NovelToon NovelToon
Muka Dua Ibu Mertua

Muka Dua Ibu Mertua

Status: tamat
Genre:Angst / Ibu Mertua Kejam / Tamat
Popularitas:95.1k
Nilai: 5
Nama Author: chibichibi@

Ternyata tinggal bersama ibu mertua tak seindah bayangan Gita. Miranti terus saja menyiksa batin serta fisiknya.

Gita mengalami baby blues pasca melahirkan hingga hampir mencekik bayinya sendiri.

Miranti dengan rencana yang telah tersusun rapi di dalam otaknya, semakin kejam dalam menyiksa batin Gita. Melayangkan berbagai fitnah, hingga sang putra, Pramudya membenci, Gita dan memasukkannya ke rumah sakit jiwa.

Apa langkah yang harus Gita ambil dalam rumah tangganya. Ketika sang ibu mertua menyimpan dendam padanya dari kehidupan masa lalu.

Apakah Gita tetap bertahan dengan rumah tangga yang bagaikan neraka itu?
Atau pergi dan membuat Pram menyesal?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon chibichibi@, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 23. Uang Putraku, Adalah Uangku!

Miranti berbalik dengan tetap memasang wajah tenang. Di tangannya sudah ada buku tabungan beserta kartu atm-nya.

"Ingin mengambil ini. Cepat beritahu Mama nomer pin-nya!" titah Miranti tanpa rasa bersalah sama sekali.

"Ma, itu buku tabunganku. Isinya juga untuk keperluan kami sebulan. Untuk apa mama mengambilnya?" tanya Gita tak terima dengan kelakuan kurang ajar mama mertuanya ini. Masuk kamar bahkan juga mengobrak-abrik lemari pakaiannya.

Sungguh Gita merasa sama sekali tidak dihargai sebagai tuan rumah. Kalau tak ingat wanita paruh baya yang kini berdiri di hadapannya adalah mertua, ibu dari suaminya. Pria yang ternyata sangat ia cintai. Tentu ingin rasanya Gita menjambak rambutnya kemudian menyeretnya keluar.

Tentu saja Gita tak mungkin melakukanya. Gita tak mau Pram nanti membencinya. Gita ingin mengembalikan perlahan rasa cinta Pramudya kepadanya. Karena itulah ia mengajak untuk hidup mandiri. Meksipun, mereka harus mulai semua dari nol dengan hidup sederhana. Itu lebih baik bagi Gita. Daripada tinggal di rumah mewah yang bagikan neraka dengan ratu Firaun yang memerintah seenaknya.

"Buku tabunganmu? Enak saja! Ini kan isinya uang dari Pram. Putraku! Jadi, ini bukan uangmu! Aku berhak mengaturnya, bukan kau!" Setelah mengatakan itu, Miranti keluar begitu saja dengan melewati Gita.

Wanita ini tak bisa diam saja. Nanti darimana ia membeli segala kebutuhan baby Asha. Mana susu bayi perempuannya itu hampir habis. Pram baru saja memberinya uang jatah bulanan.

"Ma, tolong kembalikan apa yang sudah menjadi hakku. Pram sudah menikahi ku, Ma. Karena itulah dia wajib memberi nafkah padaku. Apalagi, sekarang kami punya anak. Bukankah, Pram sudah memberikan hak Mama. Kenapa masih meminta yang sudah menjadi hak menantu dan juga cucumu?" Gita terus mengikuti langkah Miranti dan mencecarnya.

Wanita paruh baya itu dengan santai duduk di atas sofa ruang tamu. Ia membuka buku tabungan dan berbinar kala melihat isinya.

"Pram memberimu uang sebanyak ini. Sementara, Mama hanya setengahnya. Kau pikir, suamimu itu lahir dari dalam rahimmu hah! Sehingga kau bisa mengaturnya seenak jidatmu! Aku yang lebih berhak atas Pram sampai kapanpun!" Miranti berdiri dan melempar kartu ATM di atas meja.

Ia tak butuh kartu itu karena telah memiliki buku tabungan. Lagipula, yang bertanda tangan adalah Pram. Miranti tentu bisa meniru tanda tangan putranya sendiri.

Wanita paruh baya dengan raut wajah sinis itu mengambil tasnya dan hendak pergi keluar. Akan tetapi, Gita menarik tali tas Miranti. Wanita paruh baya itu pun berputar balik paksa. Hampir saja raganya oleng dan jatuh. Miranti yang tak terima perlakuan Gita. Lantas melayangkan telapak tangannya.

Plak!

Sebuah tamparan sukses mendarat di pipi kiri Gita, dengan sangat keras. Wanita muda itu meringis sambil memegangi pipinya yang panas. Sama seperti hatinya yang kini terbakar emosi.

Perutnya yang lapar sejak semalam pun terlupakan karena amarah kini menguasai hati dan juga pikirannya.

"Mama ini kenapa hah! Kenapa terus mencampuri rumah tanggaku! Semua yang mas Pram miliki sekarang juga karena ada campur tangan aku di dalamnya. Apa Mama lupa! Siapa yang telah memberi jabatan enak pada putramu itu!" Kini, Gita meluapkan semua emosinya. Wanita itu tak mampu lagi memendam apa yang ia tahan selama ini. Hilang sudah respeknya terhadap Miranti. Sekalipun, wanita itu adalah orangtua dari Pramudya. Wanita yang telah mengorbankan nyawa untuk melahirkan suaminya.

Gita hanya sudah tak tahan lagi.

"Menantu kurang ajar! Kau berani membentakku!" Miranti kini melayangkan tasnya untuk memukul tubuh Gita.

"Akh! Hentikan, Ma!" pekik Gita. Karena Miranti memukulinya bertubi-tubi. Gita yang dalam keadaan lapar dan kurang tidur tentu saja tak memiliki energi cukup, apalagi semua tenaga itu telah ia habiskan setelah meluapkan emosinya barusan.

"Berani kau bicara seperti itu padaku. Salah sendiri kau masuk ke dalam keluargaku. Kini, rasakan pembalasanku. Karena aku tidak akan pernah membiarkanmu hidup dengan nyaman! Kau harus menderita hingga akhir hidupmu nanti!" Miranti kini mengarahkan kakinya ke arah tubuh gita yang sudah terjerembab ke atas lantai.

"Sakit!" lirih Gita sambil menatap nanar punggung mertuanya yang berlalu keluar dengan membawa buku tabungannya. Gita langsung berusaha berdiri, untuk berjalan kekamar.

Mencari dimana ponselnya. Akan tetapi, sungguh na'as. Ia mendapati benda miliknya itu dalam keadaan layar yang telah pecah. Hal itu, membuat Gita menangis sejadi-jadinya.

Ternyata, Miranti telah merencanakan niatnya itu dengan terkoordinir. Kini, tanpa ponselnya, Gita tentu tidak dapat menghubungi bank maupun suaminya.

"Kenapa kau jahat sekali pada kami, Ma! Kau bukan hanya sedang menghukumku ... tapi juga cucumu sendiri. Apa yang telah membuat mu seperti ini? Kenapa hatimu seakan tertutup dengan kebencian?" Gita meracau sambil menangis. Untung saja bayinya tetap tertidur pulas.

Hingga Gita ingat akan perutnya yang belum diisi. Ia pun berlari ke dapur mencari persediaan sisa makanan. Karena, niatnya nanti sore dia baru belanja dengan uang di dalam ATM.

Tapi, apa yang lagi-lagi Gita temukan. Membuat hatinya bagaikan di remas. Hingga, raganya luruh jatuh ke lantai dingin dapurnya.

Gita menatap tempat sampahnya dengan berlinang air mata. Ketika semua lauk ada di dalam ember sampah beserta beberapa butir telur yang telah pecah. Bahkan, juga telah di campur dengan sisa beras yang ada.

"Kau keterlaluan, Ma!" pekik Gita histeris. Ia pun menendang tempat sampah itu yang berakhir hanya menyakiti kakinya sendiri.

"Aaaaa ...!"

...Bersambung ...

1
Arin
/Heart/
Ilham Dwi Putra
Luar biasa
ByngnHtm
sebenernya agak kurang greget di endingnya. g terima si klo karmanya cuma gitu. tpi gpp dah ane cukup puas baca karya ente suhu ampe diomelin emak maen hp mulu saking fokusnya baca wkwkkw
Mak Aul: ihiii, enaknya baca karya tamat gitu bisa marathon baca sampe lupa waktu 🤭
total 3 replies
Yunerty Blessa
Makasih kak thor buat cerita nya sungguh mantap sekali 👍👍
walaupun singkat tapi mantap..terus berkarya dan sehat selalu 😘😘
Yunerty Blessa: sama² kak thor 👍👍
total 2 replies
Yunerty Blessa
akhirnya tamat juga.. itulah balasan buat kau Pram..Gita hidup bahagia bersama anaknya.. Makasih kak thor buat cerita nya
Yunerty Blessa: Okey 😘
total 2 replies
Yunerty Blessa
rasakan itu Pram..
Yunerty Blessa
akhirnya Gita kembali kerja..
Yunerty Blessa
benar apa yang dikatakan oleh teman mu Pram cuma kau saja yang selalu membenarkan apa yang dikatakan oleh Miranti.. rasakan itu
Yunerty Blessa
padan muka kau Miranti.. membusuk lah di penjara.. sebentar lagi giliran Pram....
Yunerty Blessa
bagus gita.. selangkah ke depan untuk balaskan semua penderitaan mu..
Yunerty Blessa
Miranti salah balas dendam.. tunggu balasan mu Miranti😏
Yunerty Blessa
ayoh Gita,,balas lah dendam mu terhadap Miranti dan Pram..
Yunerty Blessa
kasian sekali kau Gita..apa yang kau tunggu dari suami seperti itu.. pergi saja
Yunerty Blessa
sungguh keterlaluan kau Miranti
Yunerty Blessa
Gita jangan lampias kan kemarahan mu pada baby karna dia tak bersalah..
Yunerty Blessa
Gita lapor kepada teman mu bahwa hadiah untuk baby mu dijual oleh Miranti yang kejam seperti setan 😠😠
Yunerty Blessa
kasian Gita.. kesakitan nya dia pendam sendiri.. sampai bila Gita....
Yunerty Blessa
kurang ajar punya Miranti dan Pram.. langsung tak percaya sama isteri nya..
Yunerty Blessa
sungguh sedih dengan keadaan Gita..tapi apa kan dayanya..
Yunerty Blessa
sabar Gita..Pram buta oleh kata² dari Miranti..moga ada balasan buat kalian
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!