Sashi Arandita, gadis 28 tahun yang selalu mendambakan pernikahan sekali seumur hidup harus rela mengubur dalam-dalam prinsip hidupnya. Pasalnya, sebelum ibunya meninggal, wanita paruh baya itu meminta putrinya untuk menikah dengan Puguh Amarta, 34 tahun. Pria yang sudah dijodohkan dengannya karena menjadi wasiat almarhum ayahnya, Abdul Mahesa.
Di sisi lain, Puguh Amarta telah memiliki istri sah yaitu Nadya Ningrum, 30 tahun. Puguh ingin menolak, tetapi karena balas budinya kepada keluarga Abdul Mahesa sehingga pria beristri itu menerima pernikahan tersebut.
Akankah Sashi mampu menerima pernikahan ini? Ataukah memilih bercerai karena tahu kenyataan kalau dia hanyalah istri siri?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisy Arbia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Janda Terhormat
Acara 40 hari meninggalnya ibundanya, Sashi mengadakan pengajian yang memang khusus mengundang tetangga. Dia hanya mengundang ibu-ibu pengajian karena dia hanya seorang perempuan yang tidak memiliki keluarga laki-laki. Tak lupa, Sashi juga mengundang Laila untuk sekalian menginap di rumahnya agar esok hari bisa berangkat ke kantor bersamaan.
Sashi sengaja memesan nasi box, snack box, dan beberapa cemilan yang disuguhkan untuk para tamu. Tak lupa dia juga menyiapkan makanan untuk menjamu ibu-ibu setelah acara berlangsung.
Beberapa dari mereka merasa tertarik untuk menjadikan Sashi seorang menantu. Perbincangan antara ibu-ibu komplek tidak bisa dihindarkan.
"Bu, tidak menyangka ya kalau Mbak Sashi sesukses seperti sekarang ini? Dulu, almarhumah ibunya selalu mengatakan kalau Mbak Sashi itu perempuan mandiri. Andai saja saya memiliki anak laki-laki, mungkin mau saya jadikan mantu," ucap tamu undangan setelah acara selesai.
"Iya, Bu. Sayang sekali, anak saya masih mahasiswa. Jadi, kemungkinan untuk menikah masih menunggu bekerja dulu. Menikah kan butuh modal dan kesiapan. Ya, kan?" jawab ibu lainnya.
"Ibu-ibu, daripada terus mengobrol, mari dinikmati hidangannya. Seadanya ya, Bu. Mohon maaf kalau masih banyak kekurangan," ucap Sashi.
"Tidak apa-apa, Mbak. Ini sudah lebih dari cukup," jawab ibu-ibu.
Acara hampir selesai, namun mendadak Sashi kedatangan Lutfiah, ibunya Puguh. Wanita paruh baya itu menerobos masuk ke dalam rumah. Sashi rasanya ingin mengusir wanita itu sekarang juga.
"Ibu siapa, ya? Mengapa masuk ke rumah Mbak Sashi seperti memaksa?" tanya salah seorang ibu-ibu pengajian.
"Maaf ya, ibu-ibu. Saya ke sini terlambat datang. Saya pikir acaranya baru mulai," jawab Lutfiah.
Sashi merasa akan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Kedatangan mantan ibu mertuanya itu cukup membuat terkejut.
"Sashi, siapa dia?" bisik Laila.
"Dia ibunya Mas Puguh," jawab Sashi yang tentunya dengan cara berbisik pula.
"Hah, memangnya kamu undang juga?" balas Laila secara berbisik.
Sashi menggeleng.
"Sashi, kamu tidak ingin menyambut kedatangan mantan ibu mertuamu ini?" tanya Lutfiah yang posisinya berhadapan langsung dengan Sashi. Suaranya yang terdengar sedikit lantang masih bisa didengar ibu-ibu pengajian.
Deg!
Rasanya Sashi ingin pergi sejauh mungkin dari hadapan semua orang yang sekarang menatapnya tidak percaya. Bisik-bisik tetangga mulai terdengar di telinganya.
"Loh, Mbak Sashi sudah pernah menikah? Bukankah dia masih gadis dan singel?"
"Iya, ya. Apa ibu itu hanya mengaku-ngaku pernah jadi mertuanya?"
"Iya, mungkin Ibu itu berhalusinasi," ucap beberapa tetangga saling bersahutan.
Sepertinya rencana Lutfiah akan berjalan dengan lancar. Dia tidak menyangka kalau kedatangannya bertepatan dengan acara di rumah Sashi. Ini kesempatan bagus yang tidak mungkin disia-siakan olehnya.
"Bu, kenapa Ibu mengatakan seperti itu?" protes Sashi. Jelas dia tidak terima. Biarkan pernikahan sirinya itu diketahui sedikit orang. Tapi sekarang, semuanya sia-sia. Benar juga, ibarat menyembunyikan bangkai, lambat laun pasti tercium baunya.
"Ehm, ibu-ibu, mohon perhatiannya sebentar!" ucap Lutfiah yang seolah datang menjadi penceramah. "Jadi begini, Nak Sashi ini memang pernah menikah dengan anak saya. Jadi, wajar kan kalau saya datang kemudian mengatakan bahwa saya mantan Ibu mertuanya?"
Glek!
Ini namanya mantan ibu mertua yang menabuh genderang perang. Sashi tidak menyangka kalau Lutfiah akan senekat itu.
Laila yang cukup mengerti masalahnya merasa geram juga. Namun, dia tidak bisa ikut campur masalah Sashi kali ini.
"Tapi, kami belum pernah melihat Mbak Sashi menikah?"
"Iya, harusnya kalau menikah pasti diadakan pesta yang meriah. Apalagi Mbak Sashi ini anak tunggal. Ya kan, Ibu-ibu?"
"Ehm, begini Ibu-ibu, saya minta maaf sebelumnya. Pernikahan saya ini memang pernah benar adanya, tetapi itu bukan secara resmi. Maksud saya, saya menikah secara siri. Sekarang hubungan kami sudah berakhir karena saya hanyalah istri ke dua," terang Sashi. Mantan Ibu mertuanya sudah membuat masalah untuknya, setidaknya biar sekarang orang-orang tahu kenyataannya seperti apa.
Ibu-ibu pengajian terkejut. Selama ini Sashi adalah wanita idaman di komplek perumahannya. Namun, mendapati berita mengejutkan itu, mereka mulai berspekulasi yang aneh-aneh.
"Apa jangan-jangan Mbak Sashi ini pelakor, ya?"
"Nah, iya. Kasihan kalau memang Mbak Sashi ini pelakor."
"Ibu-ibu benar, tetapi kita belum tahu masalah yang sebenarnya. Jadi, lebih baik kita dengar alasannya. Kalau tidak, jatuhnya fitnah, loh," balas ibu-ibu yang kebetulan bisa memahami situasinya.
"Sudah, gini saja, Mbak Sashi. Kami semua di sini merasa bingung dengan kabar ini. Kalau Mbak Sashi tidak menjelaskan detail permasalahannya, takutnya kami semua akan menebar fitnah. Dan, untuk Ibu yang mengaku sebagai mantan Ibu mertuanya Mbak Sashi, kami tidak mengerti tujuan Anda ke sini untuk mengikuti pengajian ini atau membuat kehebohan? Sejujurnya kami merasa terganggu dengan kedatangan Anda," ucap salah seorang ibu yang melihat kerumitan di dalam acara itu.
"Loh, tujuan saya ke sini baik. Ingin menjalin silaturahmi dengan mantan menantu saya. Apa ini salah?" ucap Lutfiah yang sedikit meninggi. Rupanya aura Sashi cukup kuat untuk mempengaruhi ibu-ibu pengajian yang berada di rumahnya. Mungkin karena Sashi memang benar-benar wanita yang baik. Buktinya, walaupun ada beberapa yang menghujat tanpa tahu alasannya. Banyak juga yang memberikan pembelaan seolah tidak terima atas tuduhan yang dilayangkan Lutfiah pada Sashi.
"Tidak salah, Bu. Namun, cara ibu seolah menyudutkan Mbak Sashi saja yang merasa aneh. Ayo Mbak, ceritakan pada kami semua. Bukannya kami bermaksud ingin tahu, tetapi kalau Mbak Sashi bungkam, ibu-ibu pasti akan memikirkan sesuatu hal yang tidak seharusnya. Apalagi rumor pernikahan siri itu notabene menjadi orang ketiga dalam rumah tangga orang lain, Mbak," ucap salah satu ibu-ibu pengajian.
Sashi rasanya terharu sekali. Mereka bahkan bisa mengerti kondisinya. Sashi buka suara kemudian menjelaskan detail permasalahannya. Sebenarnya dia tidak ingin mengumbar masalah pribadinya, tetapi mantan ibu mertuanya ini sudah keterlaluan. Dia seakan sengaja membuat Sashi tidak berkutik di hadapan orang banyak. Setelah penjelasan selesai, barulah beberapa dari mereka berkomentar.
"Ya pantas saja Mbak Sashi minta cerai. Kalau saya jadi Mbak Sashi juga pasti melakukan hal yang sama. Biarlah menjadi janda, asal janda terhormat."
"Tapi ibu-ibu tidak tahu kan alasan anak saya menceraikan Sashi?" balas Lutfiah. Dia seakan tidak terima kalau posisi putranya disalahkan di sini.
"Sudahlah, Bu. Apapun alasan Ibu, tidak membuat mata kami tertutup. Pilihan Mbak Sashi sudah benar. Lagi pula pernikahannya ini sebatas sebagai amanah dari almarhum orang tuanya. Kalaupun Mbak Sashi mundur, itu pilihan yang benar. Dia menjadi janda terhormat karena tidak mau menyakiti hati wanita lain," tegas salah seorang ibu-ibu pengajian.
Pilihan Sashi memang rumit. Andaikan saja Puguh itu pria singel? Sashi mungkin akan menyelesaikan seluruh amanah almarhum orang tuanya. Dia jelas akan mempertahankan rumah tangganya. Namun, di sini posisinya lain sehingga membuat Sashi harus bersikap tegas. Biarlah orang lain berkata apa tentang dirinya. Memang lebih baik menjadi janda terhormat daripada pelakor yang sebenarnya bukan keinginan Sashi.
...🪴🪴🪴...
Sambil menunggu update, yuk mampir karya keren yang baru netas milik Bestie Emak