NovelToon NovelToon
Menikahi Janda

Menikahi Janda

Status: tamat
Genre:Janda / Cinta Seiring Waktu / Obsesi / Romansa / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 4.7
Nama Author: weni3

Squele dari cerita Jangan Salahkan Suamimu Mencintaiku


Berawal dari kecelakaan membuat Tio dan Ceri menjadi sering jumpa. Hingga permintaan dari mendiang sang papah untuk keduanya segera menikah hanya menjadi angin lalu mengingat keduanya yang tak saling cinta.
Tapi di saat keduanya memilih berteman, Regan anak pertama Ceri justru membuat mereka semakin dekat.
Mampukah Ceri bertahan dengan status janda yang ia sandang?
Atau harus mengalah dan meminta Tio untuk menikahinya demi Regan? sedangkan Tio telah bertunangan.

Yuk baca ceritanya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon weni3, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Protes Regan

Harapan hanyalah harapan dan anak kecil tetaplah anak kecil, yang rengekannya membuat kepala nyeri. Sudah dua minggu Ceri dibuat pusing oleh permintaan Regan yang ingin bertemu dengan Tio, sedangkan sejak kejadian di mall itu mereka sudah tak bertemu lagi.

Ceri tak tau lagi alasan apa yang ia berikan sedangkan sudah tiga hari ini Regan sulit di suruh makan dan terus diam di kamar tanpa mau bermain keluar seperti biasa. Protes yang berhasil membuat Ceri pusing sendiri.

Sedangkan di sekolah pun, Bu guru sudah menegurnya karena Regan yang tak fokus belajar dan diam saja ketika di tanya. Bermain dengan teman pun jarang, ia lebih suka di kelas dengan menundukkan kepala.

Pernah di tanya oleh Bu guru alasan apa yang membuat Regan seperti ini, tapi anak itu hanya menjawab jika rindu Papah. Dan itu membuat Ceri sedih. Wanita itu memutuskan untuk mengajak Regan ke pemakaman Reno.

"Sayang, kata Bu guru anak Mamah sedang merindukan Papah. Ayo kita ke pemakaman Papah nak!" bujuk Ceri tapi segera di jawab dengan gelengan kepala oleh Regan.

Ceri bernafas berat, sebagai ibu ia tau betul apa yang membuat Regan berubah tapi jika ada hal lain yang membuat Regan kembali seperti dulu lagi apapun akan Ceri coba.

"Terus?" tanyanya lembut.

"Papah Reno suka galak sama mamah, tapi kalo Om Tio nggak, dia baik sama Regan. Sama mamah juga nggak pernah marah-marah. Regan suka sama Om Tio Mah, tapi Regan sedih Om Tio mau nikah sama Tante galak itu. Om Tio nggak sayang Regan ya mah?" tanyanya polos dengan mata berkaca.

Ceri mengusap lembut kepala Regan, hatinya sakit melihat sang putra mengharapkan orang lain sebagai Papahnya. Sedangkan dirinya belum bisa menerima pria lain dalam hidupnya.

Hari ini Romi datang berkunjung, kesibukannya membuat ia tak ada waktu untuk sekedar menemui Ceri. Jika tak di sempatkan pun hari ini ia akan gagal lagi, sedangkan rindu mulai menyita akal pikirannya.

"Dimana Regan?" tanyanya setelah menyeruput kopi buatan Ceri.

"Ada di kamarnya, tumben nggak sama Tante Tina?" kini keduanya duduk di teras rumah.

"Kalo sama mamah nggak bebas, mau ngomong kangen sama kamu aja aku canggung. Udah beberapa Minggu nggak ketemu, kamu nggak kangen sama aku? padahal aku kerja di Jakarta demi kamu loh. Aku mau kita bisa dekat."

Ceri menarik nafas dalam, dia tau kemana arah pembicaraan Romi. Ceri menatap wajah Romi yang kini juga melihatnya dengan penuh harapan.

"Jujur aku belum bisa membuka hati buat siapapun, lagian kepergian Reno belum ada satu tahun. Nggak semudah itu untuk lupain sedangkan hati masih enggan meninggalkan semua tentang dia. Rom, jangan melakukan apapun semata-mata hanya demi aku. Karena aku nggak mau kecewa nantinya."

Ceri mengalihkan pandangannya ke arah depan,tatapan kosong mengisyaratkan kesedihan yang ia derita.

" Aku bukan wanita yang bisa di harapkan Rom. Aku hanya janda anak dua yang di tinggal mati suaminya. Kamu belum pernah menikah, apa tidak sebaiknya mencari yang sama dengan statusmu? kalo kamu bertahan di sini hanya demi aku, bukan hanya aku takut mengecewakanmu tapi juga aku tidak ingin persahabatan kita hancur hanya karena aku tak membalas perasaanmu."

"Cer....tapi aku serius dan hati ini masih sama. Aku udah pernah mencoba buka hati untuk yang lain, tapi hasilnya nihil. Aku hanya menginginkan kamu." Romi mencoba menggenggam tangan Ceri, tapi dengan cepat Ceri menghindar. Melihat itu Romi paham, dia tak marah tapi mencoba mengerti jika Ceri sekarang menjaga batasan.

"Aku mohon, buka sedikit hatimu untukku."

Ceri bingung harus menjawab apa, sedangkan hati tak bisa di paksakan. Di tambah lagi persoalan Regan yang sangat menginginkan Tio sebagai Papahnya belum usai.

"Beri aku waktu Rom, aku akan mencoba berdamai dengan hatiku. Dan aku akan menanyakan dulu pada Regan."

Sepulang Romi dari rumahnya, kini Ceri tampak berpikir langkah apa yang harus ia ambil. Ceri menatap Regan yang kini tertidur lelap. Badannya mulai terlihat perubahan karena sudah mulai susah makan.

Ceri tak mungkin memohon pada Tio untuk kembali menjalankan amanah papahnya, atau harus membuka hati untuk Romi agar Regan tetap mendapat kasih sayang seorang Papah seperti yang ia inginkan.

Pagi ini Ceri sudah rapi, sebelumya ia sudah memandikan Rayya dan menyiapkan baju ganti untuk Regan. Walaupun weekend, Ceri membiasakan anaknya tak bermalas-malasan untuk membersihkan diri.

Seperti biasa Rayya akan tertidur setelah mandi dan di beri ASI. Saatnya Ceri membujuk Regan untuk sarapan pagi. Masuk ke kamar putranya kemudian duduk di samping ranjang tepat Regan berdiam diri.

"Sayang, sarapan dulu yuk. Temani mamah, rasanya tak nikmat jika Regan nggak ikut makan sama mamah."

"Tapi Regan belum lapar Mah," jawabnya.

"Kalo gitu mamah akan menunggu Regan sampai mau makan. Jika Regan nggak makan Mamah pun nggak akan makan." Ceri berusaha bersabar menghadapi anaknya. Entah sampai kapan Regan akan seperti ini. Sedangkan pernikahan Tio tinggal seminggu lagi.

"Mamah jangan ikutan Regan, nanti mamah sakit."

"Biar saja mamah sakit, asal mamah bisa makan bareng jagoan mamah," Ceri mulai tersenyum saat melihat Regan yang berpikir kemudian turun dari ranjang dan keluar kamar.

Kini keduanya sudah berada di meja makan, Ceri dengan sigap mengisi piring Regan dengan nasi, sayur dan lauk kesukaan Regan.

"Ini sayang, mau mamah suapi?"

"Nggak mah, Regan sudah besar. Regan makan sendiri," ucapnya dengan wajah datar tapi justru membuat Ceri gemas. Dia bersyukur Regan mau makan kembali dan berharap kali ini piringnya bersih tak banyak menyisakan nasi seperti kebiasaannya akhir-akhir ini.

Keduanya makan dan tak ada lagi perbincangan. Ceri tersenyum melihat piring Regan, walaupun masih ada sisa setidaknya sudah banyak yang anaknya makan.

"Mau kemana nak?"

"Regan mau duduk di luar," kebiasaan Regan setiap Minggu tiba. Akan duduk di luar menunggu Tio datang dan hal itu tak dapat Ceri cegah.

"Assalamualaikum..."

"Wa'allaikumsalam Oma." Regan segera menghampiri kemudian menangis dalam dekapan beliau.

"Kenapa menangis nak?" tanyanya, kemudian menatap Ceri dengan wajah bertanya.

"Regan rindu Om Tio, mana Om Tio Oma?" tanyanya di sela tangis yang memilukan.

"Om Tio sedang sibuk nak, nenek kesini untuk menjenguk Regan dan Rayya. Oma rindu kalian," ucapnya kemudian mengajak Regan untuk duduk di sofa.

Ceri datang membawakan minuman, ia pun ikut duduk dan melihat wajah sang putra yang begitu kecewa.

"Apa sibuk untuk menikah dengan Tante galak?"

Mamah Tio tampak tertegun mendengar pertanyaan Regan dan Ceri pun tampak tak enak. Tapi setelahnya ia tau siapa yang Regan maksud.

"Tante Tiwi?"

"Iya Oma.

Mamah Tio tersenyum melihat Regan yang tampak merajuk, "Iya nak, Minggu depan Regan datang ya, Oma sudah menyiapkan baju untuk Regan, Rayya dan mamah. Ini, Oma sudah bawakan bajunya sama undangan pernikahan Om Tio." Mamah Tio meletakkan paper bag di meja tapi betapa terkejutnya beliau saat mendengar ucapan Regan.

"Om Tio nggak sayang Regan, Regan mau Om Tio jadi Papah Regan Oma!" seru Regan kemudian pergi ke kamar dengan berurai air mata.

...🍀🍀🍀...

Jangan lupa like, coment dan vote ya....makasih banyak🤗

1
z u l a i k h a 🌹
Baca oisah sella dan dimas awal2 dah sakit kepala + sakit hati tapi kisah tio dan ceri ni mmg best.
z u l a i k h a 🌹
Kalau dh mcam ni biar jela ceri nikah ngan romi
z u l a i k h a 🌹
Kesiannya ceri. Tapi kenapa mesti nama ceri? Kurang manisn😅
Reni Fitria Mai
Baru kali ini saya baca novel nangis 😭😭😭😭😭
Reni Fitria Mai
Sedih melihat nasib ceri😭😭😭😭
Putra
duhhh,ceritanya mengharu biruu
saya sukaaaa sekalii
Anis Nisrina
Luar biasa
Ibnu Rizqi
Tio somplak...kikikikik,ayo Cer...taklukkan Tio dg tandukmu
Ibnu Rizqi
untung dunia halu ..kalau real pasti dah lari suaminya....sama egoisnya
Ibnu Rizqi
thor....jangan pakai loe gue napah,..ga nyaman...
Ibnu Rizqi
ayo Ceri yg sopan dong,masa manggil suami loe gue...aku bacanya agak gimana gituh....
Rea Sitta
Buruk
Rea Sitta
Kecewa
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
iya si tiwi gmn tuh sumpah jahat bngt tuh org mana dr awal q kira shbt beneran tau2nya benci sama sella
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
ya begitulah trkdg kita manusia ktka dberi nikmat lupa sama Tuhan berpuluh2 tahun sllu absen, dan saat sprti inilah br menghadap. normal si nunggu dkasih musibah dl baru mau gelar sajadah n nangis2 tp berbahagialah kl Allah msh bersedia memperingatkan kita brti msh sayang
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
sprtinya mmng s tiwi yg udh kehilangan kewarasan deh
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
iya mndg jgn nikah deh..jd bs ttp d dktn romi juga
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
saat kclkaan ini sella g tau brti ya, pas d crta dia nikahan kan cm pov sella dimas
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
trnyata ceri bkn perempuan urakan y, dsr s reno aja yg bajigur. sukurin mati krn hobinya yg suka celup sama rika
Dewanti Yuli Indriati
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!