Saat ia membuka matanya ia berada di dunia lain yang belum sama sekali ia lihat, ditambah lagi seseorang pelayan memanggil nya permaisuri !??
itu membuat nya semakin bingung dengan keadaannya, Dia Qian Seorang anak mafia yang terkenal kejam dizamanya melintas ruang waktu ke zaman kuno
~dynasti~
Seorang permaisuri yang lemah dan mudah ditindas? ayo kita ubah dia menjadi lebih kuat, itu janji Qian dia akan membalaskan dendam Permaisuri tersebut.
ia juga akan menguak sebuah kebenaran, yang tidak ditaburi dirinya, sebuah konflik dan permasalahan lain yang akan ia selesaikan
"Permaisuri yang kejam"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon "Alikaa chubby", isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 23
Kini terdapat seorang tahanan, Muka nya tampak kusam Menantap Qian,
"cih... untuk apa kau kesini" Katanya sambil buang muka, dan sangat malas untuk bertatapan dengan Qian.
'Xia sha, jangan macam macam kau denganku, bisa saja aku melukai keponakan mu itu" kata Qian sambil tersenyum simrik
"jangan berani sekali pun kau melukai Xia He ku atau tidak habislah kau nanti dengan ku" Ancam nya.
"Kau, memang nya bisa apa, kau tau Xia He itu sedang terpengaruh oleh aura jahat yang mematikan, bagaimana pun juga ia sedang mengandung, Kepada siapa dia meminta tolong??, Hanya Aku" ucap Qian dengan memberikan tatapan dinginnya.
Terkejut dengan ucapan Qian, tapi juga ia rada rada tidak percaya yang diucapkan Qian dan hanya melamun.
"sudahlah tidak perlu ku tolong, Biarkan dia mati dengan bayinya" kata Qian dan beranjak pergi.
"Tolong selamatkan Xia He"
Qian memberhentikan langkahnya, dan kembali menantap Xia sha.
"Satu syarat, buat kan aku penangkal racun, maka Xia He aman dengan ku, aku tidak terlalu pandai, lagi pula aku dengar dari Xia He kau sangat ahli dalam bidang obat-obatan" ucap Qian
"Hanya itu saja baiklah, Tetapi aku pegang janji mu"
Qian tidak peduli lalu meninggalkan nya sendiri.
________
disisi lain 💐
"Andaikan aku jadi seorang permaisuri" Gumah Selir Yin Yang dari tadi manyun dan melamun.
Qian yang mendengar ucapan nya itu lalu mendekati nya.
"Ucapkan sekali lagi yang kau mau??" kata Qian yang tiba tiba datang menghampiri Yin
Yin yang melihat itu takut dan gugup, karena ia takut Qian akan melukai nya, soalnya Akhir akhir ini Qian suka menindas Yin.
"ah... tidak ada 😧" Ucapnya gugup
"Kau ingin Menajadi seorang permaisuri??, Baik jika itu mau mu, kau tunggu saja nanti" simrik Qian lalu pergi.
"aku urungkan saja menajadi seorang permaisuri dari pada aku disiksa olehnya,
ya Tuhan tolong aku dari mahluk mengerikan itu" Gumah nya pelan.
________
'dimana Bimbim ia tidak kelihatan' kata Qian yang mencari keberadaan Bimbim.
"cie... nyariin" Ucap Bimbim yang tiba tiba muncul dihadapan Qian,
"kalau mau muncul yang sopan dong," kata Qian yang terkejut tapi ekspresi nya hanya datar saja.
"Qian aku sudah mengetahui masalah mu tentang Pembunuhan kakak tiri mu itu, Menurut informasi yang ku dapat malam itu-"
FLASHBACK ON
Malam itu adalah hari sebelum pernikahan Xi Zhu dengan Kaisar, Qian mengurung dirinya di dalam kamar, karena skait hati melihat orang yang ia cintai menikahi orang lain.
Qian menghancurkan beberapa barang yang ada di kamarnya karena marah sekaligus kesal,
tak berapa lama beberapa orang masuk kedalam dan menuduh Qian yang membunuh kakaknya.
beberapa kali Qian mencoba membela dirinya,
"Bukan aku, aku berada di sini sedari tadi, Jangan hukum aku" ucap Qian sambil Menangis.
"Kami tidak percaya kau lah pelaku dibalik ini semua, karena hanya kau yang tidak setuju dengan pernikahan ini, dan lagi pula kami melihat mu waktu itu berada di dalam kamar putri ku, memberikan nya secangkir teh' Ucap Xiu Juan Yang tidak lain adalah ibunya Xi Zhu
"aku tidak berada di luar saat itu aku hanya dikamar," Ucap Qian Yang masih dengan Isakan tangisan nya, beberapa kali ia memohon untuk tidak di hukum.
Tapi jerih payahnya itu sia sia, ia dihukum cambuk 100 kali hingga pingsan.
Qian lah yang harus mengganti kan kakaknya tersebut, walaupun ia senang, Karena dapat menikah dengan orang yang dicintai nya.
tetapi juga ia selalu disiksa dan tidak dicintai, masih, dan masih dituduh atas pembunuh kakak tirinya.
hanya saja yang menyayangi nya hanya ibu suri, ia percaya bukan Qian Yang membunuh kakaknya, karena Qian pernah menolong ibu suri saat ia tersesat dihutan dan Qian menolong nya.
Walaupun batinnya tersiksa, ia masih tetap bertahan dan suka ditindas oleh selir selir bahkan Pelayan pun ikut ikutan.
FLASHBACK OFF
**BERSAMBUNG 🍁
JANGAN LUPA BERIKAN LIKE, KOMEN, RATE AND VOTE.
TERIMAKASIH**