NovelToon NovelToon
Cinta Sebening Embun

Cinta Sebening Embun

Status: tamat
Genre:Romantis / Perjodohan / Tamat
Popularitas:18.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: Shan Syeera

Perjodohan adalah sebuah hal yang sangat
di benci oleh Abraham, seorang pengusaha
muda penerus kerajaan bisnis keluarga nya.

Dia adalah sosok yang sangat di puja dan di
damba oleh setiap wanita, dia merupakan
calon menantu yang sangat ideal dan di
impikan oleh setiap pengusaha dan para
bangsawan yang memiliki anak gadis, jadi
baginya hanya dengan menjentikkan jari
saja, wanita manapun akan dengan senang
hati memasrahkan dirinya untuk merangkak
di bawah kakinya.

Tapi..justru kakeknya, sang pemilik dan
penguasa serta pemegang kendali penuh
dari semua kekayaan keluarganya malah
memilihkan jodoh untuknya.

Dan sialnya lagi..wanita pilihan kakeknya
bukanlah wanita dengan kriteria dan tife
yang selama ini selalu menjadi standard nya.

Abraham sangat membenci keputusan sang
kakek. Namun demi warisan dan kendali penuh
atas segala kekuasaan yang telah di janjikan
padanya. Dengan terpaksa Aham menerima
semua keputusan kakeknya tersebut..

Dan bagi wanita yang juga terpaksa menerima
perjodohan ini..bagaimana kah dia akan bisa
menjalani hidupnya bersama seorang pria yang
sama sekali tidak menginginkan kehadirannya.?

Takdir seakan menjungkir balikan kehidupan
seorang gadis biasa terpaksa yang harus
masuk ke dalam kehidupan sebuah keluarga
yang di penuhi dengan keangkuhan dan
kesombongan akan dunia yang hanya
tergenggam sementara saja..


**Tetaplah untuk selalu di jalanNya..**

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shan Syeera, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

23. Mengunjungi Panti

\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*

♥️♥️♥️♥️♥️

Lima hari berlalu..

Selama lima hari ini Naya tidak harus menjadi

pelayan pribadi Aham karena laki-laki itu pergi

ke luar negeri untuk urusan bisnis. Tapi kenapa

rasanya ada sesuatu yang hilang dari diri Naya.

Dia merasakan kehampaan kini menggerogoti

jiwanya yang seakan kesepian.

Sejak kejadian waktu itu, Naya tidak lagi bertemu

dengan Aham sebab malam hari nya laki-laki itu

langsung pergi, tanpa bilang ataupun basa basi.

Sungguh sangat di sayangkan dia tidak sempat

melihat dulu laki-laki itu sesaat sebelum

kepergiannya.

Haiss..memang nya apa yang bisa dia harapkan?

Aham tidak mungkin memberitahu tentang

rencana kepergiannya itu pada dirinya kan?

Memang siapa dia di mata Aham.? Sungguh

sangat tidak penting baginya.!

Saat malam hari seringkali Naya berkhayal kalau

Aham akan menghubunginya. Tapi ibarat pungguk

merindukan bulan, itu adalah sesuatu yang tidak

pernah terjadi. Lagipula untuk apa laki-laki itu

menghubunginya, tidak ada alasan bukan?

Mungkin dia hanya akan terus berkabar dengan

kekasih nya itu. Ya.. tentu, kekasihnya itu lebih

penting daripada dirinya.

Naya menjalani harinya dengan sedikit tenang. Semenjak kejadian tempo hari Nyonya Elen tidak

lagi mengusik ketenangan Naya. Dia terlihat

acuh dan seakan tidak memperdulikan keberadaan Naya. Semacam di anggapnya tidak ada.

"Tuan Muda memberi peringatan pada Nyonya

Besar untuk tidak lagi mengusik anda Nona."

Jelas Rani ketika Naya bertanya. Dan Naya cukup

terkejut dengan semua itu. Kenapa laki-laki itu

menginginkan kedamaian untuk dirinya.?

Siang ini Naya sedang berada di kantornya. Dia

tampak sibuk memeriksa semua laporan yang

menumpuk di atas meja kerjanya.

Tidak lama ke dalam ruangan muncul Monica

bersama seorang wanita muda berkaca mata.

"Selamat siang Bu Kanaya.."

Sapa wanita muda itu seraya membungkuk dalam.

Kanaya melihatnya sebentar.

"Duduk Han.."

Sambut Naya seraya bangkit dari kursi kerjanya.

Wanita itu adalah desainer terbaik bagian Permata

di perusahaannya. Dia duduk dengan membuka

tablet dan laptop nya.

Tidak lama Naya ikut duduk di hadapannya.

"Bagaimana, apa kau sudah menyiapkan apa

yang saya minta kemarin? saya tidak punya

banyak waktu, lusa barang nya sudah harus jadi."

"Sudah Bu..ini semua adalah gambar desainnya.

Ibu tinggal memilihnya. Dan hari ini juga kita

serahkan pada bagian produksi."

"Baiklah..coba aku lihat dulu desain nya ya."

Naya meraih tablet dan mulai melihat semua

gambar gelang cantik yang ada di layar. Semua

modelnya terlihat sangat indah dan unik.

"Ini kelihatan nya sangat indah, dan terkesan

istimewa."

Tunjuk Naya pada sebuah gambar.

"Bagaimana menurutmu Han.? "

Wanita berkacamata bernama Hany itu tampak

melihat gambar tersebut dan mengangguk setuju.

"Pilihan yang bagus Bu..ini memang saya desain

berbeda, untuk anak muda yang super energik

dengan sentuhan mewah namun tetap anggun."

Naya tersenyum setuju.

"Kalau boleh tahu, hadiah mewah ini untuk siapa

Bu.? karena ini sangat istimewa."

Naya tersenyum lalu menatap Hany dengan sorot

mata sedikit bimbang.

"Sebenarnya saya tidak yakin, apakah dia akan

menerima hadiah ini atau tidak."

"Kok bisa begitu Bu.?"

"Dia bahkan tidak menyukai ku.."

Lirih Naya. Hany menatap tidak percaya. Mana

ada orang yang tidak menyukai bos cantik nya

ini, dia itu kan paket komplit. Udah baik, sopan,

ramah, lembut dan sangat lah cantik. Selain itu

dia juga seorang yang sangat perhatian terhadap

semua orang. Uuhh sedikit mustahil jika ada

orang yang tidak menyukai dirinya.

"Sudahlah..! saya putuskan untuk memilih

model yang ini. Kau langsung serahkan gambar

nya pada bagian produksi sekarang juga ya."

Naya berdiri setelah memutuskan pilihannya.

"Baik Bu..saya pergi sekarang juga kesana. "

"Mon..tolong antar Hany biar cepat.."

"Baik Nona Muda.."

Monica yang dari tadi berdiri di samping Naya

tampak mengangguk patuh. Mereka berdua

keluar dari ruangan bersamaan dengan

kemunculan Noah ke ruangan itu.

"Hai Dear.. how are you.?"

Senyum menawan Noah langsung terkembang.

Naya membalas senyuman itu dengan sama

cerah nya. Entah kenapa, dia memang sedikit

merindukan pria ini. Beberapa hari terakhir

ini Noah pergi untuk urusan pekerjaan.

"Kak Noah..kau sudah pulang.?"

Noah mendekat seakan ingin memeluk Naya,

namun di balas tatapan horor gadis itu.

"Haha..apa aku tidak punya kesempatan sekali

saja untuk memeluk mu Dear.?"

Kesal Noah seraya menjatuhkan dirinya di atas

sofa empuk. Naya duduk di hadapannya. Dia

menatap Noah seraya menggeleng.

"Maaf Kak, aku seorang wanita dengan segala

keterbatasan yang di miliki."

"Kalau begitu aku akan menikahi mu saja !"

"Kak Noah..! jangan bercanda ahh..!"

Naya memutar bola matanya malas.

"Hei..siapa yang bercanda! aku tidak pernah

bercanda untuk satu hal itu."

Noah menatap lekat wajah Naya. Semua yang

di ucapkan nya memang serius. Tapi dia juga

sadar betul dengan status gadis pujaannya itu.

Walau pun tidak pernah jelas. Naya terdiam.

"Aku masih istri saudara mu Kak.."

Lirih Naya dengan suara yang sangat pelan.

Ya..istri seseorang yang bahkan sampai saat

ini tidak pernah di akuinya. Menyedihkan !

"I know..but I don't care.!"

Acuh Noah tersenyum miring. Naya berdiri dan kembali menatap Noah.

"Aku masih banyak pekerjaan."

"Hei wait..! Ayo sekarang kemasi barang mu.!"

Noah ikut berdiri. Naya menatapnya bingung.

"Aku kesini ingin mengajak mu pergi ke suatu

tempat. ! Come on.."

"Tapi pekerjaan ku masih banyak Kak.."

"Lupakan.! bisa nanti lagi, cepatlah dear.."

"Tapi kita mau kemana Kak.?"

"Kau akan menyukainya, ayolah cepat.!"

"Baiklah, tunggu sebentar ya."

Naya beranjak ke dekat meja kerja, mengambil

tas nya setelah itu dia bergegas keluar menyusul

Noah yang sudah pergi lebih dulu.

***** *****

Noah ternyata membawa Naya menuju sebuah

Mall untuk berbelanja. Semula Naya tampak

keberatan dengan ide Noah.

"Hei..dear, jangan pelit ! kau ini seorang wanita

super kaya sekarang.!"

"Tapi aku tidak suka berbelanja kalau tidak perlu

Kak Noah.."

"Aku tidak menyuruh belanja untuk mu dear.."

Mata Noah tampak berkedip-kedip usil.

"Lalu, untuk siapa.?"

Naya menatap penasaran.

"Untuk Ibu, dan adik-adik pantimu sayang.."

"Apa ?? benarkah.? kenapa tidak bilang dari tadi

sih, yasudah ayo kita mulai perburuan nya !"

Naya memekik bahagia, tanpa sadar dia menarik tangan Noah yang langsung terkekeh dengan

senyum lebar tercipta di bibir seksinya. Seakan

tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan, Noah

balik menggenggam erat tangan Naya.

Mereka berdua tampak sangat bersemangat

untuk memilih berbagai macam pakaian dan

keperluan lainnya untuk orang-orang di Panti

dengan saling berbagi tugas biar lebih cepat

dan efektif.

Keduanya menghabiskan waktu 2 jam hingga

akhirnya semua barang terkumpul.

"Yes..sudah lengkap semua kan? tidak ada yang

ketinggalan.?"

Noah memasukan semua barang belanjaan

ke dalam bagasi mobilnya.

"Ya sudah Kak..aku kan tahu benar berapa jumlah

anak-anak panti beserta semua orang yang tinggal

di sana."

Sahut Naya dengan senyum puas dan wajah di

hiasi kebahagiaan.

Noah menutup bagasi dan berdiri menatap Naya

yang juga sedang menatapnya dengan perasaan

senang yang tidak terjabarkan.

"Terimakasih banyak ya Kak, kamu sudah mau

memperhatikan kami semua.."

Lirih Naya. Noah kembali terkekeh dan tersenyum.

"No problem, dari dulu mereka semua sudah

menjadi urusanku ! bahkan sebelum kamu tahu

segalanya. Aku lah yang mendapat amanat dari

kakek dari dulu.."

"Apa? kenapa kakak tidak pernah bilang? Lalu

kenapa aku juga tidak pernah melihat mu?

Kau pasti bohong kan.?"

"Aku tidak suka membual.! Let's go dear !

masih ada kejutan lainnya !"

"Kau ini benar-benar menyebalkan ! kenapa

tidak pernah bilang sebelum nya? jadi kamu

sudah tahu tentang aku dari dulu kan..?"

"Hahaa..kau tebak saja sendiri..

"Kamu jahat Kak, kamu curang.."

Noah tidak menanggapi ocehan Naya, dia acuh

saja berjalan masuk ke dalam mobil dengan

kekehan kecilnya di ikuti oleh Naya yang masih

tiada henti dengan segala omelan nya.

Sebelum pergi ke panti, lagi-lagi Noah membawa

Naya untuk mampir ke sebuah butik ternama.

Naya hanya bisa cemberut saat Noah memaksa

dirinya untuk memilih gaun yang terbaik.

"Buat apalagi sih Kak? "

Naya menghentakkan kakinya kesal setelah dia

kelelahan karena harus beberapa kali mencoba

gaun yang berbeda.

"Kamu tidak ingin tampil buruk di hadapan

suami kamu kan ?"

Naya mengernyitkan alisnya tidak mengerti.

"Maksud kakak.?"

"Itu untuk acara ulang tahun Meline. Aku tidak

mau melihatmu tampil biasa-biasa saja.!

pasanganku harus bersinar.."

"Iihh..siapa yang mau jadi pasangan mu ?"

Naya memutar bola matanya jengah.

"Memang nya kamu pikir suamimu itu bakal

datang dengan menggandeng mu.?"

Naya terdiam. Raut wajah nya langsung muram.

Noah hanya tersenyum tipis.

"Masih ada aku yang lebih baik segala nya dari

dia, jangan berkecil hati.."

Bisiknya di dekat telinga Naya membuat gadis

itu berjingkat seketika.

"Iihh...kau sangat menyebalkan..! sama saja

seperti orang itu.."

Naya memukuli bahu Noah karena kesal dengan

sikap narsis nya. Noah hanya tertawa sambil

kemudian keluar dari butik tersebut dengan

membawa beberapa paper bag berisi sederet

gaun mewah untuk Naya.

Setelah dari butik tadi, akhirnya perjalanan Naya

hari ini berujung di panti asuhan Kasih Bunda.

Namun Naya hanya bisa terdiam bengong saat

Noah membawa nya ke tempat baru. Bangunan

ini terlihat jauh lebih luas berkali-kali lipat dari

bangunan yang dulu. Bahkan di halaman belakang

terdapat kolam renang dan taman yang luas.

Anak- anak terlihat sangat senang saat Noah

mengeluarkan semua barang dari dalam bagasi.

Pria itu langsung berbaur dengan semua anak

dan membagikan barang bawaannya satu persatu

pada setiap anak sesuai bagiannya.

Naya memeluk erat Ibu Halimah penuh kerinduan.

Setelah puas mereka berdua menghampiri Noah

dan anak-anak yang saat ini berada di halaman

belakang. Laki-laki itu tampak sedang mengajak

anak-anak bermain bola.

"Tuan Muda yang sudah menyediakan tempat ini

Nay. Kami pindah dari tempat yang dulu beberapa

hari setelah kamu menikah."

Naya tampak terkejut ,menatap Ibu Halimah tidak

percaya dengan ucapan nya.

"Tuan..Aham yang menyiapkan ini semua ?"

Ibu Halimah mengangguk.

"Tuan Muda juga menjamin semua pendidikan

anak-anak di tempat yang lebih baik."

Naya semakin tidak percaya. Benarkah pria

dingin itu punya kepedulian terhadap panti

asuhan tempat dirinya hidup selama ini.?

Sangat sulit untuk di percaya !

----- -----

Malam menjelang. Setelah menjalankan ibadah

sholat isya, Naya terdiam di kamar nya. Dia

meminta Rani untuk membawakan minuman

hangat untuk dirinya karena dia memiliki sisa pekerjaan yang harus kembali di periksa nya.

Naya duduk di atas ranjang kecil tempat dirinya

beristirahat selama ini. Entah sampai kapan dia

akan menempati kamar sempit ini. Tapi sungguh

ini bukanlah sesuatu yang besar bagi dirinya.

"Hei..kalian tahu gak si Naya itu siapa.?"

Ada suara obrolan dari arah luar kamar, tepatnya

di bangku taman yang terletak di depan deretan

kamar para pelayan.

"Memang nya siapa dia.?"

"Coba deh lihat ini.."

Para pelayan muda itu berkumpul dan melihat

video klip grup gambus Al Arafah. Dimana di

sana Naya sebagai vokalis nya.

Mata mereka semua tampak terbelalak tak

percaya dengan apa yang di lihat nya.

"Ini beneran Kanaya, teman kita itu kan?"

"Ya iyalah..dia itu sebenarnya penyanyi religi.

Pantas saja aku merasakan kejanggalan pada

dirinya, dia itu tidak pantas berada di antara kita."

"Ya Tuhan.. suaranya merdu banget ya.."

"Iya benar, sangat menyentuh."

Mereka terus membicarakan Kanaya. Semua

video klip sholawat dari grup gambus nya

mereka putar berulang-ulang.

"Tapi..yang aku heran, kenapa dia harus bekerja

di sini ? sebagai pelayan pula.! bukankah itu

sangat tidak pantas baginya ?"

"Iya ya..kenapa coba? apa untuk mencari

tambahan penghasilan ya ?"

"Bisa juga sih, sudah ayo kita putar lagi video nya..

Kok rasanya tidak ada bosannya ya.."

"Hahaa iya, itu karena sholawat sama suaranya

sangat merdu dan menyejukkan kalbu.."

"Benar-benar.."

Pembicara mereka terus berlanjut seakan tiada

habisnya.

Rani masuk kedalam kamar dengan wajah yang

sedikit bimbang.

"Nona..ini minumannya.."

Naya tersenyum lembut menyambut gelas yang

di sodorkan Rani kemudian meminumnya pelan.

"Nona.. sepertinya mereka sudah tahu tentang

profesi Nona yang sebenarnya."

Lirih Rani ragu-ragu. Naya melirik dan tersenyum.

"Tidak apa Rani, biarkan saja. Aku juga tidak tahu

sampai kapan bisa bertahan di tempat ini."

"Kenapa Nona berbicara seperti itu ?"

"Kalau Tuan Muda tidak juga bisa menerima

kehadiran saya, lalu saya bisa apa Ran ?"

Rani terdiam menundukkan kepalanya .

"Saya sangat berharap Tuan Muda akan

mengakui Nona secepatnya."

Naya kembali tersenyum miris.

"Sejujurnya itupun yang aku inginkan Ran. Aku

tidak ingin mengecewakan Kakek."

Lirih Naya. Dia kembali menekuni laptopnya.

Meneruskan sisa pekerjaan nya.

"Tapi apapun yang terjadi, ijinkan saya untuk

tetap mengikuti kemana pun Nona pergi ya.."

Naya tersenyum lagi, melihat kearah Rani yang

sedang menatapnya penuh harap.

"Iya Ranii..tenang aja, saya pastikan kamu akan

selalu jadi teman baik saya.."

"Hehee.. Nona, anda ini sangat baik hati. Tuan

Muda sangat beruntung memiliki anda sebagai

istrinya."

"Aahh..itu kan menurut kamu Ran, dia itu kan

orang nya aneh..! menyebalkan !"

Rani menatap wajah Naya yang terlihat seakan

berbinar saat berbicara tentang Aham.

"Nona boleh saya bertanya?"

"Soal apa Ran.?"

"Emm.. Memang nya Nona tidak jatuh cinta

pada pandangan pertama pada Tuan Muda..?"

Naya melongo. Matanya mengerjap. Dia tidak

menyangka akan mendapat pertanyaan yang

menjebak seperti ini dari pelayan pribadinya

itu.

Uuhh..Rani ini apaan sih, kok pertanyaan nya

macam begini? Tidak sadar ada semburat

merah yang kini memenuhi wajah cantiknya.

\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*

. Bersambung.....

1
ayu cantik
bagus
Nunung Suwandari
Hai aku kembali untuk membaca ini 😍
Marhaban ya Nur17
klo ama melani terjadi keren neh Noah 😄😄😄😄 soalnya ama feli jg dapet
Marhaban ya Nur17
tinggal ngomong gtu doank banyak drama
Marhaban ya Nur17
naya diem bae y klo di tarik Noah wkwkkw
Marhaban ya Nur17
g habis pikir cerita wkwkkwk satu masalah belum kelar ada lg yg datang wkkwkwk aneh
Marhaban ya Nur17
dri part pertama ampe sekarang gw belum dapet fill nya
Marhaban ya Nur17
ngapa aham g bilang ke semua orang gtu msh nutup"
Marhaban ya Nur17
muter" itu aja deh kayanya wkkwkwkw alurnya lama, pembahasannya itu" aja gw mau udh n tp udh setengah jalan
Marhaban ya Nur17
bar" se yara wkekke
Marhaban ya Nur17
makanya jan sombong
Marhaban ya Nur17
elah lambat banget thor kek kura" alurnya
Marhaban ya Nur17
Lola amat se alurnya
Marhaban ya Nur17
kapan bucinnya aham 🤔🤔🤔
Rohayani
udh 2x baca tetep aja suka...
ditunggu karya yg lainnya othor ku sayang...love sekebonnn😍
rindu juga ceritanya sherinda sma mayra thor..nnt mampir lg aaah💪💪💪
Marhaban ya Nur17
knp se semua orang enteng banget tangannya
Marhaban ya Nur17
nah klo kaya gini kan ok àham
Marhaban ya Nur17
ternyata feli ama naya saudara an y
Marhaban ya Nur17
dri part pertama ampe sekarang gw benci ama pemain cowoknya wkwkkwkkw
Marhaban ya Nur17
pusing gw jg klo banyak harta wkwkwk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!