Saat Dewa Turun ke Dunia
"Satu jari... cukup untuk memusnahkan satu kota."
Dalam sekejap, Kota Tai berubah menjadi lautan abu. Jutaan nyawa lenyap tanpa perlawanan. Di antara seluruh penduduk, hanya seorang anak kecil berusia tujuh tahun yang selamat—Li Tianxuan.
Sebelum menghilang, sosok dewa memasuki tubuhnya.
Sepuluh tahun kemudian, Li Tianxuan melangkah keluar dari Kota Tai yang telah tersegel oleh Formasi Kuno. Namun dunia di luar seolah tak pernah mengetahui kehancuran kota itu. Demi mengungkap kebenaran, ia menempuh jalan kultivasi yang dipenuhi darah, pengkhianatan, reruntuhan kuno, dan peperangan melawan para jenius dari sekte-sekte terkuat.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chen Xuan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23 — Kerja Sama Tiga Jenius
Li Tianxuan menoleh ke arah Jian Wushuang yang masih terbaring tak sadarkan diri.
Kemudian pandangannya beralih kepada Liu'er.
"Liu'er."
"Ya?"
"Bangunkan Jian Wushuang. Setelah itu..." Li Tianxuan menggenggam pedangnya erat. "Kalian bantu aku mengalahkan Kadal Naga Kuno itu."
Liu'er mengangguk.
"Baik."
Tanpa mengatakan apa-apa lagi, Li Tianxuan berbalik.
Tubuhnya melesat menuju Kadal Naga Kuno.
Di kejauhan, monster raksasa itu juga telah bangkit kembali. Darah mengalir dari mulutnya akibat serangan Tarian Pembunuh sebelumnya.
Li Tianxuan berhenti beberapa puluh meter di hadapannya. Pedangnya digenggam semakin erat.
"Apakah kau sudah lama menunggu?"
"GRAAAAAORRRR!"
Kadal Naga Kuno meraung. Raungannya mengguncang hutan, membuat dedaunan beterbangan ke segala arah. Seolah-olah monster itu benar-benar memahami perkataan Li Tianxuan.
Detik berikutnya—
WUSHHH!
Keduanya bergerak bersamaan.
KLANG!
Pedang dan cakar beradu.
KLANG!
Percikan api beterbangan.
KLANG! KLANG! KLANG!
Li Tianxuan terus menyerang. Setiap tebasannya menghantam sisik keras Kadal Naga Kuno, tetapi hanya meninggalkan bekas putih tanpa mampu menembus pertahanannya.
Namun Li Tianxuan tidak mundur.
Tubuhnya bergerak lincah di antara cakar raksasa yang terus menerus menyambar.
Di sisi lain—Liu'er berusaha membangunkan Jian Wushuang.
"Jian Wushuang!"
Tidak ada jawaban.
Liu'er menghela napas.
"Benar-benar merepotkan..."
Dia mengangkat tangannya.
Plak!
Tamparan keras mendarat di pipi Jian Wushuang.
Tubuh Jian Wushuang langsung terlempar beberapa meter.
"Ah!"
Beberapa saat kemudian, matanya terbuka.
"Apa yang terjadi?"
Jian Wushuang mengusap pipinya. Namun begitu sadar, hal pertama yang dia tanyakan justru—
"Bagaimana keadaan Tianxuan?"
Liu'er tiba-tiba memasang wajah sedih.
"Tianxuan..."
Dia menundukkan kepalanya.
"Hiks..."
"Hiks..."
Jian Wushuang langsung membeku.
Pupil matanya mengecil.
"Tidak..."
Dia segera berdiri dengan panik.
"Sial!"
Tangannya mengepal erat.
"Apa yang harus kukatakan kepada Ketua Sekte jika Tianxuan benar-benar mati?!"
PLAK!
Tamparan kedua kembali mendarat di pipinya.
Jian Wushuang terdiam.
Liu'er menunjuk ke arah medan pertempuran.
"Apa kau tidak punya mata dan telinga?!Tianxuan sedang bertarung sendirian melawan Kadal Naga Kuno!"
Jian Wushuang mengikuti arah jarinya.
Kemudian—Matanya membelalak.
"Ini..."
Li Tianxuan masih bertarung.
Bahkan pemuda itu terlihat jauh lebih kuat dibandingkan sebelumnya.
Jian Wushuang mengingat dengan jelas kondisi Li Tianxuan beberapa saat lalu.
Tangan terputus.
Kaki patah.
Tulang-tulang hancur.
Namun sekarang... Tangan dan kakinya telah kembali sempurna. Bahkan auranya telah meningkat.
"Mustahil..."
Jian Wushuang menggosok matanya.
"Aku melihatnya dengan jelas! Tangannya telah putus dan tulang-tulangnya telah hancur!"
Dia menatap Li Tianxuan dengan ekspresi tak percaya.
"Bagaimana mungkin dia masih bisa bertarung?!"
"Berhenti bertanya!"
Liu'er langsung menariknya.
"Kalau begitu cepat bantu Tianxuan!"
Jian Wushuang akhirnya sadar.
"Benar!"
Keduanya segera melesat menuju medan pertempuran.
Di tengah pertarungan—
Li Tianxuan terus menghindari serangan Kadal Naga Kuno. Tiba-tiba matanya menyipit. Di sela-sela gerakan monster itu, dia melihat sesuatu. Di bagian bawah kaki kanannya terdapat luka robek yang cukup besar.
Luka itu tampaknya berasal dari pertarungan Kadal Naga Kuno dengan Binatang buas penjaga lain.
Itu kelemahannya!
Li Tianxuan segera mengubah arah.
Pada saat itulah dia melihat Liu'er dan Jian Wushuang datang.
"Bagian bawah kaki kanannya!"
Suara Li Tianxuan menggema.
"Ada luka robekan besar di sana! Serang tempat itu!"
Liu'er dan Jian Wushuang saling memandang.
"Baik!"
"Serahkan kepada kami!"
Jian Wushuang segera mengeluarkan sebuah benda dari kantong penyimpanannya.
Benda itu berbentuk cakram berwarna hitam keperakan.
Permukaannya dipenuhi aksara kuno yang terus memancarkan cahaya redup.
Cakram Suci!
Sebuah harta langka yang diperoleh Jian Wushuang setelah memenangkan Kompetisi Seribu Sekte.
Cakram itu melayang di hadapannya dan mulai berputar dengan cepat.
WUUUUSSSHHH!
Gelombang energi spiritual menyapu sekeliling. Energi yang sangat besar berkumpul di tengah cakram.
Di sisi lain, Liu'er juga mulai membentuk segel dengan kedua tangannya. Energi spiritual di sekeliling tubuhnya bergetar.
Di belakangnya perlahan muncul sosok Jiwa Primordial nya. Jiwa Primordial itu memiliki penampilan yang hampir sama dengannya.
Ketika Liu'er mengangkat pedang—Jiwa Primordial tersebut juga mengangkat pedangnya.
Tatapan keduanya menjadi tajam.
Jian Wushuang juga telah selesai mempersiapkan serangannya.
"Matahari sebagai cahaya..."
Cakram Suci berputar semakin cepat.
"Bulan sebagai cermin!"
Energi spiritual di sekelilingnya berkumpul dengan liar.
"Cakram Suci—Penghancur Jiwa!"
SWUUUSSSHHH!
Sebuah sinar hitam keperakan melesat dari cakram tersebut.
Pada saat yang sama, Liu'er mengangkat pedangnya.
"Segel Penghancur Gunung!"
Jiwa Primordial di belakangnya melakukan gerakan yang sama.
"Bunuh!"
WUSSSHHH!
Serangan Liu'er melesat.
Dua serangan mengerikan bergerak menuju kaki Kadal Naga Kuno.
Li Tianxuan melihat kesempatan itu.
Dia sengaja melompat tinggi.
WUSHHH!
Tubuhnya melayang tepat di atas kepala Kadal Naga Kuno.
Monster itu langsung mengangkat kepalanya.
"GRAOOORRR!"
Cakarnya menyambar Li Tianxuan.
Li Tianxuan tidak menghindar.
Dia justru tersenyum tipis.
"Seperti dugaanku..."
Kadal Naga Kuno sepenuhnya memusatkan perhatian kepadanya. Tidak menyadari dua serangan mematikan yang datang dari belakang.
Saat cakar raksasa itu hampir merobek tubuh Li Tianxuan—
BOOOOOMMM!
Serangan Jian Wushuang dan Liu'er menghantam tepat pada luka robek di kaki kanan Kadal Naga Kuno.
KRAAAKKK!
Daging dan sisiknya terkoyak.
"GRAAAAAAAORRRR!"
Kadal Naga Kuno meraung kesakitan. Tubuhnya kehilangan keseimbangan.
DUARRR!
Raksasa itu jatuh menghantam tanah. Debu beterbangan ke segala arah.
Namun serangan tadi belum berakhir. Luka yang sebelumnya telah terbuka kini semakin parah.
Bahkan—
KRAKK!
Kaki kanan Kadal Naga Kuno terputus. Tubuh raksasanya jatuh sepenuhnya.
Li Tianxuan melihat kesempatan itu. Matanya langsung berubah tajam.
"Kesempatan!"
WUSHHH!
Tubuhnya melesat ke depan. Kadal Naga Kuno masih berusaha bangkit. Namun Li Tianxuan sudah berada tepat di hadapannya.
Pedangnya diangkat tinggi. Energi spiritual emas berkumpul pada bilah pedang.
"Tarian Pembunuh!"
SWUUUSSSHHH!
Tebasan emas jatuh.
BOOOOMMM!
Pedang Li Tianxuan menembus leher Kadal Naga Kuno.
Darah menyembur deras. Raungan terakhir terdengar mengguncang hutan.
"GRAAAAA..."
Suara itu perlahan melemah.
Tubuh raksasa tersebut akhirnya berhenti bergerak.
DUARRR!
Kadal Naga Kuno roboh sepenuhnya.
Debu memenuhi udara.
Li Tianxuan berdiri di atas tubuh monster itu.
Dia perlahan mencabut pedangnya dari leher Kadal Naga Kuno, lalu mengibaskan darah yang menempel pada bilahnya.
Setelah memastikan monster tersebut benar-benar tidak bergerak, Li Tianxuan berbalik.
Tatapannya tertuju kepada Liu'er dan Jian Wushuang.
"Apakah kalian baik-baik saja?"
Jian Wushuang terdiam. Dia menatap tubuh Kadal Naga Kuno yang telah mati. Kemudian menatap Li Tianxuan.
"Tianxuan... Aku mulai merasa bahwa kau jauh lebih berbahaya daripada Kadal Naga Kuno itu."