NovelToon NovelToon
Imam Yang Seperti Bapak

Imam Yang Seperti Bapak

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:268.1k
Nilai: 5
Nama Author: lilinur m

"Diterima ya, Mba. Dijalani saja dulu, banyak shalat dan baca Qur'an. Semoga tugas akhirmu, lekas selesai. Insya Allah, ini keputusan yang baik, Mba. Sepertinya Mas Akbar, anak yang shaleh."

"Iya, Pak, Bu. Saya jalani. Makasih restu dan doanya."

Aku berdiri, pamit. Masuk ke kamar. Kututup pintu, segera sujud syukur kepada Pemilik Semesta.

"Bismillah, semoga aku bisa."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lilinur m, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bercerita

Pukul tiga dini hari, Sekar terbangun. Sekar sudah terbiasa bangun malam. Badannya terasa pegal. Sampai di kossan semalam, ia disambut oleh beberapa teman kos yang sudah tiba lebih dahulu.

Bahkan teman-temannya langsung memberikan selamat, melihat Sekar sudah memakai cincin di jari manisnya.

Sekar hanya bisa mengiyakan dan menganggukan kepala. Pertanyaan dari teman kosnya, ia jawab seadanya. Tidak ditambah dan dikurangi.

Pempek yang Sekar bawa, ia serahkan kepada teman kosnya. Sekar mempersilahkan untuk menggorengnya, ia hanya berpesan 'tolong jangan goreng semua,' dan disambut anggukan kepala oleh teman-temannya.

Sekar melihat layar gawainya. Ada pesan masuk di whatsApp-nya. Mas Akbar.

'Alhamdulilah, Mas baru saja masuk kontrakan. Mimpi indah, sayangku.'

Deg.

Sayang. Aduh, jantung, kamu sepertinya senang sekali dipanggil sayang, ya. Tenanglah, wahai jantungku.

Sekar membalas pesan dari Akbar.

'Alhamdulilah, Mas, sudah sampai. Istirahat Mas. Supaya besok mengajarnya segar. Sudah shalat Isya? Kalau belum, shalat dulu, yaa Imam sholeh.'

Sekar diberitahu oleh Akbar jadwal mengajarnya. Jadi, ia tahu kapan Akbar mengajar dan tidak mengajar.

Segera Sekar bangun. Menuju kamar mandi. Membuang hajat. Lalu berwudhu.

Dibentangkan sajadah bergambar masjid itu lalu mulailah Sekar berdoa dengan Pemilik Malam.

Akbar langsung tertidur begitu selesai berberes kamar. Ia meletakkan pigura berukuran sedang di atas meja kerjanya. Ya, itu adalah foto Sekar dan Akbar ketika lamaran kemarin. Sebenarnya fotonya berempat, ada Fatih dan Alina. Hanya saja, Akbar menyuruh editor foto untuk mencetak mereka berdua saja. Fatih dan Alina dihilangkan, begitu pesan Akbar.

Pagi sudah datang. Malam sudah hilang. Sekar menyambut pagi dengan hati senang.

Hari ini, Sekar mempunyai janji dengan dosbing-nya, untuk berbimbingan menyerahkan hasil penelitiannya.

Ting.

Ada pesan masuk. Siapa yang sepagi ini mengirimiku pesan.

'Assalamualaikum, hari ini ke kampus, De? Hati-hati. Sarapan dulu. Dhuha jangan ditinggalkan. Mas sudah di kantor, sudah dulu ya. Mas kerja dulu, cari nafkah untuk sayang.'

Pipi Sekar langsung merona merah. Senyumnya langsung membuat dekik kanan kirinya terlihat.

Beberapa teman yang lewat, melihat Sekar dari jendela kamar, langsung menggoda.

"Ciee, pagi-pagi yang sudah dikasih bungan sama mas ganteng"

"Asyik, nanti malam kita makan bersama. Pajak makan dari Mba Sekar."

Itu celoteh pagi yang sekarang akan Sekar dengar dari teman kosnya. Mereka sudah tahu kisah Sekar-Akbar yang dijodohkan Tuhan. Kata mereka kisahnya seperti judul film India. Rabb ne bana Jodi. Hanya judul saja, ya. Lagunya artinya juga bagus. Mirip kisahku.

'Aku sudah di ruang depan kaprodi. Kalian di mana?'

Sekar mengirimkan pesan di grup 'Jogjadulur' yang beranggotakan Mila, Esha dan Ning.

'Kami baru saja sampai di parkiran. Tunggu.'

Esha membalas pesanku.

Setelah selesai bertemu dengan pak Dosen, Sekar langsung mencari ketiga sahabatnya. Ketiga sudah mendapatkan acc dari pembimbingnya masing-masing.

Hari ini, dewi fortuna sedang dipihak Sekar. Pak dosbing-nya, meminta Sekar untuk mempersiapkan ujian dua minggu ke depan. Sekar menyanggupi. Tanggal ujianpun sudah ia kantongi.

Sekar duduk diapit oleh ketiga sahabat 'ribut'nya itu. Mereka meminta penjelasan atas cincin putih yang terpasang manis di jari manisnya.

Akhirnya Sekar pun menceritakan dari awal sampai dengan pernikahan mereka akan dilaksanakan bulan Maret tanggal 22.

Awalnya respon mereka melongo, kaget, tidak percaya. Bagaimanapun Sekar menempati usia termuda diantara mereka berempat. Namanya jodoh, berlari kemanapun tetap berpasangan. Sudah digariskan oleh Semesta.

Terima kasih sudah membaca cerita ini. Terima kasih juga untuk apresiasi like-nya. Sehat selalu. Aamiin.

1
Suyatno Galih
disn othor sll menyebut desa asal dan domisili, ku kenal Ambal Mirit Kebumen Jateng---Makmur p rimau Banyuasin Sumsel benar or salh thor
Eny Hidayati
kata hati yang sama...
Eny Hidayati
ujian hidup selalu ada ...
Eny Hidayati
sahabat selalu ikut gembira untuk sahabatnya...
Eny Hidayati
mode on going ...
Eny Hidayati
Bapak ibu Suryo sepertinya baik, orangnya tidak sok ...
Eny Hidayati
seneng banget lamaran diterima...
Eny Hidayati
masih menyimak...
Eny Hidayati
nembung itu namanya...
Eny Hidayati
berlanjut berarti...
Eny Hidayati
sama2 berdebar ...
Eny Hidayati
mohon maaf sebelumnya... masih bingung pov-nya ... tapi aq nikmati saja karena adanya begitu ... tetap semangat Thor.
Eny Hidayati
memasak itu yg paling ditakuti kalo keasinan ...se buyar-buyarnya pokoknya...
Eny Hidayati
Akbar pasti terkejut dan tentu ingat itu adik tingkat .
Eny Hidayati
Bapaknya Sekar itu disebut orang yang nyungkani ...
Surya Langit
bagus
Eny Hidayati
pesawat melangit... seperti melangitnya sebuah harapan ...
Eny Hidayati
menyimak ceritamu Thor... AQ semangat membaca... Author semangat menulis... sehat selalu Thor...
Aminah Mimin
maaf perasaan waktu USG anak nya kembar kok waktu lahiran cm 1
Kimie Meonk
colon imam pilihan jga so sweet loh.. aq rekomend... bgt dh...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!