Kisah Islami
Cerita Melankolis
Kali ini saya persembahkan untuk kalian semua para pembaca setia saya, semoga kalian semua terhibur.
Siapa yang mau memilih kesedihan,kalau kita di suguhkan bahagia dan sedih, pastilah semua orang akan memilih bahagia.
Arafa, seorang gadis yang tumbuh dewasa dengan penuh lika liku kehidupan dan kepedihan, namun karena semua itu, dia menjadi wanita yang tegar dalam menghadapi kenyataan hidup yang memang harus ia jalani.
Ikuti terus kisah Arafa, sampai dia menemukan kebahagiaan dan sang pujaan hati.
SUDAH MASUK MUSIM 2..
Kesabaran Ara dan David musim 2 ini akan di uji, keinginan mereka untuk memiliki anak harus tertunda cukup lama. Bagaimana cara mereka melaluinya? 😊
Baca juga karyaku yg lain, bisa dilihat lewat sentuhan lembut ke avaku😁😁.. Terima kasih😘💕
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tinayuni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 23
Ahmad membuang muka setelah mengetahui wanita yang di hadapannya saat ini adalah Arafa anak Fatmawati. Bukan membenci, melainkan mengingat gadis itu telah menolak kebaikan hatinya yang ingin merawat Arafa kecil dan malah memilih ibunya yang miskin.
"Paman " panggil Arafa dengan mata berkaca-kaca.
"Apa kau sudah lelah mengikuti ibumu hidup miskin? apa kau sudah sadar dengan kesalahanmu?"
"Bapak" teriak Dani menghentikan perkataan Bapaknya yang mulai ngawur bagi Dani.
Ahmad melangkahkan kakinya dan duduk di sofa, sedang Arafa masih berdiri menata hati.
"Ara ke sini ingin menyambung silaturahmi kembali dengan keluarga Paman, Ara ingin..."
"Cukup " seru Ahmad. Dadanya naik turun menahan kesal.
"Arafa duduklah, kita akan bicara baik-baik" ajak Dani, dan menuntun Arafa menuju sofa.
Mendengar teriakan, Dana adik Dani yang sedari tadi berdiam diri di kamar, kini keluar dan menemui ketiga keluarganya di ruang tamu.
Mata Ara dan Dana bertemu sejenak, lalu Dana melangkah mendekati Dani dan duduk di sebelahnya, menyenggol pundak kakaknya, meminta jawaban dari ketidaktahuannya. Namun Dani hanya diam, bukan saatnya untuk menjelaskan.
"Paman akan menerimamu kembali kalau kau meninggalkan ibumu yang tidak tahu diri itu" Ahmad merendahkan nada bicaranya.
Sejenak Arafa memejamkan mata, berusaha untuk tenang dan tidak terbawa emosi.
"Arafa ke sini hanya ingin menjalin silaturahmi kembali.Kita masih terikat darah, sampai kapanpun kita tetap keluarga walaupun tanpa bertegur sapa. Ibu masih memiliki hak di sini paman, dia adalah Ibuku, kakak ipar Paman, yang lalu biarlah berlalu, Arafa mohon Paman bisa menerima Ibu dalam keluarga ini kembali. Arafa dan Ibu tidak akan merepotkan Paman, kami akan tetap tinggal di tempat kami saat ini."
Ahmad tersenyum sinis. Penjelasan Ara hanya seperti angin lewat saja. Kebenciannya terhadap Fatmawati sudah seperti mendarah daging.
"Karena ibumu, kakakku tiada. Karena kemiskinannya dia tidak bisa mengobati kakakku."
Air mata yang di bendung Arafa, kini terjun jatuh tanpa di minta, ia tidak tahan mendengar ibunya di jelek-jelekkan, namun dia tetap berusaha tenang dan tidak tersulut emosi.
"Ini semua takdir Pak, jangan menyalahkan Bibi terus!" seru Dani yang sudah tidak tahan mendengar perkataan bapaknya yang sudah keterlaluan baginya.
"Hahaha kalian tahu apa tentang takdir, Bapak lebih berpengalaman dari kamu Dani,,"
"Sudah Paman, kalau memang Paman tidak mau menerima ibu, baiklah, Arafa tidak akan memaksa. Arafa ke sini karena Arafa masih menghargai Paman sebagai keluarga,"
"Dani, apa kau bisa mengantarku ke makam Ayah, setelah itu aku minta tolong antar aku ke terminal!"
Dani diam sambil menggelengkan kepala menatap Ara.
"Besok aku akan menemanimu pulang sambil menjenguk Bibi!"
Wajah Ahmad masih di penuhi kekesalan. Memandang Arafa pun dia tidak mau.Kecewa, hatinya terluka melihat penolakan dari Arafa untuk kedua kalinya. Janji yang ia ucapkan kepada almarhum kakaknya untuk menjaga Ara tidak bisa ia tepati.Dahulu ia berpikir, kalau Ara akan kembali ke rumah Ahmad dan meninggalkan ibunya, tapi kenyataan berkata lain.
Dani mengambil nasi bungkus yang sudah sedari tadi berada di atas meja dan memberikannya kepada Ara.
"Makanlah dulu, kau dari tadi belum makan!"
Tanpa berkata apapun, Ahmad beranjak dari duduknya dan meninggalkan ruang tamu untuk masuk ke dalam kamar. Arafa hanya bisa menatap Pamannya dengan mata sendu.
"Biarkan Bapak menenangkan pikirannya dulu, aku yakin suatu saat Bapak akan menerima Bibi " ujar Dana yang sedari tadi hanya diam mengamati permasalahan yang terjadi.
"Aku Dana Mbak Ara, adiknya kak Dani" Dana mengatupkan kedua tangannya, begitu juga dengan Arafa.
"Ayo kita makan bersama!" ajak Dani kepada Ara dan Dana.
Merekapun akhirnya makan bersama tanpa Ahmad. Rasa tidak enak hati menghinggapi Ara, namun karena banyolan dan candaan dari Dani dan Dana membuat rasa itu sekejap menghilang.
"Besok hari minggu, aku juga ingin ikut kakak ke rumah Mbak Ara, apa boleh Kak?"
"Boleh, kita akan bertiga menjenguk Bibi nanti" Arafa tersenyum senang mendapat perlakuan baik dari kedua saudaranya.
Kini malam tiba, Arafa di temani Dani dan Dana duduk di depan rumah. Arafa mengobrol dengan bebas bersama kedua kakak beradik itu, sambil menikmati pemandangan kampung yang sudah lama tidak ia lihat.
Beberapa tetangga yang melewati jalan di depan rumah Ahmad, selalu menatap ke arah Ara, mungkin mereka bertanya-tanya dalam hati. Kebanyakan dari mereka berpikir kalau gadis itu adalah pacar atau kekasih Dani. Secara laki-laki itu belum pernah mengajak wanita ke rumahnya.
"Dani " seorang perempuan paruh baya memanggil Dani sambil terus berjalan mendekat ke arah Dani dan lainnya.
"Iya Budhe?" Dani memanggil wanita itu dengan sebutan budhe.
Karena tidak pernah melihat, wanita itu mengangguk menyapa Ara dan kembali menatap Dani.
"Bilang ke Bapakmu, besok pagi ada pengairan di sawah, jangan lupa ya!"
"Iya Budhe, siaap"
"Oh ya, dia pacarmu? wah kalian sudah pantas menikah, dia manis" celetuk wanita paruh baya itu, tanpa memikirkan apa yang ia katakan benar atau tidak.
"Ah, apa yang Budhe katakan, dia Arafa anaknya Bibi Fatmawati."
Seketika wanita itu terkejut dan melongo lama menatap Arafa.
"Ya Allah ,Arafa yang dulu kecil itu?" seru wanita itu dengan suara yang nyaring walau sedikit keras.Ia terkejut sekaligus kagum.Gadis yang dulunya terlihat melas karena sejak kecil sudah menjadi anak yatim, kini tumbuh menjadi gadis manis dan anggun.
"Iya,saya Arafa, Bu " senyum manis mengambang di wajah Arafa.
"Subhanallah, kau benar-benar sudah dewasa dan anggun." Wanita itu terus memuji kecantikan dan keanggunan Arafa, hingga akhirnya ia teringat Fatmawati dan menanyakan keberadaan Ibunya Arafa itu.
"Ibu baik-baik saja Bu, beliau ada di rumah"
"Baiklah, salam untuk Ibumu dari Bu Endang ya, kamu pasti lupa nama Ibu yang sudah tua ini kan?" Bu Endang mengelus kepala Ara yang tertutup hijab itu lalu berpamitan pulang kepada ketiga muda mudi itu.
"Aku sudah lupa nama-nama tetangga di sini" kata Ara.
"Wajarlah kalau kau lupa, kau dulu masih usia 9 tahun saat meninggalkan desa ini, dan sudah lima belas tahun kau baru kembali ke sini, kenapa tidak dari dulu - dulu Ara?"
Ara menghela napas dan membuangnya.Banyak sekali alasan kenapa dia tidak segera kembali ke kampung halamannya itu. Karena dana untuk perjalanan, karena Ibunya yang sedang sakit, juga karena ia merasa belum siap bertemu dengan paman dan juga keluarga yang lain. Semua itu Ara siapkan beberapa tahun lalu hingga akhirnya saat ini baru ia laksanakan tanpa adanya rencana sedikitpun.
Namun beberapa alasan itu tidak mungkin ia katakan kepada Dani dan juga Dana. Hanya jawaban belum siap saja yang meluncur cepat dari mulut Ara untuk menjawab pertanyaan Dani.
"Karena sudah malam, ayo kita masuk, aku juga akan bersiap - siap untuk mengantarmu pulang besok!"
Akhirnya mereka bertiga kembali masuk ke dalam rumah model lawas itu.
TERJEBAK PERNIKAHAN SMA
makasih 🙏🙏
keren namanya
kenapa klo bahas afka selalu sedih😭
Lanjut Thor...
NEXT ... ❤️❤️
lanjut baca part selanjutnya 👍🏻👍🏻❤️❤️
jadi ingat Almarhumah Ibu ...😭😭😭
Alfatihah yg Insya Allah tak pernah putus untukmu , Ibuku 🙏🏻🙏🏻😭😭
sungguh... tanpa terasa menetes saat baca flashback 😭😭
NEXT...
ceritanya menyayat hti 😭
NEXT ...
jd penasaran...
nyicil dulu ini thor..
ijin promo thor 🙏
jgn lupa baca novelku dg judul "AMBIVALENSI LOVE" 🍭🍭🍭
kisah cinta beda agama,
jgn lupa tinggalkan jejak dg like and comment ya 🙏😁
*SENYUM ANYA
*MAHABBAH RINDU
nama yang bagus
Salam mengundang like ke karya aku
I Love You Mr Mafia
Sky Blue Love