NovelToon NovelToon
Gairah Suami Kakakku

Gairah Suami Kakakku

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / CEO / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:5.3k
Nilai: 5
Nama Author: gendiz

"Celah pintu itu hanya terbuka lima sentimeter. Namun, lima sentimeter itu cukup untuk menghancurkan pernikahan sepuluh tahun. Di dalam, lampu tidur berwarna jingga membingkai siluet dua tubuh yang saling membelit dengan penuh nafsu, acuh terhadap badai yang baru saja dimulai tepat di luar pintu kamar mereka."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon gendiz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18: Luka dalam Keheningan

Luka dalam Keheningan

​Pagi ini rumah terasa sangat berbeda. Wangi roti bakar dan aroma kopi yang biasanya hambar, mendadak terasa menyesakkan paru-paruku. Mbak Siska sudah benar-benar pulih. Dia tidak lagi duduk di kursi roda, wajahnya sudah merona, dan yang paling menyakitkan adalah... dia sudah kembali ke peran utamanya sebagai istri Gavin Pratama.

​Aku turun tangga dengan langkah malas, berniat mengambil air minum. Namun, langkahku terhenti di anak tangga terakhir.

​Di ruang makan yang bermandikan cahaya matahari pagi, aku melihat pemandangan yang menghancurkan hatiku berkeping-keping. Gavin sedang berdiri di belakang Siska yang sedang mengoles selai. Gavin melingkarkan lengannya di pinggang Siska, dagunya bersandar nyaman di bahu istrinya.

​"Mas, geli... nanti Arum liat," bisik Siska sambil tertawa kecil, suara tawa yang sangat bahagia.

​"Biarkan saja, dia kan sudah besar," sahut Gavin. Suaranya... Ya Tuhan, suaranya begitu lembut, begitu penuh kasih. Berbeda jauh dengan suara geraman predator yang dia berikan padaku di ruang tamu kemarin.

​Gavin kemudian memutar tubuh Siska. Dia menangkup wajah istrinya dengan kedua tangan besarnya, lalu mencium bibir Siska dengan sangat lembut dan lama. Bukan ciuman kasar penuh tuntutan seperti yang dia bayangkan padaku, tapi ciuman yang menunjukkan perlindungan dan pengabdian.

​Aku mematung. Dadaku terasa seperti dihantam godam besar. Rasa cemburu ini bukan lagi sekadar api, tapi sudah menjadi lava yang membakar habis sisa-sisa kewarasanku. Aku langsung berbalik, lari kembali ke kamar dan membanting pintu sekeras mungkin.

​"BRENGSEK! PEMBOHONG!" teriakku sambil melempar bantal ke arah cermin.

​Di Kampus - Taman Belakang

​Aku duduk di bangku taman dengan wajah yang lebih gelap dari mendung di langit. Bella dan Tiara datang membawa cilok dan es jeruk, tapi mereka langsung mengerem langkah saat melihat auraku yang seperti mau ngajak tawuran satu fakultas.

​"Waduh... ini mah bukan lagi 'kanebo kering', ini mah udah jadi 'granat aktif'," bisik Bella pada Tiara.

​"Rum, napa lagi? Mas Gavin selingkuh sama Clarissa?" tanya Tiara hati-hati.

​"GAK!" bentakku. "Dia nggak selingkuh! Dia malah makin mesra sama Mbak Siska! Gue liat mereka... mereka..." aku nggak sanggup melanjutkannya, air mataku nyaris tumpah.

​"Ya wajar dong, Rum. Kan suami istri. Masalahnya lo itu cuma 'tambahan' yang nggak diundang," celetuk Bella tanpa filter.

​Aku melotot tajam. "Lo berdua bisa nggak sih kasih ide yang bener?! Bukan malah makin bikin gue pengen loncat dari gedung rektorat!"

​"Eh, santai dong Bos!" Bella mengangkat tangan. "Gini, kalau mereka udah mulai mesra, berarti lo harus main 'halus'. Lo harus bikin Gavin ngerasa kalau lo itu 'hilang'. Cowok itu kalau udah dapet yang manis di rumah, biasanya lupa sama yang di luar. Kecuali... lo bikin dia ngerasa kalau lo bener-bener udah dimiliki orang lain."

​"Maksud lo Raka lagi?" aku mendengus. "Gue liat mukanya aja udah enek."

​"Bukan cuma Raka, Rum. Lo harus bikin skenario kalau lo mau tunangan sama Raka!" Tiara kasih ide gila. "Pasti Mas Gavin bakal meledak."

​Baru saja ide itu dilempar, Raka muncul dari balik pohon kamboja. Dia membawa kotak bekal berwarna merah muda. Wajahnya tampak ragu, mungkin masih trauma dengan semprotanku kemarin.

​"Rum... gue buatin nasi goreng buat lu. Gue denger lu belum sarapan tadi pagi," ucap Raka pelan.

​Aku menatap Raka. Pria ini baik, terlalu baik untuk jadi tumbal obsesiku. Tapi rasa sakit hatiku pagi ini membuat nuraniku mati.

​"Taruh situ," jawabku dingin.

​"Rum, lu masih marah? Gue minta maaf kalau gue—"

​"RAKA! BISA DIEM GAK?!" teriakku tiba-tiba, membuat Raka dan dua temanku tersentak. "Gue lagi pusing! Nasi goreng lo itu baunya bikin gue pengen muntah! Bisa nggak lo berhenti bersikap kayak pembantu gue?!"

​"Gue... gue cuma mau perhatian sama lu, Rum..." suara Raka bergetar.

​"Gue nggak butuh perhatian lo! Gue butuh lo pergi dari hidup gue! Lo tau nggak? Tiap kali lo deketin gue, gue makin ngerasa sial!" aku berdiri dan menepis kotak bekal itu sampai tumpah ke aspal.

​Raka menatap nasi goreng yang berserakan itu dengan mata berkaca-kaca. Dia tidak membalas. Dia hanya diam, lalu berbalik dan pergi dengan bahu yang lunglai.

​"Anjir, Rum... itu keterlaluan banget," bisik Bella, wajahnya beneran kasihan liat Raka. "Si Raka itu tulus banget lho, bukan kayak Mas Gavin yang cuma manfaatin celah."

​"DIEM LO SEMUA! GUE MAU SENDIRI!" aku menyambar tas dan lari meninggalkan mereka.

​Malam Hari - Di Rumah

​Aku pulang telat sengaja. Aku masuk lewat pintu dapur, tapi lagi-lagi... semesta seolah ingin menyiksaku. Aku melihat Gavin sedang berada di pantry, membuat susu hangat.

​Gavin menoleh saat aku masuk. Dia melihat mataku yang sembab. "Habis nangis?" tanyanya datar, tanpa ada nada khawatir.

​"Bukan urusan Mas," jawabku ketus. Aku berjalan melewati dia, tapi Gavin tiba-tiba mencengkeram lenganku.

​"Aku dengar dari Mama, kamu nolak Raka secara kasar di kampus sampai dia kecelakaan kecil pas pulang karena nggak fokus?" suara Gavin meninggi. "Kamu kenapa jadi sekasar itu, Arum?"

​Aku tertawa sinis, menatap matanya dalam-dalam. "Oh, jadi sekarang Mas peduli sama Raka? Kenapa? Takut nggak ada lagi yang jagain 'mainan' Mas ini?"

​"Jaga bicaramu!"

​"Mas yang jaga bicaranya! Tadi pagi Mas asyik banget kan ciuman sama Mbak Siska? Mas udah dapet yang 'asli', jadi Mas mau buang aku secara halus lewat Raka? Iya?!" teriakku frustrasi.

​Gavin menarikku ke pojok pantry, menjepitku di antara lemari es dan tubuhnya. Matanya berkilat marah tapi juga penuh dengan keraguan yang dalam. "Apa yang aku lakukan dengan istriku adalah hakku, Arum! Kamu itu bukan siapa-siapa!"

​"Kalau aku bukan siapa-siapa, kenapa Mas masih kirim DM anonim?! Kenapa Mas masih larang aku jadi model?! Kenapa Mas masih cemburu?!" aku memukul dadanya dengan tangis yang meledak. "Mas jahat! Mas egois! Mas mau milikin dua-duanya tapi Mas nggak mau ngaku!"

​Gavin terdiam. Cengkeramannya di lenganku melonggar, tapi dia tidak menjauh. Dia menatap bibirku yang gemetar karena tangis. Selama beberapa detik, suasana menjadi sangat tegang. Aku bisa merasakan napasnya yang memburu menyentuh wajahku.

​Tepat saat Gavin perlahan mencondongkan wajahnya—entah mau membungkamku atau menciumku—suara langkah kaki Mbak Siska terdengar dari arah ruang tamu.

​"Mas Gavin? Susunya sudah jadi?"

​Gavin langsung melepaskanku. Dia berbalik dengan sangat cepat, mengambil gelas susu di meja seolah tidak terjadi apa-apa. "Sudah, Sayang. Ini aku mau bawa ke atas."

​Gavin berjalan keluar dapur tanpa menatapku lagi. Dia benar-benar meninggalkan aku yang masih terisak di pojok pantry, hancur karena kenyataan bahwa dia selalu memilih Siska setiap kali ada pilihan.

​Aku merosot ke lantai, memeluk lututku. "Gue benci lo, Mas Gavin... gue benci banget..."

​Malam itu, aku menyadari satu hal: Mbak Siska adalah rumahnya, dan aku hanyalah persinggahan yang akan selalu ditinggalkan saat hujan reda. Tapi aku tidak akan menyerah. Kalau dia mau jadi suami teladan, aku akan jadi bencana yang merusak keteladanannya.

1
gendiz
aseek, makasih ya, Akhirnya Arumi ada yang mau kawal juga 😊
Moms Shinbi
q kawal sampai semua happy end thor
Moms Shinbi
cerita akhirnya siska end so pasti.psangn selingkuh happy dong..


jngan y thor
gendiz: hmmm belum tentu🤭, lihat bab selanjutnya, sudah up tapi belum lolos review nih kayaknya, jadi belum bisa terbit
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!