NovelToon NovelToon
Sepenggal Cinta Di Masa Lalu

Sepenggal Cinta Di Masa Lalu

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Romansa Modern / Tamat
Popularitas:204k
Nilai: 5
Nama Author: In Gusman

Ini kisahku...
Seorang laki-laki yang mencoba mencari cinta masa SMP nya,yang selama 13 tahun hanya terpendam dihati belum sempat terungkapkan. Namun ketika takdir berpihak padaku,mempertemukan aku dan dia,aku harus menelan kekecewaan karna menerima kenyataan bahwa dia sudah menjadi milik orang lain.

Akankah ada keajaiban untukku agar bisa memilikinya?
Sementara hatiku tak mampu berpaling pada wanita lain.

Selamat menikmati kisahku yaaa....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon In Gusman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 23

Kami telah selesai menjalankan sholat maghrib,semua sedang sibuk membereskan peralatan ibadah masing-masing. Aku melangkah menuju tempat tidur Bang Farhan,karna sekarang waktunya kami akan makan bersama. Aku akan memastikan keadaannya tapi alangkah terkejutnya ketika aku melihat posisi Bang Farhan yang masih dengan tangan bersedekap seperti masih menjalankan sholat. Aku berusaha tenang menghadapi situasi ini,ku pegang nadi nya sudah tak berdenyut,suhu tubuhnya pun sudah mulai terasa dingin...

"Innalillahi wa innaillaihi roji'un..." ucapku

Semua orang yang berada di ruangan itu terkejut mendengar ucapanku,mereka langsung berdiri berjalan mendekati tempat tidur Bang Farhan. Rahma menangis tertahan,hanya nampak badannya berguncang hebat sementara Nadia menangis keras dalam sambil memanggil nama Bang Farhan,mengguncang-guncang badan Bang Farhan yang sudah tak mungkin bereaksi lagi.

"Bang...bang...bangun bang...Bang jangan bercanda bang...Nadia punya kabar baik buat abang,bang...hiks hiks hiks"

"Bangun bang,dengerin Nadia dulu bang...bangun bang...hiks hiks hiks..." teriak Nadia dengan histeris.

Bima memeluk Nadia mencoba menenangkan istrinya.

"Sayang...sadar dan sabar...abang sudah mendapatkan ketenangan. Lihatlah abang pergi dengan senyum di bibirnya,itu berarti abang sudah bahagia..." ucap Bima sambil menciumi kepala istrinya.

"Tapi yang...aku bahkan belum sempat menyampaikan kabar bahagia kita,dia belum sempat tau kalau dia akan punya ponakan dari kita yang...hiks hiks hiks..." ucap Nadia.

"Iya...tapi jangan ditangisi lagi,kasihan Bang Farhan,do'akan saja semoga Bang Farhan pergi dengan husnul khotimah..." bujuk Bima ke istrinya.

Tak lama beberapa perawat masuk untuk mengurus jenazah Bang Farhan.

Rahma yang sejak tadi menangis dalam dekapanku pun segera melepaskan diri dariku karna memang aku harus mengurus administrasi dan semuanya.

Rahma segera mendekati Nadia,memeluk tubuh sahabatnya itu lalu membimbing dan membantu Nadia duduk di kursi. Nadia nampak sudah sedikit tenang sehingga Bima sudah bisa tenang meninggalkan istrinya bersama Rahma istriku untuk menemaniku mengurus semua yang bersangkutan dengan jenazah Almarhum Bang Farhan.

"Ma,nitip istriku ya..."

"InsyaAlloh..." jawab Rahma yang masih memeluk Nadia yang tengah memejamkan matanya.

"Yang...mungkin kamu sebaiknya pulang saja bersama Rahma ya...Ingat kamu sedang berbadan dua lho...jangan sampe baby kita kenapa-kenapa...pulang ya sayang..." bujuk Bima.

Nadia membuka matanya lalu mengangguk pelan.

"Good wife..." ucap Bima sambil mengusap pucuk kepala istrinya.

"Tolong ya Ma..." lanjutnya lagi,Rahma tersenyum sambil menganngguk.

"InsyaAlloh dia aman dan selamat bersamaku" jawab Rahma.

Rahma pun berdiri dan kembali menghampiriku.

"Mas,aku pulang dulu sama Nadia ya...kalo ada kesempatan makan,makan dulu...jangan sampai mas masuk angin...." Rahma meraih tanganku dan mencium tanganku,aku pun mencium pucuk kepala istriku. Akh,inikah rasanya punya istri,semua terasa tenang dan bahagia.

"Hati-hati ya..." ku tarik tubuh istriku dalam dekapanku.

"I love you...." bisikku di telinganya.

Rahma menengadahkan kepalanya tersenyum dan menatapku dengan intens.

"I love you too" bisiknya yang hampir tak terdengar.

"Aku tunggu mas di rumah...Assalamu'alaikum..."

"Iya....Wa'alaikumsalam..."

Kami pun segera berpisah,Rahma dan Nadia melangkah meninggalkan rumah sakit,sementara aku dan Bima mengurus administrasi,rukti jenazah hingga prosedur kepulangan jenazah Almarhum Bang Farhan dari rumah sakit.

Doni dan papa pulang duluan untuk mengurus keperluan di rumah. Menyiapkan tempat di rumah Rahma guna menyemayamkan jenazah Almarhum Bang Farhan untuk sementara setelah pulang dari rumah sakit nanti karna memang sudah di sepakati jika Almarhum Bang Farhan akan di makamkam besok jam 10 pagi.

Ternyata Bang Farhan tak punya banyak saudara,dari pihak ayahnya hanya mempunyai satu orang adik laki-laki yaitu Zaenal Pahlevi yang tidak lain adalah ayah Nadia,mertua Bima,sedangkan saudara dari pihak ibundanya tidak ada,karna ibunda Bang Farhan adalah anak tunggal. Sementara Bang Farhan sendiri punya dua orang kakak,kakak Bang Farhan yang satu Kak Fauziah tinggal di Singapura dan yang satunya lagi Bang Fatah tinggal di Amerika. Mereka semua sudah di kabari jika adik bungsu mereka telah meninggal dunia,dan mereka berjanji akan datang. Kalau Kak Fauziah sepertinya bisa datang dan akan sampai besok pagi sebelum upacara pemakaman di mulai,tapi kalau Bang Fatah mungkin tidak akan bisa menghadiri upacara pemakaman Bang Farhan.

Pukul 9 malam,jenazah Almarhum Bang Farhan sudah bisa dibawa pulang. Dengan diantar ambulance rumah sakit jenazah Almarhum Bang Farhan diantar menuju rumah Rahma.

*******

Suasana rumah Rahma sudah sangat ramai. Para takziah berdatangan silih berganti,tapi ada juga yang memilih untuk tinggal karna ingin memberikan penghormatan terakhir kepada Almarhum Bang Farhan. Rahma yang kini telah menjadi istriku duduk di sebelah Nadia,bersama dengan saudara-saudara Bang Farhan yang lain.

Upacara pemakaman akan segera di mulai,tapi tiba-tiba datang seorang wanita yang menangis histeris sambil memanggil-manggil nama Bang Farhan. Di belakangnya tampak seorang laki-laki yang menggandeng anak perempuan kecil dan menggendong seorang balita.

Wanita itu teryata adalah Kak Fauziah,kakak perempuan Bang Farhan yang tinggal di Singapura.

Jam sudah menunjukkan pukul setengah 10 pagi dan upacara pemakaman pun segera dimulai. Ada kejanggalan yang sempat ku tangkap dari ulasan pembawa acara,karna di sana disebutkan bahwa Almarhum Bang Farhan meninggal dengan status bujangan.

Acara demi acara telah dilalui,jenazah Almarhum Bang Farhan pun telah selesai dimakamkan.

Kak Fauziah dan keluarganya pun teryata tak bisa tinggal lebih lama,sore harinya mereka sudah langsung bertolak kembali ke Singapura. Sementara Bang Fatah tidak jadi pulang ke Indonesia karna ada acara yang tak dapat dia tinggalkan.

"Kim,pemakaman sudah selesai,selanjutnya biarlah kami keluarga yang mengurusnya. Pastinnya kami sekeluarga mengucapkan banyak terimakasih padamu dan istrimu" ucap Nadia sambil tersenyum.

"Aku banyak berhutang budi pada Bang Farhan,apa yang aku lakukan,hanya sebagian yang memang sudah seharusnya aku lakukan.

Oya Nad,ketika upacara pemakaman tadi,kenapa disebutkan bahwa Almarhum Bang Farhan meninggal dunia dengan status masih bujangan? Ya walaupun Almarhum sudah menalak Rahma tapi setidaknya kan disebutkan bahwa Almarhum pernah menikah?"

"Pernikahan antara Almarhum Bang Farhan dan Rahma kan hanya pernikahan siri,tak banyak yang tau waktu itu. Hanya aku dan keluargaku,bahkan kedua kakak Almarhum Bang Farhan pun tak ada yang tau. Waktu itu Almarhum Bang Farhan sengaja nggak ngasih tau pada semua orang karna dia sadar bahwa pernikahan ini tak ubahnya hanya sebuah sandiwara untuk menyenangkan hati ibundanya saja waktu itu. Makanya sebelum Almarhum Bang Farhan berpulang,Almarhum Bang Farhan berpesan padaku bahwa jika dia nanti meninggal dan sudah atau belum sempat menalak Rahma,aku disuruh mencantumkan status bujang padanya,itu merupakan kado terakhir untuk Rahma,agar kedepannya Rahma akan di hargai oleh banyak orang. Karna jika status Rahma janda,pasti akan banyak orang yang menghina dan meremehkannya..." tutur Nadia dengan air mata yang berlinang.

Astaghfirullah...

Aku tak dapat berkata-kata lagi,bahkan untuk hal sekecil itu pun,Almarhum Bang Farhan begitu memperhatikannya. MasyaAlloh...teryata aku pernah berteman dengan seorang malaikat...

.

.

.

.

.

.

.

Lanjut...

1
Prasetyani
mwek q Thor
Prasetyani
seneng.... ceritanya bagus
In Gusman: Terimakasih...🙏🏻🙏🏻🙏🏻
total 1 replies
Prasetyani
Penulisannya baik n mudah d mengerti....syukaaa
Nurhayatins Aqil
apkah crt in nyata,nyesek bangt😢
Rastika Wati
visualnya ganteng KK😀😀lanjutt😍😍
anie ah
lanjutt
sry rahayu
😃 Bram denger tu
sry rahayu
lanjut thor
sry rahayu
cemburu mode on..
sry rahayu
kok gantung Thor
sry rahayu
smg hamil
sry rahayu
padahal mama Uda tau Rahma janda😃
sry rahayu
penasaran reaksi mama ktemu rahma
sry rahayu
Cecil 😃
sry rahayu
smg smuanya baik2 aja
sry rahayu
mantap
sry rahayu
syukurlah mama udah menerima semuanya
sry rahayu
keren
sry rahayu
Rahma dan hakim sama2 pencemburu
sry rahayu
Rahma dan hakim blm saling memahami satu sama lain.. walau saling cinta...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!