Zahra sudah duduk di dalam mesjid menanti calon suaminya karna pagi ini mereka akan menikah, namun sampai waktunya hampir tiba calon pengantin Laki Laki belum juga datang, semua saudara yang hadir menjadi resah dan cemas mereka bingung mengapa calon pengantin belum datang juga.
"Apa maksudmu johan, apa kamu sedang mempermainkan aku mengapa sampai sekarang kamu tidak datang juga, kamu yang bilang sudah menunggu sampai delapan belas tahun untuk bersamaku mengapa kamu buat begini. " zahra tak dapat menyembunyikan perasaannya air mata yang sedari tadi di bendungnya ahirnya tumpah juga karna kini orang yang mengaku sudah mencintai sampai delapan belas tahun itu belum muncul juga.
Apakah johan akan ingkar janji..
Apakah pernikahan akan batal nanti..
Mari baca lanjutan ceritanya ya
Jangan lupa tinggalkan jejak kamu
like, vote, rate dan komentarnya ya
🤗🤗🤗🤗
😘😘😘😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Evaaja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
23. Titik sebesar itik.
Wajah lucu azka berubah menjadi sangat Memprihatinkan sebab wajah itu sudah Memerah dengan mata sembab karna Menangis cukup lama, sampai sampai azka Menghabiskan banyak tisu untuk melap air Mata dan ingusnya.
" Hallo Son.... Kenapa menangis, jadi jelek Deh kalau nangis." sapa johan dari balik layar .
" Om paapaa ngak cayang aza lagi..," om papa Pigi sulabaya ga ajak aza huuuuu." tangis Azka Masih terdengar tapi volumenya sudah turun.
" Om papa kan kerja son jadi harus ke Surabaya sayang."
" Om paapaa ga usah kelja, kelja sama bunda Aja nanti bunda kasih uang banyak." azka.
" Wahhh om papa mau banget kerja sama Bunda, nanti pulang dari surabaya om papa Bilang ke bunda biar kerja sama bunda, Emang kalau kerja sama bunda om papa bisa kerja apa." tanya johan sambil menahan tawa.
" Om paa paa bisa nyuci baju, nyapu lumah Jadi om papa ga pigi lagi jauh jauh." jawab Azka polos.
Maili terkikik sementara zahra membeku, dia Tak habis pikir mengapa azka bicara begitu Pada johan zahra jadi khawatir kalau nanti Johan salah sangka kalau azka di ajari.
" Ok Son.. jangan nangis lagi ya, nanti siang Om papa sudah pulang ,ingat pesan om Papakan anak cowok ga boleh cengeng harus Mandiri dan berani biar nanti jadi anak hebat."
" Janji....." azka.
" Janji sayang .. sekarang om papa kerja dulu Ya biar bisa pulang bawa uang banyak,nanti Kita ke mall beli mainan yang azka mau ya." Rayu johan.
" Tapi aza mau cama om papa huuuuuu." Bukan termakan rayuan malah azka masih Menangis dengan volume naik satu oktap Johan tersenyum dengan sabar dia masih Merayu azka.
" Jangan nangis lagi dong son.. papa janji Cepak pulang ya, nanti kita main seharian." Tampak nya johan sudah lupa status nya Sehingga lupa om nya.
" Son apa om ??." tiba tiba wajah shafa ikut Muncul di layar handpone dari tadi shafa bingun Mendengar johan memangil azka son, Maklumlah shafa tinggal di kampung dan Belum begitu mengenali bahasa luar.
" Artinya anak laki laki kak shafa." jawab Johan penuh kasih, azka tak perduli sebutan Itu yang ia inginkan bisa bersama johan
Titik sebesar itik.
" Ok son... jangan nangis, jangan cengen mau Jadi laki laki hebatkan. katanya mau jadi Pengawal bunda sama kak shafa kalau Cengeng ga bisa jadi jagoan dong." johan Masih melancarkan rayuannya.
" Hummummm om papa, aza janji ga nagis Lagi tapi cepat puyang ya." wajah azka masih Tampak sedih karna keinginannya untuk Bertemu johan tidak kesampaian.
" Ok son.. om papa janji..om papa tutup Telepon nya ya,
Ba. bay.... da.. da ganteng.
" Daa daaa....
Dan wajah johan langsung menghilang dari Layar, tinggal azka yang masih sesegukan, Zahra menggendong azka di cium dan di Peluknya azka dengan segala rasa yang tak Bisa di gambarkan.
Timbul rasa khawatir di dada zahra bagai Mana kalau pulang nanti, bagai mana kalau Azka ingin tinggal dengan johan, bagai mana Kalau azka tak mau berpisah dengan johan.
" Ahhhhhh kepala jadi sakit.."
zahra mengusap wajahnya dengan kasar.
Sementara maili hanya bisa menarik napas Dalam dalam dan melepaskannya kasar, dia Tau pasti apayang ada di pikirkan adik Angkatnya itu.
********
Setelah menyelesaikan pangilan vidionya Johan langsung masuk ruangan dia segera Memulai meeting yang tadi sempat tertunda Dengan wajah sumringah karna merasa azka Sudah semakin tergantung padanya, padahal Mereka bertemu baru beberapa hari tapi tak Di sangka mereka sudah sangat dekat.
Andy dan peserta rapat yang lain heran Sengan perubahan sikap johan yang biasanya Tegang dan dingin sekarang lebih tenang Dan bersahabat.
Mereka bersyukur dengan perubahan sikap Johan mereka bisa sedikit lebih rileks dalam Menyapaikan bahan materi yang akan di Kerjakan.
Setelah memimpin meeting kurang lebih tiga Jam dan sudah mendapat hasil yang sesuai Johan segera menuju bandara.
" Maaf pak.. kita tidak makan siang dulu." Tanya andy sopan karna hari sudah Menunjukkan pukul 12.30 siang.
" Tidak usah.. bukannya Pesawat kita Berangkat jam 13.00 kita punya wktu 30 Menit lagi dan aku tidak mau kita terlambat." Tegas johan dengan mata yang berubah Tajam menatap andy.
" Baa baaik pak jawab andy.." dan segera Memberi kode pada supir agar sedikit ngebut
" Beri tahu pak tejo ( Supir ) agar menunggu kita di bandara sekarang." titah johan pada Andy.
" Baik pak..," andy.
" Sebenarnya apa yang membuat pak johan Ingin segera pulang karna bapak sudah Mengosongkan jadwalnya sesampai di Jakarta." gumam andy binggung.
Setelah mengudara kurang lebih satu jam Pesawat yang membawa johan mendarat Dengan baik di bandara.
Johan menempuh perjalanan selama 35 Menit untuk sampai di apartemen.
Johan berjalan tergesa gesa menuju Apartemen ia ingin segera bertemu azka dan Tentu saja dengan zahra juga. berada jauh ari Zahra membuat napasnya sesak, rasa sayang dan cintanya membuat dia tidak bisa jauh lama lama.
***************************
Happy Reading ....
Lanjut...
ini j di boom
maaf baru nongol lg, sekian purnama ninggalin noveltoon.
tetap semangat dan sukses sllu.
tadi buka propilnya, ternyata ada yng baru. mampir deh