NovelToon NovelToon
Rahasia Sang Wanita Besi

Rahasia Sang Wanita Besi

Status: tamat
Genre:Tamat / CEO / Kehidupan di Kantor / Identitas Tersembunyi / Wanita Karir / Fantasi Wanita
Popularitas:3.5k
Nilai: 5
Nama Author: Nuah

Rahasia Sang Wanita Besi

Sebagai sekretaris pribadi, Evelyn dikenal sempurna—tepat waktu, efisien, dan tanpa cela. Ia bekerja tanpa lelah, nyaris seperti robot tanpa emosi. Namun, di balik ketenangannya, bosnya, Adrian Lancaster, mulai menyadari sesuatu yang aneh. Semakin ia mendekat, semakin banyak rahasia yang terungkap.

Siapa sebenarnya Evelyn? Mengapa ia tidak pernah terlihat lelah atau melakukan kesalahan? Saat cinta mulai tumbuh di antara mereka, misteri di balik sosok "Wanita Besi" ini pun perlahan terkuak—dan jawabannya jauh lebih mengejutkan dari yang pernah dibayangkan Adrian.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nuah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23: Di Balik Kegelapan

Keputusan mereka telah diambil, dan perjalanan ini, yang dimulai dengan rasa ingin tahu sederhana, kini telah berubah menjadi pertaruhan hidup mati. Evelyn menggenggam erat batu bercahaya yang telah diberikan penjaga itu, merasakan getaran halus yang seolah menembus ke dalam dirinya, membawa perasaan aneh yang sulit dijelaskan.

Dengan langkah hati-hati, mereka mulai bergerak menuju pintu besar yang terbuka di hadapan mereka. Pintu itu terbuat dari batu hitam berkilau yang tampaknya sangat kuno, begitu tua hingga hampir mustahil untuk menentukan usia pastinya. Ketika Evelyn dan Zayne melangkah lebih dekat, pintu itu terbuka dengan sendirinya, seolah menunggu mereka untuk masuk.

Ruangan di dalamnya lebih luas daripada yang mereka bayangkan, dan begitu mereka memasuki tempat itu, dunia di luar tampaknya tertutup rapat. Kegelapan menyelimuti mereka, namun di tengah kegelapan itu, ada cahaya yang samar-samar menyinari jalan mereka. Cahaya itu datang dari sebuah bola kristal besar yang menggantung di langit-langit gua, memancarkan sinar biru kehijauan yang membuat suasana semakin misterius.

“Jangan takut,” suara penjaga itu kembali terdengar, meskipun tidak ada sosoknya di sekitar mereka. “Ini adalah tempat yang penuh dengan kebenaran. Tapi kebenaran itu tidak akan mudah diterima.”

Evelyn menelan ludah, matanya menatap bola kristal yang menggantung itu. Ada sesuatu yang sangat memikat tentang cahaya itu, tetapi juga ada sesuatu yang mengganggu. Ia merasa seolah bola kristal itu mengawasi mereka, menilai mereka, bahkan menunggu untuk melihat apa yang akan mereka lakukan selanjutnya.

Zayne melangkah lebih dekat, tangannya terulur ke arah bola kristal, tetapi sebelum ia bisa menyentuhnya, suara penjaga itu terdengar lagi, kali ini lebih tegas.

“Jangan sentuh bola itu. Itu bukan untuk dipegang begitu saja. Kalian harus terlebih dahulu memahami apa yang ada di baliknya.”

Mereka berdua terdiam, saling berpandangan. Kemudian, Zayne mengangguk dan kembali menarik tangannya.

Tiba-tiba, bola kristal itu mulai berputar dengan sendirinya, dan seiring putarannya, gambar-gambar mulai muncul di dalamnya. Gambar-gambar itu kabur pada awalnya, tetapi perlahan-lahan menjadi lebih jelas. Evelyn dan Zayne melihat gambaran-gambaran yang tak pernah mereka lihat sebelumnya—sebuah kota yang tampaknya hilang dalam waktu, sebuah pertempuran besar antara dua pasukan yang tidak dikenali, dan sebuah sosok yang sangat familiar, yang ternyata adalah seorang pria.

Evelyn menahan napas. Sosok pria itu adalah seseorang yang sangat ia kenal—pada awalnya, dia tidak menyadarinya, namun kini semuanya mulai terang. Itu adalah wajah ayahnya. Wajah yang hilang dari ingatannya sejak lama. Pria itu, yang dulu begitu dekat dengannya, kini muncul kembali di hadapannya, namun dalam konteks yang jauh lebih gelap dan rumit.

“Ayah…?” suara Evelyn hampir teredam oleh kebingungan yang mendalam.

Zayne berdiri di sampingnya, melihat gambar-gambar yang muncul di dalam bola kristal itu dengan perhatian penuh. Ia tidak tahu harus berkata apa, namun ia bisa merasakan kekuatan yang luar biasa dari gambar-gambar itu. Setiap gambar yang muncul tampaknya memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekadar proyeksi masa lalu.

“Dia adalah kunci dari semua ini,” suara penjaga itu terdengar lagi, lebih jelas dan lebih keras. “Ayahmu adalah bagian dari sesuatu yang lebih besar. Sebuah kekuatan yang selama ini tersembunyi dari dunia kalian.”

Evelyn menggenggam tangan Zayne dengan kuat. Kebenaran yang selama ini dia cari kini semakin dekat, namun juga semakin membingungkan. Ayahnya, yang selama ini dia anggap telah hilang, ternyata terlibat dalam sesuatu yang jauh lebih besar dari yang dia bayangkan.

Zayne menatap bola kristal itu lebih lama, mencoba mencerna apa yang mereka lihat. “Apa yang terjadi pada ayahnya? Apa yang dia lakukan?”

“Bukan hanya ayahmu yang terlibat,” jawab penjaga itu, suaranya penuh dengan beban. “Ada banyak pihak yang terlibat dalam permainan ini, dan setiap keputusan yang kalian ambil akan membawa kalian lebih dekat ke inti masalahnya.”

Evelyn merasa seperti ada sesuatu yang menekan dirinya, sebuah beban yang semakin berat. Tidak hanya dia harus mengungkap kebenaran tentang ayahnya, tetapi juga harus menghadapi kenyataan bahwa ayahnya mungkin telah terlibat dalam sesuatu yang sangat gelap. Kegelapan yang kini mengintai mereka.

“Mengapa kau mengungkapkan ini padaku?” tanya Evelyn dengan suara yang hampir pecah. “Apa yang harus aku lakukan dengan semua ini?”

Penjaga itu tidak langsung menjawab. Sebaliknya, bola kristal itu mulai bersinar lebih terang, dan ruangan itu semakin terang seiring dengan peningkatan cahaya dari bola tersebut. Ketika cahaya itu mencapai puncaknya, suara penjaga itu kembali terdengar, lebih lembut kali ini.

“Kalian tidak akan bisa mundur. Semua yang terjadi hingga saat ini adalah bagian dari jalan yang telah ditentukan. Kalian harus memilih jalan kalian. Kebenaran sudah ada di hadapan kalian, namun jalan untuk menyelesaikannya tidak akan mudah.”

Evelyn dan Zayne saling berpandangan. Dalam hati mereka, masing-masing sudah tahu bahwa pilihan ini akan mengubah segalanya. Mereka tidak bisa lagi kembali ke kehidupan mereka yang dulu. Kehidupan mereka telah terjalin dengan misteri ini, dan kebenaran yang mereka cari kini telah mengguncang fondasi dunia mereka.

Evelyn melangkah maju, tanpa memedulikan ketakutan yang menggerogoti hatinya. Ia tahu bahwa ini adalah bagian dari perjalanan yang harus ia tempuh. Mungkin ini adalah jalan menuju kebebasan, atau bisa juga jalan menuju kehancuran. Namun, satu hal yang pasti—ia harus tahu apa yang sebenarnya terjadi pada ayahnya, dan apa yang telah dia sembunyikan selama ini.

“Zayne…” Evelyn berbisik, suaranya penuh tekad. “Aku siap. Aku harus mengetahui semuanya.”

Zayne menatapnya dengan penuh pengertian, dan meskipun hatinya juga dipenuhi dengan rasa takut, ia tahu bahwa mereka harus terus maju. “Kita bersama-sama dalam ini, Evelyn. Apa pun yang terjadi, kita akan hadapi itu bersama.”

Dengan kata-kata itu, mereka berdua melangkah lebih dalam ke dalam kegelapan, menuju apa pun yang menanti mereka di balik kebenaran yang tersembunyi.

Evelyn dan Zayne melangkah lebih jauh ke dalam ruangan, mengikuti cahaya bola kristal yang semakin bersinar terang. Dunia sekeliling mereka terasa terbelah antara kenyataan dan mimpi. Setiap langkah yang mereka ambil semakin mempertegas bahwa mereka sedang berjalan di jalur yang tidak bisa diubah, jalur yang penuh dengan kebenaran pahit dan pilihan tak terduga.

Suara dari penjaga itu menggema di seluruh ruangan, meskipun keberadaannya tidak terlihat. Suara yang berat namun lembut, seolah berasal dari kedalaman alam semesta, memberi petunjuk tanpa langsung mengungkapkan apa yang sebenarnya harus dilakukan. Mereka harus mencari tahu sendiri.

“Tidak ada yang pernah benar-benar memilih untuk terlibat,” kata penjaga itu dengan nada yang sulit dibaca. “Tapi terkadang, nasib memilih kita lebih dahulu.”

Zayne tetap berdiri di samping Evelyn, mengikuti setiap perubahan yang terjadi di bola kristal, yang kini semakin jelas memperlihatkan gambaran-gambaran masa lalu yang tak terduga. Setiap gambar baru membawa mereka lebih jauh ke dalam misteri yang tak dapat mereka hindari. Wajah ayah Evelyn muncul lagi, kali ini lebih jelas, lebih nyata. Evelyn merasa seolah waktu berhenti sejenak, perasaan aneh mengalir dalam dirinya.

“Apa yang sebenarnya terjadi, ayah?” bisik Evelyn dalam hati. “Kenapa kau harus terlibat dalam semua ini?”

Zayne menatapnya, tahu bahwa perasaan yang sedang melanda Evelyn lebih dalam dari sekadar rasa ingin tahu. Ayahnya adalah orang yang seharusnya dilindungi, namun kini Evelyn menemukan dirinya berada dalam pusaran yang membingungkan. Ada begitu banyak pertanyaan yang belum terjawab, dan setiap jawaban yang mereka temukan justru membuka lebih banyak pertanyaan baru.

“Ayahmu,” penjaga itu melanjutkan, “adalah bagian dari sebuah kekuatan yang lebih besar dari yang bisa kalian bayangkan. Kekuatan yang telah tersembunyi selama berabad-abad, menunggu saatnya untuk bangkit kembali.”

Evelyn merasakan hatinya berdebar lebih cepat. Apa yang dimaksud dengan ‘kekuatan yang lebih besar’? Ia merasa seperti terjebak dalam sebuah teka-teki yang tidak pernah ia minta, namun kini sudah terlalu dalam terlibat. Tidak ada jalan mundur. Semua jalan yang telah ia pilih membawa pada jalan yang satu ini. Kebenaran, seperti yang disampaikan penjaga itu, adalah sesuatu yang tidak bisa dipilih. Namun kebenaran itu datang dengan harga.

Bola kristal itu berputar lebih cepat, dan gambar-gambar yang muncul semakin mendalam dan mengerikan. Salah satu gambar menunjukkan sekelompok orang yang tampaknya memiliki kekuatan luar biasa. Mereka mengenakan jubah hitam dan berdiri di depan sebuah gerbang besar yang tertutup rapat. Ada simbol yang terpampang di atas gerbang itu—sebuah lambang yang pernah dilihat Evelyn sebelumnya, di sebuah ruangan yang terkunci di rumah keluarganya.

“Ini adalah tanda dari organisasi yang sangat berbahaya,” kata penjaga itu, suaranya berubah lebih serius. “Organisasi ini telah beroperasi di balik bayang-bayang, memanipulasi segala sesuatu, termasuk nasib ayahmu. Mereka adalah kunci dari semua yang terjadi. Ayahmu—dan kamu—adalah bagian dari permainan mereka.”

Evelyn terdiam. Keheningan menguasai sejenak, hanya ada suara detak jantungnya yang terdengar jelas di telinga. Sebuah organisasi tersembunyi, yang telah memanipulasi takdir keluarganya, dan ia hanya baru sekarang mulai menyadari betapa dalam ia terperangkap di dalamnya. Ayahnya mungkin telah menjadi korban, namun pada saat yang bersamaan, ia mungkin juga telah terlibat dalam permainan itu, mungkin tanpa ia sadari.

Zayne mengusap wajahnya, merasa semakin berat dengan informasi yang baru saja mereka dapatkan. “Bagaimana kita bisa melawan mereka?” tanya Zayne, suara penuh tekad. “Jika mereka benar-benar menjadi bagian dari takdir kita, lalu bagaimana kita bisa menghentikan mereka?”

Suara penjaga itu kembali terdengar, kali ini lebih lembut namun tetap penuh dengan peringatan. “Kalian tidak bisa menghentikan takdir dengan kekuatan fisik. Takdir bekerja melalui pikiran, melalui pilihan-pilihan yang kalian buat. Ketika kalian memutuskan untuk melangkah ke sini, kalian telah memilih untuk menghadapi kebenaran. Namun, kebenaran ini akan menguji kalian. Tidak ada yang bisa terhindar.”

Evelyn menatap bola kristal itu, kemudian melihat Zayne. Mereka berdua tahu, di sinilah titik balik dari segalanya. Tidak ada lagi jalan untuk lari. Semua yang telah terjadi, semua yang akan terjadi, berada di tangan mereka. Mereka akan berhadapan langsung dengan organisasi yang telah merusak kehidupan mereka.

Mata Evelyn terbuka lebar ketika sebuah gambar baru muncul di bola kristal—sebuah gambaran tentang masa depan. Diri Evelyn berdiri di hadapan sebuah gerbang besar yang sama, namun kali ini, ia terlihat berbeda. Rambutnya lebih panjang, wajahnya lebih keras, dan matanya menyala dengan api yang penuh tekad.

“Apa artinya ini?” tanya Evelyn, suaranya bergetar. “Apakah ini adalah masa depanku?”

“Ya,” penjaga itu menjawab singkat. “Ini adalah masa depan yang akan terjadi jika kalian melangkah maju. Tapi ingat, pilihan kalian akan mempengaruhi lebih dari sekadar kalian sendiri.”

Evelyn menatap gambar itu dengan penuh kebingungan, tetapi juga dengan tekad yang semakin menguat. Apa pun yang harus ia hadapi, ia tidak bisa mundur sekarang. Ia harus menghadapi kenyataan ini, menghadapi takdir yang menantinya, dan yang lebih penting lagi, ia harus mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi pada ayahnya dan bagaimana ia bisa menghentikan organisasi yang telah merusak hidupnya.

Zayne, yang melihat kebingungan di mata Evelyn, mendekat dan menggenggam tangannya. “Kita tidak sendiri dalam ini,” kata Zayne dengan keyakinan. “Aku ada di sini. Aku akan selalu mendukungmu, Evelyn.”

Evelyn menatap tangan Zayne yang menggenggamnya, merasakan kehangatan dari kontak tersebut. Meskipun dunia di sekitar mereka terasa gelap dan penuh ancaman, ada satu hal yang pasti—mereka tidak akan pernah berhenti berjuang. Dengan segala yang telah mereka temui dan akan temui, mereka akan menghadapi kebenaran bersama, dan mereka akan mengungkap rahasia yang selama ini tersembunyi.

Bola kristal itu mulai berputar lebih cepat, gambar-gambar dari masa depan dan masa lalu semakin mencair, menimbulkan kebingungannya lebih dalam lagi. Namun di tengah semua itu, Evelyn merasa sedikit lebih tenang. Takdir mungkin tidak bisa diubah, namun ia masih memiliki kontrol atas pilihan yang akan datang.

Langkah mereka terus berlanjut, lebih dalam ke dalam kegelapan yang tersembunyi di balik bola kristal itu, menuju kebenaran yang belum sepenuhnya terungkap, namun semakin dekat dengan setiap langkah yang mereka ambil.

1
Yhunie Andrianie
tiba" adrian sama damian hilang..kmna mrka??
ㅤㅤㅤ ㅤ🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🦆͜͡ 𝐀⃝🥀✰͜͡v᭄
semoga bahagia selalu buat kalian
ㅤㅤㅤ ㅤ🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🦆͜͡ 𝐀⃝🥀✰͜͡v᭄
Alhamdulillah kalau berhasil mereka melakukan nya
ㅤㅤㅤ ㅤ🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🦆͜͡ 𝐀⃝🥀✰͜͡v᭄
terus bersama kalian biar bisa terungkap teka teki nya
ㅤㅤㅤ ㅤ🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🦆͜͡ 𝐀⃝🥀✰͜͡v᭄
kau pasti bisa lyn
ㅤㅤㅤ ㅤ🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🦆͜͡ 𝐀⃝🥀✰͜͡v᭄
semoga aja menang di pertempuran itu
ㅤㅤㅤ ㅤ🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🦆͜͡ 𝐀⃝🥀✰͜͡v᭄
kalau pintu nya tertutup gak bisa keluar dong
ㅤㅤㅤ ㅤ🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🦆͜͡ 𝐀⃝🥀✰͜͡v᭄
semoga aja rahasianya terbongkar
ㅤㅤㅤ ㅤ🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🦆͜͡ 𝐀⃝🥀✰͜͡v᭄
mudah²n ini jalan terbaik buat mereka
ㅤㅤㅤ ㅤ🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🦆͜͡ 𝐀⃝🥀✰͜͡v᭄
bener harus bersama² melakukan nya kalau sendirian bisa gawat tuh
ㅤㅤㅤ ㅤ🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🦆͜͡ 𝐀⃝🥀✰͜͡v᭄
kira² mereka memilih yang mana yaa
ㅤㅤㅤ ㅤ🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🦆͜͡ 𝐀⃝🥀✰͜͡v᭄
kalau gak mau kerja sama ya jangan di paksa dong 😡
ㅤㅤㅤ ㅤ🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🦆͜͡ 𝐀⃝🥀✰͜͡v᭄
siapa org yang sedang mata²n elyn yaa
ㅤㅤㅤ ㅤ🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🦆͜͡ 𝐀⃝🥀✰͜͡v᭄
siapa tuh sosok yang bertopeng apakah dia suruhan leo
ㅤㅤㅤ ㅤ🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🦆͜͡ 𝐀⃝🥀✰͜͡v᭄
bnr selesai aja misi nya baru deh nanti bicara soal perasaan 🤭
ㅤㅤㅤ ㅤ🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🦆͜͡ 𝐀⃝🥀✰͜͡v᭄
pasti kalian bisa menghancurkan musuh² itu
ㅤㅤㅤ ㅤ🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🦆͜͡ 𝐀⃝🥀✰͜͡v᭄
meskipun Leo udh ditahan masih aja ada musuh lain yang mau mengalahkan lyn dan teman² nya,
ㅤㅤㅤ ㅤ🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🦆͜͡ 𝐀⃝🥀✰͜͡v᭄
hati hati takutnya ada jebakan disana,semoga aja kalian menang melawan leo
ㅤㅤㅤ ㅤ🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🦆͜͡ 𝐀⃝🥀✰͜͡v᭄
semoga misi nya berhasil mengalahkan leo
ㅤㅤㅤ ㅤ🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🦆͜͡ 𝐀⃝🥀✰͜͡v᭄
JD benar kah lyn itu hasil penelitian dari leo
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!