NovelToon NovelToon
Jaka Umbara; Sang Pendekar Angin

Jaka Umbara; Sang Pendekar Angin

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Petualangan / Fantasi Timur
Popularitas:260.8k
Nilai: 4
Nama Author: miirathurmudzi123

Ia lahir tanpa ayah dan ibu, bahkan kakeknya sendiri tidak mengakui keberadaannya. meskipun begitu ia tetap berusaha hidup dan terus berjuang bersama orang-orang yang selalu mendukungnya.

Ia memulai perjalanan-perjalanan yang panjang dan amat jauh.

"Kakek, aku akan menjadi pendekar hebat yang bisa kau banggakan!"

Apa yang telah menunggunya di setiap perjalanan yang dilaluinya?

Kawan? Lawan? Saudara? Keluarga? Atau kekuatan yang luar biasa?

Bagaimana akhir dari perjalanannya?

Akankah ia menemukan apa yang ia inginkan?

Ikuti kisah perjalanannya di setiap episodenya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon miirathurmudzi123, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menjalani hukuman

Pagi-pagi. Dewi Mayasari masih memohon kepada ayahnya agar bersedia meringankan hukumannya. Tapi sepertinya tak ada yang bisa diubahnya.

Jaka baru menghadap setelah membersihkan diri. “Selamat pagi, Guru,” sapa Jaka pada Mpu Anggar Maya. Mpu Anggar Maya tersenyum dan mengangguk. “Selamat pagi, Dewi..” Memandang Dewi Mayasari. Huh!! Tak ada balasan apa pun atas sapaan Jaka selain ungkapan kekesalan di wajahnya.

“Guru, aku sudah bersiap,” ucap Jaka merapikan peralatan yang dibawanya. Tas kain tersampir di pundaknya. Pisau kecil menggantung di pinggangnya. Dan Sebuah kain kecil terikat di kepalanya.

“Baguslah! Segeralah kalian berangkat!” perintah Mpu Anggar Maya pada Jaka. Dewi Mayasari mendekati ayahnya, masih berharap hukumannya dapat diringankan. “Itu.. Ayahanda.. mengenai hukumanku..”

“Tak ada yang berubah. Segeralah berangkat bersama Jaka!”

Dewi Mayasari memandang tajam ke arah Jaka. "Ini semua salahmu, huh!" Berlalu meninggalkan Jaka di depan.

Jaka menatap Mpu Anggar Maya bingung. “Tak perlu khawatir! Kemarahannya tak akan berlarut lama,” ucap Mpu Anggar Maya menenangkan Jaka.

Jaka mengangguk. Melangkah pergi menjalani hukumannya mencari tanaman obat sebagaimana yang diperintahkan sebagai hukuman untuknya dan Dewi Mayasari. “Aku pergi dulu, Guru.”

“Berangkatlah!”

Di perjalanan menuju atas bukit, Jaka dan Dewi Mayasari melewati ruas-ruas jalan setapak dari arah belakang padepokan. Tak ada yang pembicaraan apa pun dari keduanya. Dewi Mayasari berjalan cepat di depan, sementara Jaka mengikutinya berjalan sedikit jauh di belakang.

Ruas-ruas jalan setapak yang mengarah ke atas bukit terpotong, menyisakan jalan tanah yang tertutup rumput-rumput memasuki arah hutan. Terusan jalan setapak yang dilalui oleh keduanya mengarah ke arah yang lain, sehingga terpaksa keduanya harus melewati jalan tanah dengan rumput-rumput yang mengarah ke arah hutan.

Dewi Mayasari menghentikan langkahnya dan hampir tersusul oleh langkah Jaka.

“Ada apa?” tanya Jaka mendekat.

“Tak ada!” jawab Dewi Mayasari ketus. Ia kembali melangkah. Kali ini lebih dekat di depan Jaka.

Jaka tak menggubris ucapan Dewi Mayasari. Ia kembali melanjutkan langkahnya mengikuti Dewi Mayasari di belakangnya.

Keduanya hampir sampai di atas bukit.

Dewi Mayasari kembali menghentikan langkahnya. Jaka mendekati Dewi Mayasari.

“Ada apa? Apakah tidak ada apa-apa lagi?” Melihat ke arah depan.

Dewi Mayasari tak menjawab, hanya menunjukkan jarinya sambil ketakutan. Jaka melihat badan seekor ular besar tengah berjalan di depannya. Ssttt! Jaka berisyarat agar Dewi Mayasari tak bergerak untuk sementara waktu.

Dewi Mayasari masih merasa takut. Tiba-tiba ia meraih tangan Jaka. Tangannya terlihat gemetaran.

“Jangan takut. Aku akan mengurusnya. Kau jangan bergerak dulu,” pinta Jaka.

Jaka segera mencari sebuah ranting kayu. Krtik! Krtik! Suara kaki Jaka menginjak ranting-ranting kecil. Ia memandang ke depan. Ular besar itu berhenti, seolah mendengar suara di dekatnya. Ular itu berbalik. Dewi Mayasari yang melihat ular itu berbalik dan seolah sedang melihatnya menjadi terkejut.

Dewi Mayasari menghamburkan diri berlari ke arah lain. Ular itu menyadari sesuatu dan langsung memburu ke arah Dewi Mayasari yang tiba-tiba berlari.

Jaka terburu-buru mengejar Dewi Mayasari. Langkahnya tak cukup dekat. Ular itu kian mengejar Dewi Mayasari.

“Dewi! berlarilah ke samping kirimu!” teriak Jaka dengan keras.

Dewi Mayasari mengikuti arahan dari Jaka. Ia berlari ke arahnya dengan cepat. Ular itu masih mengikutinya. Kini Jaka bisa menyusul langkah Dewi Mayasari, lantas menarik tangannya dan menempatkan posisi Dewi Mayasari di belakangnya.

Ular itu mendekat cepat dan melompat ke arahnya. Jaka mengambil pisaunya dan mengayunkan tangannya dengan sigap menghadang ular itu. Jaka memperkirakan langkahnya, ular itu tak memburunya, melainkan Dewi Mayasari. Pisaunya mungkin akan sangat terlambat bila dijadikannya sebagai senjata. Akhirnya ia merelakan lengan kirinya tergigit ular yang melompat itu. Menariknya, kemudian membunuhnya dengan pisau yang berada di tangannya.

1
Aufaaaaa
thor,,yg benar bae,,yg masuk akal dikit napa,, mereka kan msh bocil,jd sesuaikan dgn umurlah,, koq kayak cerita bf seehh
Night Watcher
mcnya dibuat kyk idiot banget
spooky836
membosankan sampah
Siti rochmah Iyon
mana lanjutan jangan setengah" aku penasara sm jaka umbara n dewi maya sari
Iskandar Zulkarnain Zulkarnain
alur terlalu ribet...bingung mengikuti cerita.
Daryus Effendi
bosan bertele tele
Wahyu Indra
kurang niat untuk ngelanjutin ceritanya
Putra_Andalas
lama matinya klo ditusukkan ke Perut...beda cerita klo tusukan ke Ulu Hati atau Jantung..😂
Habsah Hermawan
Luar biasa
Putra_Andalas
udah separuh dibaca..gk ada Greget & serunya...STOP BACA dah..!!!
Putra_Andalas
mkin ksini bknnya mkin seru nih alur ceritanya...malah mkin receh gk jelas...😬
Putra_Andalas
gk jelas nih cerita...😵
Putra_Andalas
tiba² punya nama..itu yg kasih nama Bapaknya apa Author nya...?? 😁
nana 2024
banyak iklan ganggu aja sialanlu
Asri Parinding
mana ep. selanjutnya
Rusliadi Rusli
😥😥😥😥
Rusliadi Rusli
👍👍
Rusliadi Rusli
jangan terlalu di pikirkan jaka..guru akan baik"aja
Rusliadi Rusli
waduh
Rusliadi Rusli
sabar jaka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!