NovelToon NovelToon
Bos Hyper Itu Mantanku

Bos Hyper Itu Mantanku

Status: tamat
Genre:Obsesi / CEO / Romantis / Tamat
Popularitas:190.7k
Nilai: 5
Nama Author: Kinamira

"Jika Bos mengajak kamu berhubungan apa kamu bersedia?" "Berhubungan?""Berhubungan intim. Itu adalah salah satu syarat diterima kerja di sini.""Hah?" Lily Gabriella tak pernah menyangka tempat ia melamar pekerjaan karyawan kecil dan bergaji besar tak ada bedanya dengan orang-orang yang dibayar menyenangkan pelanggannya.
Meski tau persyaratan itu, mau tak mau ia harus menerima demi biaya pengobatan ibunya. Namun dalam sekejap ia langsung menyesal saat tau mantan kekasihnya Axton Fernando adalah bos Hyper itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kinamira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26

Sebuah rumah sakit yang dihindari selama tiga tahun, karena merasa tempat itu akan menyakiti perasaannya.

Namun, kali ini ia datang langsung, untuk mencari tahu sendiri apa yang membuatnya hampir gila.

"Ini rekam medis Lily Gabriella, dan ini milik Lisa Gabriella," ucap seorang dokter menyerahkan dua map biru bertuliskan nama yang disebutkan tadi.

Axton terdiam beberapa saat menatap dua map itu dengan jantung berdebar, dan perasaan panas di dada.

"Lily," batin Axton mengulurkan tangan meraih map bernamakan Lily.

Ia membuka map tersebut, dan langsung di hadiahi sebuah foto USG yang membuat hatinya langsung nyeri.

"Lily pernah hamil, itu faktanya. Lalu apa maksud Leon sialan itu!" batinnya meremas map bersama kertas itu tanpa berani membacanya lagi.

"Maaf Pak Axton? Apa ada yang perlu saya jelaskan?" tanya dokter menawarkan diri.

Axton menghela nafas kasar, tubuhnya gemetar menahan amarah. "Iya, jelaskan," ucapnya meski ia ragu apakah bisa menahan diri.

"Baik Pak," Dokter tersebut meraih map milik Lisa membukanya dan mulai menjelaskan.

"Lisa memiliki masalah pada ginjalnya yang sangat beresiko untuk kehamilannya. Ini ...."

"Jadi, Lisa benar hamil?"

"Iya Pak," jawab dokter itu cepat.

Axton terdiam beberapa saat, sembari berusaha tenang agar bisa berpikir dan segera mengetahui letak kesalahannya.

Ia lalu berucap. "Em, anak Lisa lahir selamat?"

Dokter itu mengangguk. "Ya meski sempat terjadi masalah, karena ibunya meninggal sebelum bayi benar-benar lahir, tapi dia selamat, dan diberi nama Luna Sila Gabriel," jelasnya sembari membaca dokumen di tangannya.

"Luna," gumam Axton mengingat kembali nama yang sering disebutkan Lily.

"Lily menyukai nama itu, dia berencana memberikan nama Luna ke anak kita nanti. Tapi, kenapa malah diberikan keponakannya," batin Axton mengingat bagaimana Lily mengungkapkan hatinya dulu.

"Axton, jika kita menikah dan punya anak perempuan, kita berikan nama Luna. Bagaimana?"

"Hm, nama yang bagus. Lalu bagaimana kalau laki-laki?"

"Aku suka Rezva," sahut Lily lagi.

"Siapa Rezva hah?"

"Ih, calon anakmu lah."

Mengingat itu semua. Kenangan yang dipenuhi canda tawa, membuat Axton hanya bisa tersenyum tipis.

"Bagaimana dengan Lily?" ucapnya sembari menyerahkan dokumen milik Lily.

Dokter itu menatap kertas kesehatan itu, membacanya beberapa detik, lalu berucap.

"Lily juga hamil, kondisi kehamilannya bagus, hanya saja di sini mengatakan anaknya meninggal di ruang bayi, tanpa kondisi medis," sahutnya pelan dan terdengar sedikit ragu.

"Apa?" Axton mengerutkan keningnya bingung.

"Maaf Pak Axton, di sini tidak ada penjelasan lebih. Hanya mengatakan sang bayi meninggal di ruang bayi. Apa perlu saya berikan rekaman CCTV di ruang bayi itu?" tawar dokter itu.

Axton terdiam beberapa saat, tangannya memijat pelipisnya yang terasa pusing. Hatinya semakin tidak tenang.

"Sebenarnya apa yang terjadi? Lily dan Lisa sama-sama pernah hamil. Lisa tidak selamat, dan bayi Lily juga tidak selamat. Apa ini alasan Lily marah padaku? Tapi ...."

Bola mata Axton melebar, saat ia memikirkan posisi lain. Ia lalu menatap sang dokter.

"Tahun berapa Lily hamil?" tanya Axton dengan jantung berdebar cepat.

"Dia tidak hamil di tahun yang sama dengan Lisa kan?" lanjutnya.

"Aku harap jawabannya Iya," batin Axton menunggu jawaban dokter.

"Em, Lily hamil tujuh tahun lalu, sedangkan Lisa enam tahun lalu."

Tubuh Axton langsung terasa lemas. Kini ia mengetahui jawaban yang sebenarnya.

"Lily hamil anakku saat aku pergi. Aku menghilang tanpa kabar, dan pergi terlalu lama, itu sebabnya dia marah," batin Axton mengulum senyum kecut, menertawakan kebodohannya sendiri.

Tanpa mampu dikendalikan, air mata pria itu jatuh melewati pipinya.

"Luna berusia 5 tahun, jadi benar anak Lisa. Lily terpuruk, dan aku tidak ada di saat itu," gumam Axton lemas.

Pria itu menunduk, merasa air matanya semakin ingin melaju deras di pipinya. Tanpa mampu ditahannya lagi, pria itu menangis terisak

"Lily ..."

Axton menarik dokumen miliki Lily. Kali ini ia lebih berani membukanya. Membaca beberapa kata dengan jelas. Hingga sesuatu yang dicarinya ketemu.

"Tanggal 8 November, itu artinya ...," gumam Axton membaca hari di mana Lily melahirkan.

"Itu artinya enam bulan setelah aku pergi," lanjutnya semakin merasa seluruh tubuhnya lemas tak bertulang.

"Lily tidak pernah mengkhianatiku," gumamnya kini keraguannya telah sepenuhnya hilang.

Axton meletakkan dokumen itu di dada, sembari tetap menangis, dengan suara bergetar ia bergumam. "Aku salah Ly, aku salah."

**

Di tempat lain, Lily yang tak bisa tidur, duduk termenung di depan rumah, memandang kosong ke depan.

Suasana malam yang dingin menembus hingga ke tulang, seolah hal biasa dan tak membuatnya beranjak.

Baginya rasa dingin itu, bukanlah apa-apa dibanding kekacauan hatinya.

"Axton, Om Roy, Leon, kenapa mereka datang di waktu yang hampir bersamaan? Aku lelah. Aku tidak bisa menghadapi mereka semua," batinnya mengingat tiga pria yang terus bergantian muncul dalam benaknya.

Pria yang sama-sama menghancurkan hidupnya dan membuatnya kehilangan.

Lily mengangkat ponselnya, menekan tombol on hingga menampilkan sebuah akun m-banking miliknya dengan nominal yang cukup besar.

"Ternyata benar, gaji tinggi pasti ada sesuatu yang menyiksa dan membuat sulit bertahan," gumamnya.

Lily kembali meletakkan ponselnya, dan menatap ke depan. "Ini baru satu bulan, dan rasanya aku ingin menyerah."

Lily meremas dadanya yang terasa nyeri. "Axton, adalah tekanan batinku. Aku tidak bisa," gumamnya.

Beberapa saat kemudian, sebuah klakson motor berhenti tepat di depan rumahnya. Membuat wanita itu kembali membuka mata.

Leon, pria itu datang berkunjung kesekian kalinya, tanpa peduli bagaimana dia selalu di usir.

Pria itu turun dari motornya. Berdiri di pagar pembatas teras rumahnya sembari mengulurkan sebuah kantong plastik.

"Ayam kecap, untukmu, Luna dan ibumu," sahut Leon dengan senyum tipis di wajahnya.

Lily menghela nafas kasar. Lelah dan malas meladeni, namun tak mungkin ia diam saja.

"Leon, apa kamu bodoh? Tidak mengerti bahasa manusia? Kenapa kamu masih ke sini?" sahutnya tajam.

Leon tersenyum tipis. "Kalau kamu menganggapnya seperti itu silahkan. Aku akan terus seperti ini, hingga kamu mengizinkan aku jadi ayah Luna sepenuhnya."

Lily mendelik kesal. "Kenapa Leon?!" geramnya.

"Aku merawat Luna, aku tidak akan menyerahkannya padamu!" ucapnya penuh penekanan.

"Sudah ku bilang, tidak perlu menyerahkan Luna. Tapi, kita hidup bersama."

Lily semakin mendelik jengkel. Hatinya yang tak pernah tenang setelah pertemuannya kembali dengan Axton, membuatnya ingin meledak gila.

"Tidak mungkin Leon! Itu sangat menjijikkan! Aku tidak mungkin mengkhianati adikku sendiri!" geramnya.

"Tapi nyatanya, Lisa berharap kita berdua menjaga Luna," sahut Leon lagi.

"Pergi Leon! Pergi!" teriak Lily kesal.

Leon terdiam beberapa saat, meremas kantung makanan itu. Mulutnya terbuka ingin bicara, namun ia masih memikirkan apa harus dilontarkan.

"Leon aku mohon, pergi dari hidup kami. Kamu tidak dibutuhkan," pinta Lily mengatup kedua tangannya penuh permohonan.

"Apa kamu akan kembali pada Axton?"

1
Rika Adja
keren lily👏👏👏
lanjut thor
Ati Ati
endingnya keren
Mita Paramita
lanjut Thor 🔥🔥🔥
ardiana dili
lanjut
Ati Ati
Tamat riwayatnya pak tua🤣🤣
Ati Ati
ikatan batin dengan ibunya, semoga jumpa dengan Lily,Alin nya
Ati Ati
gimana ya perasaan nya nanti jika tahu itu adalah putri nya,SDH dihina padahal tu bocah g bersalah,jadi sedih ingat Alin
Ati Ati
Alin anaknya Lily dan Axton
Mita Paramita
akhirnya mereka menikah 😍
Susi Akbarini
😍😍😍😍😍

yg semangatttt
Susi Akbarini
duuhhh..
awalnya senyum2..
pas akhir nyesek jga
Mita Paramita
lanjut Thor 🔥🔥🔥
Leon ketemu pasangan ny biar mereka sama sama bahagia
❥␠⃝ ͭ🍁MI-🅨🅤🅛🅘🅐🅝🅣🅨👻ᴸᴷ
Luna sekecil itu bisa bijak menghadapi kerumitan hubungan orang tuanya wujudkan keinginan nya Lily kamu berhak bahagia bukan cuma demi Luna dan Lana tapi demi semuanya suatu saat pasti Luna kembali padamu seperti dulu lagi Leon udah mulai sadar ingin menebus kesalahan dimasa lalu jadi ayah yang baik untuk Luna tanpa mengganggu hubungan mu dengan Axton
ardiana dili
lanjut
Susi Akbarini
saabbbrrrr Axton...


😍😍😍😍😍😍
ardiana dili
lanjut
Susi Akbarini
jadi ingat pas aku kecil..
hidup di tengah rumitnya hub ortu

🙏🙏🙏💪💪💪
Susi Akbarini
leon ada andil dlm hal ini....

andaikan dia gk nglarang lun adekat axton..
pastai lily akan bawa 2 anknay saat ktmu axton..
kasihan luna..



🙏🙏🙏💪💪💪💪
Mita Paramita
yaudah Lily sekarang hidup bahagia aja sama Lana & axton. biar Luna sama Leon kn kalo kangen bisa maen
ardiana dili
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!