NovelToon NovelToon
Istri Bodoh Pangeran Arya

Istri Bodoh Pangeran Arya

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintamanis / Cinta setelah menikah / Cinta Murni
Popularitas:3.1k
Nilai: 5
Nama Author: Najmu Laila

Di hari pernikahannya. Aluna menggantikan sang adik untuk menikahi pangeran Arya. Adik dari raja yang rumornya menderita penyakit aneh. Setiap penyakit itu kambuh, Dia akan membunuh siapapun yang mendekatinya. Tetapi, Setelah bertemu Aluna. Penyakit Arya melunak, Bahkan begitu lembut menghadapi sifat kekanakan Aluna meskipun penyakitnya kambuh.

Lalu, Bagaimanakah Aluna hidup bersama Arya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Najmu Laila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ALUNA BUKAN BIBI

"Maaf tuan, Istri saja tidak bisa di jual." Ucap Arya dengan dingin, Beberapa pria di sana terus menatap mereka. Arya melanjutkan jalannya, Tubuh tegapnya tak membiarkan wajah Aluna terlihat lagi.

"Pangeran, Apa sebaiknya kita sergap mereka sekarang?" Pangeran Arnold menggeleng, "Nanti malam, Saat semua orang tertidur. Habisi pria itu. Sedangkan istrinya. Serahkan padaku tanpa luka sedikit pun." Perintah pangeran Arnold. "Baik, Yang mulia."

****

Malam semakin dingin, hujan rintik mulai membasahi tanah. Arya udah menggendong tasnya. Aluna memakai jubah hitam. Mereka akan kabur lewat pintu belakang, Setelah kondisi Aluna sudah lumayan membaik.

"Yang mulia pelan-pelan..." Bisik Aluna.

Angin berdesir dingin.

4 bayangan hitam turun dari atap. Mengelilingi mereka. Mereka mengelilingi Arya dan Aluna yang baru saja hendak pergi dari penginapan tanpa di ketahui siapapun.

"Wah...wah...wah...Kalian mau pergi?" Arya menoleh, Arnold bersilang tangan dengan jubah pangerannya. Ia tersenyum dan menatap Aluna sebentar. "Nona, Kita bertemu lagi." Bisiknya.

Arya menarik Aluna ke belakang. Sebuah pedang tajam sudah berada di tangannya.

"Maaf tuan, Ada urusan apa anda menghalangi kami?" tanya Arya dengan dingin. Suasana di sana benar-benar sepi, Hanya ada suara gemericik air yang berpijak sepatu.

"Aku tahu bahwa kalian, Bukan berasal dari sini." Tubuh Aluna menegang di balik tubuh Arya, sedangkan Arya kini hanya menatap tajam Arnold. "Kami memang bukan berasal dari sini, Tetapi dari desa teratai." Ucap Arya berusaha tenang.

"Desa teratai? Hmm....menarik." Arnold berjalan mengelilingi mereka, Senyum liciknya membuat suasana menjadi begitu menekan. "Bukankah kalian berasal dari kerajaan Dariyan?" Tanya Arnold, Aluna mencengkram ujung jubah Arya dengan panik.

"Bagaimana mungkin kami berasal dari kerajaan Dariyan. Jika iya, Mengapa kami ada di sini." Elak Arya, Pandangan Arnold menggelap. "Kau pikir aku bodoh? Kalian jatuh di perbatasan. Kalian baru saja menikah bukan? Kau pasti orang penting raja Bastian. Kereta kuda-mu berlambang kerajaan." Kecam Arnold dengan tatapan tajam dan licik.

Dia maju satu langkah, menatap Arya dan berbisik. "Serahkan gadis itu padaku, Maka kau akan ku biarkan hidup." Wajah Arya mengetat, Giginya menggertak tak tahan. "Kau menginginkan-nya?" Tanya Arya, Arnold tersenyum dan mengangguk. "Siapa yang tidak suka dengan wanita cantik, Apalagi...gadis dari kerajaan Dariyan." Wajah Arnold memerah, Menatap Aluna dari atas sampai bawah.

Tangan Arya melayang cepat, Mencengkram leher Arnold, Arnold terkejut dan menatap Arya. Wajahnya kini pucat seperti orang tenggelam. Ia mencoba memberontak, Tetapi Arya tak memberinya ruang.

Dua anak buah pangeran Arnold menyerbu duluan dengan Pedang. Arya tidak mundur, Ia menghempas pangeran Arnold yang hampir saja mati tercekik, Lalu menarik Aluna ke belakang tungku kayu.

Dua orang prajurit bayangan pangeran Arnold maju dan menyerang Arya, Aluna berteriak ketakutan, Ia berjongkok dengan gemetar. Sedangkan Arya, Ia memutar dan menangkis 1 pedang dengan pedang panjang yang ia sembunyikan di balik pinggang. Tak cukup 1 detik, kedua prajurit itu sudah tak bernyawa.

Melihat rekannya mati begitu saja, dua pengawal di belakang ikut maju dan mencoba menyerang, Dan lagi-lagi. Arya berhasil menangkisnya. Gerakan Arya begitu lihai dan kuat. Arnold menatapnya tak percaya, Gerakan lincah dan hebat seperti itu mana mungkin di miliki oleh rakyat biasa. Ia semakin yakin, Bahwa Arya adalah orang dengan status tinggi di kerajaan.

Tanpa di sadari, Arya sudah melumpuhkan semua prajurit bawaan pangeran Arnold. Kini ujung pisau mengkilap itu telah bertengger manis di lehernya. Arya menatapnya dingin.

"Kau mau istriku? Maka, Langkahi dulu mayatku." Kecam Arya dengan wajah penuh amarah, Pangeran Arnold mengangkat kedua tangannya gemetar. " Ba—baiklah, Aku tidak menginginkan istrimu lagi." Pangeran Arnold memundurkan langkahnya takut. Ia terlalu meremehkan Arya, Sehingga hanya membawa sedikit prajurit.

"Arya! Kamu tidak apa-apa?" Aluna berlari memeluk Arya, Memeriksa tubuh pria itu dengan khawatir. Arya tersenyum, Dan membingkai wajah Aluna dengan tangan besarnya. "Aku tidak apa-apa."

Tanpa di sadari, Pangeran Arnold segera berlari pergi. Untuk sekarang, Ia tak bisa menangkap Arya. Setidaknya ia tahu bahwa kedua orang itu memang benar-benar orang Dariyan.

***

Aluna dan Arya menepi di sebuah gubuk kayu tak berpenghuni. Setelah memastikan kondisi sudah aman, Mereka duduk dan mulai membakar kayu bakar untuk menghangatkan tubuh.

Arya terus berjaga, Sedangkan Aluna. Gadis itu sudah tertidur dan merebahkan kepalanya di atas paha Arya. Arya memilih terus berjaga hingga pagi. Ia takut tak bisa melihat Aluna lagi. Pangeran Arnold bisa datang kapan saja.

Ketoplak!

Ketoplak!

Jantung Arya berdebar hebat, Suara tapak kuda terdengar dari luar gubuk dengan jumlah yang cukup banyak. Apakah pangeran Arnold datang lagi dengan pasukan lain. Tidak bisa, Ia harus membawa Aluna pergi.

Belum sempat, Arya beranjak. Beberapa tombak mengelilingi tubuhnya. Pangeran Seno datang dengan pakaian tukang kue bulan. Wajahnya datar dan berwibawa. Para prajuritnya memutari Arya sambil mengacungkan tombak.

"Pangeran Arya?"

Arya menatapnya bingung, Pangeran Seno mengenalnya? "Kau mengenal-ku?" Kening Seno berkerut. "Siapa yang tidak mengenal, Pangeran gila seperti-mu?" Tanya balik Seno dengan air wajah kesal.

Arya pernah memimpin pasukan untuk melawan kerajaan Xuan, Bahkan tanpa pria itu, Raja Derry nyaris menang. Dan hari ini, Ia bertemu lagi dengan pria itu, Bukan di Medan perang, Tetapi di dalam wilayahnya sendiri. Pria gila yang di kucilkan dan di jauhi tetapi di manfaatkan untuk menaklukan wilayah. Karna sifat kejam dan haus darahnya.

Kedua mata Seno beralih pada seseorang di balik tubuh gagah itu, Gadis dengan hanfu sederhana. Perasaan familiar muncul di dalam benaknya. Rasa penasarannya membuncah bagaikan sebuah teori yang belum terpecahkan.

"Siapa gadis itu?" Tanya Seno, Arya menajamkan kedua matanya. "Istriku!" Bentak Arya, Pria itu menutupi Aluna dari pandangan Seno. "Siapa namanya?" Tanya Seno, Penasaran.

Darah Arya kembali mendidih, Ia bangkit dan menepis beberapa tombak di sekitarnya. Ia mengacungkan pedangnya yang masih berlumuran darah prajurit Arnold. "Jangan dekati istriku, Atau kau akan tau akibatnya!" Kecam Arya,

"Hey orang Dariyan, Kau berani sekali mengancam putra mahkota kami!" Bentak salah satu prajurit Seno, Mereka bersama-sama memegangi kedua tangan Arya, Merasa ada pergerakan. Aluna menyipitkan kedua matanya.

Wajah tenang Aluna langsung berubah panik. Bagaimana tidak, Arya terlihat di kepung dengan beberapa senjata. Gadis itu bangun dan berlari ke hadapan Seno. "Jangan...jangan sakiti, Suamiku!" Teriaknya dengan gugup.

Deg!

"Bi—Bibi."Seno memundurkan langkahnya. Gadis itu, Sangat mirip dengan bibinya yang sudah lama pergi. Kepergian bibinya jugalah yang membuat kerajaan Xuan memusuhi orang-orang Dariyan.

Bruk!

"Pangeran!" para prajurit menatapnya heran, Seno berlutut di hadapan Aluna, Gadis itu juga terlihat bingung. "Bibi, Kau kembali?!" Kedua matanya berkaca-kaca. Suasana seakan berhenti.

"Aku...bukan bibi, Aku Aluna!" Kesal Aluna, Arya berlari dan langsung menariknya ke belakang punggungnya. Wajah Seno kembali mengetat, Gadis itu, Terlihat sangat mirip dengan bibinya yang bertahun-tahun sudah lama pergi.

TBC

like dan komen.

1
jenny
Terima kasih kak, sudah update kembali.
ditunggu kelanjutannya 🙏
Nycthophile
yok arti buat anak 🤭🤭
Nycthophile
tiba tiba banget
Nycthophile
dih dasar pangeran busuk mending ama Arya ke mana-mana
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!