NovelToon NovelToon
Maaf, Aku Harus Pergi

Maaf, Aku Harus Pergi

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Nikahmuda / Selingkuh / Cerai / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Pelakor / Tamat
Popularitas:671.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: airarahma

Ternyata 8 tahun bersama tidak menjamin cintanya bisa berpaling padaku, Aku tetaplah kalah dengan cinta pertamanya.
Maafkan Aku yang memilih menyerah, bukan karena aku tidak mencintaimu tapi aku lelah, lelah berjuang sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon airarahma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Melawan Gengsi

Yura terus menggerutu setelah mendengar sendiri kalau Agam akan mendekati Jemima. Bukan dia cemburu tapi dia tidak suka apa yang sudah dia ucapkan malah tidak sesuai kenyataan. Padahal dia sudah sangat meyakini kalau Agam tidak mungkin tertarik pada Jemima tapi siapa sangka lama-lama Agam luluh juga.

Malah dirinya dan Daniel yang diyakini akan bersatu malah bubar jalan. Yura merasa kalah karena Jemima malah berhasil menaklukkan hati si kaku Agam. Menurut Yura dirinya lebih cantik, lebih pintar, dan lebih segala-galanya dari Jemima. Dia tidak rela orang lain berhasil mendapatkan keinginannya sedangkan dia tidak.

"Mima, maafkan Aku. Bukan maksudku jahat sama kamu. TAPI aku tidak rela kalau harus kalah darimu" batin Yura.

Rasa ego dan tidak mau kalah yang Yura miliki membuatnya rela melakukan berbagai acara agar keinginannya bisa terwujud. Yura lupa kalau itulah yang sebenarnya menjadi dasar kalau Daniel tidak bisa mencintai dirinya.

Yura berjalan menghampiri teman-temannya yang memang sudah janjian untuk berkumpul di perpustakaan. Mereka akan menyiapkan proposal skripsi bersama.

Siapa sangka dalam perjalanan, Yura melihat Daniel menyerahkan sesuatu pada Jemima. Dapat Yura lihat bagaimana tatapan penuh puja dari Daniel untuk sahabatnya itu.

"Dasar buaya buntung!" Gerutu Yura.

"Baru jadian sama anak kelas B, sekarang malah natap Jemima kayak gitu. Breng sek emang !" Langkah Yura semakin memburu. Dia akan memberi pelajaran pada Daniel.

Tapi belum sempat dia menegur, Daniel sudah keburu pergi. Jemima pun sudah menjauh dengan menenteng paper bag pemberian Daniel tadi.

Yura kembali menggerutu.

"Awas saja kalau Mima sampai dekat dengan Daniel !!!!". Yura kesal luar biasa.

Saat sampai di perpus, Jemima dan yang lain sudah menyambut Yura dengan senyum manisnya.

Yura melirik paper bag yang ada di atas meja. Tatapan mata Yura kentara sekali kalau dia sedang menahan emosi.

Jemima menyadari kalau Yura terus memperhatikan paper bag miliknya.

“Ini dari Juanda, sepupuku. Tadi dia nitip ke Daniel katanya ketemu di depan” ucap Jemima menjelaskan tanpa diminta. Yura tidak bisa menerima alasan itu seratus persen. Dia masih merasa kalah dari Jemima. Rasa tidak terima karena Daniel menatap Jemima dengan tatapan berbeda.

“Kamu tadi lihat ya Daniel kasih ini ke aku?” tanya Jemima.

Yura menganggukkan kepalanya.

Jemima sengaja tertawa agar tidak canggung. Dia tahu kalau Yura dalam mode senggol bacok.

“Ini titipan Juanda” Jemima mengeluarkan isi dalam paper bagnya. Ada kain berwarna ungu.

“Seragam nikahan Kak Meyriska” lanjutnya.

Yura bernafas lega. Ternyata Jemima tidak berbohong. Tidak mungkin juga Daniel memberikannya kain.

Jemima kembali terkekeh.

“Daniel kan sudah punya pacar, tidak mungkin dia memberikan aku hadiah” kata-kata yang Jemima lontarkan membuat Yura kembali bersedih.

Maria menepuk pundaknya.

“Jangan mikirin Daniel melulu, bosenin” hibur Maria.

“Ayo kita belajar” Nancy berseru. Ingin mengalihkan obrolan yang tidak berfaedah itu. Tujuan mereka kesini memang belajar. Bukan untuk yang lain.

….

Jemima menunggu jemputan dari sopir Ayahnya di depan kampus. Nicky tadi sudah menawari tumpangan tapi Jemima menolaknya karena jalan yang mereka lalui tidaklah searah.

Tiba-tiba saja Agam menghentikan motornya di sebelah Jemima.

“Belum pulang?” tanya Agam.

Jemima tersenyum kemudian menggelengkan kepala. Dadanya bergemuruh karena Agam sampai berhenti dan menanyainya. Sesuatu yang tidak pernah Jemima bayangkan sebelumnya.

“Mau aku antar? Tapi aku pakai motor” tawar Agam. Dia sedikit tidak percaya diri karena Jemima sudah pasti tidak pernah naik motor sebelumnya.

Jemima semakin terkejut. Wajahnya seketika memanas.

“Apa benar Agam menawariku tumpangan?” batinnya tidak percaya. Dia membeku di tempatnya. Untung saja dia segera tersadar dan dengan antusias menganggukkan kepala.

“Tapi aku tidak ada helm” jawab Jemima.

Agam turun dari motornya dan membuka bagasi motornya. Disana tersimpan helm cadangan. Dia memberikan helm itu pada Jemima dan membantu memakaikannya. Dengan jarak sedekat ini Jemima bisa mencium aroma maskulin dari tubuh Agam.

“Aku bisa mati” batin Jemima. Dia seperti kehabisan nafas.

“Sudah” ucap Agam saat dia sudah selesai memakaikan Jemima helm.

“Terima kasih” sahut Jemima.

Jemima naik ke motor Agam. Dia bingung bagaimana cara berpegangan karena jujur ini pertama kalinya dia naik kendaraan roda dua.

“Pegangan” pinta Agam.

“Dimana?” tanya Jemima polos.

Agam menuntun tangan Jemima untuk memeluk dirinya. Benar-benar spot jantung. Jemima semakin tidak bisa bernafas.

“Tuhan…. Tolong…..” Jemima berteriak dalam hati.

“Sudah?” tanya Agam.

Jemima menganggukkan kepala.

“Sudah” jawab Jemima. Kentara sekali dia gugup.

Agam kemudian mengendarai motornya dengan sedang.

“Memangnya Agam tahu ya rumahku dimana?” Jemima baru ingat kalau dia tidak pernah memberitahu rumahnya dimana.

“Rumahku di Perumahan XX” ucap Jemima sedikit berteriak karena suaranya tertelan angin.

“Iya aku tahu” jawab Agam yang juga ikut berteriak.

Deg

Deg

Deg

Semakin berdebar tidak karuannya hati si Jemima ini.

“Agam tahu rumahku? Kenapa bisa?” batin Jemima bertanya-tanya. “Apakah ini lampu hijau kalau aku bisa mendekatinya?”. Jemima bahagia luar biasa. Mimpi apa dia semalam bisa-bisanya Agam mengantarnya pulang.

Belum sampai di rumah Jemima, tiba-tiba saja Agam memarkirkan motornya di sebuah rumah makan.

“Makan dulu ya, aku lapar” ucap Agam sambil tersenyum.

Jemima semakin syok karena Agam mengajaknya makan. Apalagi dia bisa melihat senyum Agam yang semanis gula.

“Ya Tuhan…..” Jemima tak henti-hentinya berucap dalam hati.

Dia mengekori Agam yang sudah berjalan lebih dulu saat memasuki restoran. Disana ternyata Agam bertemu beberapa kenalannya.

“Wah sama cewek baru” goda teman Agam tersebut.

Harusnya Agam mengatakan kalau mereka hanya teman bukan? Tapi Agam malah tersenyum.

“Mima, kenalin ini teman SMA ku” ucap Agam memperkenalkan temannya itu.

Jemima menjabat tangan orang tersebut satu persatu. Ada 3 orang pria. Selesai berkenalan Agam pun mengajak Jemima untuk duduk di tempat berbeda.

“Kamu sering kesini?” tanya Jemima.

Agam menganggukkan kepala.

“Iya, dulu sama Galih dan Inez” jawab Agam.

Mendengar nama Inez membuat kebahagian Jemima yang dari tadi sudah berbunga-bunga dan mekar tiba-tiba saja menjadi layu.

Agam bisa melihat perubahan raut wajah Jemima.

“Kamu kenapa?” tanya Agam.

Jemima seketika melengkungkan senyum. Dia kemudian menggelengkan kepalanya.

“Enggak apa-apa” jawab Jemima.

Ketiga teman Agam kembali datang menghampiri hendak berpamitan.

“Jangan kecewain Agam ya, dia cowok baik-baik kok” ucap salah satu dari mereka sambil menepuk pundak Agam.

Agam hanya terkekeh.

Jemima heran karena Agam tidak menyangkal sama sekali. Dia malah tertawa seolah-olah dirinya dan Jemima benar-benar berpacaran.

Jemima tentu saja kebingungan dan wajah bingungnya itu terlihat menggemaskan di mata Agam.

“Kami duluan” pamit mereka hampir bersamaan.

“Iya hati-hati” ucap Jemima dan Agam menimpali.

Bersambung....

1
Dysha♡💕
luar biasa,,,pas pertama baca judul aku ga suka aku males penghianatan pasti,tapi karena keseringan muncul ini novel aku akhirnya baca dan ternyata sebagus itu dan sangat romantis dan bikin baper🫶
༻♛A̷͙ͭͫ̕ḑ̴̞͛̒ỉ͔͖̜͌r̴̨̦͕̝a̤♛༺
lumayan seru ceritanya 🙂
ini pendapat ku 🙂
umi istilatun
👍
ayu cantik
suka
namia khira
ceritanya bagus banget,wajib di baca /Good/
Ira Valencia
ada seasson 2
Lilik Juhariah
ini Jemima perempuan bodoh , saling percaya itu BKN GK mau bertanya
Amin Srgfoo
bagus ceritanya
Oma Nandya Kanaya Tripamungkas
Luar biasa
ervina
Kecewa
ervina
Buruk
Dewi Dama
pelakor..serasa..istri pertama...rasain....
Ririn Nursisminingsih
adam suami idaman banget😍😍
Ririn Nursisminingsih
bagus banget karyamu thor😍😍
Ririn Nursisminingsih
nah gini dong adam..tegess
Ririn Nursisminingsih
rasakno adam wess tinggalin aja mima biar tau rasa
Ririn Nursisminingsih
cinta ya cinta mima tpi jg bodoh
Dewi Yanti
seharusnya klo memang hanya sebatas sesama ato kasihan sm inez, tempatin ja di divisi lain yg memag tdk akan berhubungan langsung dg mereka berdua setiap hr..
Lily
ya... sesederhana kata sayang, sesederhana itu sudah bisa membuat istri bahagia. tapi sayang, suami kadang nggak ngerti
Lily
akhirnya ada juga novel seorang bos yang disuruh asisten nya membelikan sesuatu untuk asistennya, biasanya asisten nya terus yang disuruh suruh😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!