NovelToon NovelToon
Suami Kecilku

Suami Kecilku

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Perjodohan / Tamat
Popularitas:99.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: Nagyta Salma Ramadhani

Note: Jika tidak bisa update pada hari ini, maka update akan di doublekan pada hari berikutnya. Biasakan membaca kolom komentar karena di sana Author akan mengumumkan jika tidak bisa update.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Sebuah perjodohan antar kedua keluarga membuat dua remaja yang sedang duduk di bangku Sekolah Menengah Atas terikat di dalam sebuah ikatan pernikahan.

Inilah kisah Narahita Hideko Yamada, seorang gadis Jepang yang terikat di dalam sebuah ikatan pernikahan dengan laki-laki seusianya yang merupakan lawan terberatnya di olimpiade Sains tingkat Internasional.

Muhammad Rafardhan Abayomi adalah nama seorang laki-laki yang di jodohkan dengan Narahita. Akankah Narahita dan Rafardhan bahagia dengan pernikahan mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nagyta Salma Ramadhani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch 23 - Kecurigaan

Untuk sejenak Nara terdiam di dalam pikirannya sendiri untuk memikirkan tawaran Vannesha yang mengajaknya untuk battle bakso mercon bersama Vannesha dan Anissa.

Ketika sudah memikirkan tawaran dari Vannesha yang akan mengajaknya untuk battle bakso mercon bersama Vannesha dan Anissa, Nara semakin bimbang dengan keputusan yang akan di ambil olehnya karena terdapat dua kemungkinan keputusan yang bisa di ambil olehnya.

Di satu sisi Nara akan menolak untuk battle bakso mercon bersama Vannesha dan Anissa karena mengingat dirinya yang notabenenya orang Jepang yang tidak bisa memakan makanan pedas. Sementara di sisi lainnya, Nara sangat ingin merasakan bagaimana rasanya bakso setan yang notabenenya adalah bakso pedas yang berisikan banyak cabai di dalamnya.

"Kore wa dō? Vu~an'nesha to anissa to no mītobōru no tatakai ni tsureteiku tame no vu~an'nesha no shōtai o kyohi suru hitsuyō ga arimasu ka? Watashi wa tsurai mono ga tabe rarenai nihonjin'nanode kotowaritaidesu. Shikashi, ippōde wa, bakuchiku no mītobōru no aji o hontōni ajiwaitaidesu. Soredewa, dono kettei o kudasu hitsuyō ga arimasu ka? Naze watashi wa kono yō ni tameratte imasu ka? (Bagaimana ini? Apakah aku harus menolak ajakan Vannesha untuk mengajakku battle bakso mercon bersama Vannesha dan Anissa? Di satu sisi aku ingin menolak karena aku ini orang Jepang yang tidak bisa memakan makanan pedas. Tapi di satu sisi aku ini sangat ingin merasakan rasa bakso mercon itu. Jadi, aku harus mengambil keputusan yang mana? Kenapa aku menjadi bimbang seperti ini?)" batin Nara sembari menatap ke arah wajah Vannesha dan Anissa secara bergantian.

Vannesha dan Anissa pun sebenarnya tahu jika Nara sekarang sedang bimbang untuk mengambil keputusan atas ajakan Vannesha yang mengajak Nara untuk battle bakso mercon bersama Vannesha dan Anissa.

"I know right now you are uncertain about the decision you made. I hope you will accept the challenge of the fireworks meatball battle with Nissa and me (Saya tahu sekarang kamu tidak yakin tentang keputusan yang kamu buat. Saya harap kamu menerima tantangan pertarungan bakso mercon denganku dan Nissa)" batin Vannesha sembari menatap ke arah wajah cantik milik Nara dengan tatapan lekatnya.

Masih sama dengan Vannesha yang berdoa agar Nara mau menerima tantangan battle bakso mercon, Anissa pun berharap hal serupa kepada Nara.

"Come on Nara, just accept the challenge. I'm already curious about the decision you will make. So, hurry up and tell us! (Ayolah Nara, terima saja tantangannya. Aku sudah penasaran dengan keputusan yang akan kamu ambil. Jadi, cepatlah beri tahu kami!)" batin Anissa sembari menatap lekat ke arah wajah cantik milik Nara.

Untuk beberapa saat, Nara masih memikirkan keputusannya apakah ia mau menerima tantangan battle bakso mercon bersama Vannesha dan Anissa yang kini sedang menanti jawabannya.

Dan setelah beberapa saat berperang di dalam pikirannya, akhirnya Nara mendapatkan satu jawaban yang akan membuatnya masuk ke dalam lubang kebahagiaan atau masuk ke dalam lubang masalah.

"Emm. Alright, I accept the challenge to battle the fireworks meatball with Nessa and Nissa (Emm. Baiklah, aku terima tantangan untuk battle bakso mercon dengan Nessa dan Nissa)" ucap Nara sembari menghembuskan nafasnya dengan kasar.

Vannesha dan Anissa yang senang akan jawaban yang di nantikan dari Nara pun langsung bertos ria. Bahkan senyuman bahagia dari wajah Vannesha dan Anissa pun tak pernah memudar karena sekarang suasana hati Vannesha dan Anissa sedang bahagia.

Pok

Pok

"Uh, finally Nara accepted our challenge for the meatball fireworks battle (Uh, akhirnya Nara menerima tantangan battle bakso mercon dari kita)" ucap Vannesha dan Anissa secara bersamaan sembari bertos ria karena bahagia dengan jawaban yang di ambil oleh Nara.

Nara yang melihat Vannesha dan Anissa yang bahagia dengan jawaban yang di ambil olehnya pun hanya bisa terdiam sembari menyunggingkan senyuman lembut di wajahnya yang cantik.

"Hanabi mītobōru e no chōsen o yorokonde ukeireru to no henji o itadaita toki no manzoku-do o oshietekudasai. (Sebegitu bahagianya kah kalian ketika mendapatkan jawaban dariku yang mengatakan bahwa aku bersedia untuk menerima tantangan bakso mercon dari kalian?)" batin Nara sembari menyunggingkan senyuman lembut di wajahnya yang cantik.

Nara pun menatap dengan lekat ke arah wajah Vannesha dan Anissa yang kini sedang menyunggingkan senyuman bahagia yang tidak pernah memudar dari wajah Vannesha dan Anissa.

Hingga pada akhirnya, Nara pun teringat untuk bertanya kepada Vannesha dan Anissa mengenai bakso mercon yang akan di santap olehnya nanti.

"Nesha, Nissa, how many chilies were there in the fireplace meatball? Then what level of the firecracker meatball Nesha bought earlier? (Nesha, Nissa, di dalam bakso mercon tadi ada berapa cabai di sana? Lalu level bakso mercon yang Nesha beli tadi level berapa?)" ucap Nara kepada Vannesha dan Anissa yang kini sedang bepelukan satu sama lain.

Vannesha dan Anissa yang mendengar pertanyaan dari Nara pun segera melepaskan pelukan tersebut dari tubuh mereka satu sama lain. Setelah itu, Vannesha dan Anissa pun kembali ke posisi duduk mereka yang semula.

"The firecracker meatball that I bought earlier was level 10 or the highest level, Nara. Inside, there are approximately 1000 devil chilies that have been mashed (Bakso mercon yang aku beli tadi level 10 atau level yang paling tinggi, Nara. Di dalamnya kurang tebih terdapat 1000 cabai setan yang telah di haluskan)" ucap Vannesha sembari membentuk angka 1000 dengan jari-jari tangannya.

Nara yang mendengar perkataan Vannesha yang mengatakan bahwa bakso mercon tersebut level 10 atau level paling tinggi dan di dalamnya berisikan 1000 cabai setan yang telah di haluskan pun bergidik ngeri sembari membayangkan rasa dari bakso mercon tersebut.

"Nani! Masshu sa reta 1000 no akuma no tōgarashi? Dō naru ka sōzō mo tsukimasen. Akuma no mītobōru no bōru o kansei dekiru ka dō ka gimondesu (Apa! Cabai setan 1000 yang sudah di haluskan? Aku tidak bisa membayangkan seperti apa rasanya nanti. Aku merasa ragu jika aku bisa menghabiskan semangkok bakso setan tersebut)" batin Nara sembari bergidik ngeri ketika membayangkan rasa dari bakso mercon tersebut.

Vannesha dan Anissa yang melihat Nara yang hanya terdiam saja sedari mendengarkan perkataan Vannesha tentang bakso mercon tadi pun segera menegur Nara agar tidak terdiam lagi.

Puk

Vannesha pun akhirnya memutuskan untuk menepuk dengan lembut salah satu bahu Nara untuk membuat Nara tersadar dari diamnya.

"Hey Nara! Why are you just silent? Let's immediately start the challenge of the fireworks meatball battle! (Hei Nara! Kenapa kamu hanya terdiam saja? Ayo kita segera mulai tantangan battle bakso merconnya!)" tegur Vannesha sembari menepuk lembut salah satu bahu sahabatnya itu.

"Yes Nara, don't just stay quiet. My stomach is hungry and asks to be filled (Iya Nara, jangan hanya diam saja. Perutku ini sudah lapar dan meminta untuk di isi)" timpal Anissa sembari mengelus dengan lembut perutnya yang sudah lapar yang meminta untuk di isi.

Nara yang mendengar perkataan Vannesha dan Anissa pun menyunggingkan senyuman kikuk di wajahnya yang cantik.

"Ummm. Let's just start the battle of the fireworks meatball battle (Ummm. Ayo kita mulai saja pertandingan battle bakso merconnya)" ucap Nara sembari menyunggingkan senyuman kikuk di wajahnya yang cantik.

Nara, Vannesha, dan Anissa pun mulai memgucapkan doa sebelum makan di agama Islam di dalam hati masing-masing.

Setelah mengucapkan doa sebelum makan, Nara, Vannesha, dan Anissa segera memotong-motong bakso mercon yang afa di dalam mangkok masing-masing hingga menjadi potongan bakso yang kecil.

Nara, Vannesha, dan Anissa pun segera mulai menyantap bakso mercon yang ada di mangkok masing-masing.

Namun ketika sudah mengunyah potongan bakso mercon pertama di mulutnya, Nara segera jatuh dari bangku tempatnya duduk karena Nara sedang tak sadarkan diri alias pingsan.

Bruk

Vannesha dan Anissa menghentikan sejenak kegiatan memakan bakso mercon yang ada di mangkok mereka masing-masing untuk melihat sumber suara yang sempat terdengar di kedua telinga Vannesha dan Anissa.

Ketika melihat ke arah sumber suara, Vannesha dan Anissa di buat menjadi sangat terkejut. Pasalnya yang merupakan sumber suara adalah Nara yang terjatuh dari bangku tempatnya duduk dengan kondisi yang tak sadarkan diri alias pingsan.

Vannesha dan Anissa pun segera menghampiri Nara yang saat ini tubuhnya sudah tergeletak di lantai kantin.

Tak lupa untuk Vannesha dan Anissa untuk meminta bantuan kepada orang yang ada di kantin agar bisa membawa tubuh Nara ke dalam ruang UKS yang ada di Internasional Senior High School.

"Help! help! Help us to take Nara's body to the health care room. Whoever it is, hurry up and help us right now! (Tolong, tolong! Tolong kami untuk membawa tubuh Nara ke ruang UKS. Siapapun itu, cepat tolonglah kami sekarang juga!)" teriak Vannesha sembari berusaha membangunkan Nara dari pingsannya.

"Yes, help us right now! (Ya, tolong kami sekarang juga!)" teriak Anissa sembari berusaha membangunkan Nara dari pingsannya.

Rafa yang mendengar teriakan Vannesha dan Anissa yang mengatakan pun langsung berlari menghampiri Nara dengan ekspresi wajah yang datar.

Walau ekspresi wajah Rafa yang datar, namun Rafa tetaplah menaruh perasaan kekhawatiran terhadap kondisi tubuh istri kecilnya.

"Nara, ayo bangunlah. Jangan buat aku khawatir sekarang! Aku ada di sini, jadi kamu bangunlah Nara!" batin Rafa sembari mencoba untuk menggendong tubuh Nara dengan gaya brydal style.

Setelah berhasil menaikkan tubuh Nara ke dalam gendongannya, Rafa langsung berlari menuju ke arah ruang UKS dengan membawa tubuh Nara di dalam gendongannya.

Vannesha, Anissa, Kenzo, tolong dan Zayn pun mengikuti langkah Rafa untuk menuju ke arah ruang UKS yang ada di Internasional Senior High School.

Terlihatlah Vannesha dan Anissa yang menundukkan kepalanya sembari berjalan ke arah ruang UKS yang ada di Internasional Senior High School.

Di dalam lubuk hati yang paling dalam, Vannesha dan Anissa sangat merasa bersalah dengan pingsannya Nara setelah selesai mengunyah potongan pertama bakso mercon miliknya.

"I'm sorry Nara. Forgive me. I really feel sorry for you, Nara. I beg you to wake up from your fainting spells! (Maafkan aku Nara. Maafkan aku. Aku sangat merasa bersalah padamu, Nara. Aku mohon padamu untuk segera bangun dari pingsanmu!)" batin Vannesha sembari menyatukan semua jari-jari tangannya.

"I'm sorry Nara. I didn't expect it to be like this. Please forgive me, Nara. I don't want anything bad to happen to you because of my behavior! (Maafkan aku Nara. Aku tidak menyangka akan menjadi seperti ini. Mohon maafkan aku, Nara. Aku tidak mau sesuatu yang buruk terjadi padamu karena kelakuanku!)" batin Anissa sembari berjalan menuju ke arah ruang UKS yang ada di Internasional Senior High School sembari menundukkan pandangannya.

Setelah beberapa saat berlarian dari kantin menuju ke arah ruang UKS yang ada di Internasional Senior High School, akhirnya kini Rafa sudah berada di dalam ruang UKS yang ada di Internasional Senior High School.

Dengan perlahan-lahan, Rafa menurunkan tubuh istri kecilnya dari gendongannya menuju ke arah kasur kecil yang ada di dekatnya.

Rafa membisikkan sesuatu ke telinga Nara. Dengan harapan Nara bisa segera sadar dari pingsannya dengan bisikkan yang di ucapkan oleh Rafa kepada Nara.

"Anata no kankaku ni kite, hanī. Watashi wa anata ni warui koto o okoshitaku arimasen. Kidzuite, watashi wa koko de anata o matteimasu (Cepat sadarlah, sayang. Aku tidak mau sesuatu yang buruk terjadi padamu. Sadarlah, aku di sini menantimu)" bisik Rafa ke telinga Nara sembari menurunkan tubuh istri kecilnya dari gendongannya menuju ke arah kasur kecil yang ada di dekatnya.

Setelah membaringkan tubuh Nara di atas kasur kecil yang ada di ruang UKS, Rafa langsung berteriak-teriak kepada dokter yang bertugas di ruang UKS agar memeriksa keadaan istri kecilnya.

"Doctor, doctor! Hurry up and help him! (Dokter, dokter! Cepat tolong dia!)" teriak Rafa kepada dokter yang bertugas di ruang UKS yang ada di Internasional Senior High School.

Para dokter-dokter yang bertugas di ruang UKS pun segera mendekat ke salah satu bilik kamar yang merupakan sumber suara.

Sesampainya di salah satu bilik kamar, para dokter-dokter tersebut langsung bergegas menyiapkan alat-alat untuk memeriksa kondisi tubuh Nara.

"Very well young master, we will handle this lady. But can young master come out first since we will check this lady's condition? (Baiklah tuan muda, kami akan menangani nona ini. Tapi bisakah tuan muda keluar dahulu karena kami akan memeriksa kondisi nona ini?)" ucap seorang dokter laki-laki yang bertugas di ruang UKS yang ada di Internasional Senior High School.

"I will go out. But hurry up and handle him! I don't want something bad to happen to her! Do you understand? (Aku akan keluar. Tapi cepatlah tangani dia! Aku tidak mau jika ada sesuatu yang buruk terjadi padanya! Apa kamu mengerti?)" teriak Rafa dengan keras yang tentunya bisa terdengar hingga ke seluruh penjuru ruang UKS.

Para dokter-dokter profesional yang bertugas di ruang UKS yang ada di Internasional Senior High School pun segera bergegas menangani Nara.

Sedangkan Rafa, dia keluar dari bilik kamar tersebut tanpa mengucapkan satu patah kata pun kepada para dokter-dokter yang bertugas di ruang UKS yang ada di Internasional Senior High School.

Rafa pun segera berjalan menuju ke arah kursi tunggu yang berada di depan bilik kamar tempat Nara berada tadi.

Terlihatlah di sana sudah ada Vannesha, Anissa, Kenzo, dan Zayn yang sudah menduduki kursi tunggu yang berada di depan bilik kamar tempat Nara berada tadi.

Rafa pun segera menduduki bagian kursi tunggu yang masih kosong yang tepat berada di samping tempat duduk yang telah di duduki oleh Kenzo.

Terlihat sesekali Rafa mengacak-acak rambutnya dengan kasar karena merasa sangat frustasi dengan semua yang terjadi.

Bahkan Rafa pun sampai meneteskan air matanya karena Rafa tak tahan dengan kenyataan yang di hadapi oleh orang yang di cintainya.

"Nara, wake up dear. I am waiting for you here. Don't make me disappointed because you didn't wake up either. Get up quickly, honey. I miss you! (Nara, bangunlah sayang. Aku menunggumu di sini. Jangan buat aku kecewa karena kamu tak kunjung bangun juga. Cepatlah bangun, sayang. Aku merindukanmu!)" batin Rafa sembari mengusap air matanya dengan tangannya sendiri.

Kenzo dan Zayn yang tadinya mendengar teriakan Rafa yang menyiratkan kekhawatirannya yang besar kepada Nara pun kini semakin merasa curiga karena Rafa juga meneteskan air matanya.

Bagi Kenzo dan Zayn, sangatlah langka momen ketika Rafa berteriak yang menyiratkan kekhawatiran yang besar kepada lawan jenis dan juga melihat Rafa meneteskan air matanya.

Rafa yang terkenal dengan sifatnya yang dingin cenderung sering membuat para perempuan menangis karena cintanya yang di tolak oleh Rafa. Namun kini sepertinya Rafa terlihat di buat menangis oleh seorang perempuan.

Kenzo dan Zayn yang sangat tak bisa membendung rasa penasarannya pun akhirnya melayangkan pertanyaan kepada Rafa yang mengenai kecurigaannya yang besar kepada Rafa.

"Rafa, I know you very well. You're very rarely acting like this! You worry about a woman and also cry because of a woman. This doesn't really reflect you! I know there is something big that you are hiding from all of us! (Rafa, aku sangat tahu dengan dirimu. Kamu sangat jarang bertingkah seperti ini! Kamu mengkhawatirkan seorang perempuan dan juga menangis karena seorang perempuan. Ini sangat bukan mencerminkan dirimu! Aku tahu ada sesuatu yang besar yang kamu sembunyikan dari kami semua!)" ucap Kenzo sembari menatap ke arah wajah tampan mereka milik Rafa dengan tatapan yang menyiratkan kecurigaannya pada Rafa.

"Yes Rafa. Ken said. Now tell us the big secret you are hiding from us! (Ya Rafa. Benar kata Ken. Sekarang beri tahu kami rahasia besar yang kamu sembunyikan dari kami!)" ucap Zayn sembari menatap ke arah wajah tampan milik Rafa dengan tatapan yang menyiratkan kecurigaannya pada Rafa.

1
En'tis
ah terlalu banyak bahasa asingnya
Lucki RM
bingung gue pakai 3 bahasa langsung
😘 sweet baby😘
lanjut thor 👍👍👍
FH.Febriani_
Rafi gay?!
FH.Febriani_
mampir ehek like cemungut kak!
asnavirr
wah sudah up yah...
tetap smgt y thor..
ditunggu lo kelanjutannya😁

eh iya bom like semua bab+ rate5 + favo❤ telah mendarat y
salam dari "Make Sure You Love Me"
IntanhayadiPutri
Aku mampir nih kak, udah 5 like dan 5 rate juga.. jangan lupa mampir ya ke ceritaku

TERJEBAK PERNIKAHAN SMA

makasih 🙏🙏
~Nessa
Hadir
jangan lupa selalu mampir di karyaku ya
makasih😊
ptr_25
My Teacher Is Mine mampir lagi disini 🥰
semangattt up💪💪
Mommy 2
3 like
Irma Mechty Damanik
ceritanya bertele tele.. 5 bab bisa stuck disatu tempat.. klu cerita yg lain udah pasti mereka udah balik ke indonesia lg..
lha ini....🙈🙈????? jd geram bacanya yg sll dihiasi dengan kata "notabene" di setiap kalimat 🙈🙈🙈
The books.
like kak
Sindi Paulia
salfok sama notebene yg nangkring di setiap paragraf
ナジタサルマ
Kakak-kakak, sepertinya Author tidak akan mengupdate Ch 63 pada hari ini ya. Hal itu di karenakan kondisi mood Author yang tiba-tiba menurun drastis. Kalau mood sudah menurun, otomatis nanti tulisannya akan menjadi ambyaaarr. Dan, Author tentunya tidak menginginkan hal ini terjadi. Doakan agar mood Author kembali membaik lagi ya, kakak-kakak
MR. AR...: semngat... semoga mood nya cepet balik.. soalnya aku menungu ehehe
total 1 replies
Anaata Sya
Jadi pengen kucing...

Semangat Kak...

Salam JTK
Anaata Sya: Iya, nih...🙂
total 4 replies
Xiou Yu
like
ig: monalisa_n28
Semangat
ナジタサルマ
Kakak-kakak, Ch 62 sudah Author up ya. Tinggal di publish oleh pihak NT saja. Untuk masalah tidak update kemarin, maafkan Author ya kak. Hal itu di karenakan cuaca buruk yang sedang melanda di daerah Author. Dan untuk Ch 63 akan segera Author tulis ya, kak
The books.
Semangat kak....


Aku mampir lgi nih.. Bawa like pastinya....



Jangan lupa mapir balik ya kak.....
The books.
like
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!