Riski seorang Fans Sepak bola fanatic saat pulang nonton pertandingan di tabrak mobil dan akhirnya terlempar Ke Dunia Lain
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RRS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 11: Malam Keramat di Liga Champions
Setelah debut sensasional melawan Alavés di La Liga, nama Riski mendadak menjadi topik utama di seluruh media olahraga dunia. Namun, bagi Riski, euforia itu harus segera diredam karena kalender UEFA telah menunjukkan tanggal keramat: 13 September 2016. Barcelona dijadwalkan menjamu raksasa Skotlandia, Celtic FC, dalam laga pembuka Grup C Liga Champions musim 2016/2017.
Sebelum berangkat ke stadion, Riski menyempatkan diri melihat ke garasi sistemnya. Keberhasilan misi di Bab 10 kemarin telah membuahkan hasil yang luar biasa.
[Hadiah Misi 'Selamat Datang di Panggung Dunia' (Bab 10) Telah Diterima]
[Aset: 1 Unit Jet Pribadi Kelas Ringan - Cessna Citation CJ3+]
[Status: Siap digunakan di Bandara El Prat]
Riski tersenyum tipis. Dari seorang bocah yang tidur di emperan Jakarta, kini ia memiliki "sayap" sendiri. Namun, ia tahu bahwa jet pribadi hanyalah alat transportasi; statusnya di lapangan hijau jauh lebih penting.
Stadion Camp Nou, 20:45 Waktu Setempat.
Lagu kebangsaan Liga Champions yang megah bergema, membuat bulu kuduk siapa pun yang mendengarnya berdiri. Riski duduk di bangku cadangan, mengenakan jaket latihan tebal. Di depannya, trio MSN (Messi, Suarez, Neymar) sedang dalam performa puncak. Hingga babak pertama usai, Barcelona sudah memimpin telak.
Menit ke-66: Pergantian Pemain
Luis Enrique memanggil Riski saat papan skor menunjukkan angka 5-0. Stadion kembali bergemuruh saat bocah nomor punggung 23 itu berdiri di garis tepi lapangan.
"Nikmati malammu, Nak. Ini adalah kompetisi paling bergengsi di dunia," bisik Luis Enrique sambil menepuk pundaknya.
Riski masuk menggantikan legenda hidup, Andres Iniesta. Begitu kakinya menginjak rumput dan merasakan atmosfer Liga Champions, statistik luar biasa yang ia kumpulkan selama sembilan tahun terakhir seolah menyatu. Ia tidak merasa gugup; ia merasa siap.
Sentuhan pertamanya di kompetisi Eropa langsung mengundang decak kagum. Ia menerima bola dari Sergio Busquets, lalu dengan satu sentuhan Dribbling (57), ia melakukan gerakan La Croqueta yang sangat cepat, melewati kapten Celtic, Scott Brown. Brown yang dikenal keras bahkan tidak sempat menarik jersi Riski karena kecepatannya yang meledak (Pac: 50).
Menit ke-75, Riski menunjukkan visinya. Dari sisi kanan, ia melihat pergerakan Luis Suarez yang meminta bola di tiang jauh. Dengan akurasi Passing (54) yang mumpuni, Riski melepaskan umpan silang melengkung yang sangat presisi. Bola melewati jangkauan tangan kiper dan mendarat tepat di dada Suarez yang kemudian menyelesaikannya dengan tendangan voli maut. Assist pertama Riski di Liga Champions.
"Sinergi yang luar biasa! Riski memberikan layanan kelas satu kepada para predator di depannya!" teriak komentator televisi.
Meskipun tidak ada misi sistem di bab ini, Riski bermain dengan standar yang sangat tinggi. Di menit ke-88, ia hampir mencetak gol perdananya di Eropa lewat tendangan keras yang hanya membentur tiang gawang. Peluit panjang ditiup dengan skor akhir 7-0. Di usia 16 tahun, Riski resmi mencatatkan debut dan assist pertamanya di panggung benua biru.
Setelah pertandingan, Riski duduk di sudut ruang ganti yang mewah, merenungkan pencapaiannya. Meskipun tidak ada kenaikan poin instan karena ketiadaan misi, pengalaman bermain di Liga Champions memberikan kedewasaan mental yang tidak bisa dibeli dengan uang.
Statistik Riski (Usia: 16 Tahun - Pasca Debut UCL):
Pac (Speed): 50
Sho (Shooting): 57
Pas (Passing): 54
Dri (Dribbling): 57
Def (Defending): 52
Phy (Physical): 55
Overall: 54.1
Informasi Keuangan & Aset (Inventory):
Total Saldo: Rp 200.000.000
Aset Utama: 1 Jet Pribadi (Cessna Citation CJ3+), 1 Rumah di Catalunya, 1 Apartemen di Barcelona.
Malam itu, saat ia meninggalkan stadion, ribuan fans masih meneriakkan namanya. Riski tahu ini baru permulaan. Dengan jet pribadi yang kini menantinya di bandara dan masa depan yang cerah di Barcelona, ia sudah siap untuk terbang lebih tinggi lagi.
Lanjut ke Bab 12: "Derby Catalunya dan Panggilan Sang Garuda"? Riski akan menghadapi tensi tinggi melawan Espanyol, serta kabar tentang tim nasional Indonesia yang mulai memantau perkembangannya secara serius.