NovelToon NovelToon
Sistem Sang Pencipta: Setelah Regresi

Sistem Sang Pencipta: Setelah Regresi

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Sistem / Fantasi
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Nur_Afif

#KARYA ORIGINAL!!!!
Update tiap hari

Dalam pertarungan melawan salah satu beast terkuat, Mo Yuan terbunuh akibat serangan bunuh diri beast itu. Padahal, dia baru saja mengetahui dalang dari insiden terbunuhnya istrinya, namun belum sempat balas dendam. Saat kondisi kritis, gelang peninggalan orang tuanya bersinar dan membangkitkan sebuah sistem!

Untuk menyelamatkan tuan barunya, sistem memutar kembali waktu ke masa saat Mo Yuan baru saja keluar dari panti asuhan diumur 15 tahun.

Karena telah diberikan kesempatan kedua, Mo Yuan bertekad untuk bertambah dan membalas orang yang menjadi dalang pembunuh istrinya. Untuk itu, ia mengumpulkan orang-orang berbakat dan membentuk organisasi rahasia miliknya. Ia berkembang diam-diam sebelum akhirnya menggemparkan dunia.

Dengan informasi dari masa depan dan juga bantuan dari sistem, Mo Yuan berkembang dalam kecepatan luar biasa!

Penasaran dengan kelanjutan, silangkan baca sendiri!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur_Afif, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23 – Pertempuran dimulai!

Kota Yunshan.

NGEEEOOONNNGGG.... NGEEEOOONNNGGG.....

Suara alarm peringatan bergema dari seluruh penjuru kota. Semua penduduk kota menghentikan aktivitas dan berlari untuk mengevakuasi diri.

Tap... Tap... Tok... Tok...

Dentuman irama langkah kaki terdengar dari arah pusat kota. Iramanya tidak selaras, tapi memiliki tujuan yang sama yaitu pergi berperang untuk mempertahankan kota.

Di jalan utama kota, terlihat ratusan orang berbaris dan berjalan cepat menuju gerbang kota. Salah satu di antara mereka mengibarkan sebuah bendera bergambar perisai dengan lingkaran dibelakangnya. Di samping perisai, terdapat sepasang sayap dan di bagian tengah perisai terukir mata vertikal.

Itu adalah logo dari AVU, pelindung pertama umat manusia dari serangan beast. Setidaknya itu yang diketahui oleh publik.

Melihat bendera berlogo itu, penduduk kota di sekitar langsung bersorak gembira. Mereka percaya, dengan AVU yang turun tangan, maka masalah apapun dapat teratasi.

Di belakang pasukan AVU, terdapat beberapa kelompok lainnya yang terdiri mulai dari puluhan orang hingga ratusan orang. Yang paling mencolok diantara mereka adalah dari Guild Iron Dominion, Guild Celestial Veil, dan Guild Tyrfang.

Guild Iron Dominion memiliki struktur seperti militer, karena ini juga sehingga mereka lebih cenderung berkolusi dengan pemerintah dan AVU. Mereka berbaris rapi dengan peralatan relatif seragam. Logo mereka bergambar perisai baja dengan tiga tombak yang menggambarkan kekuatan dan pertahanan absolute.

Disampingnya, Guild Celestial Veil berisi orang yang memiliki ability bertipe elemental murni atau psikis. Mereka lebih berfokus pada serangan jarak jauh, jadi banyak yang memanggilnya sebagai mage.

Sementara itu, Guild Tyrfang kebalikannya dari Guild Iron Dominion. Mereka memiliki reputasi yang sangat kuat, tapi juga sangat agresif jika mengenai anggotanya. Dalam hal kebrutalan, mereka adalah juaranya.

Guild Tyrfang cenderung tidak suka dengan AVU, dan mereka sering bentrok. Karena ini juga, hubungan Guild Tyrfang dan Guild Iron Dominion bisa dibilang tidak harmonis.

Selain pasukan tempur, terkumpul juga pasukan pendukung yang berada di paling belakang. Mereka terdiri dari anggota logistik, healer dan pengguna ability bertipe support lainnya.

Tidak peduli dari mana faksi mereka berasal, tujuannya saat ini hanya satu, yaitu menahan gelombang beast yang menyerang kota.

Setiap kelompok pergi ke tempat mereka. Seperti pengguna ability jarak dekat pergi ke garis depan, dan penyerang jarak jauh berada di atas benteng agar dapat melihat lebih jelas.

"Semuanya bersiap!..." teriak komandan AVU. "Apapun yang terjadi, kita harus menang!!! Kita tidak boleh membiarkan beast biadab itu menghancurkan rumah kita!!!"

Semuanya mendengar ucapan komandan dari AVU, termasuk Guild Tyrfang walau tidak terlalu suka. Tapi situasi sekarang mengharuskan untuk bersatu, jadi mereka tidak ingin mengungkit masalah pribadi.

Dari kejauhan, ribuan beast berlari dengan kecepatan yang luar biasa. Debu berterbangan di belakang mereka, hingga terasa seperti terjadi badai.

"KITA HARUS MENANG!!!!" teriak penuh semangat dari komandan AVU. "KEMENANGAN UNTUK KOTA YUNSHAN!!!!"

Semua orang ikut menyoraki untuk meningkatkan moral pasukan dan semangat perjuangan.

"KEMENANGAN UNTUK KOTA YUNSHAN!!!!"

Di bawah langit senja, pertempuran melawan takdir di mulai. Suasana sore yang biasa tenang dan tentram, kini berubah 180 derajat menjadi mengerikan dan mencekam.

Setelah sorakan itu, pasukan serangan jarak jauh mulai melancarkan serangan. Dari pada menunggu untuk diserang, lebih baik untuk menyerang terlebih dahulu.

Ssswwwisssshhh!!.... Hhhwwwuuuussssshhh!!!.....

Ribuan anak panah melesat dengan kecepatan tinggi. Menyerang beast yang mendekat tanpa ampun. Saking banyaknya, langit seakan menurunkan hujan anak panah.

Tidak sampai situ saja, Guild Celestial Veil juga ikut menyerang. Mereka menggunakan berbagai skill berskala besar dan tentunya sangat kuat.

Bbboooommmm!!! Ddddaaaammmmddd!!!!

Dapat terdengar ledakan yang menggelegar dari berbagai tempat di medan pertempuran. Puluhan beast terbunuh setiap ledakan terjadi, namun itu belum cukup untuk menghentikannya.

Bahkan setelah melihat ratusan anggotanya terbunuh secara mengenaskan, para beast tidak ada keraguan untuk terus maju, malahan semakin ganas. Mereka seperti tidak perduli dengan hidup dan matinya.

Serangan jarak jauh tentunya tidak mampu menghentikan semua beast yang berdatangan. Untuk mengatasi beast yang lolos, kini prajurit jarak dekat bisa turun tangan.

Hyah!... Hyah....

Aaarreghhhh!!! Eeegghhhh!!!!

Entah suara serangan ataupun erangan kesakitan, semuanya bercampur di medan pertempuran. Terdengar mengerikan, tapi beginilah suasana perang.

Perang tidak hanya bergantung pada fisik saja, tapi juga dengan mental dan psikologis. Setiap melihat rekan yang gugur, tentu rasanya sangat menyakitkan. Ini bisa memberi dua efek, kalau tidak memberi semangat untuk terus berjuang ya keterpurukan yang berakhir pada kematian.

...***...

Di waktu yang sama, di salah satu ruangan latihan umum.

NGEEEOOONNNGGG.... NGEEEOOONNNGGG.....

"Mereka sudah datang!!" kata Mo Yuan dengan serius. "Ternyata aku memakan waktu yang cukup lama..."

Yan Zhu sedikit memiringkan kepalanya, "Apa yang datang, master?" ucapnya sedikit lemah, matanya sedikit memerah dan ada kantong mata di bawah matanya.

"Gelombang beast!.." jawab Mo Yuan singkat.

"!!!!" Yan Zhu jelas sangat terkejut. "Bukankah kita harus ikut bertarung!!! Ayo kita pergi master!!!"

Mo Yuan tersenyum tipis, seakan mengejek, "Kau yakin?!..."

"..... Eeee...."

Yan Zhu tersenyum canggung. Ia baru menyadari dengan kekuatannya yang tidak seberapa, jika ikut berperang itu sama saja dengan setor nyawa.

"Terus kita sekarang bagaimana master?" tanya Yan Zhu.

"Kau pergilah beristirahat, lihat matamu itu!" kata Mo Yuan. "Kau pasti lelah setelah berjaga seharian...."

"Kalau kau master?"

"Aku ada urusan, jadi aku akan pergi...." ucap Mo Yuan.

Yan Zhu mengangguk, "Baiklah... Hati-hati master!"

Setelah itu, Mo Yuan berjalan pergi. Di luar, kota terasa sangat sepi. Hampir semua penduduk sudah mengevakuasi diri ke tempat yang aman, seperti banker yang sudah dibuat untuk jaga-jaga.

Mo Yuan berjalan dengan santai kearah gerbang kota. Sambil berjalan, ia menyembunyikan keberadaannya agar tidak mencurigakan dan menimbulkan masalah.

Sekarang umur tubuhnya masih 15 tahun, yang tergolong masih anak-anak. Jika ketahuan orang, kemungkinan besar akan dibawa ke tempat perlindungan dan itu akan menarik perhatian yang tidak perlu.

5 menit kemudian, Mo Yuan sudah sampai di dekat gerbang kota. Ia tidak berencana untuk mengikuti pertempuran, malahan hanya mengamati dari belakang.

Untuk dapat mengamati situasi lebih mudah, diperlukan tempat yang tinggi. Mo Yuan mencari bangun tinggi di area sekitar, namun tidak ada. Karena itu, ia menggunakan trik kecil.

Ia memasang ability Psychic Grasp (B) di slot ability yang sudah bertambah satu. Ability ini tidak sengaja disalin-nya saat berjalan-jalan di kota dan sekarang skill di dalamnya cukup berguna.

Skill ke-5 dari ability Psychic Grasp adalah Telekinetic Barrier. Umumnya, skill ini digunakan untuk bertahan dari serangan, tapi di pikiran Mo Yuan, ini dapat digunakan sebagai pijakan.

Tentunya ini memerlukan penguasaan skill dan kontrol kekuatan yang luar biasa presisi, namun dengan talent Absolute Origin Codex milik Mo Yuan, masalah itu bisa diatasi dengan mudah.

Mo Yuan membuat perisai tak terlihat. Ia kemudian menaikinya dan mengendalikannya untuk melayang keatas. Kini, ia sekarang seakan-akan sedang melayang di langit.

Untungnya, ia sudah menyembunyikan keberadaannya, sehingga tidak ada yang menyadari bahwa ia sedang terbang. Kalau tidak, pasti akan membuat kegemparan ke seluruh kota atau bahkan negeri, karena kemampuan terbang biasanya dimiliki oleh Veyron Rank S keatas.

1
Orimura Ichika
lanjut👍
Orimura Ichika
update 👍😄
Orimura Ichika
update sampai selesai kalau bisa banyakin ya Thor
Nur_Afif
Mantap pokoknya!!!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!