Zalika Azzalea adalah gadis cantik yang berusia dua puluh dua tahun, dirinya memutuskan untuk menikah dengan sang kekasih Arga Pramana diusia muda dengan harapan sebuah kebahagiaan
Pil pahit harus ia telan, karena pernikahan tak berjalan seperti yang dirinya impikan. mimpi sederhana untuk biduk rumah tangga yang sempurna nyatanya harus ia kubur dalam-dalam
Pernikahan yang hanya berlangsung tiga hari itu berakhir dengan menyisakan trauma mendalam, mengubah gadis ceria menjadi seorang yang takut akan cinta
Akankah ada pria yang dikirim tuhan untuk menyembuhkan lukanya? lalu Cinta yang akan memberinya kebahagiaan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon e_Saftri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ketakutan
Jika Zalika pikir Leon adalah pria yang mudah menyerah maka gadis itu salah besar
Pagi ini Leon datang dengan seikat bunga mawar berukuran cukup besar, tujuannya hanya satu, gadis manis pujaannya
Setelah keluar dari lift, Leon berpapasan dengan seorang wanita yang enggan untuk ia temui
"Leon!" Sapa sang wanita dengan suara yang mengalun lembut
"Leona!"
"Kamu di indo?" Mata wanita itu seolah berbinar menatap pria tampan itu, dari maniknya seolah menyiratkan adanya rasa rindu disana
Leon tak menjawab, baru saja melangkah untuk menjauh, suara Leona kembali membuatnya berhenti
"Kamu tau aku disini sampai-sampai kamu repot-repot bawain bunga buat aku kesini!" Lihatlah betapa percaya dirinya wanita seksi itu
Awalnya Leon memang tergila-gila pada wanita cantik itu, Leon menjadikan Leona sebagai satu-satunya pemilik hatinya
Namun rasanya sangat menyakitkan saat sang kekasih menerima dengan bahagia perjodohan antara Leona dan sang kakak
Leon hancur saat itu, dirinya memang bukanlah pria dengan masa depan cerah seperti Jefry, tapi apa Leona harus meninggalkan nya dengan begitu mudahnya. Menerima perjodohan saat keduanya masih memiliki hubungan
Pria itu lalu membawa luka hatinya berkelana, dirinya keliling dunia sembari memperluas bisnis yang ia geluti, bisnis yang tanpa campur tangan keluarga Wardana
"Apa kak Jef nggak pernah kasih kamu bunga? Sampai kamu harus mengharapkan bunga dari pria lain"
Ucapan mantan kekasihnya itu begitu mengenai sasaran, hati Leona bak diremas mendengar ucapan Leon yang memang benar adanya
Leona berusaha untuk terlihat sempurna dimata calon suaminya itu, tapi Jefry seolah membangun tembok pembatas yang begitu sulit untuk dirobohkan
"Kamu mengarang Leon, Jefry itu calon suamiku, tentu saja dia suka ngasih bunga atau bahkan hadiah-hadiah mewah!" Ucapnya dengan sombong
"Zalika.." Pria tampan itu bahkan melewatinya begitu saja
Leona geram kala melihat bagaimana wajah berbinar mantam kekasihnya itu kala mendekati sekretaris baru milik calon suaminya
Zalika menghela napas panjang, rasanya ia muak melihat tingkah pria perayu seperti Leon ini
"Selamat pagi!" Sapanya dengan senyuman yang begitu manis, jika itu wanita lain, bisa dipastikan bahwa wanita itu akan klepek-klepek dengan perlakuan manis Leon
"Selamat pagi tuan!" Balas nya dengan malas
"Bunga!" Seikat mawar itu ia serahkan pada gadis pujaannya
Walau terpaksa, Zalika tetap menerima buket bunga indah itu. Bagaimana pun Leon adalah adik dari atasannya
"Terima kasih!" Ucapnya dengan ketus. Alih-alih tersinggung, Leon justru semakin suka dengan nada serta wajah ditekuk itu
"Coklat!" Dari saku jaket kulit yang ia kenakan, Leon memberikan sebatang coklat dari brand terkenal
"Tuan muda menyiapkan ini semua?" Zalika merasa tak percaya jika pria tampan itu melakukan semua ini hanya untuknya
"Apapun untuk bidadari ku!"
"Ini berlebihan tuan, tuan muda tau sendiri jika saya ini hanya pekerja tuan Jefry. Rasanya tidak pantas jika tuan muda Leon melakukan semua ini pada saya!"
Mungkin dengan penolakan secara halus akan membuat pria bernama Leon ini berhenti mengejarnya
"Kamu pikir aku peduli? Aku jatuh cinta Zalika, siapapun kamu aku akan tetap mencintai kamu!"
Ada ketulusan dari setiap ucapan Leon, Zalika tak menampik jika hatinya menghangat mendengar ungkapan cinta dari pria tampan itu. Namun dirinya kembali tersadar jika mantan suaminya pun pernah mengatakan hal yang sama
Zalika hanya tidak ingin jatuh ke dalam lubang yang sama dua kali, mulut manis Leon nyatanya semakin membuatnya ragu akan ketulusan cinta yang diucapkan oleh pria itu
"Saya minta maaf tuan, saya.."
"Kamu jangan pikirin itu sekarang, Zalika. Aku seneng dengan wajah masam kamu kala menyambut ku. Jadi tetaplah seperti itu"
Leon memotong ucapan gadis itu, rasanya terlalu menyakitkan jika ditolak dihari pertama
"Zalika!" Suara bariton itu memanggilnya dari belakang
Jefry berdiri disana cukup lama hingga dapat mendengar ungkapan cinta dari sang adik pada Zalika
"Ya Tuan!" Dengan cepat gadis itu menghampiri sang bos dengan buket bunga itu tetap ditangannya
"Kamu ikut saya! Saya ada rapat dengan para manager dikantor ini, dan Gavin sedang ada pekerjaan diluar!"
Suara Jefry terdengar dingin, sebenarnya Zalika terbiasa dengan nada bicara Jefry yang seperti ini, tetapi entah kenapa hari ini terdengar berbeda
"Baik tuan!" Zalika mengikuti langkah tuannya itu dari belakang, namun saat pria didepannya itu berhenti tiba-tiba membuat Zalika menabrak punggungnya
"Kamu akan keruang meeting dengan membawa bunga?" Jefry mengatakan itu tanpa memandang gadis itu sama sekali
"Ma-maaf tuan! Sebentar!" Zalika bahkan reflek memberikan buket bunga itu kembali pada Leon yang masih setia berdiri di sana, sementara coklatnya ia masukkan ke dalam Tote bag miliknya
"Aku titip bunganya!" Tanpa menunggu jawaban dari pria tampan itu, Zalika bergerak cepat mengikuti Jefry yang telah melangkah lebih dulu
"Gemesin!" Leon hanya memandang punggung sang pujaan hati yang telah masuk kedalam lift
***
Jefry duduk dengan sangat berwibawa didepan seluruh staff, aura kepemimpinan nya terpancar dengan jelas bahkan beberapa orang yang berada disana menunduk kala mata tajam sang CEO memandang mereka satu-persatu
Brak
Semua orang terkejut kala pria yang duduk dihadapan mereka menggebrak meja dengan sangat kerasnya, hal itu membuat Zalika yang berdiri dibelakang Jefry gemetar
"Apa sebenarnya yang kalian kerjakan! Kenapa perusaahan kita sampai merugi seperti ini!" Suara Jefry menggema disetiap sudut ruangan
"Ma-maaf tuan Jefry, ada beberapa dari produk baru kita mengalami kerusakan saat tiba di pasaran. Hal itu membuat kita mendapat kritikan dari masyarakat dan berimbas pada penjualan!" Seorang pria yang usianya lebih tua dari Jefry menyahut
"Bodoh!" Zalika ketakutan, kakinya terasa lemas, suara bentakan serta gebrakan meja yang dilakukan Jefry seolah membawanya pada masa lalu
"Apa kalian tidak memeriksanya lebih dulu? Sekarang tarik semua produk dari pasaran. Kita lakukan perbaikan setelah itu akan kita pasarkan kembali. Dan untuk itu kalian semua harus bekerja keras!"
"Baik tuan!" Jawab semua orang dengan serentak
"Tapi tuan, kita akan mengalami kerugian besar jika mengulang kembali!" Salah seorang menyahut dan itu memantik amarah Jefry
"Saya tidak peduli! Lakukan semuanya dengan baik, dalam waktu dua puluh empat jam semua produk harus sudah ditarik dari pasaran!"
"Tapi tuan.."
"Berhenti membantah RIKO!" Pria bernama Riko itu seketika diam
Zalika ketakutan, wajahnya pucat dengan tubuh yang bergetar hebat, kakinya seolah tak mampu lagi menahan bobot tubuhnya
Jefry menoleh kala melihat tubuh mungil itu luruh, gadis cantik itu bahkan menutupi wajahnya dengan tangan
Jefry yang panik segera bersimpuh di hadapannya, mencoba membuat gadis itu tenang dengan menyentuh bahunya yang terlihat gemetar
"Zalika.."