Area 21+, harap bijak dalam membaca.
#Tersedia Versi Cetak untuk kelengkapannya.
Kamelia
Seorang gadis zaman modern yang melintasi waktu, ia harus menggantikan tubuh Putri Mahkota yang tak di inginkan oleh Putra Mahkota, namun siapa sangka, disaat ia terbangun menampilkan perubahannya justru Putra Mahkota malah jatuh cinta.
Tapi disisi lain, cinta Kamelia atau Putri Mahkota telah pupus dan digantikan oleh cinta dari Kakak iparnya sendiri, Kakak kandung Putra Mahkota.
Setelah pernyataan cinta yang ditolak oleh Kakak Ipar, lantas kah Kamelia memperjuangkannya atau justru sebaliknya...??
ig:@riiez.kha.37
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sayonk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps 23 : Sayangi Pangeran Zhang
Sekian malam Ming Yue memikirkan perkataan Pangeran Zhang yang membuatnya uring-uringan di ranjang. Pikirannya tak karuan, matanya terasa panas karena menangis.
"Sebenarnya aku bingung, aku harus melakukan apa? sebenarnya aku tidak menyetujui kesempatan itu." Ucap Ming Yue sembari mengusap kasar wajahnya dan beringsut duduk. "Sudahlah, sebaiknya aku tidur."
Di dalam mimpi Ming Yue,
Terlihat seorang gadis duduk di sebuah ayunan di bawah pohon yang rindang dan melihat ke arah danau, ia memakai hanfu hijau dengan rambut yang terurai, gadis itu membelakangi Ming Yue hingga Ming Yue penasaran dan mendekatinya.
"Kau sudah datang."
deg,
Ming Yue menghampirinya dan wanita di depannya itu turun dari ayunannya lalu membalikkan badannya hingga membuat Ming Yue berhasil membulatkan matanya secara sempurna. Hidung mancung, bulu mata yang lentik, bibir kecil semerah cery dan kulit putih seputih mutiara.
"Ka-ka-ka-kau Put-Putri Mahkota." Ming Yue gelagapan, menunjuk wajah gadis itu yang tersenyum hangat ke arahnya.
"Aku tau, kau pasti terkejut." Ucap wanita itu dan membalikkan badannya, ia duduk di tepi danau sambil memandangnya.
"Duduklah." gadis itu menepuk tanah di sampingnya. Entah arahan apa? Ming Yue menurutinya, ia duduk disamping gadis itu.
"Aku tidak tenang, ketika aku tidak bisa membalasnya." Lirih gadis itu dengan tersenyum kecut.
"Mak-maksud mu?" Tanya Ming Yue yang masih mode keterkejutan.
"Sayangi Pangeran Zhang,"
"Hah," perkataan Putri Ming Yue sukses membuat, Kamelia menganga tanpa berkedip. Apa ia tak salah dengar? Seharusnya wanita di sampingnya menyuruhnya menyayangi Putra Mahkota.
"Kau pasti heran," Putri Ming Yue menarik napasnya dalam-dalam. Tersimpan beribu kesedihan di bola matanya.
"Aku adalah wanita yang bodoh, dulu aku bodoh tidak menerima Pangeran Zhang. Aku baru menyadari ketika aku tidak bisa bangkit lagi." Tak terasa Putri Ming Yue meneteskan air matanya. Seandainya waktu bisa di putar kembali. Tentunya ia tak akan menyianyiakan Pangeran Zhang.
"Aku bodoh, ternyata aku obsesi terhadap Putra Mahkota karna ketampanannya." Sambungnya lagi.
"Hah, Putra Mahkota tampan? laki-laki seperti itu Putri bilang tampan." Kamelia menahan tawa di perutnya. "50 per 100." Tanpa disadari Kamelia tertawa lepas.
"Itulah kebodohan ku."
"Tapi kenapa ketika Putra Mahkota memarahi ku, aku merasakan sakit hati?" Tanya Kamelia memegangi dadanya.
Putri Ming Yue tersenyum tulus. "Aku atau dirimu masih status istri, ada kalanya istri akan sakit hati ketika melihat suaminya bersama wanita lain."
Kamelia menaikkan salah satu alisnya. Ia bukan tipe wanita yang mudah memaafkan. "Hais, langsung saja. Apa mau mu sekarang?"
"Masih sama, bahagiakan Pangeran Zhang."
Ming Yue menganga tak percaya, ia bingung. "Sebenarnya di hati Putri Ming Yue mencintai Pangeran Zhang atau Putra Mahkota?"
"Entahlah, tapi hatiku merasa nyaman ketika dengan Pangeran Zhang, tapi setelah melihat Putra Mahkota bersama orang lain aku merasakan sakit." Putri Ming Yue memegangi jantungnya. Dulu detakan inilah yang membuatnya salah tingkah. "Aku memanggil mu kesini, hanya karna ingin membalaskan cinta Pangeran Zhang, aku menyayangi nya."
"Tidak! aku tau, aku menggunakan tubuh mu. Tapi aku tidak ingin terjebak kedalam masalah mu. Dan aku juga mau memberikan pelajaran pada ulet bulu itu. Namun bukan begini caranya." Ujar Kamelia. Ia yakin, dirinya tak akan mencintai Pangeran Zhang. Mungkin hanya sebatas nyaman. Ia menepis semua pemikirannya.
"Sudahlah, lambat laun kau akan menyukainya, aku titip Pangeran Zhang." Ucap Putri Ming Yue menghilang sekejap mata di iringi sebuah cahaya yang menyilaukan mata.
Dunia nyata,
hosh
hosh
hosh
"Putri Mahkota sudah bangun." Ujar pelayan Lu merasa takut dan khawatir melihat junjungannya mengeluarkan keringat.
"Siapkan aku air." Nafasnya memburu seolah siap untuk di cabut. Otaknya mengingat perkataan Ming Yue. Ia tidak bisa mencintai Pangeran Zhang karena Pangeran Zhang sendirilah yang menyerahkan dirinya pada Putra Mahkota Wang.
Pelayan Lu mengangguk dan menyiapkan air untuk Ming Yue. Setelah selesai Ming Yue pun mengarahkan kakinya menuju ketempat pemandiannya. Cukup singkat ia merendamkan tubuhnya Kemudian ia di bantu para pelayan merias diri.
"Putri, makanan nya sudah siap."
"Bawakan aku camilan saja, aku tidak ingin makan." Hari ini ia tak berselera makan.
"Tapi Putri,"
"Jangan membantah !" Ming Yue tidak mau melampiaskan emosinya dengan mengingat semuanya.
Pelayan Lu mengangguk dan menyiapkan sebuah camilan untuk Ming Yue.
Ming Yue mengambil camilannya itu, ia sangat enggan memakannya, bahkan mulutnya terasa lelah untuk menguyah. Tiba-tiba pikirannya kembali mengingat perkataan Pangeran Zhang.
tapi jujur saja, aku merasa nyaman dengannya lirih Ming Yue sembari mengingat senyuman nya.
dua beradek tak perlu saling berebut
arus saling merelakan demi orang yang dicintai,,,,,,,😘😘👍👍💪💪🌷🌷❤️❤️