Dihina, dipandang rendah, dan hidup tanpa harapan di dalam Keluarga Zhang, Zhang Tian tumbuh sebagai pemuda lemah yang bahkan tidak mampu membangkitkan energi spiritual.
Di mata semua orang, hidupnya tidak lebih dari beban dan aib keluarga.
Namun semuanya berubah karena Sambaran petir yang membuat hidupnya hampir di ambang kematian.
Ini membuat Zhang Tian memperoleh warisan legendaris yang telah hilang selama ribuan tahun. Itu adalah warisan Kaisar Naga Petir, penguasa petir kuno yang pernah mengguncang dunia kultivasi di era kuno.
Sejak hari itu, takdirnya berubah.
Dia bangkit menjadi tak terkalahkan setelah di kenal sebagai sampah di seluruh kota.
Lalu bagaimana kisah selanjutnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Niana Eve., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tetua Bayangan Hitam
Angin malam tiba-tiba berhenti. Reruntuhan Menara Petir berubah sunyi, bahkan suara petir terdengar lebih berat dari sebelumnya.
Kilatan ungu menerangi sosok pria tua berjubah hitam yang melayang di udara. Wajahnya kurus, kulitnya pucat keabu-abuan.
Namun tekanan spiritual yang keluar dari tubuhnya berbeda kelas dibanding semua pembunuh sebelumnya.
Pohon-pohon yang tersisa di sekitar langsung tumbang hanya karena auranya.
Gadis bertopeng perak menegang. Tangannya menggenggam pedang lebih erat.
"Alam Laut Roh…" gumamnya pelan.
Mendengar dua kata itu. Zhang Tian langsung bergidik ngeri. Alam laut roh adalah alam yang lebih tinggi dari alam pengumpulan Qi. Tidak heran jika aura di tubuh pria tua ini jauh di atas mereka.
Roh Kaisar Naga Petir berkata, "Keberuntunganmu memang buruk. Selalu bertemu lawan yang lebih kuat. Jika kamu melawan orang seperti itu sekarang… hampir tidak ada peluang menang. Meskipun Kultivasimu saat ini di ambang laut roh, tapi kamu benar-benar belum memasuki alam itu. Belum lagi orang itu kultivasinya berada di tingkat ketujuh laut roh.”
Pria tua itu menatap tubuh para pembunuh yang hangus tak bernyawa di bawah.
Tatapannya tetap dingin.
"Kalian semua… benar-benar sampah."
Lalu matanya jatuh pada Zhang Tian. Saat melihat petir ungu yang bergerak di sekitar tubuh pemuda itu, tatapannya menjadi serakah. "Warisan naga petir… jadi rumor tentang naga petir itu benar adanya."
Gadis bertopeng melangkah ke depan. "Kalau kau mundur sekarang, aku bisa menganggap tidak terjadi apa-apa."
Pria tua itu tertawa kecil. "Ternyata ada gadis dari Paviliun Bulan Gelap di sini." Lalu lebih pelan, "Kalau ayahmu tahu kau berkeliaran sendirian… mungkin dia akan marah besar."
"Tidak perlu membicarakan ayahku."
Boom!
Aura hitam keunguan meledak dari tubuh gadis bertopeng perak. Tanah di sekitar kakinya membeku membentuk es tipis.
Zhang Tian baru kali ini melihatnya mengeluarkan kekuatan sepenuhnya.
Pria tua itu tidak bergeming. "Bakatmu tidak buruk. Tapi hari ini bocah itu harus ikut denganku."
Zhang Tian maju selangkah. "Siapa kamu, kenapa aku harus ikut denganmu?”
"Kau tidak punya pilihan. Juga tidak perlu bertanya siapa aku.” Lelaki itu menjawab datar.
Whoosh!
Tubuhnya langsung menghilang. Bahkan Zhang Tian hampir tidak bisa mengikuti gerakannya.
Clang!!!
Gadis bertopeng sudah lebih dulu muncul di depan, pedang tipisnya menahan serangan telapak pria tua itu.
Bang!
Ledakan besar mengguncang area saat kedua serangan mereka bertemu.
Tubuhnya terdorong mundur belasan meter, jejak panjang terbentuk di tanah. Tangannya sedikit gemetar tapi pedangnya tetap terangkat. "Aku tidak akan membiarkanmu menyentuhnya."
Pria tua itu tertawa kecil. "Kau masih terlalu muda, jika itu ayahmu yang datang aku mungkin akan takut, namun hanya dengan kekuatanmu saat ini belum cukup menahanku."
Zhang Tian mengamati semua itu diam-diam. Dia tidak mengerti kenapa gadis ini membantunya sejauh ini. Tapi dia tahu, sekarang bukan waktunya bertanya hal sepele.
"Gunakan kekuatan naga petir," kata Roh Kaisar Naga Petir di kepala Zhang Tian.
"Kalau tidak digunakan, kalian akan mati, gadis itu tidak bisa mengalahkan pria itu."
Zhang Tian menjalankan Seni Pemurnian Tubuh Naga Petir. Energi naga petir di dalam tubuhnya langsung beresonansi.
Aura ungu meledak keluar seperti badai.
Mata pria tua itu menyala penuh keserakahan, dia seolah melihat harta Karun berjalan di tubuh Zhang Tian. "Tubuh bocah ini ternyata sudah menjadi tubuh naga petir. Kebetulan aku
Sudah mencari tubuh yang pas selama puluhan tahun. Sekarang, tubuh anak ini akan menjadi milikku."
Gadis bertopeng menggumam dingin. "Kau ingin menggunakan Teknik perebutan tubuh padanya lalu mengambil alih tubuhnya?"
Jantung Zhang Tian langsung dingin mendengar percakapan mereka berdua. Ternyata orang tua ini mengincar tubuhnya sebagai wadah kultivasi.
Telapak raksasa dari energi hitam terbentuk di udara. Aura kematian menyebar.
Zhang Tian bisa merasakan satu hal dengan jelas kalau serangan itu jatuh, dia pasti langsung mati.
"Pergi!" teriak gadis bertopeng.
Dia melesat maju, pedangnya berubah menjadi puluhan bayangan hitam.
Clang! Clang! Clang!
Boom!!!
Semua serangan hancur. Tubuhnya terpental, darah keluar dari sudut bibirnya.
Telapak raksasa itu akhirnya jatuh.
Namun tepat saat itu mata Zhang Tian berubah ungu terang.
Rooooar!!!
Raungan naga menggema dari dalam tubuhnya sendiri. Bayangan naga petir raksasa muncul di belakangnya.
Puluhan sambaran petir turun bersamaan, seluruh area berubah menjadi lautan petir. Lalu tangannya mulai muncul sisik dan cakar naga. Kemudian tubuh lain mengalami hal yang sama.
Mata pria tua itu akhirnya berubah serius. Karena aura yang keluar dari Zhang Tian bukan lagi aura manusia biasa.
Melainkan aura naga kuno. Bahkan tubuhnya perlahan berubah menjadi naga.
Yah, saat ini Zhang Tian berubah menjadi naga.
"Bagus.” Roh Kaisar naga petir berkata, “Tunjukkan pada mereka siapa pewaris Kaisar
Naga Petir yang sebenarnya, kami klan naga petir bukanlah sosok yang mudah ditindas!”
Dan plot twistnya:
Game Changer: Zhang Tian dihadapi suara kuno yang menyambarnya dengan petir (Di sini kondisi Zhang Tian gaakan sama lagi, set-up yang harus dibayar di konflik ke depannya).
Rating 8/10 dari segi aspek storytelling.
Rating 7/10 dari segi narasi.
Rating 9 dari segi tone.
Rating 8, pacing aman walau agak terasa cepat, dan bagus karena ini bisa dibilang chapter prolog (pembukaan), dan langsung menanamkan benih konflik.
saranku, bisa dipadatkan jadi lebih simple langsung dekat kepala tokoh utama, agar lebih hidup tokohnya.
Zhang Tian meremas tangannya hingga jari-jari tangan memutih, ia bisa menerima segala hinaan yang tertuju padanya, tapi tidak demikian jika ayahnya diperlakukan sama seperti dirinya.
Mendengar ayahnya direndahkan, mata Zhang Tian menatap dingin.
Itu apa naga petir ungu masuk ke raganya Zhang ?