♡Sebelumnya membaca Pernikahan kontrak dengan Ceoku karena cerita ini diambil dari salah satu karakter disana.♡
Rara gadis desa yang tinggal dipinggiran pantai Yogjakarta terpaksa menikah dengan pengusaha kaya asal London.
Keinginan untuk menyembuhkan si mboknya membuat dia menyetujui pernikahan itu.
Yang Rara fikirkan adalah bagaimana dia mendapatkan uang untuk perawatan si mboknya.
Mike adalah calon suami Rara, Mike ingin menikahi Rara karena tidak mau di jodohkan oleh keluarganya, dia lebih memilih untuk menikah dengan orang lain siapunpun itu asal bukan Kimberly gadis pilihan orangtuanya yang sudah dianggap seperti adiknya sendiri.
Ternyata tak semudah yang mereka bayangkan,setelah pernikahan mereka akan ada banyak rintangan yang akan mereka hadapi terutama dari keluarga besar Mike yang sudah menentukan calon istri untuk Mike.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ling_ling85, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mememani suami
Pagi ini Rara terlihat sangat sibuk bersiap, Aldo mengangkat koper tuannya dan memasukkannya ke bagasi mobil, Mike menghampiri istrinya dikamar.
"Sayang ayo, sudah siap belum?" tanya Mike.
"Sebentar lagi, mas kedepan duluan saja nanti aku nyusul" jawab Rara. menunggu Rara di teras sambil berbincang dengan Aldo, lima menit kemudian Rara keluar menghampiri suaminya dan mereka kemudian masuk ke dalam mobil.
Aldo melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, berbeda dengan sebelumnya kali ini Rara lebih tenang, mungkin karena sudah mulai terbiasa naik pesawat.
Sampai di Bandara Mike dan Rara bergegas masuk, macet yang membuat mereka hampir ketinggalan pesawat, untung saja Aldo sudah melakukan web checkin buat tuannya.
Butuh waktu 1jam 30 menit untuk pesawat mereka mendarat di Singapore, sampai di Bandara mereka di jemput sopir yang sudah Aldo siapkan untuk tuannya lengkap besarta hotel tempat mereka akan menginap.
Rara masih diam dan irit bicara, hanya menjawab saat Mike menanyakan sesuatu padanya.
"Ada apa sayang, diem aja dari tadi?"
"Mas kan tau Rara memang begini kalau pergi jauh naik pesawat pula"
"Bukannya tadi waktu berangkat sudah biasa aja, tidak over panik seperti dulu?" tanya Mike.
"Ya kan Rara cuma mencoba biasa aja biar gak malu-maluin lagi" jawab Rara.
Sampai di hotel Rara merebahkan tubuhnya di ranjang, melemaskan otot-otot tubuhnya yang tadi menegang saat perjalanan.
Melihat istrinya lelah, Mike memutuskan untuk memesan makan siang di hotel dan memilih untuk makan di kamar.
"Sayang jangan tidur dulu, makan dulu aku sudah memesan makanan, dari pagi kamu belum makan"
Rara bangun menuju ke sofa, sudah ada makanan yang tersaji di sana.
"Sayang duduk sini"
Rara duduk di samping Mike dan mulai makan siangnya, rasa lapar yang dia tahan dari naik pesawat tadi sekaan ingin membalasnya saat itu, Mike yang sudah tau kebiasaan istrinya itu sengaja memesan porsi lebih banyak.
Selesai makan siang Rara dan Mike memutuskan untuk istirahat sebentar, merebahkan tubuh mereka ke ranjang.
♡♡♡
Jakarta,
Jet pribadi keluarga Huang sudah mendarat di Jakarta, Kim ditemani Robert tangan kanan tuan Huang, mereka baru saja turun dari Jet.
Mobil BMW hitam berhenti di depan mereka, Robert dan Kim masuk ke dalam mobil.
"Kita kemana bos?" tanya pria tinggi besar yang ada di kemudi depan.
"Apartment dulu, agak sore kita bergerak ke rumah tuan Mike" jawab Robert.
"Kenapa gak sekarang aja" ajak Kim.
"Kita istirahat sebentar nona Kim, lagian bukanya tuan Mike pulang kerja sore?" jelas Robert.
Tak lama mereka telah sampai di Apartment yang khusus di siapkan untuk Kim, bukan hanya satu tapi dua apartment yang bersebelahan, satu untuk Kim dan yang satu untu Robert .
Kim masuk ke apartmentnya, matanya menyapu setiap sudut ruangan.
"Boleh juga ini apartment" gumam nya.
Kim meletakkan kopernya kemudia merebahkan dirinya ke ranjang, tak butuh waktu lama akhirnya dia pun terlelap.
Di unit Apartment yang berada di samping Kim terlihat Robert sedang menghubungi seseorang melalu ponselnya.
Robert sengaja menyewa beberapa informan untuk mencari informasi yang berbubungan dengan Mike dan istrinya.
Dalam waktu sekejap seluruh informasi sudah dia dapatkan, yah uang memang sultan ya.
Robert kembali mendial sebuah nomer yang ada di ponselnya.
"Hallo tuan"
"Ya, bagaimana?" tanya tuan Huang.
"Maaf tuan sepertinya kita kalah cepat" ucap Robert.
"Maksudmu?"
"Tuan muda dan istrinya sedang tidak ada di Jakarta, pagi tadi mereka terbang ke Singapore" jelas Robert.
"Gobl*k kalian, gitu aja gak becus" umpat tuan Huang di seberang sana.
"Maaf tuan,saya baru saja dapat informasinya setelah berada di Apartment"
"Kapan mereka kembali?"
"Kemungkinan minggu depan tuan"
Tuan Huang marah dan membanting ponselnya ke lantai sampai hancur, Kim yang tadi terlelap mulai membuka matanya, di raihnya ponsel yang ada di nakas samping ranjangnya.
"Sudah hampir malam" desisnya.
Kim berjalan gontai kekamar mandi dan membersihkan tubuhnya, berendam air hangat di bathub membuat tubuhnya merasa sangat nyaman.
Dua puluh menit kemudian Kim memutuskan untuk keluar dari bathub dan mengganti bajunya dengan pakain casual ciri khasnya, memoles tipis lipstik berwarna nude.
"Perfect" gumamnya di depan cermin.
Setelah memastikan penampilannya, kini Kim sudah siap bertemu dengan pangeran pujaannya.
Langkahnya berhenti di depan kamar Robert, mengetuknya pelan, Robert yang memang tidak bisa tidur langsung membuka pintunya.
"Nona Kim"
"Sudah siap, ayo kita jemput Mike" ajak Kim.
"Maaf nona sepertinya kita harus menunggu satu minggu lagi" ucap Robert.
"Apa kamu bilang?" tanya Kim yang seakan tak percaya.
"Tuan Mike dan istrinya terbang ke Singapore tadi pagi" jelas Robert.
"Appaaa???" Kim memekik tak percaya.
Wajah cantik dan penuh percaya diri tadi mendadak menjadi lesu,hilang sudah kesempatannya bertemu dengan Mike malam ini.
Dengan langkah malas Kim kembali ke kamar dan membanting pintunya, Robert hanya bisa menghela nafas panjang.
Ditempat lain tepatnya di rumah sakit tempat mbok Darmi di rawat terlihat bi Asih sedang memeluk kakaknya itu sambil menangis, tanpa sepengetahuan Rara keadaan mbok Darmi sekarang sudah mulai menurun, perawatan demi perawatan yang dia jalani hanya bersifat menekan bukan menyembuhkan, karena memang penyakit mbok Darmi tidak bisa di sembuhkan.
"Sih janji karo aku, ojo sampe Rara krungu yo?, loroku iki emang wis ra iso mari Sih ( Sih, janji sama aku, jangan sampai Rara denger, penyakitku ini memang gak bisa di sembuhkan) " pinta mbok Darmi.
"Tapi Rara kudu ngerti lo kak ( tapi Rara harus tau kak)" jawab bi Asih.
"Mengko wae Sih, lek Rara wes bali ko luar negeri ( nanti aja Sih, kalau Rara sudah pulang dari luar negeri)" jelas mbok Darmi.
Akhirnya bi Asih ngalah dan menuruti kemauan kakaknya, karena memang Rara baru saja berangkat tadi pagi, dan gak mungkin juga menyuruhnya kembali sekarang.
Bi Asih ingin sekali menemani kakaknya di rumah sakit tapi dia juga binggung sementara di rumah nyonyanya juga membutuhkannya, apalagi sekarang sudah ada tuan muda kecil yaitu anak tuan Devan, membuat bi Asih tidak bisa berlama-lama dirumah sakit.
Tak lama kemudian bi Asih pulang, sebelum pulang dia memberitahu kedua suster yang menjaga kakaknya untuk tetap menemani kakaknya dan menghubunginya bila terjadi sesuatu.
Setelah memastikan semuanya ni Asih pulang dengan di jemput mang Diman, di dalam mobil sudah ada Farah dan si kecil Fahri.
"Nyonya, gak perlu sampai jemput bibi segala" ucap bi Asih.
"Gak apa bi, kebetulan aku mau belanja jadi sekalian aja jemput bibi, lagian kalau aku belanja siapa nanti yang jagain Fahri kalau bukan bibi" jelas Farah.
Setelah keluar dari rumah sakit, mang Diman melajukan mobilnya menuju ke Supermarket yang berada tak jauh dari rumah sakit.
♡♡♡
To be continue...