NovelToon NovelToon
TURUN RANJANG

TURUN RANJANG

Status: sedang berlangsung
Genre:Janda / Aliansi Pernikahan / Naik ranjang/turun ranjang / Ibu susu
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Putri_uncu

Dua kali menikah dengan pria dari keluarga yang sama, freya sasmita tak menyangka cinta dan takdirnya akan menikah dua kali. yang lebih membuatnya tak percaya adalah pernikahanya yang biasa disebut turun ranjang.

ya, istilah untuk pernikahan yang dilakukan dengan menikahi kakak/adik dari pasangan kita.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri_uncu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pikirkan saja kebahagianmu

minggu pagi freya sambut dengan suasana baru, tinggal di tempat baru sendirian membuatnya cukup nyaman. sedang di masa ingin memulai hidup dengan ketenangan

rencananya hari ini freya ingin kembali ke taman dan melakukan hal yang sudah lama tak dilakukannya karena sibuk. hanya mila yang tau kemana perginya freya hari ini dan tak boleh ada yang menganggu hari liburnya

"disini rupanya putri bapak nugroho yang menghilang tanpa kabar"

freya langsung melihat suara siapa yang mengenalinya dari belakang, freya membelalakan matanya melihat siapa yang ada dihadapannya

"pasti ini halusinasi, atau tempat ini horor" freya sampai mengucek matanya beberapa kali memastikan lagi penghilatannya

"kamu pikir saya hantu" arka mendekat pada freya yang masih belum percaya bisa bertemu dengan arka ditempat yang bahkan tak semua yang tinggal di kota ini tahu.

"pasti mila yang kasih tau saya disini kan!" freya akan membuat perhitungan dengan mila yang membocorkan keberadaannya

"om dan tante panik kamu ngga bisa dihubungi sejak semalam dan bertanya pada mami apa kamu kesana" arka menjelaskan mengapa dirinya ada ditempat ini dan bertemu dengan freya

"lalu ngapain mas arka kesini?" freya berdiri menutupi hasil lukisannya dari arka yang ingin mengintip

"cariin kamu, takut dibawa kabur orang lain sebelum tahu perasaanku" ucap arka yang tiba-tiba saja membawa perasaan

"jangan lihat, ini jelek" freya tak mau beralih tapi arka terus mendekat dan tinggi badannya membuanya mudah untuk melihat hasil tangan wanita cantik yang disukainya

"memang tak ada yang lebih cantik darimu, kabari om dan tante mereka khawatir" arka menarik tangan freya untuk mendekat padanya

"mas arka lepaskan malu dilihat banyak orang" freya menutupi wajahnya dengan satu tangannya, karena tangan satunya lagi di genggam oleh arka

"kalau tak ada yang lihat boleh?" arka malah semakin menggoda freya dengan mendekatkan wajahnya

"halo om, freya sama saya ditaman katanya mau...."

"pi aku bukan anak kecil! kan bisa tanya mila kenapa nyuruh mas arka cariin aku" freya merebut ponsel arka dan langsung bicara pada papinya. freya mengomeli nugroho tanpa henti karena terus menganggapnya seperti anak kecil, freya sampai kehabisan kata-kata sampai arka mengambil alih ponselnya lagi

"om, saya izin ajak freya dulu nanti saya antar pulang" arka izin pada nugroho dengan santai

freya sampai terkejut padahal papinya sangat sulit memberikan izin pada freya untuk keluar, tapi arka begitu mudah mendapatkan izinnya

"kamu suap papi pakai apa? kenapa patuh banget" freya mendorong arka yang sejak tadi mengambil kesempatan memeluk tubuh freya tanpa disadari. freya masih menatap arka agar memberikan jawaban. bukan jawaban yang didapatkan malah hal yang lebih mengejutkan lagi, arka mengecup kepala freya

plak

"bisa ngga sih kalau ketemu ngga usah buat masalah, jangan temui saya lagi. mas arka semakin tak sopan" freya memberesi barangnya sudah tak mood untuk melukis atau menghabiskan waktu santainya di taman. arka sudah merusak semuanya

"freya maaf saya terbawa suasana, tolong jangan marah maafkan saya" arka meminta maaf karena memang tiba-tiba saja melakukan hal tersebut

"berapa banyak korbanmu karena terbawa suasana" freya semakin marah mendengar penjelasan arka

"korban? saya melakukannya karena itu kamu. jadi kamu korban?" arka mempertanyakan ucapan freya

"aaah udah, jangan pernah temui saya lagi anggap saja kita tidak kenal" freya mendorong arka menjauh dan meninggalkan taman , ingin pulang saja saat ini mungkin bertengkar dengan acha akan lebih baik

"tunggu freya kasih saya waktu sebentar" arka menahan freya cukup kuat

"freya izinkan saya bicara sebentar, saya mohon lima menit saja tidak akan lama" arka sampai memohom

"tiga menit, buruan" freya duduk dibangku taman yang ada didekatnya

arka berlutut dihadapan freya dan membuka sebuah kotak yang dikeluarkan dari saku celanannya. " saya kesini memang keinginan sendiri. saya ingin kamu tahu sejak lama bahkan sejak kamu belum mengenal aksa dan menikahinya. saya sudah menyukaimu. perasaan ini tak bisa lagi saya pendam freya, dengarkan saya dulu"

arka memegang tangan freya " saya tidak akan memaksa, tapi saya akan menunggu jawabanmu. besok saya harus ke luar negeri ada pekerjaan selama dua minggu dan saat itu tolong fikirkan apakah saya layak untuk menerima cintamu. jika kamu menerimaku jemput dan pakai  cincin ini di bandara, dan juga sebaliknya jika cinta ini hanya saya yang merasakan kamu tak perlu melihatku lagi selamanya. saya janji tidak akan mengganggumu"

arka membuat freya tak bisa berkata-kata apapun, selama ini tak ada bayangan atau harapann arka akan mengatakan ini. freya juga tak menyangka ucapan arka membuat jantungnya kembali berdegup kencang. perasaan yang pernah dia rasakan dulu tapi tak tau untuk siapa

"jangan becanda, kamu mantan kakak iparku" freya menyadarkan diri lagi. bagaimana pun aksa dan arka adalah saudara meski bukan kandung tapi sama sekali tak pernah terfikirkan olehnya

"apa yang salah jika kita punya rasa yang sama. tolong fikirkan kebahagianmu saja jangan pikirkan orang lain lagi" arka meminta freya berhenti selalu berkorban untuk orang lain yang selama ini dia lakukan

"kepedean kamu mas, kamu pikir saya juga menyukaimu" freya pergi meninggalkan arka tanpa kepastian

"saya tetap menunggu jawabanmu" arka berteriak agar freya mendangarnya. arka yakin dari tatapan freya selama ini bahwa perasaannya tak sendiri

arka juga sudah menahan selama ini untuk tidak mengejar freya karena keluarganya awalnya melarang. namun semakin lama arka tak sanggup membayangkan jika freya nantinya menikah dengan pria lain lagi

diterima ataupun ditolak sudah resikonya menciantai, tapi satu hal yang arka yakini bahwa perasaan lega setelah mengungkapkannya pada freya

apalagi setelah keluarganya mengizinkan dan arka juga mendapatkan bocoran dari mila jika freya sedang didekati duda yang akan segera melamarnya, hal itu membuatnya tak mau menunda lagi

dua minggu akan terasa lama baginya menunggu jawaban dari freya, yakin dan tak yakin arka besok tetap berangkat ke luar negeri dan fokus pada pekerjaannya agar tak gelisah dengan keputusan freya

arka menghubungi orang tua freya bahwa anaknya sudah pulang, dan arka juga mengatakan apa yang baru saja dia lakukan serta pamit untuk pergi keluar negeri untuk pekerjaan

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!