirkan keselamatan rakyat saya sampai sejauh ini..." bisik Cassian rendah, dadanya bergolak oleh emosi asing yang belum pernah ia rasakan sebelumnya pada wanita mana pun.

"Saya memikirkan keselamatan kita berdua, Cassian," sahut Evelyn lembut.

Cassian menarik napas, lalu secara perlahan... pria itu mengulurkan tangannya ke hadapan Evelyn.

"Aliansi ini..." kata Cassian, "...resmi dibentuk tidak hanya di atas kertas, tapi di atas kehormatan seluruh Pasukan Zirah Hitam Obsidian."

Evelyn menatap tangan Cassian sejenak, lalu meletakkan tangannya di atas telapak tangan Cassian.

"Baik, Lord Obsidian," sahut Evelyn manis seraya menggenggam balik tangan Cassian.

Cassian meremas pelan tangan Evelyn di dalam genggamannya, menatap gadis berambut perak itu dengan binar mata yang tak lagi bisa menyembunyikan kekagumannya.

"Sekarang..." ujar Cassian lembut, pandangannya beralih ke arah kotak kayu berisi Bunga Frost-Blooded Amaryllis. "...mari kita panggil Dokter Tristan dan siapkan proses pemulihan alur manamu. Saya tidak sabar ingin melihat... seberapa berbahaya dirimu saat tubuhmu sudah sembuh total dari sakit ini."

Evelyn terkekeh renyah seraya menarik kembali tangannya.

1
Fazira
Cassian 😍😍
Fazira
padahal Rosalia di dunia novel ini protagonis, kenapa sifatnya jadi kaya antagonis gini yaa/Doubt/
Fazira
udah Rosalia 🤭
Fazira
Evelyn Evelyn pinter akting yaa🤣🤣
Fazira
Wah Duke Utara 😍
Fazira
Evelyn Evelyn udah badan penyakitan kenapa akting sakit 🤭
Fazira
kehidupan novel dalam novel ya😄
Fazira
wow transmigrasi kak👍
semangat nulisnya 💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!