Raina Ashalina, gadis trouble maker, bad girl, pecicilan, banyak tingkah dan merupakan gadis terbodoh di Global High School, tiba-tiba dijodohkan dengan Ketua OSIS-nya yang terkenal dingin dan begitu pintar.
Usianya yang sama-sama muda membuat mereka memiliki ego yang begitu tinggi. Lalu bagaimana caranya mempertahankan hubungan ini? Apakah perceraian adalah jalan terbaik?
"Gue benci semua kemunafikan didunia ini, termasuk lo! Kata sayang itu cuma omong kosong!"
-Raina Ashalina-
"Kenapa lo nggak mau ngertiin gue? Gue juga sayang sama lo, tapi saat itu gue nggak bisa apa-apa."
-Surya Pradipta-
Ig: @diagaa11
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DiAgaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jatah
"Mama! Motor Nana mana? Di curi maling ya?" tanya Raina panik
"Hah? Oh enggak, motor kamu di bawa Kenan tadi," ujar Mama
"Loh, kok di bawa Bang Ke sih ma? Kan itu motor Nana, Bang ke juga udah punya mobil sendiri kan!" kesal Raina
"Kan udah punya suami, ya sana sama suaminya. Buat motor, mama ambil fasilitas motor kamu!" tegas Mama
"Ma.. Mama nggak bisa gitu dong ma! Itu kan motor Nana ma!" protes Raina
"No no no... Mama kasih kamu motor karena kamu suka dan janji bakal belajar yang bener. Tapi apa sekarang? Jadi kalo kamu belum belajar yang bener, jangan harap motornya kembali," ujar Mama dengan entengnya
"Maa... Mama nggak bisa gitu ma! Itu motor Nana!" protes
"Mama bisa Nana! Mama bisa kasih dan mama juga bisa ambil," jawab Mama
"Maa... Trus Raina gimana sekolahnya ma? Raina masih takut naik kendaraan umum," ujar Raina
Semenjak kecelakaan Ayahnya, Raina menjadi sedikit trauma dan takut menengarai kendaraan beroda empat seperti mobil, angkot, bis, dll.
"Tuh ada sepeda, kan rodanya 2," ujar Mama
"Maa... Itu sepedanya cuma 1, trus Surya gimana sekolahnya?" tanya Raina
"Bareng aja ayo!" ajak Surya yang baru keluar
"Nah, tuh di ajak bareng. Sana berangkat sekolah," pinta Mama
"Ma nggak mau, nanti kalo pernikahan Nana ketahuan temen-temen gimana?" tanya Raina
"Nggak bakal, kalian kan udah deket sejak TK. Pasti orang lain mikirnya kalian itu cuma temen," ujar Mama
"Ma... Raina nggak mau! Balikin motor Raina ma! Raina janji nggak bakal nakal lagi," pinta Raina
"Nggak bisa, sana berangkat. Nanti telat loh," ujar Mama
"Maaa...." protes Raina
"Ayo, sekolah nggak?" tanya Surya
Dengan langkah kasarnya, Raina pergi ke halaman. Di sana Surya sudah menunggu dengan sepeda nya. Awalnya Raina melangkahkan kakinya untuk duduk seperti biasa di motor.
"Jangan duduk kayak gitu, rok kamu pendek. Duduk nyamping," pinta Surya
"Ah nggak mau, nanti aku jatuh lagi," tolak Raina
"Huh... Makanya nanti pegangan," ujar Surya
"Nggak mau!" tolak Raina
"Ya udah, gue berangkat dulu," jawab Surya
"Eh tunggu-tunggu! Iya-iya, gue nurut!" jawab Raina terpaksa
Daripada harus naik angkot ya kan - Batin Raina
Raina pun menurut, ia duduk menyamping dan melingkarkan tangannya di perut Surya karena takut jatuh. Karena sebelumnya ia pernah di bonceng seperti ini oleh Kenan dan terjatuh di aspal yang keras.
Mamanya hanya tersenyum melihat mereka berdua yang tampak serasi duduk di atas sepeda meski penampilan mereka amat berbeda.
***
Di Sekolah
Semua mata tertuju pada Raina dan Surya yang berangkat bersama menggunakan sepeda. Bagi orang lain itu adalah hal yang sangat so sweet. Namun ada juga pandangan mata yang seolah ingin menusuk mereka berdua.
Surya itu pria most wanted nya di sekolah, sedang Raina sendiri adalah bad girl yang paling di incar di sekolah. Meski begitu, tak pernah ada yang bisa meluluhkan hati seorang Raina Ashalina.
"Udah kan, gue ke kelas dulu," ujar Raina
"Tunggu!" cegah Surya sambil menarik tangan Raina
"Apaan?" tanya Raina
"Ikut gue dulu," ajak Surya
"Kemana?" tanya Raina
"Udah ikut," ajak Surya sambil menarik tangan Raina
Arkan, Dika dan Faris yang melihatnya pun terkejut, jiwa kepo emak-emaknya pun terbangun. Mereka diam-diam mengikuti Raina dan Surya. Surya membawa Raina ke dekat toilet.
"Kenapa sih Ay? Pagi-pagi tarik-tarikan aja," kesal Raina
Surya merogoh sakunya, ia mengambil dompet dan mengeluarkan selembar Rp.50.000 dari dompet.
Maa... Itu biru-biru maa - Batin Raina
"Nih saku lo hari ini, kurang nggak? Gue belum ambil uang cash lagi, adanya cuma segitu," ujar Surya sambil memberikan uang kepada Raina
"Udah-udah, cukup banget ini. Oke gue pergi dulu," ujar Raina yang menyahut uang di tangan Surya lalu pergi
"Tu orang mulutnya alergi ya kalo ngomong terima kasih," cibir Surya
Enak dek... Mama sehari aja kasih uang mentok Rp.20.000. La ini? Udah segini, masih di tanya kurang apa enggak? Definisi orang kaya sejati emang Surya! - Batin Raina
"Ciee.... Yang dapet jatah dari suami," ledek Arkan yang tiba-tiba muncul
"Astagfirullah! Kaget gue anj*ng!" ujar Raina
"Depannya doang astagfirullah, belakangnya anj*ng. B*go nggak habis-habis ya?" tanya Dika
"Tau nih, ketularan kalian abisnya," jawab Raina
"Ehem... Dapet jatah nih," ledek Arkan
"Mama... Hari ini mama mau belanja apa ma?" ledek Dika
"Emang papa maunya makan apa? Biar nanti mama masakin," ledek Faris dengan suara yang sok memiripkan perempuan
"Ah *** semua lo!" kesal Raina sambil meninggalkan teman-temannya
"Na tunggu!" panggil Arkan
"Apa lagi?" tanya Raina
"Nanti kan ada pelajaran matematika tuh, colut yuk!" ajak Arkan
"Bolos maksudnya?" tanya Raina
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE 🙏
akhirnya.. Raina's come back.. 🔥🔥