" Arabella tolong kamu harus jadi tumbal untuk menebus hutang Daddy kepada Ketua Mafia".. Kata Pradana
Membuat Arabella menjadi kaget dan tidak percaya jika Daddynya menjadikan Arabella tumbal..
Arabella Alesya Orlin dia gadis yang sangat cantik, ramah dan baik hati.. dia hidup dikeluarga yang sangat kaya dan penuh kasih sayang..
Namun, suatu kejadian dimana Daddynya selingkuh membuat Mommynya pergi untuk selama-lamanya..
Kehidupan Arabella menjadi berubah saat Mommynya pergi, Daddynya menikah kembali dan memiliki hutang kepada Ketua Mafia yang sangat kejam didunia..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NisfiDA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 23-BALAS DENDAM
Sean hanya menatap Lika dengan tatapan yang mematikan Lika sangat ketakutan.. Kini Sean melepaskan tangannya dari leher Kara..
Uhuukk.. Uhukk..
Sean mendekat kearah Lika, dia tidak tau bahwa Lika adalah Mommy Tirinya Arabella.. Sean tepat didepan Lika dengan tatapan yang sangat mematikan..
" Max siapa wanita ini??".. Tanya Sean dengan nada dinginnya
Dengan cepatnya Max mendekat kearah Sean dan membisikkan sesuatu..
" Dia adalah Ibunya Kara Tuan, lebih tepatnya lagi Ibu Tirinya Nona Arabella".. Bisik Max membuat mata Sean menjadi semakin menggelap
Sean menaruh tangannya diwajah Lika, entah apa yang akan dilakukan oleh Sean namun Lika merasakan sangat ketakutan..
Plaakkk!!!...
Sean menampar wajah Lika, sangking kuatnya Sean nampar Lika sehingga membuat Lika menoleh kearah kiri dan Sean memulai dengan pertanyaan..
" Apa Motivasi kalian membawa Arabella pergi hm??".. Tanya Sean dengan nada dinginnya
Lika hanya diam saja, dia sangat ketakutan sekarang ini Sean yang sudah mulai panas karena Lika tidak menjawab pertanyaan Sean..
" Jawab!".. Teriak Sean membuat Lika terkejut
" M-maafkan kami.".. Ucap Lika membuat Sean sangat
" Bukan maaf yang ku inginkan!".. Ucap Sean sambil mencekik leher Lika".. Aku tanya motivasi kalian membawa Arabella pergi apa??".. Sambung Sean dengan matanya sangat marah
" Mommy".. Panggil Kara dengan nada tangisnya melihat Sean mencekik leher Lika".. Lepaskan Mommy".. Ucap Kara dengan nada tangisnya
Sean melepaskannya, dia sangat marah kepada mereka berdua..
Uhukk.. Uhuk...
Lika terbatuk karena dia benar-benar merasakan tidak ada nafas saat Sean mencekiknya.. Kini Sean kembali dengan pertanyaannya..
" Apa motivasi kalian membawa Arabella pergi??".. Tanya Sean dengan nadanya sangat menakutkan
Kara yang dengan percaya dirinya, kini dia menjawab pertanyaan Sean namun membuat Sean semakin marah..
" Agar Arabella tidak menjadi Istrimu! Dia tidak cocok bersamamu Tuan, akulah yang cocok bersamamu!".. Jawab Kara dengan rasa percaya dirinya
Dorr!!!.. Dorr!!!...
"Aaarrgghhh".. Meringis Kara merasa ditembak oleh Sean
" Kara!".. Teriak Lika melihat Kara tertembak oleh Sean
Dorrr!!!.. Dorrr!!!..
" Mommy!".. Teriak Kara melihat Mommynya mati ditempat karena Sean menembak Lika tepat dikepalanya
Kara menangis sejadi-jadinya melihat Mommynya dibunuh oleh Sean, Kara yang tidak tau bahwa Sean adalah Ketua Mafia yang sangat kejam..
Kini Sean mendekat kearah Kara, membuat Kara semakin takut..
" Siapa sebenarnya kau?? Mengapa dengan mudahkan kau membunuh orang??".. Tanya Kara kepada Sean
Sean hanya menyeringai, ternyata masih ada orang yang tidak tau siapa dirinya..
" Apa kau tidak tau siapa aku??".. Tanya Sean diangguki oleh Kara".. Aku adalah Ketua Mafia Sean Vincent Smith".. Sambung Sean membuat Kara sangat terkejut
Seketika Kara menjadi takut, pantasan saja dia dengan tenangnya membunuh orang tanpa memikirkan lagi namun ternyata dia adalah Ketua Mafia yang kejam..
" Tangan mana yang kau gunakan untuk mematahkan Tangan dan Kaki Arabella hm??".. Tanya Sean dengan nada dinginnya
" A-aku tidak mematahkan tangan dan kakinya, i-itu A-arabella keluar sendiri dari mobil".. Jawab Kara dengan nada takutnya
Sean menatap Kara dengan tatapan tajamnya membuat Kara tidak berani menatap Sean..
" Apakah itu benar Max??".. Tanya Sean kepada Max untuk menyakinkan
" Benar Tuan Nona Arabella melompat dari mobil sehingga membuat tangan dan kakinya terbentur Tuan".. Jawab Max dengan cepatnya
Sean menarik nafasnya dan membuangnya secara kasar..
" Buang mayatnya dikadang buaya".. Ucap Sean membuat Kara terkejut bahwa mayat Mommynya akan dibuang untuk makanan buaya
" J-jangan".. Ucap Kara membuat Sean menatap Kara
" Apa kau ingin juga dijadikan makanan buaya??".. Tanya Sean digelengi oleh Kara