NovelToon NovelToon
Salah Tanggung Jawab

Salah Tanggung Jawab

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Mengubah Takdir
Popularitas:8k
Nilai: 5
Nama Author: devi oktavia_10

Terlukanya hati Istri dan Anak saat Ayahnya memilh lebih memperhatikan kebahagian saudara dan keponakannya, dan mengabaikan tanggung jawabnya kepada istri dan anak anaknya.


"Sedikit sedikit uang sedikit sedikit yang kalian minta, kalian pikir saya ini mesin pencetak uang." Bentak pak Galih kepada anak sulungnya yang minta uang bayar SPP.


"Ini lagi mama kalian nggak becus jadi ibu, taunya cuma nadang doang, nggak bisa usaha cari uang, bisanya cuma mengemis sama suami." hina pak Galih kepada sang istri.


Ingin tau kelanjutannya, ikuti terus cerita mamak ya..... 😘😘😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon devi oktavia_10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab Tiga

"Alika, Roy.... Lihat nih om bawa apa buat kalian.!" ujar Galih membawa martabak kesukaan keponakannya itu.

"Wahhh.... Om bawa martabak kesukaan ku.! " girang Alika meloncat loncat dan betepuk tepuk tangan saking bahagianya, senyum Galih semakin lebar melihat wajah bahagia keponakannya itu.

"Nenek mana sayang? " tanya Galih dengan suara lembutnya, sama keponakannya Galih bisa bersikap ramah, namun berbanding terbalik kepada anak anaknya.

"Ada di dalam om." sahut Alika sambil membuka kotak martak.

"Ya sudah, om cari nenek dulu, kalian makan pela pelan, nggak ada yang minta." ucap Galih mengisap kepala ke dua keponakannya itu.

Galih masuk ke dalam rumah sang ibu dengan langkah lebar.

"Bu." panggil Galih saat melihat sang ibu sedang menonton TV.

"Ehhh... Kamu sudah pulang." jawab bu Hindun dengan senyum lebarnya, dia tau hari ini ada laki lakinya itu pasti sudah mendapat gaji.

"Sudah dong bu." kekeh Galih.

"Mana jatah bulanan ibu, ibu tau kamu pasti sudah gajian." ujar bu Hindun menodongkan tangannya.

"Sudah dong, bahkan bonus ku bulan ini naik bu." bangga Galih.

"Wahhh.... Bearti jatah ibu di tambahin dong? " ucap bu Hindun tersenyum lebih lebar lagi.

"Tentu saja." ucap Galih memberikan amplop yang lumayan tebal dari biasanya, tangan bu Hindun dengan cekatan mengambil amplop itu, lalu membuka tak lupa menghitung berapa uang yang di berikan oleh sang anak.

"Wahhh.... Lima juta, makasih nak, ibu senang sekali, besok ibu bisa menambah koleksi perhiasan ibu." senang bu Hindun.

"Terserah ibu aja." ucap Galih.

"Bang, kamu sudah sampai lebih dulu ternyata." sapa adik ipar Galih.

"Hmmm.... Tadi aku nggak kejebak macet, makannya cepat sampai di rumah." seloroh Galih.

"Mas, kamu sudah pulang." sapa Tia mendekati sang suami lalu bercipika cipiki di depan abang dan ibunya.

"Pamer terosss.... " goda Galih.

"Iya dong, emang abang." cibir Rian.

Galih hanya melengos sebal mendengar ledekan dari adik iparnya itu.

"Masak apa sayang, mas lapar." keluh Rian.

"Belum ada mas, tadi bang Galih bilang mau ajak kita makan di luar, jadi aku nggak masak deh." manja Tia.

"Beneran nih bang, keknya bonus gede nih." goda Rian lagi.

"Lumayan lah, si Alika kemaren minta sepeda baru katanya, trus Roy mau ganti HP, jadi ada nih duitnya." ujar Galih tanpa memikirkan anak dan istrinya di rumah sedang kelaparan.

"Jangan terlalu di manja bang, mereka sudah punya punya kok." tolak Rian yang tidak enak hati, dia takut kakak ipar, atau anak anak Galih tau klau Galih suka memanjakan anak anaknya.

"Udah nggak apa apa, apa salahnya seorang om menyenangkan keponakannya." ujar bu Hindun.

Ares menatap dengan tatapan yang sulit di artikan melihat keluarga sang papa tertawa bahagia di sebuah cafe dimana di sana Ares bekerja sebagai buruh cuci piring selepas pulang sekolah.

"Bahagia sekali kalian rupanya tanpa ingat kami di rumah sudah makan atau belum." gumam Ares dengan tangan terkepal kuat.

Pindah Ares di pukul pelan dari belakang oleh rekan kerjanya.

"Kenapa loe merhatiin keluarga itu." ucap Rekan kerja itu dengan menarik dagunya ke arah meja keluarga pak Galih.

"Nggak apa apa bang." ucap Ares kembali melanjutkan pekerjaannya.

Setalah Ares pergi menjauh, rekan kerjanya di dekati oleh rekan kerja yang lainnya.

"Klau nggak salah gue, itu ayahnya si Ares dengan keluarga bapaknya." bisik rekan kerjanya itu.

"Haaa.... Serius!!!??..." pekik Agus.

"Suuttt.... Jangan kencang kencang, nanti Ares dengar." omel Vian.

"Sorry gue kaget, tapi itu serius bapaknya Ares? " mengulang pertanyaannya.

"Hmmm...." Angguk Vian.

"Loe tau dari mana? " lagi lagi Agus kepo.

"Teman sekolah Ares tetangga gue...... " Mengalir lah cerita Vian tentang keluarga Ares membuat laki laki 25th itu geram mendengar cerita Vian.

"Dasar bapak biadab, bisa bisanya menelantarkan keluarga sendiri, dan lebih menyenangkan keluarga adiknya, dasar tidak punya otak." maki Agus.

"Ma, kok abang belum pulang ya, biasanya jam segini sudah di rumah." keluh Laras yang ingat sang abang belum pulang dari sejak berangkat sekolah tadi pagi.

"Katanya abang lagi ada tugas kelompok, makanya pulang telat, kenapa tanya abang, apa kakak sudah lapar? " goda bu Soraya.

"Ihhh.... Mama ma..... " rengek Laras malu malu.

"Hahaha.... Anak mama ini lucu sekali, klau kamu mau makan, makan saja." ucap bu Soraya lembut.

"Mmm... Baiklah, aku mau makan duluan, cacing di perut kakak sudah berdemo dari tadi." ucap Laras mengusap perut ratanya.

"Makan lah, ajak adek mu makan sekalian." ucap bu Soraya tangannya sibuk melipat kain yang baru di angkat dari jemuran.

"Assalam mu'alaikum." salam Ares dari pintu masuk.

"Wa'alaikum salam, loh abang bawa apaan itu? " tanya bu Soraya melihat kantong plastik di tangan sang anak.

"Oh.... Ini tadi mama teman abang, ngasih Abang makanan, ya udah Abang bawa pulang buat kita makan malam." ucap Ares yang tidak sepenuhnya berbohong, padahal dia mendapatkan makanan itu dan Agus yang berpura pura ada pembeli yang tidak jadi mengambil pesanannya, dan di berikan kepada Ares, nyatanya Agus memang sengaja memesan makanan itu untuk Ares bawa pulang.

"Ooo.... Bilang terimakasih nggak sama mama teman abang." ucap bu Soraya.

"Ngucapin dong ma." kekeh Ares.

"Adek adek mana ma? " tanya Ares yang tidak melihat ke dua adiknya.

"Ada di belakang, mereka mau makan tuh." ucap bu Soraya.

"Ayo ma, kita makan sama sama." ajak Ares menarik tangan sang ibu.

"Kalian saja dulu, mama nanti aja." ucap bu Soraya.

"Mama mau nunggu papa, dia nggak akan pulang cepat ma, mama kan tau hari ini papa gajian, sudah pasti mereka sedang makan enak di luar sana." ucap Ares menahan sesak di dadanya, membayangkan betapa bahagianya papanya itu makan dengan menu menu spesial di cafe tadi, tanpa mengingat anak dan istrinya di rumah.

Bu Soraya tersenyum sendu, dan mengangguk membenarkan ucapan sang anak.

"Jangan benci papa mu ya, dia tetap orang tua kamu." ucap bu Soraya pelan.

"Lihat nanti aja ma." acuh Ares yang memng sudah sangat membenci ayah dan keluarga ayahnya.

"Ares... "

"Ayo ma, kita makan, perut abang sudah sangat lapar." ucap Ares berpura pura mengeluh, agar sang mama tidak lagi menasehatinya tentang sang ayah.

Bu Soraya hanya mampu menarik nafas dalam, dia tau anak anaknya sudah sangat kecewa kepada ayahnya itu.

"Haiii.... Adek adek abang lagi ngapain kalian? " sapa Ares mengusap kepala sang adik secara bergantian.

"Aaahhh.... Akhirnya abang pulang, kita bisa makan bareng." ucap Laras tersenyum senang.

"Abang bawa apa? " tanya si bungsu melihat plastik di tangan sang abang.

"Ohhh.... Ini makanan buat kita." ucap Ares membuka isi kantong yang dia bawa dan memindahkannya ke dalam mangkok yang di bawa oleh sang mama.

"Waaahhhh..... "

Bersambung.....

Haiii.... Jangan lupa like komen dan vote ya... 😘😘😘

1
Mimin Mintarsih
akhirnya sadar juga. tp pasti akan kambuh lg ketika denger dojtrin dr ini fan adek perempuannya.
Azda Syafril
wkwkwwkkk..pa galih bis kena siraman rohani dikantornya Bu Soraya... alhmdlh dah sadar eaaa AWS sadar ny cuma sementara doang.. kena semprot ibunya berulah ge.... diceraikan bus Soraya tau rasa lho pa galih . 🤭🤣
lelah
Bu Soraya ambil aj tu uang pak galih, km simpan dgn amplop nya jgn km pke, jadi NT klu pak galih dan keluarga nya merendahkan klkm LG km lemparkan aj ke muka mereka uang yg PK galih kasih, klu keluarga nya pak galih datang marah ke km Soraya jgn mau diam lagi lawan mereka semua
Marifatul Marifatul
ko dikit sin......
yg bnyyyykkkk doooongggg
Shee_👚
lagi mode insyaf bu, dah selagi masih baik manfaatin aja. siapa tau tar berubah lagi jadi reog tinggal tendang keluar sekalian😂
Shee_👚
baru segitu aja kamu dah girang, selama ini kemana aja galih. terlalu dengerin omongan ibu sesat kamu itu sampai kamu meninggal surga yang sesungguhnya😏
Shee_👚
hah ko ya aku kalau jadi bu Soraya bakalan nangis😭
hal yang dah gak pernah terjadi sekarang di rasakan lagi. tapi apa semua akan kembali kesemula atau dah terlambat??
Shee_👚
pokoknya kalau kumat lagi buang aja, ganti bapak baru😂
Shee_👚
gibran pokoknya lope lope aku sama keberanianmu😘😘😘

gimana galih, anak yang masih kecil aja paham duwit yang kamu kasih tak seberapa, tapi sakit ya luar biasa karena uang itu
Shee_👚
justru gibran mewakili isi hati yang lain bu, tak apa aku suka🤭
Shee_👚
bagus kalau sadar, semoga aja beneran sadar. awas kalau sadar hanya sehari aku santet beneran😏
Shee_👚
gibran aku padamu😂
kaka mu tak berani nanya, tapi kamy luar biasa berani😘
Shee_👚
telat galih, ares dah gak butuh duwit daru kamu😏
Shee_👚
habis ketabrak kayanya otaknya jadi agak lain emang🤣🤣🤣
Shee_👚
ternyata kamu sadar juga kalau bodoh😏
Ma Em
mungkin pak galih sadar karena mendengar Omelan teman nya dikantor makanya akhirnya pak galih sadar , semoga sadarnya tdk sementara saja dan menjadi seterusnya sayang pada anak dan istrinya dan bertanggung jawab memberi nafkah yg pantas dan layak untuk istri dan anak anak nya bkn kepada saudara dan orang tuanya .
Muft Smoker
yx semoga pak galih bnr2 berubah ,, sebelum semua ny terlambaat
Marifatul Marifatul
yg bnyyyykkkk wkwkkkk 🥰
Shee_👚
pengin banget liat galih di gugat cere sama bu soraya gimana🤣
pucat pasi atau serangan jantung🤭
Shee_👚
selamat berjuang, semoga aja kali ini kamu beneran sadar.
jangan sampai nyesel nanti
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!