NovelToon NovelToon
Istri Sempurna Pilihan Oma

Istri Sempurna Pilihan Oma

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / CEO
Popularitas:7.9k
Nilai: 5
Nama Author: ainuncepenis

Oma frustasi memikirkan di dunia yang sudah berusia 33 tahun, mapan dalam pekerjaan tetapi tidak kunjung menikah. Melihat sekretaris Emir yang memiliki kepribadian yang baik membuat Oma kepikiran untuk menjodohkan mereka.
Sudah pasti Emir menolak, Oma melakukan berbagai hal sampai akhirnya Emir dengan Ayana pilihan Oma bersatu dalam jeratan pernikahan.

Bagaimana keduanya menjalani pernikahan dan hubungan pekerjaan yang cukup dekat?
Apakah pada akhirnya keduanya sama-sama memiliki perasaan atau justru pernikahan mereka tidak ada bedanya dan hanya sebatas pekerjaan saja.

Mari untuk membaca Novel Saya dari bab 1 sampai akhir, dan terus ikuti jawabannya di setiap bab.

Terimakasih....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 23 Saling Lempar

Ayana dan Emir akhirnya bertemu dengan pihak yang bersangkutan yang akan mengurus dan meresmikan pernikahan mereka.

Sekarang pasangan itu terlihat duduk bersebelahan di depan seorang pria dengan memakai kopiah dan terlihat serius.

"Hmmm, saya sudah menerima penjelasan dari kalian berdua tentang pernikahan Ibu dan Bapak. Pengadilan menyarankan untuk menikah kembali," ucap pria tersebut membuat Ayana dan Emir saling melihat.

Emir memang jujur bagaimana pernikahan itu terjadi, desakan dari warga, tidak ada apa-apa dan terlihat terpaksa melakukan semuanya.

"Mungkin Ibu dan Bapak terjebak dalam pernikahan yang tidak sama-sama diinginkan dan justru berdasarkan keinginan orang lain, tetapi pernikahan itu sudah berjalan satu bulan lebih, Ibu dan Bapak memilih tetap menjalani pernikahan dan jika memang tidak menginginkan pernikahan itu sudah pasti terjadi perceraian yang sangat mudah dilakukan, sekarang datang untuk meresmikan pernikahan dan artinya ada niat untuk menjalani rumah tangga, dan mengapa tidak untuk melakukan pernikahan ulang," jelas pria tersebut memberi saran pada pasangan yang hanya diam saja.

"Sebagai laki-laki gentlemen juga harus memikirkan pasangannya, menikah begitu saja tanpa memberikan apapun dan meresmikan pernikahan begitu saja, semua bukan berdasarkan materi, tetapi sebagai wanita jika pasti menginginkan sesuatu hal terjadi dalam pernikahannya, hal yang mungkin tidak bisa dilupakan dan menjadi kenangan terindah selama hidup, jadi kesimpulan yang saya berikan lebih baik untuk melakukan pernikahan ulang dengan semestinya, agar Ibu Ayana bisa merasakan sebagai pengantin," jelas pria tersebut memberikan penjelasan panjang lebar.

Ayana dan Emir tidak berkomentar apapun, keduanya justru bingung harus menjawab apa.

"Jadi harus melakukan pernikahan ulang?" batin Ayana.

Emir menghela nafas mendengar perkataan pria yang sejak tadi memberi saran pada mereka.

****

Akhirnya pertemuan itu selesai dengan mereka berdua saat ini sudah kembali berada di dalam mobil.

"Semuanya ternyata tidak semudah yang saya pikir, harus menikah ulang," ucap Emir memulai pembicaraan dengan tangannya tetap menyetir dan matanya fokus ke depan.

"Bagaimana dengan kamu? Kamu setuju?" tanya Emir.

Ayana melihat dengan jelas ke arah suaminya itu, bisa-bisanya Emir melempar semua kepadanya.

Emir mungkin pintar melempar pertanyaan dengan melempar keputusan kepada Ayana, maka semua akan selesai.

Ayana pasti kesulitan, jika menolak untuk melakukan pernikahan ulang, dia pasti tidak enak dengan atasannya, dan jika menerima kemungkinan akan dipikir bahwa dia yang menginginkan pernikahan itu.

"Kenapa bertanya kepada saya? Bapak yang tiba-tiba saja punya ide untuk meresmikan pernikahan," sahut Ayana cukup pintar untuk tidak menjawab dan melempar kembali.

Emir mengerutkan dahi, siapa sangka keputusan harus kembali dia yang menentukan.

"Ya terus kamu bagaimana? Mau atau tidak?" tanya Emir lagi.

"Bapak sendiri bagaimana?" Ayana melempar kembali.

"Oke, saya setuju untuk melakukan pernikahan ulang," jawab Emir dengan cepat dan tegas.

Ayana seketika diam kesulitan menelan ludah, tiba saja jantungnya berdebar kencang, pria di sebelahnya itu seolah-olah mengajaknya ingin menikah secara langsung.

"Lalu kamu bagaimana?" tanya Emir menoleh ke arah Ayana.

Ayana semakin gugup dan sudah jelas dia seperti wanita yang saat ini sedang dilamar, diajak menikah kembali, selama pernikahan tidak pernah perasaannya seperti itu.

"Ayana...." tegur Emir ketika tidak mendapatkan jawaban dari Ayana.

"Hmmmm...." Ayana ternyata mengangguk samar dan mengalihkan pandangannya melihat keluar jendela.

Jika mengangguk artinya dia setuju untuk melakukan pernikahan ulang.

Seketika suasana terasa penuh jeda seperti kalimat yang tak pernah selesai diucapkan.

Mesin mobil menyala pelan, suara AC berhembus konstan, dan sesekali terdengar bunyi ban menyentuh aspal yang sedikit bergelombang.

Namun, di antara semua suara itu, yang paling terasa justru adalah diamnya.

Mereka duduk berdampingan, tetapi seolah berjarak. Terlihat keduanya sama-sama gugup.

Emir menggenggam kemudi dengan kedua tangan, matanya fokus ke jalan, meski sesekali melirik sekilas ke samping cepat, hampir seperti tidak ingin ketahuan.

Di kursi penumpang, Ayana menatap ke luar jendela. Pemandangan bergerak cepat, tapi pikirannya tampak tertinggal di tempat lain.

Tidak ada percakapan

Hanya ada napas yang tertahan dan kata-kata yang tertimbun.

Dalam keheningan itu akhirnya Emir menyalakan radio, tetapi volumenya kecil, seakan hanya untuk mengisi ruang kosong yang terasa terlalu lebar. Lagu yang diputar pun lewat begitu saja tanpa benar-benar didengar.

Ayana akhirnya menoleh ke arah Emir, heran dan bingung melihat Emir yang tiba-tiba saja menggunakan fasilitas mobil itu karena sepengetahuannya Emir bukanlah tipe laki-laki yang menyukai kebisingan dan bahkan suara musik juga merupakan musuh bagi Emir.

Mobil terus melaju. Membawa keheningan itu entah sampai kapan, keputusan yang mereka ambil secara bersama dan pada akhirnya membuat mereka diam seribu bahasa.

*****

"Apa kamu bilang!" pekik Davina kaget ketika berada di ruang tamu berhadapan dengan Emir.

"Aku dan Ayana akan melakukan pernikahan ulang. Mama Harus hadir di hari pernikahan itu, jadi Mama tidak punya alasan lagi dan mengatakan bahwa aku tidak ingin melibatkan Mama dalam hal besar terjadi dalam hidupku," ucap Emir yang ternyata juga memberitahu ibunya.

"Hah!" tanggapan Davina justru mengendus kasar.

"Jadi awalnya pernikahan kalian tidak sah dan kamu ingin meresmikannya?" tanya Davina memang tidak tahu bagaimana bisa putranya itu menikah dengan sekretarisnya.

"Aku merasa tidak perlu menjelaskan apapun kepada Mama. Aku dan Ayana akan melakukan pernikahan ulang dan diharapkan Mama hadir dalam acara pernikahan itu tanpa banyak drama atau mengatakan aku tidak melibatkan Mama!" tegas Emir.

"Lalu bagaimana dengan Tiara? Apa kamu juga akan mengundangnya di hari pernikahan kamu?" tanya Davina membuat Emir terdiam.

"Ternyata tetap tidak! meski sudah menikah dua kali dan bahkan ada sedikit rencana keseriusan dalam pernikahan itu dan tetap saja tidak ingin memberitahu wanita yang menjadikan kamu sebagai harapannya. Emir kamu sadar tidak jika apa yang kamu lakukan hanya akan menambah masalah dan Mama tidak tahu bagaimana cara kamu menghadapi masalah ini di suatu saat nanti," ucap Davina.

"Lagi dan lagi semua ini tidak ada kaitannya dengan Tiara. Aku datang ke rumah ini hanya ingin mengatakan semuanya kepada Mama dan terserah mama berpikiran dan berpendapat apapun itu. Pada akhirnya masalah ini tidak berkaitan dengan Tiara!" tegas Emir.

"Baiklah. Mama hanya akan melihat saja bagaimana semuanya berjalan, ya semoga saja apa yang kamu katakan sesuai dengan keputusan yang kamu ambil dan pada akhirnya kamu bisa menghadapi masalah ini jika terjadi masalah besar di suatu saat nanti, tetapi ingat kamu hanya akan mendapatkan sesuatu hal yang buruk jika tidak mengambil sikap tegas," ucap Davina.

Emir tidak merespon perkataan Davina. Hanya memilih diam saja.

Bersambung......

1
Oma Gavin
wah emir jadi sasaran empuk lastri nanti pakai jurus pamungkas obat lucknut biar emir kepanasan dan majuk jebakan lastri
shinta liliand
emir gk gentle bgt jd cowok.. tp jg kaasae ngomong sama omanya hmmm susaaah
Enz99
bagus
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
Dew666
💜💜💜💜
Dew666
🍎🍎🍎
nurlizan lizan
thor lbh teliti lg, bnyak typo🙏
Dew666
💝💝💝
Ridwani
👍👍👍👍👍👍
Dew666
👄👄👄
Ridwani
👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!