Sahara bertemu dengan suaminya yang bernama Bani, di kampusnya, Bani merupakan kakak tingkat Sahara, singkat cerita Bani jatuh hati dengan Sahara, ingin menikahi Sahara saat lulus kuliah nanti.
Namun sang mama, yang saat ini menjadi mertua Sahara begitu keras dan galak, suka berbicara lantang, keras, dan menusuk di hati, mertua Sahara belum rela anaknya menikah dan takut kalau anaknya menikah melupakan jasa sang mama yang telah merawat Bani dari dalam kandungan sampai beranjak dewasa, dia merasa Bani belum bisa membahagiakan mama nya, maka menentang dia untuk menikah dini, dan seperti memusuhi mantu nya dengan kata kata pedasnya, namun yang buat Sahara heran, kenapa kalau di ceplosin selalu membuat drama air mata, mengadu kepada Bani, sehingga membuat Sahara dan Bani bertengkar.
Akan kah sahara kuat menghadapi mertua galaknya?.
Ikuti yuk kisah mertua galak, kisah pasutri bernama Sahara dan Bani, yang rumah tangga nya selalu di kisruhi mama mertua.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rezza_handira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MG
Nissa sebentar lagi satu tahun, Bani memintaku untuk berhenti kerja, Karena selama ini di lihatnya, Nissa sering sakit sakitan, Bani ingin Nissa di asuh sendiri olehku, Namun aku masih ingin bekerja, Alasanku bekerja selain aku memiliki uang sendiri, Adalah bisa menyangkal omongan mertua jika aku menghabiskan uang hasil Bani bekerja, Jangan sampai pas aku tidak bekerja, Mertua bicara soal uang di rumah tangga ku, Sementara aku sudah tidak berpenghasilan, Pasti iku akan sangat menyakitkan.
"Sahara, Aku ingin kamu berhenti bekerja saja, Anak kita butuh perhatian dari mami nya!" Kata Bani
"Aku masih ingin bekerja yah, Nanti mama mu bilang aku menghabiskan uang mu bagaimana?" Kataku
"Lihatlah Nissa mi, Dia sering sakit kamu tinggal kerja, Apalagi seiring pulang telat, Untuk mama, Kamu jangan berfikir negatif terus tentang mama." Kata Bani
"Kamu emang ngga ingat, Saat aku hamil gede, Dia bilang jatah bulanan buat dia di kurangin terus, Sakit hatiku, Seakan aku habisin uang hasil kerja kamu." Kata ku
"Aku juga sudah bilangin mama kok, Emang aku diam saja apa, Kalau aku bilangin pas ngga ada orang." Jawab Bani
"Ngga mau pokoknya, Aku belum mau berhenti kerja, Aku ngga mau di injak injak sama mama kamu, Kalau aku harus berhenti kerja." Kataku bersih keras ngga mau berhenti kerja.
"Kamu pikirkan baik baik, Lihatlah anakmu, Jangan berfikir buruk terus terusan, Tentang orang tuaku." Jawab Bani seraya meninggalkan ku.
Aku merasa kesal, Dengan Bani yang memintaku untuk berhenti kerja, Aku belum siap untuk berhenti kerja, Seenggaknya aku punya penghasilan sendiri, Punya kekuatan untuk melawan, Bukan melawan lebih tepatnya bisa menyangkal omongan yang menusuk dari mertua jika ada hal yang di omong terlalu menyakitkan urusan uang.
Aku masih mengingat dengan betul saat beberapa bulan Bani akan melamarku.
#Sedikit Flashback#
"Kamu Nanti sudah nikah, Sudah lupa sama mama, Ngga ngasih jatah bulanan buat mama." Kata mertua kepada Bani yang saat itu aku sedang berkunjung ke rumah nya.
"Ya engga lah ma, Kalau ada ya aku kasih, Kalau kelihatan aku ngga cukup ya mohon maaf ngga ngasih dulu." Jawab Bani.
"Mama dulu, Semenjak nikah sama bapak mu, Ngga pernah ngasih Mbah mu, Padahal ngasih rejeki ke Orang tua itu berkah, Makanya rejeki mama seret waktu bersama bapakmu." Kata mertua ku lagi.
"Aku kan bukan bapak ma, Ya kalau ada duitnya aku kasih, Ngga ada ya ngga ngasih dulu." Jawab Bani.
#Flashback Selesai#
Aku selalu mengingat apa yang terucap oleh mulut mertua yang pedas, Entah mengapa aku tidak bisa bersikap biasa dengan mertuaku, apakah mungkin hatiku ini terlalu sakit, Siapa sih yang ngga mau buat bahagia orang tua nya, Pastilah semua anak, Ingin membuat bangga dan bahagia orang tua nya.
Namun jika masih dalam masa perjuangan seperti aku dan Bani ini, Haruskan di wajibkan memberi jatah bulanan atau imbal jasa ke orang tua setiap bulannya dan berakhir di omong jika belum bisa memberi.
🎆🎆🎆🎆
"Mami, Jangan melamun." Ucap Bani mengagetkan ku.
"Hah, Apa Ayah Nissa?" Jawab ku kaget
"Melamun apa?, Kamu mikirin soal harus berhenti kerja?" Tanya Bani lagi
Aku hanya mengangguk tanda membenarkan perkataan Bani, Bani menghela nafas panjang.
"Sekarang terserah kamu, Aku harap, Kamu juga memikirkan tumbuh kembang anak kita, mungkin nanti jika kamu berhenti kerja, Nissa sudah tidak sakit sakitan lagi." Ucap Bani
"Beri aku waktu berfikir seminggu." Kata ku
"Oke, Kamu ambil cuti 3 hari urus anak kita, kurasa 3 hari bersama Nissa sepanjang waktu, Kamu akan menemukan jawaban nya." Kata Bani lagi.
Aku mengangguk tanda setuju, Namun jauh di dasar lubuk hatiku, Aku masih ingin bekerja, Aku ingin membantu memenuhi kebutuhan rumah tanggaku, Ingin membantu menabung biaya sekolah anak ku kelak.
Ahhh Aku pusing harus bagaimana. Kalau harus berhenti kerja, Otomatis aku hanya mengandalkan uang belanja dari pemberian suamiku tiap bulan. Aku ngga bisa ngasih orang tua ku lagi, Aku bimbang, , Dilema, , Bercampur jadi satu . .
🎆🎆🎆
~Bersambung~
Haii para pembaca yang penulis sayangi, Di next Episode nanti, Kira kira Sahara bakal berhenti kerja atau engga ya??
jangan lupa vote, Rate, like dan komen ya
salam hangat dari penulis
follow juga ig ku :@rezzawahyuhan
🌷🌷Salam Pria Idola dan Menikahi Pria
Urakan🌷🌷
🌷🌷Salam Pria Idola dan Menikahi Pria
Urakan🌷🌷
🌷🌷Salam Pria Idola dan Menikahi Pria
Urakan🌷🌷
🌷🌷Salam Pria Idola dan Menikahi Pria
Urakan🌷🌷
Urakan🌷🌷
hadir kk thor
🌷🌷Salam Pria Idola dan Menikahi Pria
Urakan🌷🌷
🌷🌷Salam Pria Idola dan Menikahi Pria
Urakan🌷🌷
Semangat selalu.. Semoga berkenan mampir ya thor 🙏 🤗