NovelToon NovelToon
Sistem Menakhlukan Pangeran Kedua Berhati Dingin

Sistem Menakhlukan Pangeran Kedua Berhati Dingin

Status: tamat
Genre:TimeTravel / Transmigrasi ke Dalam Novel / Tamat
Popularitas:6.3k
Nilai: 5
Nama Author: ANWi

Su Yinyin adalah aktris cantik yang baru mekar. Ia banyak memghabiskan waktu bersama pria tampan dan mempermainkan mereka. Semua mengagumi dan mencintai nya. Namun, bagaimana jika ia harus masuk ke dalam novel berlatar kuno dan menakhlukan hati seorang pangeran kedua yang dingin dengan tingkat cinta minus seratus! Gila itu sih bukan cinta tapi sudah tidak cinta dari awal!
Belum lagi ditambah konflik Dikrit Kaisar yang mengharuskan pangeran kembali menikahi Putri Mahkota dari Utara.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ANWi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 6 : Terbongkar

​[Ding!]

[Peringkat Kesukaan Mo Jue naik +3 menjadi -93!]

[Catatan: Target penasaran dengan rencana spontan Host.]

​"Sederhana," balas Su Yinyin tanpa mengalihkan pandangannya, menjaga suaranya tetap tenang meski telinganya berdenging karena gugup. "Jika mereka datang untuk mencari barang bukti, itu artinya mereka sudah menyiapkan barang buktinya untuk diletakkan di sini. Kalau kita melawan mentah-mentah di depan umum, kita hanya akan masuk ke dalam perangkap tikus yang mereka buat. Jadi kita balikkan keadaan."

​Sebelum Mo Jue sempat merespons ide gila itu, suara debrakan keras kembali terdengar.

​Brak!

​Pintu kayu jati utama yang kokoh akhirnya dijebak paksa oleh para pengawal istana. Kayu pengganjalnya patah, menciptakan suara bergemeretak yang memecah keheningan malam. Sosok Kasim Gui--kepala pelayan kepercayaan Selir Ruan--langkah kakinya memimpin rombongan prajurit berseragam merah emas, melangkah masuk tanpa diundang dengan ekspresi angkuh terpampang jelas di wajah keriputnya.

​"Lancang sekali!" bentak Mo Jue seketika. Suaranya menggelegar memenuhi ruangan, membawa tekanan hawa membunuh yang membuat beberapa prajurit di barisan belakang sontak mundur dua langkah karena ketakutan.

​Pangeran Kedua melangkah maju, berdiri di hadapan Su Yinyin seolah menjadi dinding pertahanan mutlak, meskipun tatapannya menyiratkan kemusnahan bagi siapa pun yang berani menginjakkan kaki di wilayah pribadinya.

​Kasim Gui menyeringai tipis, membungkuk sekadarnya tanpa rasa hormat yang sesungguhnya. "Ampuni hamba, Yang Mulia Pangeran Kedua. Kedatangan kami malam-malam begini bukan tanpa alasan. Permaisuri dan Selir Ruan menerima laporan rahasia bahwa ada surat rahasia dari faksi musuh yang disembunyikan di kediaman ini--khususnya di kamar pribadi Putri Mahkota Su Yinyin."

​Su Yinyin, yang berdiri tepat di balik bahu bidang Mo Jue, menyunggingkan senyum sinis dalam hati. Tepat seperti perkiraanku. Mereka memang sengaja datang untuk menanam barang bukti.

​"Surat rahasia?" Mo Jue mengulang dengan nada dingin mencemooh. Bibirnya terangkat sebelah. "Kau menuduh istriku sendiri menyimpan dokumen pengkhianatan? Berani sekali anjing peliharaan Istana Dalam mengatur urusan rumah tanggaku."

​"Hamba hanya menjalankan titah, Yang Mulia!" Kasim Gui tidak gentar, melambaikan tangan kepada dua pengawal di belakangnya. "Geledah kamar ini! Periksa setiap sudut lemari, bawah tempat tidur, dan kotak perhiasan!"

​"Silakan," suara lembut namun tegas tiba-tiba memecah ketegangan. Su Yinyin melangkah keluar dari balik punggung Mo Jue, berdiri tegak sejajar dengan suaminya. Wajahnya sama sekali tidak menunjukkan kepanikan,sebaliknya, sorot matanya tampak sangat tenang dan menghanyutkan.

​Mo Jue melirik sekilas ke samping, terkejut melihat keberanian wanita itu.

​"Kalian boleh menggeledah seluruh ruangan ini sesuka hati kalian, Kasim Gui," lanjut Su Yinyin dengan nada ringan yang terdengar menyebalkan di telinga sang kasim. "Tapi, dengar baik-baik... jika kalian tidak menemukan apa pun setelah jungkir balik mengacak-acak kamarku, kepala siapa yang akan lepas dari lehernya sebagai kompensasi atas keributan ini?"

​Kasim Gui mendengus remeh. Ia tahu pasti bahwa anak buahnya sudah menyelipkan surat palsu di dalam kotak kayu ukiran giok di atas meja rias Su Yinyin beberapa jam sebelum malam tiba.

​"Silakan periksa!" perintah Kasim Gui penuh percaya diri kepada para pengawalnya.

​Prajurit istana segera bergerak beringas, membongkar laci, melemparkan gulungan kain, dan menghancurkan beberapa hiasan kamar demi mencari barang bukti yang mereka inginkan. Tidak butuh waktu lama bagi seorang prajurit bertubuh kekar untuk menemukan sebuah kotak giok tersembunyi di sudut meja rias.

​Prajurit itu mengambil gulungan kertas berstempel merah dari dalam kotak tersebut, lalu menyerahkannya dengan penuh kemenangan kepada Kasim Gui.

​"Lapor, Kasim Gui! Kami menemukannya! Ini surat rahasia korespondensi antara Putri Su Yinyin dan jenderal musuh di perbatasan utara!" seru prajurit itu dengan suara lantang sengaja agar didengar oleh seluruh orang di luar halaman.

​Kasim Gui menerima gulungan itu, membukanya sebentar, lalu tertawa kecil penuh kemenangan. Ia mendongak, menatap Mo Jue dan Su Yinyin dengan tatapan menghina.

​"Yang Mulia Pangeran Kedua, bukti sudah di tangan. Putri Su Yinyin terbukti melakukan pengkhianatan tingkat tinggi terhadap kerajaan! Sesuai hukum istana, dia harus segera dibawa ke penjara bawah tanah untuk diinterogasi!"

​Suasana di kamar mendadak membeku. Para pengawal merangsek maju, bersiap menangkap Su Yinyin.

​Namun, alih-alih panik atau memohon ampun, Su Yinyin justru tertawa kecil. Suara tawanya renyah, kontras dengan situasi hidup dan mati di hadapan mereka. Ia melangkah maju mendekati Kasim Gui, membuat sang kasim mengerutkan kening karena kebingungan.

​[Ding!]

[Misi Sampingan Terpilih: Membongkar Bukti Palsu Kasim Gui.]

[Informasi : Stempel resmi Jenderal musuh di perbatasan utara menggunakan tinta khusus bunga teratai hitam yang hanya tumbuh di tebing es kekaisaran, yang jika terkena uap hangat akan berubah warna menjadi kebiruan.]

[Waktu tersisa: tak terbatas.]

​"Kasim Gui," ucap Su Yinyin pelan sambil menunjuk gulungan kertas di tangan pria tua itu. "Sebelum kau menyeretku ke penjara bawah tanah, bolehkah aku melihat stempel di surat itu sebentar saja?"

​"Huh, mau alasan apa pun, bukti ini sudah sah!" ketus Kasim Gui enggan memberikan.

​"Kalau kau tidak mau memberikannya, itu berarti kau sendiri yang tahu bahwa surat itu adalah barang tiruan bodoh," potong Su Yinyin tajam, suaranya mendadak meninggi, penuh wibawa yang membuat Kasim Gui terkesiap. "Stempel resmi Jenderal musuh di perbatasan utara menggunakan tinta khusus bunga teratai hitam yang hanya tumbuh di tebing es kekaisaran, yang jika terkena uap hangat akan berubah warna menjadi kebiruan. Tapi lihat surat di tanganmu itu..."

​Su Yinyin menunjuk dengan jarinya yang lentik. "...tinta itu berwarna merah terang biasa. Itu adalah stempel palsu murahan yang dibuat oleh tukang stempel di pasar gelap pinggir kota kemarin sore!"

​Kasim Gui terkejut bukan kepalang. Ia buru-buru melihat gulungan kertas di tangannya. Benar saja, ketika uap hangat dari mangkuk teh di dekatnya menyentuh kertas tersebut, warna stempelnya sama sekali tidak berubah menjadi biru--malah luntur terkena uap air.

​Seluruh pengawal istana di ruangan itu langsung saling berpandangan dengan cemas.

​Mo Jue, yang berdiri di samping Su Yinyin, melirik istrinya dengan tatapan mata yang semakin dalam dan dipenuhi rasa takjub yang tersembunyi. Sudut bibir pangeran itu perlahan terangkat membentuk senyuman tipis yang sangat mematikan.

​[Ding!]

[Peringkat Kesukaan Mo Jue naik +10 menjadi -83!]

[Catatan: Target sangat terkesan dengan kecerdasan dan ketenangan mental Host dalam membalikkan situasi.]

​"Kasim Gui," suara dingin Mo Jue akhirnya bergema, memotong keheningan. Pangeran itu melangkah perlahan mendekati sang kasim tua, aura membunuhnya menekan kuat hingga Kasim Gui gemetar ketakutan. "Berani-aninya anak buah Selir Ruan menanam bukti palsu di kediamanku, lalu memfitnah istriku di hadapanku sendiri?"

​Kasim Gui jatuh berlutut, wajahnya pucat pasi. "Ya...Yang Mulia....ini.....ini salah paham..."

​"Bawa bajingan ini ke ruang interogasi bawah tanah," titah Mo Jue mutlak tanpa memberi kesempatan membela diri. "Dan pastikan dia menceritakan siapa dalang sebenarnya sebelum matahari terbit besok pagi!"

***

Mohon dukungan untuk Like, Komen, dan Ikuti Penulis Noveltoon ANWi yah, terimakasih ❤️

1
tinie
🤔semakin penasaran
tinie
pertarungan apa eeh🤔🤔🤣
tinie
kebenaran pasti terungkap
permaisuri
jika kau berdamai dgn mu jue pasti hidupmu akan tenang
TPI sayang sekali kau selalu mengusik singa yg sedang tidur
tinie
bikin tegang
tinie
jika jendral moe hanya anak selir
lalu kenapa seorang permaisuri begitu merasa terancam dgn kehadiran dan kesuksesan jendral joe
Vee: sepemikiran,,,,
total 1 replies
tinie
apakah kaisar sendiri tidak memiliki pengawal bayangan
sehingga permaisuri hidup semena mena👊
tinie
berapa banyak pelayan mata mata musuh yg masuk ke paviliun yiyin🤔🤔👊
tinie
kan bener dai adalah sekutu permaisuri
kena kaisar begitu ceroboh
tinie
apakah putri itu akan bergabung dgn
permaisuri👊
wah gawat, dua wanita dlm satu atap
yg terkadang sejalan😭😭

semoga putri mahkota bisa diajak kerja sama
tinie
ya💪💪
pasti bisa meluluhkan pangeran kedua
tinie
maksudnya tuh kamu jangan sampai celaka
su😁😁
tinie
berapa banyak Kasim yg ikut andil dlm permainan permaisuri jahat nii😌😌
tinie
iih cepat kali bab nya😁😁😁
ANWi/Berly Re: hehe🙏❤️
total 1 replies
tinie
sing diamlah
gak tau apa gimana hantun su yinyin😁😁👊
tinie
huhu aku ikut deg degan
tinie
ngeri kali kau joe
sungguh belum tau rasanya jadi buucin yaa🤣
Willy Gu
suka
tinie
ayook su yinyin 💪kamu pasti bisaaa💪💪💪
tinie
kasim gui siap dipenggal kepalanya😁😁
tinie
lalu kenapa su yinyin bisa mati ya
apa dia dicekik atau terpeleset di kamar🤔🤔🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!