NovelToon NovelToon
ISTRI GILA SANG DUKE

ISTRI GILA SANG DUKE

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Romansa Fantasi / Identitas Tersembunyi / Tamat
Popularitas:66.6k
Nilai: 5
Nama Author: Archiemorarty

Kael Dravenhart, Pahlawan Perang Kerajaan Valdoria, menagih janji pernikahan dari sang Raja. Ia mengira akan menikahi sang putri tercantik, Liana. Namun, takdir berkata lain ketika Raja memberikannya Virelia; sang putri pertama yang terkenal gila, kasar, dan suka melempar vas ke kepala orang.

​Kael mengira rumah tangganya akan menjadi neraka karena harus mengurus istri yang gemar berteriak, menyuruhnya memanjat bulan. Ia tidak tahu bahwa di balik tawa kosong dan lemparan garpunya, sang istri adalah Raven, ketua pembunuh bayaran paling berbahaya sekaligus pemimpin revolusi yang bersumpah untuk menggulingkan sang Raja tiran!

​Ketika komedi pernikahan paksa berpadu dengan aksi pembunuhan berantai dan rahasia istana, sang Serigala Perang harus memilih: melaporkan istrinya ke istana, atau ikut membantu sang ratu bayangan menjungkirbalikkan takhta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Archiemorarty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 8. PEMBUNUH BAYARAN

Malam di Kediaman Duke Dravenhart turun dengan keheningan yang pekat. Di luar jendela kamar tidur sayap barat, angin musim gugur menderu pelan, menggesekkan dahan-dahan pohon ek ke kaca jendela yang tertutup rapat. Seluruh penjuru puri terlelap dalam damai, dijaga oleh para ksatria perbatasan yang berpatroli ketat di koridor.

Di atas ranjang empuk berbalut seprai sutra, Virelia berbaring memejamkan mata. Napasnya teratur, seolah ia sedang menikmati mimpi indah.

Namun, itu hanyalah kedok luar. Di dalam benaknya, insting tajam seorang ketua pembunuh bayaran tidak pernah benar-benar tidur.

KRIK.

Suara gesekan kecil yang nyaris tak terdengar bergesek dengan kaca jendela. Bagi orang biasa, itu mungkin hanya bunyi ranting pohon yang tertiup angin. Namun bagi Virelia, suara itu memiliki frekuensi yang sangat spesifik; suara logam pengait kaca yang dibuka dengan hati-hati menggunakan pisau tipis.

Mata Virelia terbuka perlahan di dalam kegelapan. Tidak ada tanda-tanda mengantuk; sepasang matanya memancarkan binar dingin, tajam, dan penuh perhitungan.

KLANK

Jendela kamar terbuka sedikit. Sosok bayangan hitam berpakaian serba gelap menyelinap masuk dengan gerakan sangat ringan, bagaikan bayangan malam yang tidak memiliki berat badan. Si penyusup mendarat tanpa suara di atas permadani kamar Virelia. Di tangan kanannya, sebilah belati beracun berkilat memantulkan cahaya bulan.

Pembunuh bayaran itu melangkah perlahan mendekati tempat tidur. Ia melihat siluet seorang wanita yang sedang tertidur lelap di balik selimut. Tanpa ragu, si pembunuh mengangkat tinggi-tinggi belatinya, bersiap menancapkannya tepat ke jantung target dalam satu tusukan mematikan.

Namun, sebelum belati itu sempat turun ....

SREKK!

Tangan Virelia melesat keluar dari balik selimut dengan kecepatan kilat. Cengkeramannya yang kuat mencengkeram pergelangan tangan sang pembunuh bayaran hingga belati itu terlepas dari genggamannya dan berdenting jatuh ke lantai.

Penyusup itu terperanjat kaget setengah mati. "Apa-!"

Belum sempat penyusup itu menyelesaikan kalimatnya, Virelia sudah melompat dari ranjang. Dengan satu gerakan akrobatik yang elegan, kaki panjang Virelia menghantam telak rahang si penyusup, membuatnya terhuyung ke belakang hingga menabrak meja rias.

"Sialan! Rumor mengatakan kau adalah putri gila yang lemah dan tidak waras! Kenapa gerkanmu-" desis sang penyusup itu tertahan, memegang rahangnya yang berdenyut sakit. Ia menatap gadis di hadapannya dengan mata terbelalak lebar di dalam temaram cahaya bulan.

Virelia menyeringai dingin di dalam gelap. Ia merenggangkan kedua tangannya, membiarkan rambut pirangnya terurai liar di atas bahu gaun tidurnya. Suara kekehan pelan lolos dari bibirnya.

"Gila? Ah, sandiwaraku cukup bagus sampai-sampai tikus sepertimu tertipu," ucap Virelia dengan nada rendah yang dingin, jauh dari kesan wanita tidak waras yang selama ini ia tampilkan di hadapan istana.

Penyusup itu merinding. Ia menyadari dirinya telah terjebak. Tanpa membuang waktu, ia menarik belati cadangan dari balik jubahnya dan menerjang Virelia secara membabi buta. Tebasan demi tebasan meluncur cepat, mengarah ke titik-titik vital.

Namun, setiap serangan itu berhasil dihindari dengan mudah oleh Virelia. Gerakan gadis itu bagaikan air mengalir; meliuk anggun, menghindar dengan presisi tinggi, dan memanfaatkan momentum lawan.

Sebagai pemimpin tertinggi organisasi pembunuh bayaran Black Dawn, menghadapi pembunuh bayaran amatiran seperti ini sama rasanya seperti bermain-main dengan anak kecil.

BUGH!

Satu sikuan keras telak menghantam perut sang penyusup, disusul dengan tendangan putar Virelia yang membuat pria bertopeng hitam itu tersungkur keras menghantam lantai marmer hingga batuk darah.

Virelia menginjakkan kakinya tepat di atas dada si pembunuh bayaran, menekan dengan kuat agar pria itu tidak bisa bergerak. Ia menunduk, menatap tajam ke arah mata sang musuh sambil menodongkan belati milik musuh itu sendiri tepat di lehernya.

"Bagus. Pertarungan yang terlalu mudah. Sekarang, jawab pertanyaanku dengan jujur jika kau ingin melihat matahari terbit besok pagi. Siapa yang mengirimmu? Apakah Raja Lucien atau faksi bangsawan lain?" tanya Virelia dingin.

Pembunuh bayaran itu terengah-engah kesakitan di bawah tekanan kaki Virelia. Ia melirik belati yang menempel di kulit lehernya, lalu tersenyum miring penuh darah.

"K-Kau pikir organisasi kami akan membiarkan rahasia bocor begitu saja?" ujar pembunuh itu dengan napas tersengal.

Mata Virelia membelalak. "Tunggu, jangan!"

Terlambat. Si pembunuh bayaran dengan sengaja menggigit kapsul racun tersembunyi yang terselip di balik geraham belakangnya. Kejang hebat seketika melanda tubuh pria itu. Matanya membelalak lebar, buih putih keluar dari sudut bibirnya, dan dalam hitungan detik, napasnya berhenti total.

Pria itu tewas seketika di tempat.

Virelia menarik kakinya ke belakang. Ia berdecak kesal sambil memijat pelipisnya.

"Sialan! Bunuh diri lagi!" gerutu Virelia dengan suara aslinya yang frustrasi.

Namun, kekesalannya langsung berganti menjadi kepanikan ketika ia mengedarkan pandangannya ke seluruh kamar. Di atas lantai marmer putih itu, genangan darah segar mulai mengalir melebar dari bawah tubuh sang pembunuh bayaran yang tewas.

Belati berlumuran darah tergeletak di dekatnya, dan beberapa vas bunga di sekitar meja rias ikut tersenggol jatuh hingga pecah berkeping-keping akibat perkelahian singkat tadi.

Kamar tidur yang tadinya bersih dan rapi kini tampak persis seperti lokasi pembantaian berdarah.

Virelia membeku. Otaknya berputar cepat memikirkan kemungkinan terburuk.

"Bagaimana ini jika Kael atau para pengawal datang dan melihat pemandangan ini, kedokku sebagai putri gila akan hancur seketika," ujar Virelia bingung.

Mereka akan melihat Virelia berdiri tegak di samping mayat pembunuh bayaran dengan keahlian bertarung tingkat tinggi. Bagaimana gadis itu harus menjelaskan identitas aslinya sebagai Raven kepada sang suami yang baru saja mulai menerima kegilaan Virelia? Bagaimana jika Kael salah paham dan menganggap Virelia sebagai musuh kerajaan yang berbahaya?

"Astaga ... bagaimana ini. Kalau aku pura-pura gila sekarang, tidak mungkin ada orang gila yang bisa membunuh penyusup profesional tanpa suara!" ujar Virelia panik, mondar-mandir di samping genangan darah dengan wajah pias.

Sebelum Virelia sempat memikirkan rencana alibi atau cara menyingkirkan mayat tersebut, suara derap langkah terdengar mendekat di luar koridor. Disusul oleh suara teriakan panik dari para pengawal.

“Ada suara gaduh di kamar Yang Mulia Duchess! Cepat periksa!”

Jantung Virelia berdegup kencang di luar kendali. Ia menatap mayat di lantai, lalu menatap pintu kamarnya yang mulai bergetar karena seseorang memegang gagangnya dari luar.

CKLEK

Pintu kamar terbuka lebar dengan dorongan yang kuat.

Di ambang pintu, muncullah Duke Kael Dravenhart dengan jubah tidur hitam yang penampilannya tampak berantakan karena terburu-buru. Di belakangnya, berdiri Julian dengan wajah panik membawa obor, diikuti oleh beberapa ksatria pengawal berserirah lengkap.

Langkah Kael terhenti seketika di ambang pintu.

Sepasang mata biru sang panglima perang melebar sempurna saat menatap apa yang tersaji di hadapannya: kamar yang berantakan, pecahan kaca di mana-mana, genangan darah segar yang mengalir di lantai marmer, sesosok mayat pembunuh bertopeng hitam yang terbujur kaku, dan di tengah-tengah kekacauan itu berdiri sang istri, Virelia, dengan tangan berlumuran noda darah dan tatapan mata yang menatapnya penuh kepanikan.

Suasana di dalam kamar mendadak membeku dalam keheningan yang mencekam.

Oh tidak, aku ketahuan, batin Virelia.

1
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
ternyata pura2 gila emang jalan ninja terbaik buat ngasih pelajaran orang ya 🤣
ayu cantik
suka
Dbz Mar
lha... jadi maunya gimana elain.. apkah maksudmu majikan mu seharusnya gila aja kali ya🤭🤭🤭
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
ini kalo di liat sama odgj nya beneran kayaknya dia pun insecure sm pura2 gila nya si ratu awan 🤣
Dbz Mar
ini baru laki2 sejati.. bukan yg tak bisa move on dari masa lalu👍👍👍😘😘😘😍😍😍
Dbz Mar
🤭🤭🤭🤭🤭 kehabisan ide vileria👍👍👍😘😘😘
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
bener2 villain2 fitnahan ni di ceritain nya sejelek ini 🤣
sweet escape
😂😂😂ayah sebelum bertemu ibu, lebih dingin lagi lhooo 😂
Nisa Via
suguhkan hal gila dari yg tergila-gila yaa kalian 😂😂
Nisa Via
gambaran nyata pemerintah kita bukan sih ini 😂😂😂
Archiemorarty: Ehhh 🫵🤣
total 1 replies
Jelita S
Ah terimakasih thor atas ceritamu yg sangat seru ini,,,aku tunggu karya terbarunya lagi
Archiemorarty: asip akak
total 1 replies
Nisa Via
jadi gila semua termasuk readers nya 😂😂😂😂
Archiemorarty: Benarr 🤣
total 1 replies
Nisa Via
ku yakin kalian bakal bisa kerjasama 😂untuk sesuatu yg besar
Tiara Bella
the end and happy ending.....semua bahagia....
Tiara Bella: sama² ka author..... hehehhe
total 2 replies
Septi Wijaya
tengkiyuuu banyak banyakk akak oThor...
love sekebon jagung udah kasih cerita seruuuuu 🥰🥰🥰🥰🥰

like always, ditunggu selalu kisah selanjutnya ♥️♥️♥️♥️♥️
Archiemorarty: Siap akak
total 3 replies
Hary Nengsih
yah dh tamat masi suka m ceritanya
Archiemorarty: Sambung cerita baru nanti yg lebih seru 🤭
total 1 replies
Eli Rahma
ehhh..beneran tamat nih..😌😌😌
Archiemorarty: asiap akak
total 3 replies
mimief
wah....wah
beneran kah?
tamat beneran?
ga ada lagi ini ekstra part nya?
wahhhhh Thor

kacau ini
mesti kudu ottoke ini🥹🥹🥹
Archiemorarty: Othor Pengan buat cerita yang ada bocilnya, butuh asupan gemashhh 🤭
tapi masih bingunh apahh
total 1 replies
mimief
wkwkwkwkwkwk
panglima besar di seluruh kerajaan
kalahh Ama permen pelangi 🫣🤣🤣
Archiemorarty: Kasian 🤣
total 1 replies
Eli Rahma
julian kudu punya sabar seluas samudra tuk menghadapi Elaine..ditambh dgn aksi mnggemaskannya putri awan...sabarrr yahh julll...😅
Archiemorarty: Udah sangat sabar dia 🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!