NovelToon NovelToon
Suami Buat Elsa

Suami Buat Elsa

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:247.4k
Nilai: 4.7
Nama Author: heni

Sedari kecil hanya di urus oleh neneknya membuat Elsa sangat mencintai neneknya, hingga dia rela melakukan apa saja demi kebahagiaan neneknya. Hingga dia tidak berani menolak untuk menikah dengan pilihan neneknya.

Namun setelah menikah dia baru tahu, kalau Fattah menikahinya hanya karena malas berantem dengan kakanya Indra. Indra memaksa Fattah menikahi Elsa karena mengira Elsa kekasih Fattah. padahal Elsa dan Fattah tidak kenal satu sama lainnya.

Bagaimana nasib Elsa?

******
ini pengalaman Author nulis ya..
mohon bimbingan nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon heni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ma'af

Sore hari balkon Rumah yang di kamar nya dan Fattah teduh. Karena matahari tenggelam ke arah yang sebalik nya. Dan disaat pagi Balkon itu panas, karena Matahari terbit tepat sejajar dengan Balkon yang menghadap ke Timur itu.

Elsa berjalan perlahan ke kamar Fattah.

Ia mengambil bantal ponsel serta Earphone.

Lalu kembali lagi ke balkon, sambil rebahan di bangku panjang yg ada di balkon itu. Dia pasangkan kabel Earphone ke ponsel ia menyetel lagu. "Terdiam Sepi " Nazia Marwiana

🎶🎶🎶🎵🎵🎵🎵

***Terlambat sudah aku menyadari

Setelah hatiku kini terluka

Hatiku yang tulus selalu mencintai

Dan menyayangimu segenap jiwa

Kini kucoba untuk merenungi

Dalam hati ini kucoba bertanya

Apakah salahku hingga dirimu pergi?

Cintaku menjadi harapku sia-sia

Dalam diam kuterpaku mengingat kisah kita

Sedih hatiku tiada berbicara

Lemah diriku sungguh tidak berdaya

Kepergianmu membuatku tersiksa

Andaikan waktu bisa kuputar kembali

Kuingin dirimu tetap ada di sini

Melewati kisah cinta yang kita jalani

'Ku tak mampu bila dirimu pergi

Terdiam kutenggelam meniti sepi malam

'Ku sendiri menanggung semua beban kau berikan

Mengalir air mata membasahi pipi

Kutepiskan semua dengan ikhlas hati

Andaikan waktu bisa kuputar kembali

Kuingin dirimu tetap ada di sini

Melewati kisah cinta yang kita jalani

'Ku tak mampu bila dirimu pergi

Terdiam kutenggelam meniti sepi malam

'Ku sendiri menanggung semua beban kau berikan

Mengalir air mata membasahi pipi

Kutepiskan semua dengan ikhlas hati

Kuikhlaskan engkau pergi

Dalam hatiku pun sudah rela

Jika nanti kau kembali

Pintu hatiku selalu terbuka

🎶🎶🎶🎶🎶🎶***

Elsa sungguh menghayati lagu itu.

Dan kini lagu berganti dengan lagu "Cut Zuhra ' Mengalah "

Sampai pada lirik potongan lagu ini, hati Elsa begitu perih. Seakan diri nya duri dalam hidup Fattah.

🎶🎶🎶

Mungkin kah takdir ku slalu dalam kesedihan,

yg ku harap menjadi kenyataan,sia sia ku korban kan

cinta dengan dengan perasaan,tapi sakit yg kini engkau berikan.

Cukuplah sudah aku ini kau sakiti,biarkan ku pergi

agar tak menjadi duri di dalam cintamu..

harusnya aku dari mula dulu menyadari,

bahwa diriku bukanlah yg terbaik untukmu,

perih nya hati ini tiada siapa yg tahu

cintamu bagaikan angin berlalu..

🎵🎵🎵🎵🎵🎵🎵🎵🎵🎵

Elsa mengelus perut nya sambil menghayati lagu tersebut.

"Sayang ... bunda harus apa sayang. Bunda nggak mau jadi beban ayah kamu. Bunda juga nggak bisa berpisah sama kamu ... sama ka Nazwa," lirih Elsa.

**Di bawah,

Fattah baru pulang kerja, dia langsung ke kamar Elsa untuk mengetahui sedang apa Elsa. Namun tidak menemukan Elsa di kamar nya. Fattah segera ke kamar ibu nya.

"Assalamu alaikum bu," lirih Fattah langsung salim pada ibu nya.

"Wa alaikum salam ... eem tumben kamu langsung ke kamar ibu," sahut Ibu

"Elsa mana buu?" Tanya Fattah.

"Dia tidak disini ... mungkin di dapur dengan bik Imah dan bi Siti," Sahut Ibu.

"Ya udah bu ... aku juga mau mandi dulu," lirih Fattah, dia keluar dari kamar ibu dan begegas berjalan ke dapur.

"Eh tuan ... tuan perlu apa?" Sapa Imah

"Bunda Nazwa mana bi?" Tanya Fattah langsung.

"Enggak kemari tuan," sahut Imah.

Fattah mulai panik. Dia ingin naik mencari di kamar Nazwa, namun ia hampir menabrak Nadia yang mengendong Nazwa.

"Ibu mana Nad?" Tanya Fattah

"Enggak tau tuan ... kami main cuma main berdua sama Nazwa di kamar atas," sahut Nadia.

Fattah semakin panik.

"Elsa ... jangan nekad Sa ..." lirih Fattah frustasi.

"Bi imah ... cari ibu di sudut rumah, bi Siti ... cari di luar, aku sama pak Fahri cari di jalan," seru Fattah.

Mereka segera berpencar sesuai Arahan Fattah. Baru beberapa langkah Fattah melangkah dari dapur. Ia merasakan nyeri di dada kiri nya.

"Akhhhh," pekik Fattah. Tangan nya memegang dada nya yang terasa nyeri.

"Bruggghh!!!" Fattah Ambruk di lantai.

"Ayah ..." pekik Nazwa yang minta turun dari gendongan Nadia. Nazwa menagis memeluk ayahnya yang tidak sadarkan diri.

"Cepat Telepon Dokter Syamsul," pinta Imah.

Nadia segera menelpon Dokter Syamsul . Namun Fattah mulai sadar.

"Tuan ..." lirih Imah.

"Bik ... pinta pak Fahri bantu saya ke kamar atas bi.." pinta Fattah.

Siti keluar memanggil pak Fahri. Pak Fahri memapah Fattah meniti tangga menuju kamar atas. Perlahan Fattah di bantu Fahri berbaring.

Di bawah Dokter Syamsul baru datang

"Fattah?" tanya Syamsul

"Sudah di kamar Dok," sahut Imah.

"Bawa kan Air putih hangat," pinta Dokter.

Siti berlari mengambil gelas untuk menyediakan Air putih hangat. Segera Imah membawa nya mengikuti langkah kaki Dokter. Menyusuri tangga menuju kamar di atas.

"Ayah ..." Ringis Nazwa.

"Ayah ngantuk berat sayang ... maka nya ayah minta bobo ... kita main di luar yuk," bujuk Nadia. Nazwa bersedia.

Di kamar Fattah.

Syamsul sedang memeriksa Fattah.

"Jangan terlalu stres ... jantung kamu ini jauh lebih baik lo sejak Nazwa lahir," seru Dokter sambil menjentikan jari ke jarum suntik yang akan di suntikan ke Fattah.

Elsa di balkon merasa heran ada suara suara dari Arah kamar. Ia bangkit, lalu berjalan menyeret bantal masuk kekamar perlahan. Suara orang bicar pun semakin jelas.

"Kenapa bisa gini Fattah?" Tanya Syamsul sambil menggeser stetoskop di dada Fattah.

"Saya ...! Dokter Syamsul cepat!!! Saya ingin lanjutkan cari istri saya," seru Fattah terburu buru berusaha bangkit.

"Sabar ..." lirih Syamsul

"Nanti istri saya terlanjur jauh Dok ... saya nggak mau kehilangan istri saya!!!" Teriak Fattah.

Betapa terkejutnya Elsa melihat Fattah yang sangat pucat, berteriak mencari diri nya.

"Sayang ..." lirih Fattah yang melihat Elsa yang muncul dari arah balkon, dia bangun dan berjalan cepat ke arah Elsa

"Sayang ... kamu kemana aja ... mas takut," lirih Fattah membenamkan wajah Elsa kedada nya.

Elsa menarik diri dari pelukan Fattah.

"Maaf ... tadi aku santai di balkon," lirih Elsa

"Ketakutan anda berlebihan Fattah, istri mu ada dirumah. Lain kali kontrol emosi mu, bahaya bagi jantung mu kalau kamu terlalu panik dan khawatir yang berlebihan seperti ini," lirih Dokter sambil memberikan kertas resep obat

"Makasih Dok ... saya sudah lebih baik," lirih Fattah.

Fattah duduk karena dokter Syamsul menyuntiknya. Elsa menatap sayu wajah suaminya.

Imah, Fahri, dan Dokter Syamsul keluar dari kamar Fattah. Elsa masih menatap lekat wajah Fattah yang pucat. Hatinya sangat takut saat mengetahui Fattah ada masalah dengan jantungnya. takut

"Kamu kenapa?" Lirih Elsa ingin tahu lebih jelasnya.

"Aku nggak kenapa napa ... aku cuma takut kehilangan kamu, aku panik karena kamu ngga ada di kamar bawah, nggak ada di kamar ibu. Juga nggak ada di kamar Nazwa. Jangan pergi sayang ..." lirih Fattah menarik Elsa lagi kedalam pelukan nya.

"Mas takut banget kamu pergi ... bagaimana aku dan Nazwa dan mas tanpa kamu...." lirih Fattah.

Elsa dapat melihat cinta yang begitu besar dari Fattah buat nya.

"Maafin aku ... aku cuma takut jauh dari kamu, aku sudah biasa hidup sama kamu," ringis Elsa.

"Sethhstsss ..."

" Ngga akan sayang ..."lirih Fattah.

"Maafin aku ..." lirih Elsa.

"Maafin mas juga," sahut Fattah.

Elsa mengangguk, dan menenggelamkan wajah nya ke dalam dada Fattah. Fattah merasa sangat bahagia, Elsa yang suka bermanja padanya kembali lagi.

1
Cahaya Warna
nggak bertele2
Cahaya Warna: baru nulis aja udah bagus, tingkatkan lg terutama isi dan alur cerita, padat,nggak usah di panjang2 in, sy pernah koment di satu novel dan bbrp bulan atau mgkn ganti tahun ada yg ngasih like koment sy, berarti ada pembaca baru bermunculan mgkn setiap hari, saran sy jgn terlalu panjang ceritanya, brgkali ada pembaca model sy yg liat dulu ni novel udah end blm (krn kdg yg blm end lamaaaaa bersambungnya atau malah hiatus, bikin kesal...) dan sp brp eps, krn klo kepanjangan malas bacanya, krn kan cm mau hiburan....
total 3 replies
Cahaya Warna
lah dulu ngapa nggak nikah aja ?
Mat Grobak
nyimak
fa _azzahra
aku mampir lg kak,dah mau 4 ni baca novelmu.aq suka,beda dr yg lain
Triee Cimoed
gabziqmyegavzoenqp
Sumi Sumi
🤣🤣🤣🤣 ada ada az anak piyik ini 🤭🤭🤭🤭
Sumi Sumi
sampe nangis aku thor
Sumi Sumi
udah mulai bucin nya nih
Sumi Sumi
elsa mulai membiyasakan diri
Sumi Sumi
masih malu-malu meong
Sumi Sumi
lanjut
Sumi Sumi
belum nemu gelimbang yg bikin gemes
Sumi Sumi
kenpa nenek nya g lihat dulu siyapa pacarnya dan gmna prilakunya ,,
Sumi Sumi
cieeee
Nyai iteung
tenang elsa...anna akan membantu mu keluar kn ajj es mu elsa ehehhehehehe dingin ya dingin 🤭
Wien wie alkhana
br mampir akuu
@InunAnwar
bukan keponakan dongggggg..... tapi sepupu😂😂
@InunAnwar
kok ga masuk akal, masak hamil kembar dokternya ga kasih tau, ke Elsa boleh aja krn menjaga biar ga setres. tp ke Fattah mestinya di kasih tau donk, biar suaminya lebih extra utk menjaga istrinya,,,
hmmm.... entahlah 🙃🙃🙃
@InunAnwar
wah Fattah jd kayak pedofil 😅😅😅
@InunAnwar
masih aja dibahas, kalaupun terpaksa waktu itu ya okelah, tapi semakin kesini kan nampak perlakuan Fattah yg bener² sayang n cinta dg Elsa,,,

Dasar Elsa Masih Bocil,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!