Cerita ini lagi-lagi hanya halunya si author jadi,nikmati kehaluan nya dengan santai..
Kalau nggak suka SKIP saja nggak perlu tinggalkan jejak.
"Aku akan menikahi Cahaya."
"Bang Gaga,jangan ngaco..!!"
"Aku nggak pernah main-main Cha.."
Pernikahan yang sejatinya adalah pernikahan antara Cahaya Aurora dengan Bayu Pamungkas kini hanya tinggal kenangan.
Hari dimana Cahaya nantikan selama enam tahun kini sirna ketika Bayu dengan teganya meninggalkan Cahaya dengan hanya memberikan sepucuk surat Bayu membatalkan pernikahan nya.
Bagaimana nasib gadis yang bernama Cahaya Aurora menghadapi pengkhianatan calon suaminya,mampukah Cahaya mengikis cinta dalam hatinya yang dia pupuk selama 6th dan ternyata hanya mimpi semata, ikuti kisahnya ..
Cuss ...💛💜
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Puspa Arum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#Gatra Sakit
"Mi,Re,lagi buat apa?"tanya Cahaya yang masuk ke dalam area dapur.
"Mau bikin nasi goreng sayang,kumu suka nasi goreng kan,soalnya Abi pengen sarapan nasi goreng buatan umi."ujar sang umi dengan senyum kikuk pada menantunya itu.
"Caca,nggak masalah mi.."jawab Cahaya.
"Alka sudah bangun kak?"tanya Revi yang kebetulan hari ini hari libur.
"Belum deh Re,semalam dia bolak balik kebangun."terang Cahaya.
"Lho,kenapa emangnya..Alka sakit?"tanya sang umi
"Nggak mi,Alka cuma nanyain daddynya kapan pulang saja."
"Mungkin dia kangen sama Daddy nya."lanjut Cahaya.
"Kalau kakak kangen sama bang Gatra nggak?"tanya Revi dengan senyuman menggoda.
Cahaya mendapatkan pertanyaan seperti itu sontak hanya bisa tersenyum getir.
"Bang Gaga belum telpon kakak juga?"tanya Revi penuh selidik.
"Emmm..su_sudah kok.."jawab Cahaya dengan tergagap.
"Caca ke kamar dulu mi,Re,mau lihat Alka."
Cahaya pun langsung berlalu pergi dari area dapur menuju kamarnya.
Revi dan sang umi saling pandang.Benar-benar Gatra membuat kedua wanita itu geram kali ini.
Sementara di jauh sana seorang laki-laki merasakan tubuhnya tak baik-baik saja.
"Ga,are you okey?"tanya Yuda yang beberapa hari ini menyusul Gatra ke Singapura.
"Nggak apa-apa,cuma sedikit pusing saja." jawab Gatra dengan memijit pelipisnya yang merasakan sakit pada kepalanya.
Yuda memandang Gatra dengan memicingkan matanya.Dia menangkap sesuatu yang di sembunyikan Gatra.Apalagi dengan wajah pucat Gatra yang menyiratkan bahwa dia tidak baik-baik saja.
"Istirahat lah,kalau pun ada masalah..cepat selesaikan.Jangan berlarut-larut,jangan buat orang khawatir.Apa menurut Lo baik,seorang suami melepas tanggung jawab nya sama istrinya itu perbuatan yang baik?"
"Maksud Lo apaan sih?"tanya Gatra seolah tak paham dengan apa yang Yuda katakan.
"Nggak usah pura-pura nggak ngerti.Gue rasa Lo bukan orang beg* buat ngerti apa yang gue ucapin.Perlu Lo tahu kalau Cahaya itu, khawatir sama Lo."
Gatra memandang Yuda dengan tatapan sengit apalagi dengan membahas soal Cahaya.Hal yang paling dia hindari.
"Kenapa Lo ngomongin dia sih?"
"Yahh,gue tahu Lo take over kerjaan ini karena memang Lo ada masalah sama bini Lo kan? terus dengan jalan ngindarin dia apa bisa buat masalah Lo sama dia selesai,nggak kan?"
"Gue nggak mau maksain apa yang dia nggak suka.Dia belum bisa terima gue."
"Lo jangan sembarangan simpulkan gitu, terkadang Lo harus inget..Lo itu nggak akan segan-segan maksain kehendak Lo,ini istri Lo..bukan bawahan lo Ga,dia butuh disayang,butuh kesabaran yang tinggi untuk menghadapi yang namanya istri.Lo jangan sampe bandingin Cahaya sama Anggi ,Cahaya lain sama Anggi Ga,Anggi orang yang Lo cintai begitu bucinnya Lo ke dia.Tapi, ini Cahaya..yang Lo nikahi dengan tiba-tiba dan butuh waktu saling mengenal satu sama lain."
Gatra menghela nafas panjang dan menyandarkan punggungnya di kursi kebesaran nya.Kepalanya terasa berdenyut mengingat apa yang sebelumnya dia lakukan pada Cahaya.
Dia memaksa Cahaya yang notabene nya sebagai istri dadakannya.
...----------------...
"Gatra belum ngabarin Lo Ca?" tanya Tata melihat tingkah Cahaya yang gelisah.
"Nggak tahu kenapa aku merasa khawatir sama dia Ta."ungkap Cahaya.
" Sabar Ca,mungkin kalian memang butuh penyesuaian.Tapi, gue menyayangkan sikap Gatra yang tiba-tiba pergi buat ambil alih proyek setelah kalian ribut.Kayak anak kecil banget Ca.."ucap Tata geram
"Gue jadi males nikah kalau kayak gini."ucap Tata lagi.
"Jangan gitu Ta, nggak semua orang punya sifat dan tabiat yang sama.Saudara kembar yang sama-sama di kandung dalam rahim yang sama aja ada bedanya satu sama lain apa lagi yang beda ibu." ucap Cahaya.
Drrrttt.. Drrrrrttt..
Ponsel Cahaya bergetar dan dia melihat siapa yang menghubunginya.
📞 Yudi Calling..
"Bang Yuda.."gumam Cahaya dan mengangkat panggilan Yuda
"Assalamualaikum bang," ucap Cahaya saat mengangkat panggilan dari Yudi.
"Wa'alaikumsalam Ca,Abang mau kasih tahu kalau Gatra sakit di Singapura."
Cahaya kaget dengan berita dari Yudi dan benar saja firasat Alka yang menangis semalam.
"Saki bang, sudah di bawa ke Rumah Sakit belum?" tanya Caca pada Yudi dengan paniknya.
"Tenang Caa,jangan panik.Laki kamu yang songong bin ngeselin itu sekarang lagi istirahat di Penthouse nya.Kamu bisa kesini nyusul dia.Kayaknya dia perlu kamu banget Ca."ucap Yuda
"Iya bang,tolong carikan penerbangan tercepat dari sekarang bang.Aku pulang sekarang."ucap Cahaya
"Baiklah Ca,nanti aku chatt kamu lagi yah.. Assalamualaikum."ucap Yuda dan mengakhiri panggilan nya.
"Wa'alaikumsalam."jawab Cahaya dan segera mengemasi barang-barang nya.
"Kenapa Ca,kayaknya panik banget habis terima telpon?" tanya Tata saat kembali lagi masuk keruangan kerja mereka.
"Aku harus ke Singapura,Gatra sakit."ucap Cahaya dan langsung melangkah meninggalkan Tata tanpa pamit.
"Hahh..bucin,tapi sayangnya kamu belum mau mengakuinya Ca.."gumam Tata melihat tingkah sahabatnya itu
Cahaya mengabarkan pada sang ibu mertua tentang keadaan Gatra dan niatnya menyusul Gatra ke Singapura sore nanti.
Dia pun tak lupa meminta tolong pada adik iparnya untuk menjaga Alka selama tidak ada dirinya dan juga Gatra.Tebtu saja Revi dengan rasa senang dan tidak keberatan karena sebelum ada Cahaya Alka selalu dengan Revi.
Benar saja jam lima sore waktu Indonesia,Cahaya bertolak ke Singapura menuju Penthouse milik Gatra yang ada di Singapura.
Kurang lebih menempuh perjalanan dua jam dari Jakarta- Singapura kini Cahaya sampai di Bandara Internasional Changi.
Yuda pun sudah menunggu untuk menjemput Cahaya di bandara.Dari Bandara ke Penthouse milik Gatra membutuhkan waktu tiga puluh menit dan mereka pun saat ini sampai di salah satu apartement mewah di Singapura dan Cahaya melangkah mengikuti arahan Yuda di depan pintu besar nan mewah kini Cahaya berada.Kode Akses pun sudah di kasih oleh Yuda.Setdlab memastikan Cahaya masuk ke dalam Penthouse milik Gatra ,Yuda pun melangkah pergi guna mengambil alih pekerjaan Gatra tinggalkan.
Yuda membiarkan Cahaya dan Gatra saling mengenal saat ini.Mereka butuh privasi berdua dan anggap saja mereka bulan madu.
Cahaya melihat sekeliling Penthouse yang mewah milik Gatra.Berapa kaya nya suaminya sampai mempunyai hunian mewah seperti itu.
Cahaya melangkah menuju kamar yang dimaksud oleh Yuda.
"Bismillahirrahmanirrahim.."gumam Cahaya saat membuka kode pintu kamar Gatra.
Pintu itu pun terbuka dan terlihat Gatra yang sedang terbaring dengan berselimut tebal.
Mendengar suara pintu Gatra pun mengalihkan pandangannya ke arah pintu.
Pandangan merekapun saling bertemu.Gatra hanya bisa menelan silvanya kasar dan Cahaya hanya bisa memandang wajah suaminya dengan tatapan sendu.
Bersambung
emang ennak, tak di hargai....
nyesel lo yaaxh Batu....😂😂😂