NovelToon NovelToon
Benih Rahasia Mafia

Benih Rahasia Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Single Mom / Anak Genius
Popularitas:25.1k
Nilai: 5
Nama Author: Senja

Tujuh tahun lalu, malam penyerangan musuh menghancurkan segalanya.

Venus terpaksa pergi membawa rahasia kehamilan yang belum sempat diungkapkan pada suaminya—Dante.

Kini, Venus harus bertahan hidup bersama Sean, putra mereka yang memiliki tatapan sedingin es milik ayahnya.

Saat takdir mempertemukan mereka kembali, dunia Venus seketika runtuh. Dante telah menikah lagi dengan wanita yang menyelamatkan nyawanya.

Meski Dante tak pernah mencintai istri barunya dan terus mencari Venus, Venus memilih bungkam. Venus tak ingin menghancurkan rumah tangga pria itu.

Namun, saat mata Dante tertuju pada sosok Sean, rahasia tujuh tahun itu terancam

Akankah Dante berhasil menemukan Venus dan mengenali Sean sebagai putranya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 23 Nasehat

"Apa kau sedang mendiagnosis penyakit baru, Bocah? Ini sudah lewat tengah malam."

Suara rendah Leo memecah

keheningan kamar Sean. Pria itu berdiri di ambang pintu, masih mengenakan kemeja yang lengannya digulung hingga siku, menatap keponakannya yang masih duduk tegak di depan layar laptop yang menyala terang.

Sean tidak menoleh. Jemarinya lincah menari di atas papan ketik, matanya fokus menatap barisan artikel medis dan gambar-gambar pada mesin pencarian. "Aku sedang mencari jenis alergi mama, Paman. Tapi ada yang aneh."

Leo melangkah masuk, menyandarkan bahunya di lemari pakaian Sean. "Aneh kenapa?"

"Aku sudah memasukkan semua gejala, warna merah keunguan, bentuknya yang oval simetris, dan letaknya yang hanya ada di area leher serta tulang selangka," Sean memutar laptopnya ke arah Leo dengan raut wajah yang sangat serius. "Hasilnya nol. Tidak ada alergi kulit yang warnanya merah keunguan seperti itu tanpa disertai rasa gatal atau bengkak. Ini lebih terlihat seperti... memar, tapi mama bilang dia tidak terjatuh."

Leo terdiam, tenggorokannya mendadak terasa kering. Ia ingin sekali tertawa terbahak-bahak melihat kepolosan sekaligus kejeniusan keponakannya yang salah sasaran, namun ia tahu ini adalah momen yang krusial. Bagaimana mungkin ia menjelaskan pada bocah berusia enam tahun bahwa memar itu adalah tanda cinta yang ditinggalkan ayahnya sendiri?

"Mungkin itu jenis alergi baru yang belum masuk jurnal medis, Sean," ucap Leo asal, mencoba menenangkan kegelisahan di mata bocah itu.

Sean menghela napas panjang, menutup satu per satu tab pencariannya dengan wajah kecewa.

"Aku hanya takut mama sakit. Sejak pulang dari pesta tadi, mama terus melamun dan memegang lehernya. Aku tahu mama menyembunyikan sesuatu."

Leo berjalan mendekat, lalu duduk di tepi ranjang Sean. Ia menatap keponakannya itu dalam-dalam. Di balik kecerdasan yang luar biasa, Sean tetaplah seorang anak yang merindukan kepastian. Kejadian di balkon hotel tadi, ciuman panas antara Dante dan Venus masih terekam jelas di ingatan Leo. Sebagai pria dewasa, Leo bisa melihat bahwa api di antara kakaknya dan Dante belum padam. Justru, api itu semakin berkobar meski tertutup abu penderitaan selama tujuh tahun.

"Sean," panggil Leo dengan nada lembut. "Bagaimana jika suatu saat nanti semua keadaan ini berubah? Bagaimana jika mama dan papa-mu kembali bersama?"

Sean terdiam seketika. Tubuhnya yang mungil nampak kaku di kursi belajarnya. Ia memutar kursi itu perlahan untuk menghadap sang paman. Jauh di dalam lubuk hatinya, ada bagian kecil yang selalu berteriak menginginkan sosok ayah. Ia ingin ada seseorang yang mengajarinya bermain catur dengan lebih hebat dari Leo, seseorang yang bisa melindungi ibunya saat ia sendiri masih terlalu kecil untuk melakukannya.

Namun, rasa kecewa dan harga dirinya jauh lebih besar.

"Kembali bersama?" Sean mendengus sinis, sebuah ekspresi yang terlihat terlalu tua untuk wajah mungilnya. "Dia sudah menikah, Paman. Dia sudah memilih wanita ular itu daripada kami. Untuk apa dia kembali? Hanya untuk memberikan luka baru pada mama?"

"Bagaimana jika mereka bercerai?" tanya Leo hati-hati.

Mata Sean membelalak. "Cerai? Maksud Paman mereka akan berpisah?"

"Ya," Leo mengangguk pasti. "Paman tahu ini sulit kau terima, tapi Paman melihatnya sendiri malam ini. Ayahmu... dia tidak pernah mencintai Bianca. Pernikahan itu bukan keinginannya, Sean. Saat itu ayahmu baru saja tersadar dari koma yang panjang. Dia tidak bisa bicara, tubuhnya lumpuh, dan pikirannya kacau karena mengira mama-mu sudah meninggal dalam kebakaran itu. Keluarga Bianca memanipulasi segalanya. Mereka menikahinya saat dia tidak punya kekuatan untuk menolak."

Sean menunduk, memainkan jemarinya di atas paha. Penjelasan Leo mulai menggoyahkan tembok kebencian yang ia bangun selama ini. Ia membayangkan ayahnya terbangun di rumah sakit, sendirian, merasa kehilangan istri yang dicintainya, lalu dijebak oleh keluarga Rodriguez.

"Paman tahu satu hal yang pasti," lanjut Leo sambil mengusap bahu Sean.

"Ayahmu masih sangat mencintai ibumu. Bahkan setelah tujuh tahun, matanya hanya melihat ke arah mama-mu. Itulah alasan kenapa dia rela mempertaruhkan segalanya sekarang untuk bercerai dari Bianca. Dia ingin kembali padamu, Sean. Dia ingin menebus waktu kalian yang hilang."

Hening merayap di kamar itu. Sean menatap lantai dengan tatapan kosong. Logikanya mencoba memproses informasi baru ini, namun hatinya masih terasa perih setiap kali mengingat ibunya yang harus memakai topeng monster setiap hari demi menyembunyikan wajahnya yang seharusnya tidak pernah Venus lakukan jika ayahnya ada di sana untuk melindungi mereka.

"Aku tidak tahu, Paman," bisik Sean lirih. "Cinta tidak bisa menghapus tujuh tahun penderitaan mama begitu saja. Mama hampir mati, dan dia... dia hidup mewah di mansion itu bersama wanita yang mencoba membunuh kami."

"Itulah sebabnya kita ada di sini, Sean. Untuk membuktikan siapa yang bersalah dan siapa yang dijebak," Leo berdiri, memberikan tepukan ringan di kepala Sean. "Pikirkanlah. Ayahmu bukan orang jahat, dia hanya pria yang kehilangan arah karena kebohongan yang sangat besar."

Sean tidak menjawab. Ia beranjak dari kursinya dan naik ke atas tempat tidur, menarik selimut hingga menutupi dadanya. Ia membaringkan tubuhnya, membelakangi Leo seolah ingin mengakhiri percakapan yang mengaduk-aduk perasaannya itu.

"Akan kupikirkan nanti, Paman. Aku mau tidur," ucap Sean datar.

"Selamat malam, jagoan," gumam Leo sebelum mematikan lampu kamar dan keluar dengan langkah pelan.

Di dalam kegelapan, Sean tidak langsung memejamkan mata. Ia menatap dinding dengan mata yang masih terjaga. Bayangan tanda merah di leher ibunya kembali muncul. Jika itu bukan alergi, dan jika apa yang dikatakan paman Leo benar... apakah itu berarti ayahnya sudah mulai mendekati ibunya lagi?

Sean menarik napas panjang, mencoba menahan air mata yang tiba-tiba mendesak keluar. Ia ingin membenci pria bernama Dante Carson itu, tapi jauh di dalam sana, ia mulai bertanya-tanya seperti apa rasanya jika suatu hari nanti, mereka benar-benar menjadi keluarga yang utuh kembali, tanpa topeng dan tanpa rahasia.

Namun untuk sekarang, egonya masih terlalu tinggi untuk mengakui bahwa ia sangat merindukan sosok Papa.

1
Tiara Bella
pedes bngt loh Dante kata² anakmu...
Nice1808
bacanya sambil mewek lihat sean yg menangis dlm pelukan dante😭.Ayolah sean terima dan maafkan papamu agar bianca gk ambil papamu lagi🤣
Senja: kyak Teletubbies😆
total 3 replies
Arbaati
othooor...tanggung jawab...aku mewek ini
Senja: peluk jauh kak😚
total 1 replies
Sri Rahayu
ayolah Sean maafkan papa mu...karena semuanya itu bukan keinginan Dante...lanjut Thorr😘😘😘😘😘
Senja: Siapp
total 1 replies
tinie
akhirnya mulai luluh tembok dingin itu😭😭😭
Senja: huuhuhum
total 1 replies
Sri Rahayu
baru tau kamu Dante....anak mu Sean sangat cerdas, mulutnya pedas dan pemberani...lanjut Thorr😘😘😘
tinie
/Facepalm//Facepalm//Facepalm/🤣rasakan kau dantee
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
tidak bergeming = tidak diam?
Senja: Beda2 ya kak, 🤣🤭
total 4 replies
tia
nikmati benih u dante 😁😁
🇧🇬
😆😆😆
D
infooo si Venus makan apa sih waktu hamil??
sampe punya anak seJenius Sean??
Eh tapi kayaknya Anak seJenius Sean cuma ada di Novel deh 🫪
D
tau tuh si Dante, loe mau anak istri loe kembali,
tapi loe masih punya istri lain???
Huweeeeekkkkkkk, Venus gak akan sudiii Oiiiiii 😠
D
Udah didalem kamar pun masih nyaut 🥸
Tiara Bella
papahmu itu Sean....
D
bener kata Sean Ve,,,,, Suami mafia mu itu,, Oneng nya tuh Ngoneng bangettt /Scream//Scream/
D
Wkwkwkkwkwkwk
Boleh juga idenya si Leo 🤪🤣🤣
lovely_day
ayo Sean.. makan with papa🤗
D
Ttttaaapiiiii ucapan Sean bener loh 😳
D
Sayangnya suami mamamu itu adalah papamu Sean 👀👀
gimana donk??
D
Tapi elooo juga punya istri baru dante,
kata² cinta loe 7 tahun lalu itu Beneran pretttttttt pada waktunya 🙎
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!