Alina Anastasya gadis cantik berumur 23th yang sedang menempuh pendidikan di luar kota tiba tiba orang tuanya menghubungi nya untuk cepat pulang.
"hallo Alin ini ibu cepat kamu pulang kakak mu sedang kritis" mendengar ibunya yang sangat panik
"hallo ibu ada apa bicara pelan pelan kak Andin kenapa Bu?"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adca_21, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 14
Alina dan Tio sudah sampai dirumah mereka memasuki kamar nya masing masing,tapi saat Alina ingin memasuki kamar nya terdengar Ezra menangis.
"Sus Ezra kenapa?"tanya Alina
"Barusan kebangun nona pengen susu"
"Yasudah biarkan Ezra tidur dengan aku sus pergi aja ke kamar"
"Baik... Nona"
Kamu kenapa sayang apa kamu tau kamu sudah pulang jadi kamu terbangun,dasar anak pintar kecil kecil kamu sudah pintar sekali.
Alina membaringkan tubuh Ezra disamping nya,dan Alina pun terlelap tidur tapi saat pagi hari menjelang Alina merasa tubuh nya tidak enak. Apa aku sakit ya karena malam tadi kemudian Alina bersin bersin dan Alina flu.
"Sus sus" tapi suster Ezra tidak mendengar mungkin karena ia tidur larut malam,tiba tiba pintu kamar Tio terbuka
"Ada apa Alina?"tanya Tio
"Kak aku mau nitip Ezra aku takut dia ketularan aku soal nya aku lagi demam"belum juga Alina menyelesaikan ucapan nya dia sudah bersin bersin
"Ya sudah biar Ezra sama aku kamu istirahat aja"Alina menyerahkan Ezra kedalam gendongan Tio
Alina buru buru memasuki kamar nya ia ingin sekali mengistirahatkan tubuh nya karena demam nya sudah tinggi.
Setalah Tio menidurkan Ezra ia buru buru turun kebawah dan pergi ke dapur ingin menyiapkan bubur untuk Alina ia memasak nya sendiri.
"Alina... Alina..."tidak ada sahutan dari dalam Tio pun membuka nya langsung
"Alina makan dulu obat agar demam nya turun" Alina hanya bergumam saat Tio memeriksa dahi Alina ya tuhan ini panas sekali
"Alina hey ayo makan dulu biar kamu bisa minum obat"
"Aku gak mau minum obat kak aku gak suka obat"
"Kalau kamu gak minum obat gimana demam kamu bisa turun ayo dong Alina minum dulu"
Alina dengan terpaksa membuka mata nya,Tio dengan telaten menyuapi alina wajah Alina yang merah karena demam hidung nya yang meler membuat Tio khawatir.
"Apa kamu mau kita periksa ke dokter? Demam kamu tinggi banget Alina"
"Aku gak mau kak aku mau minum obat aja nanti juga sembuh sendiri"
"Ya sudah minum dulu obat nya kamu istirahat lagi"
Setelah menyuapi Alina Tio pergi ke luar dan menghubungi mama nya.
"Hallo mah"
"Iya Tio ada apa?"
"Mamah lagi sibuk gak?"
"Engga,memang nya ada apa Tio?"
"Aku mau titip Ezra dulu malam ini dia nginep dirumah mamah"
"Memang nya kamu mau kemana Tio?"
"Alina sakit mah di demam tinggi aku takut Ezra mengganggu istirahat Alina,karena kalau mendengar Ezra menangis dia bakal gak bisa istirahat mah"
"Ya udah anterin aja sama sus dan supir kamu Tio mamah ada di rumah"
"Iya mah makasih"
Setelah mengantarkan Ezra kedepan Tio kembali ke kamar Alina,membawa air hangat dan kompres an untuk Alina.
Kenapa demam nya gak turun turun,apa Alina seperti ini gara gara semalam aku mengajaknya ke pantai sebelum Tio menempelkan kompres an nya Tio mencium dahi Alina.
Cup... Cepet sembuh sayang,Tio mengurus Alina sampai dia tidak masuk kerja kalau alina sore nanti masih belum turun demam nya aku harus menelepon dokter untuk mengecek nya.
Sambil Tio mengerjakan pekerjaan kantor nya sesekali mengecek suhu alina dan sampai sekarang demam Alina belum turun juga,Tio menghubungi dokter pribadi nya dan tidak lama seorang dokter laki laki pun datang.
"Hai bro apa kabar?"Tanya dokter azka Tio yang ternyata sahabat nya waktu sekolah
"Hmm cepet kamu periksa"
"Kok mirip seperti Andin?"
"Ya memang dia adik Andin"
"Gila apa Lo kaya di cerita cerita turun ranjang seperti itu"
"Entahlah azka tapi yang gue rasain sama dia itu beda,periksa dulu jangan banyak tanya terus"
"Oke oke"Azka memeriksa Alina mengecek suhu tubuh nya
"Tio kayak nya dia kelelahan kurang tidur darah nya rendah,ini gue kasih resep nanti Lo tebus di apotek"
"Oke thanks bro"
"Oke ngomong ngomong kenapa dia bisa ada disini?"tanya Tio
"Kita ceritanya dibawah saja takut ganggu dia istirahat"
Akhirnya Tio dan Azka berada di ruang tamu
"Sebenarnya anak gue entah kenapa dari bayi dia nempel banget sama Alina kalau Alina pergi kuliah agak lama dia akan menangis gak berhenti sebelum Alina datang"
"Gila baru juga bayi tapi dia udah pinter kayak gitu"
"Gue juga gak ngerti kenapa dia bisa seperti itu yang gue tau bayi gak tau apa apa tapi ini kok aneh kaya yang ngerti aja"
"Terus gimana lagi ceritanya"
"Jadi Alina tinggal dirumah gue dan mengurus Ezra sampai dia merelakan kuliah nya dirumah online, meskipun dia punya bisnis kecil kecilan bareng pacar nya tapi dia merelakan nya demi Ezra dan fokus mengurus Ezra"
"Dan gue tebak pasti Lo suka sama diakan jawab"
"Ya gue memang menyukai nya"
"Tapi bro kamu menyukai nya karena anak Lo atau karena kamu jatuh cinta sama dia"
"Mungkin pertama karena terbiasa dengan hadirnya nya dia tapi lama lama rasa itu tumbuh tanpa gue duga"
"Ya sudah kalau gitu Lo nikahin aja jangan sampai ke duluan orang lain"
"Sedang gue usahain bro Lo doain aja semoga dia cepet mau Nerima lamaran gue"
"Oke kalau gitu balik dulu ada jadwal ke rumah sakit hari ini kalau ada apa apa hubungi gue lagi"
"Iya bro thanks"
Hari sudah malam Tio pergi ke kamar nya untuk bersih bersih setelah memasak untuk Alina,saat Tio pergi ke kamar nya Alina tempat tidur Alina kosong. Alina... Alina... Kamu dimana!
"Apaan sih kak teriak teriak berisik tau"Alina ke luar dari kamar mandi
"Kirain kamu mengigau pergi ke luar dari tadi kamu tidur terus"
"Kepala ku pusing sekali kak"
"Ayo tidur lagi aku suapin kamu belum makan dari tadi"
Alina duduk dengan bersandar pada ranjang rasa pusing dikepala nya terasa seperti berputar.
"Ayo cepet kak suapin aku,aku mau tidur lagi"
"Iya ayo bukan mulut kamu"
"Kok rasanya pahit kak,aku gak mau"
"Kalau lagi sakit memang seperti itu Alina ayo paksain telen tapi beberapa suap ya takut ke luar lagi"
"Iya ayo satu suap lagi ya"
"Oh ya kak kok aku gak denger suara Ezra dari tadi"
"Malam ini Ezra tidur di rumah mamah dulu biar kamu bisa istirahat"
"Gimana kalau dia nangis kak kasian"
"Enggak dari tadi mamah gak ada nelpon"
"Semoga dia gak nangis"
"Sekarang ayo minum obat nya dulu biar cepet sembung sayang"
Di panggil sayang dengan nada lembut seperti itu rasanya Alina ingin pingsan,pipinya yang merah karena demam semakin merah karena salting.