NovelToon NovelToon
Keblinger Kharisma Pria Beristri

Keblinger Kharisma Pria Beristri

Status: tamat
Genre:Beda Usia / Wanita Karir / Selingkuh / Romansa / Tamat
Popularitas:1M
Nilai: 4.9
Nama Author: IAS

" Dokter, a-aku menyukaimu."
Ucap seorang gadis yang bernama Gauri Jayashree. Ya dia menyatakan perasaannya kepada seorang pria dewasa yang bernama Bisma Triguna Dewandaru yang memiliki usia 34 tahun.
Perbedaan usia 10 tahun itu tidak membuat Gauri menyerah. Namun sepertinya cintanya harus layu sebelum berkembang, karena Bisma sudah menikah.
" Maaf bocah, aku sudah memiliki istri."
Bisma terang terangan menolak Gauri. Namun dalam hatinya sedikit tersentil dengan ulah gadis 24 tahun yang selalu ia panggil bocah itu karena sikap ceria dan menyenangkan.

Pernikahannya yang telah berjalan hampir 1 tahun itu tidak pernah menjadikan ia suami seutuhnya, membuat hati Bisma sedikit oleng.

Akankah Gauri mengabaikan fakta bahwa Bisma sudah menikah, dan terus maju. Atau dia akan berhenti karena tidak ingin di cap sebagai pelakor?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KKBP-23. Ungkapan

Bisma tidak peduli tentang Puspa yang tidak pulang semalaman. Terlihat dia sudah bersiap akan pergi. Dengan menggunakan pakaian casual Bisma rupanya ingin sejenak melakukan healing. Satu hal yang tidak pernah dilakukan beberapa tahun ini. Terlebih saat sang keponakan sudah memiliki anak, sungguh tidak ada yang bisa diajak untuk naik gunung lagi.

Sedangkan Andra satu-satunya bujang di kedimana Dwilaga itu sungguh tidak bisa diharapkan. Kesibukannya sebagai seorang traveler dan selebgram tak ubahnya seperti selebriti yang kemana saja  digilai fans. 

Bisma memutuskan untuk berjalan-jalan sejenak merefreshkan pikiran. Bukannya tidak peduli dengan masalah yang menimpanya tapi dia saat ini memang butuh waktu sendiri. Waktu untuk bisa kembali berpikir jernih.

" Aku akan mengurus semuanya saat kembali."

Bisma masuk ke dalam mobil setelah meminta ART yang setiap pagi datang untuk pulang kembali. Bahkan Bisma meminta ART tersebut untuk tidak datang selama seminggu ke depan. Ia akan membiarkan rumah seperti apa adanya saat ini.

Brummm

Bisma menyalakan mobilnya dna menekan tuas gas nya dalam-dalam. Ia bersenandung kecil sambil tangannya fokus di setir kemudi.

Ponselnya berdering, tapi ia enggan mengangkatnya. Pria itu melihat jalanan dengan perasaan senang. Ia merasa kali ini berkendara tanpa berpikir mengenai pasien-pasiennya. 

Ponselnya berdering lagi, ia melirik sekilas. Dilihatnya nama di layar ponsel tersebut dan membuatnya tersenyum. Ia pun menjawab panggilan telepon itu sambil mengarahkan mobilnya di tempat ia akan bertemu dengan si penelpon.

Ckiiiit

Bisma sampai juga di coffee shop samping rumah sakit. Warung kopi yang berada tidak jauh dari rumah sakit miliknya itu memang buka 24 jam. Ia kembali tersenyum saat melihat seseorang duduk di salah satu bangku yang ada di sana.

" Hei bocah, apakah sudah menunggu lama?"

" Baru saja saya datang dok. Sekitar 5 menit yang lalu. Dokter mau pesan apa biar sekalian saya pesankan."

" Sudah duduk saja, biar aku yang pesan. Kamu mau apa Gauri?"

Gauri yang tadinya sudah berdiri dan hendak menuju ke tempat memesan kopi tersebut pun urung. Ia kembali duduk lagi. Rupanya yang menelpon Bisma dan mengajak bertemu adalah Gauri. Bisma sendiri tidak tahu mengapa Gauri ingin menemuinya, bahkan di luar gedung rumah sakit.

" Ini americano dingin milikmu," ucap Bisma sambil memberikan pesanan Gauri lalu duduk di depan gadis itu. Gauri tersenyum dan mengucapkan terimakasih. Keduanya menikmati kopi mereka masing-masing. Bisma memilih hot cappucino untuk dinikmati pagi itu.

" Oh iya ada apa mengajak bertemu? Apa ayahmu baik-baik saja?"

" Alhamdulillah babe baik-baik saja dok. Kata Dokter Dika kesehatan babe berkembang cukup baik."

Bisma tentu terkejut mendengar nama sang keponakan disebut. Yang dia tahu Dika masih liburan di daerah timur negara ini. Mengapa tiba-tiba sudah ada di rumah sakit. 

Ini pasti ulah Suma, dasar orang itu. Sudah dibilang jangan ngasih tau Dika malah udah gercep aja manggil dia. Hadeeeh.

Bisma bergumam dalam hati merutuki sang asisten. Di seberang sana Suma yang sedang memakan bubur ayam tiba-tiba batuk karena tersedak.

" Kayaknya ada yang maki-maki gue deh," ucap Suma di sela-sela batuknya. Pria itu bahkan sampai memukul-mukul dada nya untuk menghilangkan rasa sesaknya.

Kembali lagi pada Gauri dan Bisma. Bisma menatap gadis di depannya dengan seksama. Cantik, satu kata itu terucap di benak Bisma. Namun seketika ia menggeleng pelan, Bisma benar-benar salah fokus dengan wajah Gauri. Padahal pagi itu Gauri sama sekali tidak mengenakan polesan wajah. Tapi bare face Gauri malah membuat Bisma terpaku. Cantik alami, seperti itulah kira-kira yang dipikirkan Bisma.

" Ekheem, lalu bocah, ada apa kau mengajakku bertemu hmm?"

" Dok, a-aku menyukaimu."

Uhuk …

Bisma hampir saja menyemburkan cappucino panas yang baru saja mendarat di mulutnya mendengar pernyataan Gauri. Bagaimana bisa bocah di depannya itu menyatakan perasaan kepadanya dengan terang-terangan. Mata Bisma membulat sempurna melihat wajah Gauri yang tampak serius. Ia melihat ke dalam mata gadis yang sering dipanggil bocah itu. Tidak ada keraguan dan kebohongan di sana. Gadis itu sungguh-sungguh dengan perasaannya.

" Ri, jangan bercanda."

" No, i'm serious. Saya tidak pernah main-main dengan hati saya dok."

" Tapi Ri, saya sudah menikah."

" He??? Elah, napa sih orang ganteng dah ada pawangnya."

Lagi, Bisma dibuat terkejut dengan reaksi Gauri saat mendengar jawaban Bisma. Gadis itu terlihat tidak terkejut sama sekali tapi ia terlihat kesal. Gauri bahkan langsung meminum habis americano dingin miliknya yang tadi masih ¾ gelas.

" Kamu nggak kaget saya bilang udah nikah?"

" Kaget sih nggak dok. Saya sudah menduga itu. Ya masa di umur dokter yang segini mana ganteng pula, belum punya gandengan. Baiklah dok, paling tidak saya sudah lega karena menyampaikan rasa hati saya. Elaah baru ge aye mau move on, udah patah hati bae."

Kalimat Gauri yang terakhir tentu ia ucapkan dengan sangat pelan. Ia terlihat membuang nafasnya dengan kasar. Sedangkan Bisma, pria itu sedikit termenung. Hubungannya dengan Puspa yang hanya sebuah kamuflase itu yang membuatnya tidak bebas berhubungan dengan lawan jenis. Terlebih status suami yang masih melekat dalam dirinya membuat Bisma harus menjaga jarak agar tidak terhadap wanita yang sekiranya dekat dengannya.

" Kalau saya duda kamu mau tidak?"

" Woohoo dokter jangan aneh-aneh ya. Jangan karena saya bilang suka dengan dokter terus dokter mau cerai. Saya nggak mau disebut pelakor nanti."

Bisma seketika tertawa terbahak saat mendengar ucapan panjang Gauri. Tapi kemudian ia terdiam. Apa yang diucapkan Gauri memang benar adanya.

Andai saja, posisiku saat ini masih sendiri maka tanpa ragu aku akan menerima ungkapan cintamu itu bocah.

Bisma bermonolog dalam hati. Bagaimanapun ia juga harus hati-hati saat ini. Ia tidak boleh membuat celah barang sedikit pun yang bisa membuat musuhnya semakin menjatuhkannya. Bukan hanya untuk nya tapi juga untuk Gauri. Ia khawatir jika ada yang tahu tentang apa yang Gauri katakan tadi akan membuat gadis itu kesulitan. Bisma tentu tidak ingin melibatkan siapapun dalam peperangan nya di rumah sakit maupun di rumah tangganya.

Ia ingin lepas dari Puspa sepenuhnya dengan predikat bersih. Dia tidak ingin nanti tuduhan perselingkuhan menghampirinya. Bukan mau egois tapi tentu saja dia tidak mau Puspa yang melakukan hal busuk itu tapi orang lain yang kena. Terlebih Gauri tidaklah tahu menahu tentang urusan rumah tangga nya. 

Bayangkan saja jika salah satu pesaingnya tahu pembicaraannya dengan Gauri, pasti akan dijadikan senjata yang tajam. Jika perceraian terjadi, nanti Gauri akan dianggap sebagai orang ketiga. Bisma yang tahu Puspa begitu licik tentu tahu bahwa wanita itu akan memutarbalikkan fakta. Pasti dia akan bersikap seolah-olah menjadi wanita yang tersakiti karena orang ketiga.

Bisma tentu tidak mau itu. Ia saat ini harus menjaga jarak dengan Gauri. Itu yang terbaik untuk semuanya.

TBC

1
Memyr 67
𝖺𝗇𝖾𝗁 𝗍𝗎 𝗈𝗋𝖺𝗇𝗀. 𝖺𝗉𝖺 𝗍𝗂𝖽𝖺𝗄 𝗍𝖺𝗎, 𝗌𝗂𝖺𝗉𝖺 𝗉𝖾𝗆𝗂𝗅𝗂𝗄 𝗋𝗎𝗆𝖺𝗁 𝗌𝖺𝗄𝗂𝗍? 𝗌𝗂𝖺𝗉𝖺 𝗉𝖾𝗆𝗂𝗅𝗂𝗄 𝗌𝖺𝗁𝖺𝗆 𝗍𝖾𝗋𝖻𝖾𝗌𝖺𝗋 𝖽𝗂 𝗋𝗎𝗆𝖺𝗁 𝗌𝖺𝗄𝗂𝗍? 𝗆𝖺𝗄𝗌𝖺 𝖻𝖾𝗇𝖾𝗋 𝗆𝖾𝗅𝖾𝗇𝗀𝗌𝖾𝗋𝗄𝖺𝗇 𝖻𝗂𝗆𝖺 𝗌𝖾𝖻𝖺𝗀𝖺𝗂 𝖽𝗂𝗋𝗎𝗍
𝓹𝓮𝓷𝓪𝓹𝓲𝓪𝓷𝓸𝓱: Halo kak baca juga d novel ku 𝙖𝙙𝙯𝙖𝙙𝙞𝙣𝙖 𝙞𝙨𝙩𝙧𝙞 𝙨𝙖𝙣𝙜 𝙜𝙪𝙨 𝙧𝙖𝙝𝙖𝙨𝙞𝙖 atau klik akun profilku ya. trmksh🙏
total 1 replies
wanita tangguh@
sangat suka dengan cerita dr author ini cerita konflik yg ringan dn g bertele "dan selalu ada pesan positif yg bisa di ambil.. thanks thor.
Rya Haryati
Hadeuh Thor....kenape sih seneng amat bikin tokoh nya kawin darurat....
Dari mulai Sylvia /Dika
Mr.Sun /lupa nama istrinya
dan sekarang Bisma/Gauri
🤔😀😀
wanita tangguh@: ibunya mr sun sama Rama jg dadakan seinget saya dan kayanya hmpir semua ceritanya author klo nikah dadakan 😄🤣
total 1 replies
Jumi Eko
bagus
Munawaroh Ag
kalau 24 tahun bukan bocah lagi Udah masuk dewasa itu kalau bocah itu mulai 17-19 tahun
ketuan dah kalau 24 di kira bocah
Nazariati Najar
mantap gauri
mimma
Luar biasa
juwita
mampir
🌹🪴eiv🪴🌹
terimakasih untuk tulisan indah mu thor

sukria
🌹🪴eiv🪴🌹
ah cie....calon ipar 😛🤣🤣
Lismawati Salam
Lumayan
Rieka Mawon
Luar biasa
Masriokah
kaya. kedatangan...mantan Gauri...😀
Masriokah
mudah2an Rieta berjodoh dengan sukdev
Masriokah
aq setuju thoor ..dengan keputusan Bisma....selesaikan dulu sama Puspa...
Masriokah
semangat 💪....Gauri....
Masriokah
hadeuuuuh..Puspa mau adu domba...😊
Masriokah
biar kena sial tuh s jiwa ...sama lawan mainnya...
Anik Haf FiFa
Luar biasa
Siti Mulyati
naah yg tabrak babe Gauri jgn jgn si Puspa nih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!