NovelToon NovelToon
Kau Renggut Mahkotaku, Ku Curi Hatimu.

Kau Renggut Mahkotaku, Ku Curi Hatimu.

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Nikah Kontrak / Hamil di luar nikah / Obsesi / Tamat
Popularitas:341.9k
Nilai: 5
Nama Author: Minaaida

Kehormatannya di renggut paksa oleh lelaki itu. Fathan yang berada di bawah pengaruh obat perangsang yang diberikan oleh teman - temannya akhirnya memperkosa Mitha. Akibat perbuatan tersebut, Mitha akhirnya hamil.

Baik Fathan maupun Mitha tidak saling kenal dan saling cinta. Namun, demi nama baik keluarga mereka, akhirnya mereka berdua memilih menikah dengan perjanjian bahwa mereka akan bercerai setelah anak yang dikandung Mitha lahir.

Apa yang akan terjadi setelah keduanya menjalani pernikahan kontrak itu. Akankah cinta hadir di antara keduanya. Terlebih setelah kedatangan Arumi, kekasih masa lalu Fathan yang ingin kembali bersama laki-laki itu. Sementara Mitha pun memiliki kekasih yang bernama Edo, yang selalu mencintai gadis itu dan mengatakan bersedia untuk menerima Mitha kembali setelah bercerai dari Fathan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Minaaida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23 Aku mampu untuk mengurus Istriku

Hanya sehari Mitha dirawat di rumah sakit. Keesokan harinya Mitha sudah diperbolehkan pulang oleh dokter Indar dengan catatan bahwa Mitha tidak boleh stress dan harus memperbanyak istirahat.

Sudah hampir dua minggu sejak keluar dari rumah sakit baik Mitha maupun Fatan tidak pernah bertegur sapa ataupun berkomunikasi satu sama lain. Keduanya sama - sama keras kepala untuk mempertahankan ego mereka masing-masing.

Sikap Fatan semakin dingin dan cuek terhadap Mitha. Cowok itu jarang sekali berada di rumah. Dia lebih banyak menghabiskan waktunya di rumah sakit. Demikian halnya dengan Mitha. Cewek itu lebih memilih banyak mengurung diri di kamar dari pada berinteraksi dengan anggota keluarga lainnya terlebih lagi dengan Fatan.

Semenjak pertanyaan tak terduga itu terlontar dari mulut Fatan, cowok itu terkesan menghindarinya. Fatan hanya pulang ke rumah sekedar hanya untuk mandi dan mengganti pakaian lalu setelah itu pergi lagi.

Sebenarnya, keadaan demikian membuat Mitha sedikit tidak nyaman. Dia merasa semakin kesepian dan tersisih. Jauh dari sanak keluarga dan sahabat. Sedangkan di sini, walaupun rumah Fatan besar dan mewah, namun hanya dia dan tiga orang pembantu saja yang menjadi penghuninya. Sedangkan mommy dan papa, jarang sekali di rumah. Mereka berdua lebih banyak menghabiskan waktunya di Belanda bersama kakak tertua Fatan sekaligus mengelola bisnis mereka berada di dataran Eropa.

Mitha sebenarnya amat menyesalkan lidahnya yang tak bertulang. Yang mungkin saja amat sangat melukai ego dan kelelakian Fatan, hahahaha.

Masih terekam jelas dalam ingatan Mitha, jawaban yang dia lontarkan atas pertanyaan Fatan kepadanya saat itu.

" Apa kamu stress karena menikah denganku? " tanya Fatan dengan mimik muka lucu. Antara ingin tahu, tapi juga terkesan mengejek.

Sontak saja, Mitha yang memang sejak awal sudah kesal lantaran sikap dan ucapan Fatan yang kasar, langsung saja menjawab dengan lantangnya.

" Iya, aku memang stress semenjak mengenalmu, ditambah lagi setelah menikah denganmu. Aku bukannya merasa tenang dan terlindungi, malahan makin menderita. Apa kamu sengaja bikin supaya aku keguguran, begitu ...?" tanya Mitha kesal.

Tak ada jawaban yang terlontar dari mulut Fatan. Cowok itu hanya diam tak menanggapi ucapan Mitha. Dia begitu terkejut dengan tuduhan Mitha. Seburuk itukah aku dalam pikiran kamu, Mitha..? keluhnya dalam hati.

Padahal, berpikir ke arah sana saja, tak pernah terlintas dibenaknya. Apalagi sampai menginginkan agar bayi mereka sampai keguguran. Hi.... amit-amit, pikir Fatan. Sebejat - bejatnya dia, dia masih punya akhlak. Dan lagi pula, entah disadari atau tidak, dia sebenarnya sudah mulai menyayangi anak yang ada di dalam kandungan Mitha. Bukan hanya semata-mata karena tanggung jawab, tetapi memang karena rasa kasih sayang dihatinya kepada sang calon buah hati dan juga..... kepada sang ibu, tentunya.

Melihat kebisuan Fatan, Mitha kembali berbicara.

"Apa kamu tahu, sebenarnya jika aku keguguran, hal itu justru lebih baik buat kita. Karena dengan begitu, perceraian kita akan semakin cepat terjadi. Jadi kamu dan aku bisa sama-sama terbebas dari ikatan sialan ini." kata Mitha.

Muka Fatan merah padam mendengar ucapan Mitha. Hais....mulut perempuan ini dasar memang tak punya rem, pikirnya. Sebenarnya isi otaknya terbuat dari apa sih, gelar saja hampir dokter, tapi pemikiran selalu kotor . Dia selalu berasumsi sendiri. Dasar cewek gesrek, maki Fatan dalam hati.

Tanpa banyak bicara lagi, cowok itu langsung melangkah keluar meninggalkan Mitha. Dia malas untuk meladeni Mitha. Bisa kacau nantinya, jika masih terus meladeni Mitha. Takut aja jika siapa tahu nanti cewek itu kembali menderita keram otot perut lagi atau bisa jadi pendarahan Haduhhhh bisa dicoret nama ane dari kartu keluarga nantinya, neng!!.pikir Fatan.

...----...

Hari sudah menjelang sore. Mitha sedang duduk santai sambil menikmati camilan yang dibuatkan oleh Bi Surti di teras halaman depan rumah.

Tak lama kemudian sebuah mobil tiba-tiba saja berhenti di halaman depan rumah mereka. Mitha mengenali mobil siapa yang kini sedang parkir di depan rumahnya.

" Kalau tak salah lihat, itu kayaknya mobil Gadis, deh..? " tanya Mitha dalam hati. Dia melihat seseorang sedang duduk di dalam mobil Gadis, tapi tak terlalu jelas karena kaca mobil Gadis yang berwarna hitam.

Gadis terlihat berbicara dengan penjaga yang kemudian membukakan pintu untuk Gadis. Mobil Gadis pun kemudian melenggang memasuki halaman rumah Fatan dan berhenti tepat di depan Mitha.

Dari dalam mobil keluarlah seseorang cewek cantik dengan rambut gaya potongan bob yang di buat sedikit cepak. Kesan maskulin menguar dari penampilannya namun tetap terlihat cantik.

" Gadis,.... " Jerit Mitha sangking senangnya. Dia tak menduga, Gadis akan datang menemuinya. Dia sudah sangat rindu terhadap cewek tomboy yang berwajah cantik itu.

Keduanya asyiknya berpelukan dan saling melepas rindu. Mitha sampai menangis terharu karena jujur saja dia sangat merindukan sosok sahabat yang sudah seperti saudara itu baginya.

" Akhirnya lo nongol juga, Dis. Gue rindu banget sama lo."

" Sama.... gue juga. Lagian, lo kagak pernah nongol di kampus dan di rumah sakit. Gue tanyain laki lo, jawabannya ketus amat. Fatan bilang lo lagi cuti kuliah. Makanye gue samperin lo di mari." jawab Gadis sambil terkekeh.

" Ngomong - ngomong tuh perut sudah berapa bulan, neng.. ? " tanya Gadis sambil melirik ke perut Mitha.

" Udah masuk empat, Dis. Napa emang, udah keliatan, ya? " Mitha balik bertanya pada Gadis sambil menengok ke arah dirinya sendiri.

" Kagak juga sih, cuma lo rada bulet dan montokan dikit. Beda ama yang dulu, kurus kayak cacing, hihihi... "

" Gadis, aish...jahat lo, ya. Masa sama teman tega amat ngomongnya kayak gitu...!!" Mitha mendelik kesal karena mendengar ucapan Gadis yang secara tak langsung mengatakan kalo dia gemuk.

Gadis tertawa cekikikan sambil berusaha untuk menghindar dari sasaran cubitan Mitha. Jadilah mereka berdua main kejar - kejaran seperti di film India kuchi kuchi hotha hai versi Sharuk Khan mengejar Kajol. Cuma sekarang kebalik, Gadis Khan yang di kejar sama Mitha Kajol.

" Mitha... " sebuah suara di belakang memanggil namanya membuat langkah yang empunya nama mendadak jadi terhenti seketika.

Refleks Mitha menoleh ke belakang. Ada Edo yang sudah berdiri di belakangnya dengan kedua tangan yang berada di kedua saku celananya. Kemeja biru muda dan celana bahan berwarna putih membuat ketampanan Edo bak dewa Yunani versi 2022.

Untuk sesaat, Mitha terpaku memandangi Edo. Dia mendadak jadi salah tingkah saat matanya bertatapan langsung dengan mata tajam Edo.

" Edo, .. kok bisa...?? " Mitha menatap ke arah Gadis. Yang ditatap hanya senyum - senyum.

Jadi seseorang yang dia lihat di dalam mobil Gadis itu adalah Edo.

" Iya, gitu deh..!" jawab Gadis sambil mengangkat bahu.

" Gimana ceritanya Edo bisa ikut sama lo?" tanya Mitha yang kini menjadi penasaran dan juga sedikit malu. Namun, perasaan terbesar saat ini yang dia rasakan adalah ketakutan jika nanti Fatan yang tiba-tiba datang. Bisa repot urusannya, kakak...

" Jadi gini, Mit. Tadi Edo maksa banget buat ikut kesini. Gue sih sebenarnya ogah ngajak die, ... Tapi dengan dalih mau nengokin elo. Jadi apa boleh buat. Gue pungut, deh. Kasian entar diculik sama tante - tante girang, bisa habis keperjakaanya.... " jawab Gadis sambil tersenyum lebar.

" Aku merasa khawatir padamu. Aku takut terjadi sesuatu padamu setelah peristiwa minggu lalu. Apakah kamu baik - baik saja. Apakah Fatan menyakiti kamu..? " tanya Edo dengan raut khawatir yang tak bisa dia sembunyikan.

" Aku baik - baik saja, Do. Kamu tidak perlu khawatir. Semuanya baik - baik saja... " jawab Mitha kemudian.

" Mitha, tentang pernyataan aku tempo hari itu, aku bersungguh-sungguh saat mengatakannya. Aku... "

" Edo, cukup..! Tidak perlu diteruskan.." pinta Mitha. Sedangkan Gadis, hanya bisa bengong karena tak faham arah pembicaraan kedua insan tersebut.

' Tapi, Mit. Aku serius tentang semua perkataanku tempo hari Aku bersedia menikah denganmu selepas kata talak darinya." jawab Edo lagi dengan sorot mata memelas.

" Edo, cukup..... ?? "pinta Mitha memelas.

" Tapi, Mit....... "

"Aku rasa jawaban istriku sudah cukup jelas saudara Edo.. Sebaiknya anda tak memang perlu repot - repot untuk mengurus segala keperluan istriku karena aku lebih dari kata mampu dan bisa untuk mengurus semua yang dibutuhkan oleh istriku... "

"Fatan.....

1
Wirda Wati
mengerikan punya teman seperti itu😭🤣💪
𝓹𝓮𝓷𝓪𝓹𝓲𝓪𝓷𝓸𝓱: halo kak baca juga d novel ku 𝙖𝙙𝙯𝙖𝙙𝙞𝙣𝙖 𝙞𝙨𝙩𝙧𝙞 𝙨𝙖𝙣𝙜 𝙂𝙪𝙨 𝙧𝙖𝙝𝙖𝙨𝙞𝙖 atau klik akun profil ku ya😌
total 1 replies
Hariyati Hariyati
Luar biasa
Wiji Lestari
maaf, versi author sj, jd g bolak balik cerita nya. 1 topik 3 versi,"Mitha pov", "Fatan pov", Author pov. ✌✌✌✌
Syamsul Imanudin
ceritanya bagus cuman unsur bahasanya buat pribadi kurang klop tapi keseluruhan ceritanya menarik tapi kalau menurut saya hanya sampai fatan & mitha memutuskan untuk melanjutkan pernikahan mereka
Nita
Bagus
Nuroden Lina
mitha jgn sebut aku muluk sih..jelek banget
Nuroden Lina
please mitha ngak usah pake aku terus..ngak seru dong
Nuroden Lina
mitha gelar dirinya aku..ngak suka pake aku..gelar mitha aja sih
Nuroden Lina
jangan gelar aku..aku..bosan bacanya
Ida Harry
ditunggu lanjutannya thor
Sri Wulan Hazariah
suka sama jalan cerita nya
SariRani
Mantaaap
Syufnira Wati
nggak dilanujutkan thor
Minaaida: tamat, dek
total 1 replies
Hera sasuwe
bagus ceritanya
Rini Haryati
lanjut thor
semangat
Heri Wibowo
Kok belum dilanjut ya Thor
Azliya
kebanyakan pov, sekalian aja pake pop mie
Rini Haryati
lanjut thor
semangat
keren
Heri Wibowo
Ayo Gadis selamatkan Mita
Heri Wibowo
Wah siap-siap Belah Duren
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!