NovelToon NovelToon
Transmigrasi Santriwati Jago Silat Dalam Obsesi Sang Pengusaha Dunia

Transmigrasi Santriwati Jago Silat Dalam Obsesi Sang Pengusaha Dunia

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Romansa Fantasi / Balas Dendam
Popularitas:6k
Nilai: 5
Nama Author: namice

“Benciku adalah candu, dan obsesinya adalah penjara paling mematikan.”

Ceisya, seorang santriwati tengil sekaligus hacker cerdas, tiba-tiba terbangun dalam tubuh Ceisyra Valenor—tokoh antagonis yang seharusnya mati tragis.

Namun takdir berubah…
Kaelthas Virelion, penguasa dunia bawah yang dingin dan kejam, justru terobsesi padanya—bahkan menikahinya secara rahasia.

Di tengah fitnah licik sang adik, Clarisse, serta ancaman Axton—rival berbahaya yang mulai kehilangan kendali karena dirinya—Ceisya terjebak dalam permainan yang mematikan.

Haruskah ia melarikan diri dari sangkar emas itu…
atau bertahan dalam perlindungan berbahaya dari pria posesif yang siap menghancurkan dunia demi dirinya?

“Kamu adalah napasku, Ceisyra. Dan aku tidak akan membiarkan siapa pun merebutmu dariku.”

Takdir, obsesi, dan kekuasaan bertabrakan.

Mampukah Ceisya mengendalikan nasibnya sendiri… atau justru tenggelam dalam obsesi yang semakin dalam?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon namice, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Taruhan Nyawa dan Janji Darah

Pukul 19:45 Malam – Puncak Menara.

​Hanya tersisa Clara yang ketakutan di depan pintu lift menuju Penthouse Farida. Kaelthas mencengkeram leher Clara dan mengangkatnya ke dinding.

​"Suntikan itu... apa isinya?!" geram Kaelthas.

​"Ini... ini penawarnya! Farida menyuruhku memberikannya jika kau menyerah!" Clara terisak, namun matanya licik.

​Ceisya merebut suntikan itu, namun matanya yang terlatih melihat keanehan. Ia dengan cepat menekan tombol di jam tangannya, melakukan pemindaian kimia instan. "Jangan disuntikkan, Kael! Ini bukan penawar, ini pemicu ledakan nanobot! Clara mencoba membunuhku lebih cepat!"

​Mendengar itu, kegelapan di mata Kaelthas mencapai puncaknya. Ia melepaskan Clara begitu saja, namun matanya menatap tajam pada lift yang baru saja terbuka.

​Di dalam lift, berdiri Farida. Ia memegang sebuah tablet yang menampilkan detak jantung Ceisya yang semakin melemah di angka 00:15:00.

​"Cukup sandiwaranya," ucap Farida dingin. "Bawa dia masuk, atau aku tekan tombol shutdown sekarang juga."

​Kaelthas menarik Ceisya kembali ke pelukannya. Ia mencium kening Ceisya dengan sangat protektif sebelum mereka melangkah masuk ke dalam jebakan terakhir. "Aku akan membunuh ibumu, Ceisyra. Maafkan aku."

​Ceisya menggeleng, ia memeluk leher Kaelthas erat, mencium sudut bibir suaminya yang berdarah. "Dia bukan ibuku, Kael. Dia adalah error di dalam sistem duniaku. Hapus dia."

​Pintu lift tertutup. Di lantai paling atas Menara Valenor, sebuah ruangan kaca yang menampilkan pemandangan seluruh Jakarta yang berkilau menunggu mereka. Di tengah ruangan, terdapat sebuah kursi elektrik yang terhubung dengan chip di tubuh Ceisya.

​Farida tersenyum. "Duduklah, putriku. Mari kita pindahkan data dunia ini ke dalam chip yang baru. Dan Kaelthas... kau boleh menonton bagaimana istrimu 'terlahir kembali' tanpa ingatan tentangmu sedikit pun."

​"Ingatan?" Ceisya terkejut. Jadi bukan cuma membunuhku, dia mau menghapus ingatanku?!

​Tiba-tiba, suara alarm di Menara Valenor berbunyi. Bukan alarm kebakaran, melainkan alarm Kehancuran Server.

​"Apa yang kau lakukan, Ceisyra?!" teriak Farida panik melihat tabletnya mulai terbakar.

​Ceisya menyeringai tengil meski napasnya sesak. "Selagi aku silat tadi, aku sudah menyuntikkan virus ke dalam sistem gedung ini lewat port di lift. Kalau jantungku berhenti, seluruh data Black Rose juga akan musnah!"

​"BERANINYA KAU!" Farida mengangkat pistolnya ke arah Ceisya.

​BANG!

​Satu tembakan dilepaskan.

Suara tembakan itu memecah keheningan di atas awan Jakarta. Gema letusannya masih berdenging di telinga saat debu-debu halus jatuh dari langit-langit kaca yang retak.

​Ceisya memejamkan matanya, menunggu rasa sakit yang tak kunjung datang. Namun, yang ia rasakan justru dekapan yang semakin erat dan aroma maskulin yang sangat familiar. Saat ia membuka mata, Kaelthas masih berdiri tegak di depannya, melindunginya seperti tameng baja yang tak tergoyahkan.

​"Kael..." bisik Ceisya gemetar.

​Darah segar menetes dari bahu kiri Kaelthas, membasahi jas hitamnya yang sudah compang-camping. Peluru itu menembus kulitnya, namun pria itu bahkan tidak berkedip. Ia tetap menodongkan pistolnya ke arah Farida dengan tangan kanan yang sangat stabil.

​"Sudah kukatakan padamu, Farida..." suara Kaelthas rendah, terdengar seperti geraman iblis dari dasar neraka. "Kau harus melangkah melewati mayatku sebelum kau bisa menyentuh sehelai rambutnya."

​Farida tertegun, tangannya yang memegang pistol sedikit gemetar melihat kegilaan di mata menantunya. "Kau gila, Kaelthas! Kau akan mati kehabisan darah hanya untuk menyelamatkan sebuah 'kunci'?"

​"Dia bukan kunci!" Kaelthas menerjang maju meski bahunya terluka. Ia menarik Ceisya dan mencium bibirnya dengan kasar di tengah sisa asap mesiu—sebuah ciuman yang putus asa, panas, dan penuh dengan kepemilikan yang murni. "Dia adalah hidupku! Dan aku tidak akan membiarkan hidupku diatur oleh skenario busukmu!"

​Detik-Detik Menuju Shutdown.

​Jam di pergelangan tangan Ceisya berkedip merah terang: 00:05:00. Lima menit lagi sebelum nanobot di jantungnya melakukan serangan mematikan.

​Pikir, Ceisya! Pikir! batinnya menjerit. Alur novel ini sudah hancur. Farida yang harusnya mati, malah jadi bos mafia. Kalau begitu, aku tidak perlu mengikuti aturan sistem ini lagi! Jika ini adalah dunia novel, maka akulah penulis barunya!

​Ceisya melepaskan diri dari dekapan Kaelthas sejenak. Ia melihat konsol komputer utama di tengah ruangan yang terhubung dengan kursi elektrik itu.

​"Mas Sultan, tahan mereka! Aku butuh dua menit untuk membalikkan arusnya!" teriak Ceisya.

​Farida memberikan isyarat pada sisa pasukannya. "Habisi pria itu! Bawa gadisku ke kursi!"

​Kaelthas mengamuk. Dengan satu tangan yang terluka, ia melakukan gerakan sapuan bawah yang menjatuhkan dua musuh, lalu menghantamkan kepala musuh ketiga ke meja kaca hingga hancur. Ia bertarung dengan insting binatang, memastikan tidak ada satu pun orang yang bisa mendekati Ceisya yang sedang berlutut di depan konsol.

​Ceisya jemarinya menari di atas keyboard virtual yang muncul di udara. "Ayo... sedikit lagi... Override protocol... Zero-Day injection..."

​Dua orang pasukan maut berhasil melompat ke arah Ceisya. Tanpa mengalihkan pandangan dari layar, Ceisya melakukan jurus Tangkisan Sikut yang mematahkan hidung lawan pertama, disusul dengan tendangan Belakang (Back Kick) yang menghujam telak ke perut lawan kedua.

​"Mas Sultan, merunduk!" teriak Ceisya sambil menekan tombol Enter.

​Ledakan Digital.

​Seketika, seluruh sistem di Menara Valenor meledak secara digital. Percikan api keluar dari setiap monitor. Farida menjerit saat tablet di tangannya meledak, menghancurkan akses kendalinya atas jantung Ceisya.

​"TIDAK! Chip itu... datanya!" raung Farida.

​Ceisya terjatuh lemas. Napasnya tersengal. Angka di jam tangannya berhenti di 00:00:01. Jantungnya berdenyut kencang, lalu perlahan kembali normal. Virus yang ia suntikkan telah menghapus seluruh program nanobot itu, namun sebagai gantinya, sistem pertahanan gedung mulai melakukan penghancuran diri (self-destruction).

​Kaelthas segera menyambar tubuh Ceisya, menggendongnya erat. Ia tidak peduli pada Farida yang sedang meratapi kegagalannya di sudut ruangan.

​"Guntur! Siapkan helikopter di helipad! Sekarang!" perintah Kaelthas lewat comms.

​Kaelthas berlari menaiki tangga menuju atap gedung. Setiap langkahnya terasa berat karena luka tembaknya, namun ia terus mendekap Ceisya seolah-olah istrinya adalah harta paling berharga di semesta.

​Begitu sampai di atap, helikopter Virelion sudah menunggu dengan pintu terbuka. Namun, dari arah belakang, Farida muncul dengan wajah yang sudah gila sepenuhnya. Ia membawa sebuah granat yang sudah ditarik pemicunya.

​"Jika aku tidak bisa memiliki chip itu, maka tidak ada yang boleh memilikinya!" teriak Farida.

​Kaelthas berbalik. Ia menatap Farida dengan tatapan yang sangat dingin, lalu ia mencium bibir Ceisya sekali lagi—sebuah ciuman perpisahan dengan masa lalu.

​"Selamat tinggal, Ibu Mertua," ucap Kaelthas.

​Kaelthas melepaskan tembakan tepat ke tangan Farida yang memegang granat. Di saat yang sama, ia melompat masuk ke dalam helikopter bersama Ceisya tepat saat ledakan granat itu memicu ledakan tangki bahan bakar di lantai atas menara.

​Pukul 21:00 Malam – Di Dalam Helikopter.

​Jakarta tampak sangat kecil di bawah mereka, dengan api yang membumbung dari puncak Menara Valenor. Di dalam kabin helikopter yang sunyi, Kaelthas terduduk lemas di lantai, menyandarkan tubuhnya pada dinding pesawat.

​Ceisya segera meraih kotak P3K dan merobek kemeja Kaelthas untuk mengobati luka tembaknya. Air matanya mengalir deras. "Kamu bodoh, Kael... kamu bisa mati tadi..."

​Kaelthas meraih wajah Ceisya dengan tangannya yang berlumuran darah, memaksa istrinya menatapnya. Walaupun pucat, matanya tetap memancarkan obsesi yang sangat kuat. "Aku sudah bilang... aku akan merobek jantung siapa pun yang mengusikmu. Dan sekarang, detak jantungmu benar-benar milikku sepenuhnya, Ceisyra. Tidak ada chip, tidak ada Farida, tidak ada mawar hitam."

​Kaelthas menarik Ceisya hingga gadis itu duduk di pangkuannya. Ia menciumi bibir Ceisya berkali-kali—ciuman yang kini terasa manis, melegakan, namun tetap penuh dengan gairah posesif yang candu. Ia menyesap bibir Ceisya dengan dalam, menikmati setiap embusan napas istrinya yang kini sudah bebas.

​"Jangan pernah berpikir untuk lari dariku lagi," bisik Kaelthas parau di sela ciumannya. "Dunia novelmu mungkin sudah berubah, tapi satu hal yang tetap: aku akan mengurungmu dalam cintaku sampai napas terakhirku."

​Ceisya tersenyum, ia menyandarkan kepalanya di dada Kaelthas yang bidang. Alurnya memang berubah total, batin Ceisya. Tapi kalau akhirnya aku punya Sultan posesif yang rela mati untukku... mungkin aku tidak butuh alur novel yang lama lagi.

​Helikopter mendarat di sebuah kapal pesiar mewah di tengah laut yang sudah disiapkan Guntur. Namun, saat pintu helikopter terbuka, Guntur mendekat dengan wajah pucat.

​"Tuan... ada satu hal yang luput dari pengawasan kita."

​Guntur menyerahkan sebuah tablet. Layar itu menampilkan berita terkini: "Sebastian Valenor dan Clarisse menghilang dari lokasi kejadian. Dan sebuah rekaman CCTV menunjukkan mereka naik ke kapal pribadi menuju... Pulau Rahasia milik keluarga Von Heist."

​Ceisya menegang. Perang ini belum berakhir. Arkan dan Sebastian telah bergabung dengan musuh terbesar Kaelthas di Eropa.

​"Sepertinya bulan madu kita harus diperpanjang ke Paris, Sayang," ucap Kaelthas dengan seringai mematikan.

1
Wahyuningsih
💪💪💪 dlm upnya yg busnyk n hrs tiap hri jgn lma2 up thor tk enak menunggu sehat sellu n jga keshtn
namice: terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku dan supportnya 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Atik R@hma
mantapp,double up dong🤣🤣
namice: 😘😘, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
vew
thor banyakin upnya ,, suka sama ceritanya .. semangat 💪💪
namice: 😘😘, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku dan support-nya 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
yang pasti harus ikut bertarung dong Cey
namice: 😁😁, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
lahh, ini sebenarnya ortu kandung gak sih
kok kejam amat
namice: 😁😁, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
tupai dong dia 🤣
namice: 🤣🤣, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
siap² aja kalian semua, nunggu emak singa yang cantik akan beraksi
namice: 🤣🤣, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
sippp Cey, banting aja mereka 1 per 1
namice: 🤣🤣, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Wahyuningsih
💪💪💪💪 thor dlm up yg buanhk n hrs tiap hri jgn lma upnya thor tk enak menunggu sehat sellu n jga keshtn
namice: terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku dan supportnya 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Wahyuningsih
💪💪💪💪💪💪💪💪 thor jgn ampe kendor kolor kli y thor 😁😁😁
namice: 🤣🤣, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku dan suporternya 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Intan Aprilia Rahmawati
next dong
namice: 😘😘, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Wahyuningsih
thor novel yg kmaren aja nggantung gk up2 eeeeh udah ada yg bru di tamatin dlu lah thor novel yg kmaren syg critanya bagus klau gk dterusin
namice: 😄, iya kak novel yang kemarin terkontrak tapi gak dapat reward kak, jadi cuma kontrak ga di gaji, karena pembacanya sedikit kak 😔😔.. terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
CaH KangKung,
lanjut
namice: terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku, aku akan update lagi satu 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 2 replies
CaH KangKung,
like...🥀🥀
namice: 😘😘😘, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
CaH KangKung,
👣👣
namice: 😘😘 terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku, love you sekebon untukmu 😘😘😘🌹🌹🌹🩷🩷🩷
total 1 replies
azka aldric Pratama
hadir
namice: love you sekebon untukmu kak 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Yuni Alyssa
jangan buat gampang dapetin cwe nya tor... jangan lp ya bales dendam nya yg sadis ama keluarganya 🤣🤣🤣
༻♛A̷͙ͭͫ̕ḑ̴̞͛̒ỉ͔͖̜͌r̴̨̦͕̝a̤♛༺
seru ni novel 😁
menarik banget alurnya 😃
seperti biasa kutunggu cerita tamat dulu baru ku baca
namice: iya kak tidak apa-apa kak😘
total 1 replies
Yuni Alyssa
klo aku punya keluarga begitu... aku nikah sm cowo nya truz ku ancurin bapak emaknya apalagi si pick me... sebar dulu biar jadi bulan2an netizen 🤣🤣🤣....
namice: 🤣🤣🤣, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku😘😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Wahyuningsih
mampus kau
namice: 😘😘, terimakasih banyak ya kak sudah baca Novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!