Arin adalah gadis tomboi yang suka bercanda, sebagai anak SMA yang merayakan kelulusan. Arin atau Rin Rin bertamasya bersama rombongan sekolah nya, tanpa sengaja Arin menginjak kucing berbulu putih yang begitu cerah, setelah itu sebuah kejadian membuat Rin Rin terjatuh di sebuah lubang yang membawanya kesebuah dimensi lain.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shafrilla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pria tampan.
"Aaaaaa!!!" suara teriakan Arin menggelegar.
"Hemm..," si pria tersenyum.
"Se-setannn!!!" teriak Arin saat melihat patung naga berubah menjadi sosok pria berambut putih.
"Akhirnya kamu kembali." ucap lembut pria naga.
"Ad-ada patung bisa bicara?" wajah Arin langsung pucat. Dia terus memperhatikan wajah pria tampan yang ada di depannya, salah satu tangannya tanpa sengaja menyentuh bibir pria naga. "Hiiiiii... Beneran hidup...," wajahnya langsung mewek ketakutan.
Tangan pria naga menyentuh wajah Arin, seketika Arin tubuhnya gemetar hebat. Jantungnya berdebar begitu kencang, bukan karena terpukau, namun dia sangat ketakutan ketika melihat patung naga sekarang berubah menjadi sosok pria berambut putih, berwajah pucat bibir merah.
"Ampun pak hantuuu... tolong jangan makan aku, aku masih mau hidup enak, masih mau cari cowok tampan, punya uang dan jadi nyonya kaya..," Arin menangis. Dia tidak takut dengan preman ataupun penjahat, tapi Arin takut dengan setan. Karena menurutnya preman bisa di hajar tapi kalau hantu malah menghilang.
Di alam siluman, semua siluman bisa merasakan akan alam ilusi yang mulai muncul, kerajaan siluman perlahan mulai menampakkan wujudnya lagi.
Si kembar mengajak ibunya ke pohon besar, mereka terus mencari keberadaan Arin. "Sihir pemecah..," ibu beruang mencoba membuka pembatas alam.
"Bagaimana ini ibu?" tanya si kembar.
Krakk..
Wuss..
Ibu beruang menoleh, tiba-tiba saja sebuah cahaya keluar dari dalam retakan. "Itu..," perkataan nyonya beruang terhenti ketika dia perlahan melihat dunia yang dulu pernah dia lihat di masa mudanya.
Wuss..
Orang-orang yang ada di alam siluman nampak terkejut ketika mereka melihat sesuatu yang begitu megah, dari jauh mereka bisa melihat puncak istana kerajaan siluman.
"Bukankah itu menara kerajaan siluman?" ucapan para siluman yang ada di tempat itu.
Mereka yang sedang bekerja atau melakukan apapun itu mereka langsung terhenti. Pandangan mereka semuanya tertuju pada menara yang sudah hilang selama ribuan tahun, sekarang menara itu terlihat begitu jelas, di langit perlahan-lahan memperlihatkan fenomena yang begitu luar biasa. Kerajaan yang dulu hilang dan wilayah yang dulu tiba-tiba lenyap sekarang muncul seperti sebuah keajaiban.
"Bukankah itu kerajaan siluman?" ucap para siluman yang menunjuk ke arah bangunan super megah itu.
Nyonya katak, nyonya beruang dan orang-orang yang ada di desa Hen mereka bergegas menuju tempat yang muncul seperti sebuah keajaiban.
Di dalam istana kerajaan siluman yang menjadi patung, perlahan-lahan mereka semua kembali seperti semula, siluman dan semua yang hidup di istana itu sekarang sudah kembali seperti semula. Arin yang melihat itu Dia seolah tidak bisa meyakini apa yang dia lihat, sebagai manusia modern dia melihat kejadian itu hanya di film-film saja.
"Hehehe..., sepertinya aku sudah mulai gila, aku sudah mulai tidak waras." ucap Arin yang kemudian mulai merasakan pusing yang teramat, dalam hitungan 5 jari dia langsung pingsan di pelukan si pria naga.
Yan Yasha, kaisar kerajaan siluman yang umurnya sudah ribuan tahun, dialah pemimpin tertinggi bangsa siluman. Wujudnya adalah manusia dengan kekuatan dari naga sejati, dia dikenal mempunyai ketegasan yang begitu luar biasa, sebagai pemimpin tidak ada yang bisa melawan semua perintahnya.
"Kita semuanya kembali hidup, kita kembali hidup!" seru orang-orang yang ada di dalam istana dan luar istana, burung-burung yang dulu membeku saat itu sekarang burung-burung itu kembali mengepakkan sayapnya.
"Yang mulia, akhirnya kita bisa menghirup udara lagi!" seru jenderal kerajaan siluman.
"Kamu benar sekali, Wang kai, akhirnya kita bisa merasakan kehidupan lagi." jawab Yan Yasha.
"Akhirnya akhirnya aku bisa menggerakkan tubuhku lagi, selama ribuan tahun terbelenggu seperti ini aku benar-benar bisa menggerakkan tubuhku." ucap panglima perang Long-ji.
Ctarrr!!!
Ctarrr...
Wusss...
Getaran kekuatan para petinggi kerajaan siluman setelah terbebas dari penyegelan selama ribuan tahun, semua orang yang ada di dalam istana mencoba untuk menggunakan kekuatan mereka. Setelah itu mereka langsung bersujud kepada Yan Yasha sebagai Kaisar mereka.
"Hidup Yang mulia! hidup yang mulia!" seru mereka semuanya, orang-orang itu bersujud di depan Yan Yasha yang menggendong seorang wanita. Wanita yang sudah melepaskan mereka dari penyegelan selama ribuan tahun tersebut.
"Kerajaan kita sudah kembali, kita akan menata kembali kehidupan yang sudah hilang selama ribuan tahun ini." ujar Yan Yasha. Dia kemudian berjalan meninggalkan balai istana, pria itu menggendong Arin dan membawanya ke paviliunnya, paviliun yang tidak pernah tersentuh oleh satu wanita pun.
Hembusan angin menerpa wajah Arin yang terlihat begitu lelah, di dalam mimpinya dia berharap apa yang dia lakukan beberapa hari ini hanyalah mimpi, dia ingin kembali ke dunianya. Dunia yang memiliki begitu banyak arti, secercah cahaya memasuki kamar yang mempunyai ranjang super empuk dan tercium bau wewangian yang begitu harum.
Arin perlahan menggeliat kemudian membuka matanya, kedua tangannya meraba ranjang tempatnya berada. "Ya Tuhan, selama beberapa hari ini aku benar-benar mimpi aneh." ucap Arin sembari menggerakkan tubuhnya, kedua matanya belum terbuka sempurna, tangannya menyentuh ranjang yang dia kira ranjang yang ada di rumahnya. kedua kakinya nampak bergerak sembari dipukul-pukul kan.
"Memang paling enak berada di rumah sendiri, begitu nyaman dan benar-benar sungguh luar biasa." ucapnya. setelah itu Arin meraba guling yang biasa dulu dia pakai.
Karena tak ada barang yang dia cari, Arin kemudian membuka matanya. "Kenapa tidak ada guling di kamarku?" ucap Arin. dia membuka matanya sembari menatap tempat keberadaannya.
Tak ada guling bergambar idol kesukaannya yang dia cari, kedua matanya menatap tempatnya berada saat ini. "Ini di mana? sepertinya ini bukan kamarku?" ucap Arin yang nampak kebingungan, kedua kakinya perlahan turun dari ranjang untuk memastikan tempat keberadaannya. "Oh no.. ini memang bukan kamarku, lalu aku berada di mana?" ucapnya. Arin berjalan memutari kamarnya, di sana begitu banyak bunga mawar dan beberapa bunga yang tidak dia kenal.
Sesaat kemudian datanglah beberapa pelayan yang mempunyai wujud manusia dengan pakaian yang sama seperti yang dia pakai saat ini. "Kalian ini siapa?" tanya Arin kepada dua wanita.
"Ternyata ratu sudah bangun ya." ucap dua wanita itu. setelah itu mereka meletakkan pakaian dan makanan di meja tempat Arin.
"Kalian ini siapa? kenapa kalian ada di sini?" tanyanya kembali. Arin mengikuti dua wanita yang menata kamarnya.
"Salam ratu, perkenalkan. nama saya An dan dia Nan." jawab An.
"Tunggu dulu, kalian ini siapa dan aku sekarang ini ada di mana?" Arin terus bertanya. karena dia curiga dengan dua wanita yang tiba-tiba datang tersebut.
"Sudah beberapa hari ini ratu pingsan, hari ini ratu sudah bangun, jadi kami diminta oleh yang mulia Kaisar Yan untuk membantu ratu." jawab An.
"Ratu? siapa yang kalian panggil ratu?" Arin bertanya karena dari tadi dua wanita itu memanggilnya ratu.
*bersambung*