Seorang gadis manis bernama Hazel, berumur 21 tahun, harus menggantikan posisi saudara kembarnya yang bernama Hazely. Untuk menjadi kekasih dari seorang tuan muda bernama Mark Harold Sebenarnya dia tidak mau melakukan itu, tapi di karenakan keadaan Mark yang begitu memprihatinkan ia terpaksa melakukannya.
Bagaimana jika sang tuan muda tau, jika yang menjadi kekasihnya saat ini bukanlah kekasihnya?...
Penasaran? Yuk, ikuti selengkapnya di cerita ini.....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon JUNGNANA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
DUA DUA
Jovin menatap tajam kearah Adira tanpa bersuara. Kilatan amarah tergambar jelas di sorot matanya. Jovin yang sudah di kuasai emosi , mendorong tubuh Adira dari hadapannya . Hingga gadis itu terpental ke atas kasur. Dengan kasar Jovin memungut kemeja yang tergeletak di lantai, memakai nya dan pergi begitu saja meninggalkan hotel itu. Tanpa menghiraukan teriakan gadis yang sedari tadi memanggil nama nya.
Jovin segera memasuki mobil mewahnya, menancap gas dan melajukanya dengan kecepatan yang tidak main-main, persetan jika nanti harus melanggar lalu lintas atau pun menabrak orang. Rasa sakit, kecewa dan juga dendam sudah menguasai hati nya. Hanya satu yang ada di dalam otak nya, yang ia inginkan sekarang hanyalah memberi balasan yang tak kalah menyakitkan untuk ja**ng Abila dan juga Kakaknya Johan, yang sudah berani mempermainkan nya. Jovin terlalu termakan oleh hasutan Adira, tanpa mencari tahu kebenaran nya terlebih dahulu.
Kalian yang memulai permainan ini jadi kalian juga harus merasakan hasil dari permainan kalian. Kalian sudah berani bermain-main dengan Jovin, sama saja dengan kalian memancing kemarahan seorang iblis.
Gumam Jovin di iringi seringaian di bibir sexynya.
▪️▪️▪️
Di tempat lain, tepat nya di kantor milik Jovin. Johan memasuki loby utama perusahaan itu, sesuai dengan tujuan pertama nya kesini yaitu untuk menemui Adik kesayangan nya.
Belum ia memasuki ruangan Jovin, seorang gadis sudah terlebih dahulu menghentikan langkahnya. Gadis itu tak lain adalah Sasa , Sekretaris pribadi Jovin.
"Tuan....maaf apa Anda ingin menemui Tuan Jovin?." tanya nya.
Jovin berhenti sejenak dan tersenyum lembut ke arah gadis itu, seraya menjawab.
"iya....kenapa?."
"maaf Tuan Jovin sedang pergi dia tidak a...---.
Belum selesai gadis itu bicara Johan sudah menghampirinya, mencengkram bahu sempit gadis itu , terlihat pemuda itu begitu panik.
"katakan...kemana Jovin pergi." tanya nya penuh intimidasi.
"ta...tadi Tuan Jovin bilang pada saya , jika Tuan Jovin ingin menemui kekasihnya ." ucap gadis itu terbata, sungguh aura pemuda di hadapannya ini sangat mengerikan.
Johan memicingkan sebelah matanya, sedikit berfikir.
Kekasih ? bukan kah Abila ada Mansion? lalu siapa yang ia temui?.
Ingatan Johan kembali berputar, hingga ia ingat sesuatu yang membuat nya tersentak, dengan kedua tangan merepal erat. Jangan sampai tebakan nya ini benar.
"dimana Jovin menemui kekasihnya? jawab!." bentak Johan tanpa sadar.
Sasa bergetar, ia takut . Padahal dia tidak merasa berbuat salah tapi kenapa pemuda ini membentak nya? .
"Tu...Tuan Jovin bilang , akan pergi menemui kekasihnya di Hotel XXX..." jawabnya dengan nafas tersengal, jangan sampai gadis itu pingsan karena menahan takut.
Johan menggeram marah, ia meraup wajahnya dengan kedua telapak tangan nya.
"sialan kau gadis iblis..." gerutu nya.
Dan pergi terburu-buru sambil menelphone seseorang yang entah siapa itu. Tujuannya sekarang adalah ke hotel XXX, tempat Jovin menemui Adira.
Sasa memandang lekat kepergian pemuda itu, seraya memegang letak jantung nya yang berdegup kencang.
"sepertinya aku harus periksa ke Dokter, jangan sampai aku tiba-tiba mati di tempat karena jantungan." gumamnya dalam diam.
▪️▪️▪️
Jovin sudah sampai di Mansion besarnya. Dengan langkah memburu pemuda itu mencari atensi seseorang yang saat ini ia benci.
Kedua mata nya menelisik ke seluruh penjuru ruangan Mansion, tak ada tanda-tanda adanya sosok itu disini. Hingga bada satu tempat yang pasti di dalam otak nya. Kamar...yah! pasti gadis itu ada di sana. Batinya.
Dengan tergesa-gesa Jovin menaiki Lift menuju kamar nya.
"BRAKKK...
Suara bantingan pintu mengagetkan sosok gadis yang ada di dalamnya, Gadis itu sehabis mandi ternyata. Terlihat dia sedang memakai piyama nya dengan rambut basah terurai.
Abila membolakan mata, ia begitu ketakutan. Aura kemarahan begitu terasa menguar di ruangan itu, mendadak suasana menjadi terasa begitu mencekam.
Abila terdiam tubuhnya seakan mati rasa untuk sekedar bergerak. Jovin masih memandang penuh kebencian ke arah Abila tanpa bersuara. Berlahan pemuda itu maju menghampiri Abila dengan tatapan yang begitu menusuk.
Abila yang merasakan hal buruk sedang mendekat, berlahan memundurkan langkahnya, tanpa ia sadari air matanya sudah mengalir dari pelupuk mata indah nya.
"Jo...Jovin, ada apa dengan mu? ja... jangan seperti ini aku takut."titahnya sambil terisak .
Jovin seakan tuli oleh ucapan gadis itu, ia terus maju mendekati sosok di depannya.
Kau sudah berani mempermainkan ku gadis ja**ng, sekarang rasakan akibatnya.
.Gumam Jovin dalam hati.
Abila masih meringsut mundur menjauhi Jovin, namun langkah nya terhenti karna dia sudah terhimpit pinggiran kasurnya, hingga ia terduduk ,mencoba menaikan kedua kaki nya dan mundur, namun Jovin ikut merangkak mendekati tubuh Abila yang sudah menggigil ketakutan di pojok dinding kamarnya.
Jovin berseringai, ia sangat suka melihat wajah ketakutan gadis di depannya ini.
"Jo..Jovin, tolong hentikan jangan membuatku takut." isak Abila sambil memeluk kedua lututnya.
"hentikan kau bilang? dalam mimpimu ja**ng." bentak Jovin membuat Abila semakin melebarkan kedua bola matanya. Bukan karena bentakan pemuda itu, namun karena ucapan kotor yang terlontar dari bibir pemuda itu, yang membuat hati nya begitu sakit.
Dia bilang aku ja**ng? kenapa sesakit ini rasanya, aku bukan ja**ng, tolong jangan ucapkan itu padaku.
Jerit Abila dalam hati.
"kenapa kau diam ha? jadi benar kau memang seorang gadis murahan, aku menyesal selama ini telah hidup bersama seorang gadis menjijikan seperti dirimu, dan juga aku sangat menyesal kenapa aku tidak pernah menyentuhmu, kau dengar...kau hanya gadis murahan kenapa kau harus jual mahal ha..." teriak Jovin frustasi.
Abila sangat ketakutan, lidah nya seakan terasa kelu untuk sekedar mengucapkan bahwa semua yang pemuda itu tuduhkan tidaklah benar.
hilang terus
tapi menarik alurne
semangat thor💪💪
klo hilang kmn coba
cm bisa tau dr komen2 org2
gmna mau baca