"Kalian tidak membiarkanku mati tapi juga tidak memberikanku ruang untuk hidup. Maka dari itu aku akan menunjukan kepada kalian apa artinya menjadi sombong _!" Li Xuan menarik pedang dari sarungnya dan membuat langit berubah warna bak lautan darah
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anggara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Makanan
Saat Li Xuan meninggalkan taman bunga, langit sudah mulai gelap
Secara kebetulan, pada saat pemuda tersebut berjalan menuju kamar ibunya
Ia bertemu dengan seorang perawat yang berjalan sambil membawa makanan
Li Xuan mengenali perawat tersebut begitu pun sebaliknya
Li Xuan mengenali perawat itu sebagai orang yang merawat dan memantau kondisi ibunya sejak hari pertama mereka tiba di aula obat Yu
Disisi lain, perawat tersebut mengenali Li Xuan sebagai orang yang sangat dekat dengan pemilik Aula Obat Yu
Karena itu, saat keduanya bertemu secara tidak sengaja, keduanya pun saling menyapa tanpa ekspresi canggung
Setelah mengetahui bahwa perawat tersebut berniat menuju kamar ibunya untuk mengantarkan makan malam
Li Xuan kemudian dengan sigap mengambil alih makanan itu dan berterima kasih kepada perawat tersebut
Perawat juga tidak sungkan, setelah bertukar salam, keduanya kemudian berpisah dan Li Xuan melanjutkan perjalanannya
Saat pemuda tersebut memasuki kamar, ia menemukan bahwa ibunya sudah terjaga dan menyambut dengan senyum lembut
Li Xuan pertama-tama menanyakan kondisi ibunya
Setelah Li Yueru menjawab bahwa tubuhnya semakin baik
Pemuda tersebut kemudian mengambil kursi duduk dan mulai menyuapi ibunya dengan lembut
Pada awalnya Li Yueru menolak tindakan tersebut
Setelah darahnya dibersihkan dari racun secara menyeluruh, pada dasarnya Li Yueru tidak berbeda dengan orang normal
Karena itu, Li Yueru merasa malu dan kasihan untuk terus merepotkan putranya itu
Namun meskipun demikian, dengan sifat keras kepala Li Xuan
Wanita paruh baya tersebut pada akhirnya menyerah dan membiarkan Li Xuan menyuapinya
Setelah menyuapi ibunya, pasangan ibu dan anak itu berbincang sejenak sebelum kemudian Li Xuan tiba-tiba mengantuk dan mengakhiri percakapan
Meskipun dia tertidur atau lebih tepatnya pingsan cukup lama setelah bertarung dengan Zhou Yu
Namun untuk beberapa alasan, pemuda tersebut sangat mengantuk dan kelelahan seolah dirinya telah bekerja keras sepanjang hari
Melihat ekspresi kelelahan putranya itu, Li Yueru tidak bertanya
Ia hanya mengusap kepala Li Xuan dengan lembut supaya putranya itu segera jatuh ke dalam mimpi indah
Dengan kelelahan dan usapan lembut Li Yueru, Li Xuan segera bernafas lembut dan tertidur
Seperti kata pepatah, rasa kantuk itu menular
Karenanya tidak berselang lama setelah Li Xuan menutup mata dan tertidur, Li Yueru ikut menguap dan menyusul putranya ke dalam mimpi
Pasangan ibu dan anak itu seolah saling memberikan ketenangan dan keamanan kepada satu sama lain sehingga keduanya dengan mudah jatuh ke dalam mimpi indah
***
"Kau terlihat lebih segar dari biasanya"
Zhou Yu membuka percakapan dengan santai saat melihat kedatangan Li Xuan
Mendengar pernyataan tersebut, Li Xuan tertegun sejenak
Saat terbangun pagi tadi, ia memang menyadari bahwa tubuhnya terasa lebih nyaman dari biasanya
Namun Li Xuan tidak menduga pria bertopeng didepannya bisa melihat perbedaan tersebut hanya dalam satu lirikan
Setelah terdiam sejenak, Li Xuan kemudian berkata dengan ragu
"Mungkin karena aku tidur lebih awal semalam"
"Masuk akal"
Zhou Yu mengangguk setuju dan berkata "Kau harus mempertahankan ritme ini, tubuh adalah fondasi, meskipun kau masih muda dan kuat, jika kau tidak menjaganya dengan baik, cepat atau lambat tubuhmu pasti akan runtuh"
Tanpa menunggu Li Xuan membalas, pria bertopeng tersebut kemudian bertanya
"Apa kau sudah makan ?"
Li Xuan menggelengkan kepalanya dengan jujur sebagai jawaban
Setelah kembali menyuapi ibunya tadi pagi
Pemuda tersebut bergegas menuju taman bunga untuk memenuhi janjinya dengan Zhou Yu tanpa sempat mengisi perutnya
Karena itu, perutnya masih kosong dan terlihat rata
Mendengar hal itu, Zhou Yu mengangguk santai dan menunjuk makanan yang ada di atas meja
"Kalau begitu makanlah terlebih dahulu, kebetulan aku membeli banyak pagi ini"
"Aah...tidak perlu Tuan Zhou"
Li Xuan buru-buru menolak dan berkata "Aku tidak terbiasa sarapan, karena itu aku tidak lapar"
Selain membantunya lepas dari cengkraman Cheng Mo di awal
Pria bertopeng didepannya juga menolak menerima biaya pengobatan ibunya, termasuk biaya untuk makanan yang disediakan tiga kali sehari oleh Aula Obat Yu
Di tambah dengan bantuan yang akan dilakukan hari ini dan satu bulan ke depan
Li Xuan sudah berhutang terlalu banyak kepada pria bertopeng tersebut sehingga membuatnya terlalu malu untuk menerima kebaikannya lagi
Karena itu, ketika ditawari makanan tersebut
Li Xuan menyadari kesalahannya dan buru-buru menolak dengan putus asa
Namun seolah mengharapkan penolakan Li Xuan, pria bertopeng tersebut tiba-tiba bertanya
"Saat berbicara dengan ibumu, beliau pernah mengatakan bahwa kemampuan memasakmu sangat hebat, apakah itu benar ?"
"Ibu terlalu memujiku, masakanku sebenarnya hanya rata-rata"
Li Xuan terlihat bingung dan menjawab dengan dengan rendah hati
Mendengar hal itu, Zhou Yu menaikkan alisnya dan bertanya dengan ragu "Benarkah ? Ibumu terlihat sangat percaya diri saat memperkenalkan kemampuan memasak mu kepadaku"
Sebelum Li Xuan sempat membalas, pria bertopeng tersebut kemudian kembali bersuara
"Bagaimana dengan ini ? Setelah selesai latihan, kau buatkan aku makanan"
"Buatkan makanan ?"
Li Xuan terlihat semakin tidak mengerti
Disisi lain, pria bertopeng tersebut mengangguk dan menjelaskan alasannya
Menurut pria bertopeng tersebut, meskipun Aula Obat Yu juga memiliki seorang juru masak
Namun juru masak tersebut di pekerjakan untuk membuat makanan pasien di Aula Obat Yu
Meskipun rasanya cukup enak, namun sebagai orang yang sehat, makanan tersebut sangat pucat dan membosankan
Oleh sebab itu, Zhou Yu selalu membeli makanan dari luar untuk makanan sehari-harinya yang sangat merepotkan
Karenanya setelah mendengar bahwa kemampuan memasak Li Xuan sangat hebat
Pria bertopeng tersebut berpikir untuk memperkerjakan Li Xuan sebagai juru masak
Mendengar hal itu, Li Xuan menaikan alisnya dan terdiam
Setelah beberapa saat, ia kemudian mengangguk tegas dan menyetujui permintaan pria bertopeng di depannya
Zhou Yu tersenyum melihat hal itu dan berkata sambil menepuk bahunya
"Kalo begitu makanlah terlebih dahulu, kau tidak akan memiliki kekuatan untuk berlatih dan memasak jika perutmu keroncongan"
***