di saat seorang pemuda mengira sudah menemukan cinta yang tulus ternyata dia salah malah kembali di khianati...
Akankan dia menemukan cinta tulus itu...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ray firmansyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 23
"Mohon maaf Pak! Restoran kami tidak menerima Investor dari luar, karena ini permintaan dari Investor utama di Restoran ini yang merupakan Suami saya sendiri." ucap Citra.
"Oh begitu rupanya! ya sudah tidak apa-apa Bu, kalau boleh tau Suami Ibu itu dari Perusahaan mana yah?" sahut Ardan seraya bertanya.
"Perusahaan Dirgantara Grup Pak." jawab Citra.
"Jadi Pak Rian yang menjadi Investor utamanya di Restoran ini." ucap Ardan.
"Bapak juga mengenal dengan Suami..eh tunggu sepertinya saya mengenali Bapak, apa kita pernah bertemu sebelumnya Pak?" sahut Citra seraya bertanya.
Ya karena Citra merasa sangat mengenali dengan suara seseorang yang ada di depannya sekarang ini.
"Haha ternyata aku sudah di lupakan oleh Mbakku sendiri." tawa Ardan sambil membuka maskernya.
Asyifa yang berada di samping Suaminya mendengar Suaminya yang tertawa karena sedang mode isengnya muncul hanya bisa geleng-geleng kepalanya saja.
"Ardan!!!!"
Citra berteriak serta langsung bangun dari kursi duduknya untuk menghampiri dan memeluk Ardan, Asyifa yang melihat itu langsung melotot tajam ke arah keduanya, karena ada yang berani memeluk Suaminya apalagi ini di depan matanya sendiri.
"Maaf bisakah jaga sikap anda Bu Citra, jangan sembarangan memeluk Suami orang seperti ini, apalagi memeluknya di depan Istrinya." tegur Asyifa.
"Eh Ay!! jangan cemburu begitu dong." ucap Ardan.
"Benar Ar dia ini Istrimu?" tanya Citra, Ardan menganggukkan kepalanya saja.
"Aduh maaf yah! tidak ada maksud untuk bermacam-macam dengan Suami kamu ini, oh iya perkenalkan namaku Citra kebetulan saya Mbak angkatnya Ardan, aku mohon jangan salah paham padaku yah." ucap Citra sambil menyodorkan tangannya.
"Huft..maaf yah Mbak Citra!! aku hanya tidak rela saja apabila milikku di peluk sama Perempuan lain,oh iya salam kenal juga yah Mbak namaku Asyifa." sahut Asyifa sambil menghembuskan nafas pelan seraya menjabat tangan Citra.
"Sudah santai saja Mbak sangat mengerti kok Syifa, ya udah yuk duduk dulu dan kamu Ar masih punya hutang penjelasan pada Mbak dan juga Mas Rian." ucap Citra.
Citra pun memeluk Asyifa serta menuntunnya untuk duduk di sofa yang ada di ruangannya serta menunjuk ke Ardan.
"Eh jadi sudah menjadi Istri Bang Rian nih ceritanya Mbak, memang penjelasan tentang apa sih Mbak, Ar datang kesini hanya..." sahut Ardan terpotong.
"Sudah kamu diam dulu, iya kamu benar Mbak sudah menikah dengan Mas Rian dan sekarang Mbak ingin telpon Mas Rian memintanya untuk datang kesini." potong Citra.
Citra pun langsung menelpon Suaminya panggilan pertama tidak di angkat akhirnya di angkat pada panggilan keduanya.
"Assalamualaikum Mas."
"Waalaikumsalam Sayang maaf yah tadi habis Meeting, ada apa Sayang."
"Bisakah Mas datang ke Restoran sekarang juga, soalnya di sini ada Adik kita yang hilang secara tiba-tiba itu dan sekarang tiba-tiba datang ke Restoran."
"Hah siapa sih yang kamu maksud Sayang."
"Ardan Adik kita Mas."
"Apaaa baiklah Sayang Mas langsung kesana sekarang juga, kamu tahan dia jangan sampai hilang kembali Assalamualaikum."
Tut
Tut
"Eh Waalaikumsalam!! tuh kamu dengarkan, Mas Rian sangat senang saat mendengar nama kamu.'' kaget Citra.
"Ck. Mbak dan Bang Rian itu sungguh sangat berlebihan tau nggak, justru Ar datang kesini hanya ingin..." kesal Ardan terpotong.
"Stop jangan kamu teruskan sebelum Mas Rian datang ke Restoran." potong Citra.
"Huft..baiklah!! masih saja seperti yang dulu tidak pernah berubah." pasrah Ardan.
"Kalian.berdua tunggu saja di sini, Mbak ingin meminta ke Pegawai untuk membawakan minuman, awas saja jika kamu berani kabur lagi Ar." ucap Citra sambil menunjuk.
"Iya Mbak iya Ar akan tunggu di sini dan tidak akan pergi kemana-mana." sahur Ardan.
Citra pun keluar dari ruangannya untuk meminta ke salah satu Pegawainya agar membawakan minuman serta makanan ringan ke ruangannya.
"Hmm memangnya Hubby sedekat apa dengan Mbak Citra dan Bang Rian itu, sampai keduanya segitunya denganmu By?" tanya Asyifa.
"Ya bisa di bilang seperti itu Ay! waktu sebelum Hubby merantau pernah berkerja di Restoran ini, dari situlah Hubby dekat dengan keduanya." jawab Ardan.
"Jadi begitu ceritanya By! terus keduanya sudah mengetahui apa belum, kalau Hubby itu sebenarnya Putra orang kaya." ucap Asyifa.
"Tidak tau Ay!! semua yang berteman denganku di Kota ini tidak ada yang tahu tentang hal itu, hanya kamu satu-satunya yang tau dan sudah Hubby perkenalkan ke Keluarga Hubby." sahut Ardan.
"Haish!! ternyata dari dulu Hubby sudah sangat pinter untuk menutupi jati diri sendiri, pantas saja aku yang baru saja menjadi Istrimu juga tidak akan pernah mengetahuinya, seandainya tidak Hubby ajak aku datang ke Kota ini." ucap Asyifa.
"Ya itu tandanya kamu satu-satunya orang yang paling Spesial dan Istimewa di hatiku ini." sahut Ardan.
Citra pun kembali kini bersama Suaminya untuk masuk ke ruangannya, perkenalan pun terjadi antara Suaminya Citra dengan Asyifa.
"Oh iya Ar!! tadi Abang habis bertemu dengan Klien dan awalnya Abang mengira itu dari Perusahaan kamu, tapi setelah bertemu dengan Direkturnya yang Abang kira itu kamu, ternyata bukan melainkan namanya Pak Dimas." ucap Rian.
"Eh kenapa Abang bisa punya pikiran yang seperti itu?" kaget Ardan seraya bertanya.
"Ya karena Klien yang Abang temui itu, nama Perusahaannya sama dengan nama panggilan kamu yaitu Ar Grup." jawab Rian.
"Haha!! aduh Bang Rian ini sungguh lucu sekali, mana mungkin aku bisa punya sebuah Perusahaan." tawa Ardan.
"Dimas namanya sepertinya tidak asing, apa Dimas ini Dengan Dimas yang menelpon Hubby itu adalah orang yang sama yah." batin Asyifa.
"Ya kan Abang hanya mengira saja Ar." ucap Rian.
"Sudahlah Bang jangan punya berpikiran yang macam-macam seperti itu lagi, aku datang ke sini hanya ingin bersilaturahmi saja, karena sempat terputus Silaturahmi antara kita di tiga tahun yang lalu itu." sahut Ardan.
"Ya itu mah karena kamu yang memutuskan nya Ar saat itu ketika Abang ingin menikah dengan Citra, Abang sangat kebingungan mau mengantar undangannya ke kamu, tapi tidak tau harus kemana." ucap Rian.
"Benar tuh Ar apa yang Mas Rian ucapkan...
Bersambung
~ See You Next ~