NovelToon NovelToon
My Wife Drabia

My Wife Drabia

Status: tamat
Genre:Romansa / Konflik Rumah Tangga-Pernikahan Angst / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 4.6
Nama Author: Icha cute

Drabia tidak pernah di sentuh suaminya selama menikah. Karena sebelumnya Ansel mendengar gosib tentang dirinya yang pernah tidur dengan pria lain sebelum menikah.


Di saat Ansel akan menceraikannya, Drabia pun meminta satu hal pada Ansel sebagai syarat perceraian. Dan setelah itu jatuhlah talak Ansel.


Apakah yang di minta Drabia?, akan kah Ansel memenuhi permintaan Drabia?.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Icha cute, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

23. Demi kamu

Istirahat siang, Ansel keluar dari ruangannya sambil bersiul siul ria. Tadi pagi dia sudah berhasil membujuk Ayah mertuanya. Sekarang dia akan pergi ke rumah sakit untuk membujuk Drabia. Semoga saja dia berhasil.

Keluar dari gedung perusahaan Ansel langsung masuk ke dalam mobilnya, melajukannya keluar ke jalan raya bergabung dengan kenderaan lain.

Di tengah jalan, Ansel menghentikan laju kenderaannya saat melihat penjual somai di depan sebuah sekolah SD. Di samping penjual somai, ada penjual kembang gula, di sampingnya lagi ada penjual kebab turki, jangung manis, telor gulung, sate kikil, martabak mini, donat seribuan, es lilin, dan masih banyak lagi.

Setelah memarkirkan mobilnya di tempat yang aman. Ansel menerobos kerumunan anak SD yang sedang membeli jajanan itu, sangat rame, karna kebetulan jam pulang sekolah. Ansel jadi bernostalgia ke jaman SD, membeli jajanan setelah pulang sekolah. 'Seru juga' batin Asnel.

'Setelah nanti aku berbaikan dengan Drabia, aku akan membawanya ke sini, pasti dia senang' batin Ansel lagi. Mengingat dulu dia dan Drabia sering membeli jajanan sekolahan itu setiap pulang sekolah.

Hampir satu jam Ansel baru mendapatkan hampir semua jajanan sekolah itu. Ansel menghela napasnya setelah masuk ke dalam mobilnya. Dan melap keringat yang hampir membasahi keningnya. Jajanan yang dia belinya untuk Drabia sangat banyak, membuat kursi penumpang di sampingnya hampir penuh. Ansel tersenyum kemudian melajukan kembali kenderaannya.

Sampai di rumah sakit Ansel memarkirkan mobilnya dengan rapi, lantas keluas dengan menenteng beberapa kantong plastik. Ansel melangkahkan kakinya dengan semangat masuk ke dalam gedung rumah sakit. Wajahnya berbinar dengan senyum tipis menghiasi bibirnya, gak sabar bertemu istrinya. Namun senyum di bibirnya perlahan memudar, melihat orang yang keluar dari ruang perawatan Drabia.

Kevin

Orang yang beru keluar dari ruang perawatan Drabia adalah Kevin. Pria yang pernah tidur satu ranjang dengan istrinya.

'Ngapain pria itu ke sini?' geram Ansel dalam hati. Tidak bisa membayangkan, Drabia istrinya di peluk pria itu. Sudah melihat tubuh istrinya itu tanpa pakaian. Ansel tidak terima itu.

"Ngapain kamu ke sini?" ketus Ansel pada Kevin yang sedang sibuk menerima telepon dari seseorang.

Kevin yang merasa di tanya, mengerutkan keningnga ke arah Ansel. Sepertinya Kevin mengenal Ansel, tapi dimana?.

"Kamu siapa?" tanya Kevin.

"Kamu tanya aku siapa?" Ansel berdecak. Sungguh Ansel sangat tidak menyukai pria itu.

"Saya tidak mengenal Anda." Terpaksa kevin menyudahi sambungan teleponnya, melihat pandangan tal bersahabat Ansel.

"Saya suaminya Drabia. Jadi saya minta, pergi dari sini." Ansel menarik satu sudut bibirnya ke samping sembari memperhatikan penampilan Kevin.

"Oh! jadi Anda suaminya Drabia?." Kevin tersenyum menatap remeh ke arah Ansel." Yakin! masih suaminya?" cibirnya.

"Apa maksudmu?" marah Ansel tidak terima.

"Bukankah kamu sudah menceriakannya?" tanya Kevin lagi.

Ansel terdiam dan memilih masuk ke ruang perawatan Drabia. Namun langkahkanya terhenti saat tiba tiba kedua pria yang bertugas menjaga pintu menahan tubuhnya.

"Pak! Anda tidak di ijinkan masuk" penjaga itu.

"Kenapa kalian masih melarangku masuk?. Pak Ilham sudah mengijinkanku untuk bertemu dengan istriku" kesal Ansel menepis tangan pria yang menyentuh bahunya itu.

"Tapi yang menugaskan kami di sini bukan Pak Ilham lagi, melainkan Nona Drabia" jawab Pria itu.

Melihat itu Kevin berdecih, lalu melangkah masuk ke ruang perawatan Drabia.

"Maksud kalian apa?Hah !" bentak Ansel." Orang lain kalian biarkan masuk!.Aku sendiri suaminya kalian larang!" terial Ansel marah.

"Maaf Pak, kami hanya menjalankan tugas" jelas pria yang satunya.

"Omong kosong" Ansel tidak terima, ia pun melayangkan tinju ke wajah kedua Bodyguard itu bergantian, kemudian menedang pintu ruang perawatan Drabia sampai terbuka.

Buarrr

Prank!

"Drabia!" panggil Ansel.

Drabia yang masih kaget mendengar kerasnya debuman pintu, diam menatap marah ke arah Ansel.

"Bang Ansel" gumam seorang gadis dari sofa.

Sontak pandangan Ansel beralih ke arah wanita berhijab itu. Ansel terdiam melihat Hafshah tunangannya ada di ruangan itu.

"Bang Ansel kenapa?, kenapa marah marah?." Hafshah berdiri dari tempat duduknya mendekati Ansel yang masih berdiri di dekat pintu.

Ansel menghela napasnya dengan mata terpejam. Bingung begaimana menjelaskannya pada Hafshah.

"Ada apa?" tanya Hafshah lagi melihat Ansel diam saja.

"Hafshah, aku..." Ansel menghela napasnya lagi dan menelan air ludahnya sendiri.

Hafshah memandangi wajah Ansel dengan kening mengerut. Sedangkan Drabia diam saja menanti adegan drama berikutnya. Begitu pun dengan Irham yang duduk di sofa ruangan itu, ia mengerutkan keningnya menunggu penjelasan Ansel, kenapa dia marah marah?. Kevin juga sama, hanya diam menunggu apa yang akan di katakan pria yang mengaku suami dari Drabia itu.

Jadilah ruangan itu hening sesaat.

"Kebetulan kamu ada di sini. Ada yang ingin kubicarakan sama kamu" ucap Ansel bernada ragu.

Hafshah mengulas senyumnya, mungkin Ansel akan menyampaikan berita gembira, pikirnya.

"Sebelumnya aku minta maaf" ucap Ansel lagi tanpa berani menatap wajah Hafshah. Membuat senyum gadis di depannya itu menghilang, berganti dengan kerutan di keningnya." Sebenarnya..." Ansel menarik napasnya lagi dan memandang wajah Hafshah sebentar." Sebenarnya Drabia adalah istriku" ungkap Ansel menundukkan kepalanya.

Hening

Refleks Hafshah menajamkan pandangannya ke wajah Ansel. Mata Hafshah berkaca kaca, perlahan meneteskan buliran air bening, mengalir di pipinya. Hafshah menggeleng gelengkan kepalanya tidak percaya.

"Aku menceraikannya, karna aku pikir dia gak suci lagi. Tapi ternyata salah, setelah aku membuktikannya" jelas Ansel menunduk.

Bukh!

"Aw!" Keluh Ansel yang terjatuh ke lantai, setelah mendapatkan bogeman yang mendadak.

"Beraninya kau membohongi adikku" geram Irham memukuli wajah Ansel dengan tinjunya. Irham tidak menyangka, ternyata suami Drabia adalah Ansel, tunangan Adiknya sendiri, akan melangsungkan pernikahan dalam waktu dekat. Irham tidak terima, Adiknya di permainkan.

Bukh bukh bakh bukh!

Irham terus memukul Ansel membabi buta."Kau membohongi kami, orang tua kami, keluarga besar kami" cerca Irham terus menerus memukuli Ansel yang sudah terkapar di lantai.

Ansel yang susah babak belur diam saja di pukuli, sadar dengan kesalahannya sendiri. sebelumnya Ansel sudah siap jika harus mendapat ke marahan dari keluarga Hafshah. Tapi tidak sekarang, tidak di rumah sakit atau di depan Drabia.

"Maaf" lirih Ansel menahan sakitnya pukulan dan tendangan Irham ke tubuhnya.

"Udah Kak" Hafshah menghapus air matanya dan menahan tangan Irham yang terus memukuli Ansel."Ini di rumah sakit kak, jangan membuat keributan" lirih Hafshah.

Irham pun menghentikan pukulannya, lalu menarik napasnya dan memukul wajah Ansel sekali lagi. Kemudian membawa Hafshah keluar dari ruangan itu.

"Drabia, kalau begitu kami pergi dulu. Semoga cepat sembuh, jika butuh bantuan, jangan sungkan menghubungi saya" pamit Kevin sembari berdiri dari tempat duduknya berjalan ke arah Drabia yang duduk bersandar di atas brankar.

Drabia menganggukkan kepalanya sembari tersenyum." Trimakasih sudah datang menjenguk Pak" balasnya.

"Sama sama"Kevin membalas senyuman Drabia.

"Cepat kau pergi sialan!" geram Ansel berusaha bangkit dari lantai. Entah kenapa, emosinya selalu naik setiap melihat wajah Kevin.

Kevin yang di usir Ansel, menyinggungkan bibirnya ke samping." Drabia wanita yang cantik, kalau kamu menyia nyiakannya. Aku yang akan mengistimewakannya" ucap Kevin menepuk nepuk pelan bahu Ansel.

Ansel langsug menepis tangan Kevin kasar, menatapnya marah pada Kevin yang berlalu dari ruangan itu.

Ansel tidak akan menyia nyiakan Drabia lagi. Dan tidak akan membiarkan pria lain bisa memiliki Drabia.

"Kau juga pergi dari sini" usir Drabia tanpa kasihan melihat wajah babak belur Ansel.

Ansel tidak peduli, ia pun melangkah tertatih mendekati Drabia dan langsung menjatuhkan tubuhnya ke pelukan wanita itu.

"Demi kamu, aku rela di pukuli seperti tadi" guman Ansel.

"Bodo!"

*Bersambung.

1
﷽✯͜͡ᶜᶥᶜᶥ͢cɦιєɭɭα
Hafshah setres to ternyata🤣🤣🤣
﷽✯͜͡ᶜᶥᶜᶥ͢cɦιєɭɭα
seru nih😄😄😄
﷽✯͜͡ᶜᶥᶜᶥ͢cɦιєɭɭα
jahat bgt si Kevin
﷽✯͜͡ᶜᶥᶜᶥ͢cɦιєɭɭα
drabia jahil bgt si😄😄😄rasain lu ansel🤣🤣🤣
﷽✯͜͡ᶜᶥᶜᶥ͢cɦιєɭɭα
duh Ansel mnis bgt si /CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy/
﷽✯͜͡ᶜᶥᶜᶥ͢cɦιєɭɭα
Hafshah kok gtu to...apakah Hafshah doyan mabuk juga🤭
﷽✯͜͡ᶜᶥᶜᶥ͢cɦιєɭɭα
waduh Hafshah kok kasar😄😄😄😄
﷽✯͜͡ᶜᶥᶜᶥ͢cɦιєɭɭα
biarin drabia sama Irham aja yah jgn sama ansel
min yoongi
mending cerai jadi janda perawan, ersembahkan keperwanan buat suami yg mencintai,ini malah maunya di ewe dulu baru di jandain duh bodohnya perempuan cara berpikirnya padahal di kasih otak untuk berfikir untung ruginya untuk diri sendiri
Dayu Santi
lanjut thor, ceritanya menarik...
Rose Mustika Rini
ya emank semua orang bukan laki2 aja perempuan jg pengen pasangan yg masih suci...tp ga gitu jg kan menyikapinya sampe berbuat kasar, salah dr sikap yg diambil tidak berfikir dengan tenang dicari permasalahannya ditanya kejadiannya..ya itu sih dr personalnya lg..yg jelas semua bisa diatasi dengan kepala dingin
Rose Mustika Rini
isshh kamu Drabia kayak ga ada laki2 yg lebih baik aja..udah tau Ansel gitu sifatnya berarti kedepannya dia suka gitu jg ga bisa menahan mulut nafsu amarah pokoknya ga berhati lapang..
Rose Mustika Rini
mudah2an aja ada lelaki yg nerima kamu baik buruknya..

sama si polisi aja tuh biar nyahooo kamu jd kakak iparnya
Rose Mustika Rini
eehh ternyata si calon yg disukai sama aja dengan istrinya....siapa tau kan blm tau masa lalunya
Rose Mustika Rini
dodol lu aja kaga denger panggilan istrimu bangunin untuk solat
Rose Mustika Rini
lah yg salah kamu lah nerima, ga bisa apa bilang jujur ke Pak Ilham
Rose Mustika Rini
buat saya aja bi gajinya hehher lg butuh duit bi
Rose Mustika Rini
nah gitu kamu ngerasa pria baik mulut hati dan sikapmu ga menunjukkan manusia yg baik..
Rose Mustika Rini
ini pria baik baik dapat wanita baik baik pula...kamunya aja laki2 yg ga dewasa marah marah karena nikah sm wanita yg punya dosa..trus kamu dibilang pria baik baik gitu mulutnya tajam ga punya hati..
Rose Mustika Rini
heemm jng salah faham "pria baik baik dapat istri baik baik" ini harus tau maksudnya seperti apa..harus melihat dr berbagai hal jng karena ada gosip ini itu tp blm tau kebenarannya trus mencap jelek..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!