Menceritakan kisah gadis desa bernama Aida Saputri yang merantau ke Ibukota dan pada akhirnya menjadi seorang bodyguard dari Raisa Aditama putri pengusaha terkenal Wira Aditama dan Lisa Aditama. Saat dirasa telah mampu memegang perusahaan, Raisa diangkat menjadi CEO di perusahaan orangtuanya. Yang akhirnya mempertemukannya dengan CEO perusahaan lain bernama Arman Raharja.
Kisah cinta di mulai, terjadilah cinta segitiga. Raisa mencintai Arman, sedangkan Arman malah mencintai Aida. Sementara Aida sudah memiliki calon suami yang ia cintai. Lantas apa Arman akan berpindah ke Raisa yang jelas-jelas mencintainya. Atau bertahan dengan cintanya yang tak terbalas.
Selain Arman sang CEO ada sosok Aji yang berprofesi sebagai Bodyguard yang juga mencintai Aida. Di saat menanti hari H pernikahan calon suami Aida kecelakaan dan akhirnya meninggal dunia. Di akhir kisahnya siapa yang akan menjadi pendamping hidup Aida?
* Arman sang CEO yang angkuh,dingin, serta melakukan segala hal demi merebut hati Aida
Ataukah
*Aji sang bodyguard yang tulus mencintai tanpa pamrih justru rela mengorbankan nyawanya demi orang tercinta
Ikuti kisah Aida hingga berakhir indah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurjanah Sity, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
23. Bertemu dengan Raisa
Aida mulai membuka toko kue di rukonya di lantai bawah. Dan menggunakan lantai 2 untuk tempat tinggal, ia juga mengajak mbak Karni pindah kesana. Ia sekarang mempekerjakan 2 orang gadis tetangganya yang baru lulus SMA dan tak mampu melanjutkan kuliah. Tugas mereka membersihkan toko dan melayani pembeli. Sementara untuk kasir di urus oleh mbak Cika, ia yang membuat pembukuan tentang pemasukan toko. Sementara Aida mengirimkan pesanan kue ke pelanggan yang dekat. Sedangkan pesanan yang jauh di antar mbak Tari sambil jualan kue keliling.
Meski tokonya masih baru, ternyata banyak warga yang melintas langsung tertarik untuk membeli kue di tempatnya. Karena toko Aida berbeda tidak hanya berbagai jenis cake melainkan juga jajanan pasar dengan harga yang ekonomis. Terlebih di depan tokonya ia cantumkan jenis kue dan harganya, jadi orang yang lewat tak kan ragu masuk ke tokonya.
Siang ini Aida berniat membelikan makan siang untuk semua rekannya Ia memilih sebuah restoran yang tak jauh dari rukonya. Sembari menunggu pesanan ia duduk di salah satu meja pelanggan. Tiba-tiba ada seorang wanita berdiri di depannya. Pakaiannya sangat rapi dan formal. Sepertinya ia familiar dengan wajahnya.
"Maaf mbak sebenarnya meja ini sudah saya pesan untuk bertemu dengan klien saya", ucapnya ramah.
"Oh iya mbak maaf. Saya hanya sebentar kok. Menunggu pesanan saya di bungkus", jawab Aida sopan.
"Oh baiklah. Maaf apa kita pernah bertemu ya?", tanyanya membuat Aida heran.
Tuh kan... dia aja kayaknya kenal aku. Siapa ya kok aku jadi blank gini. Astaghfirullah... Bu Raisa calon CEO. Pantas tak asing.
"Bu Raisa ya", ucapku pelan.
"Kamu tahu nama saya?", tanyanya lagi.
"Ehm... iya bu. Kebetulan saya pernah bekerja di perusahaan Aditama Group sebagai OB sekitar 3 bulanan Bu",
"Pantesan kayak kenal. Lhoh kok berhenti. Apa tidak nyaman disana",
"Ada sedikit masalah Bu. Ya sebetulnya hanya salah paham saja",
"Tidak berniat kembali bekerja",
"Alhamdulillah saya buka toko kue kecil-kecilan Bu. Tokonya ada di seberang jalan. Kapan-kapan kalau Ibu berkenan boleh mampir bu", ucap Aida sembari menunjuk ke arah toko nya.
"Hebat ya udah bisa buka usaha sendiri",
"Belum sendiri. Masih kerjasama sama temen kok Bu modalnya",
"Ya sama aja namanya juga udah bikin usaha itu. Jangan panggil Bu ya. Kesannya tua banget aku nya", ucapnya mulai akrab.
"Maaf saya harus panggil siapa ya?", tanya Aida ragu.
"Hem Kak Raisa aja lah. Oh ya nama kamu siapa? sampai lupa kenalan",
"Saya Aida Bu. Eh... Kak. Emang nggak papa saya panggil mbak",
"Gak papa lah. Bu cuma pas di kantor. Kak aja lebih nyaman, aku kan belum tua banget baru 26 tahun. Aku kamu aja jangan saya, kok formal kesannya",
"Baik kak. Kebetulan pesananku sudah selesai. Saya... aku.. permisi dulu", ucap Aida beranjak pergi saat pelayan menyerahkan pesanannya.
"Ai... boleh minta nomor ponsel",
"Boleh. Ini kak"Ucap Aida menunjukkan nomornya.
Panggilan masuk dari nomor baru di ponsel Aida setelah Raisa menyimpan nomor ponselnya.
"Itu nomor ku. Di save ya. Aku ngerasa cocok aja ngobrol sama kamu. Kapan-kapan ketemuan lagi yuk",
"Iya kak. Senang berkenalan dengan Kakak. Aku permisi dulu ya. Assalamu alaikum", ucap Aida sambil tersenyum.
"Wa alaikum salam",
***
kasihan aida gara-gara metode PDKT Arman yg wow!!
\(°o°)/
bersikap galak dan sering ngebentak......😂😂😂
OB KERUDUNG BIRU