Apa yang akan kamu lakukan saat tiba-tiba saja sahabat mu sendiri justru meminta mu menikah dengan suaminya?
Qiara, merupakan gadis cantik berusia 18 tahun yang baru kembali dari luar Negri setelah masa pendidikannya selesai. Dia meninggalkan sang sahabat yang ternyata telah menikah setelah kepergiannya demi menimba ilmu.
Akan tetapi, suatu kebenaran terungkap kala pulangnya Qiara justru melihat keadaan sahabatnya sangat buruk.
Satu hal yang pasti, Qiara di minta untuk menikahi suami dari sahabatnya sendiri atau lebih tepatnya menjadi istri kedua dari pria tampan yang merupakan seorang CEO kaya raya.
Bisakah Qiara menerima permintaan sahabatnya?
Atau, apakah suami dari sahabatnya itu mau menikahi Qiara?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SantikaKumala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
IKSC Bab 23 ~ Papi, Adek Pulang
🌻🌻🌻🌻🌻
Rafin terkejut mengetahui putri bungsunya di panggil anak Faraz menggunakan sebutan Mommy, tidak mungkin dalam waktu singkat putrinya bisa dekat dengan seorang anak.
"Bagiamana bisa?" tanya pria itu tidak menyangka ada kejadian seperti ini.
Rafin ingin membantah tetapi perihal kebenaran akan putrinya yang sengaja pulang ke negara asal tanpa memberitahukan keberadaannya membuat kepalanya pusing.
Sebagai seorang ayah yang mengetahui putrinya begitu dekat dengan putra dari Tuan muda Bramastya tersebut merupakan sesuatu yang perlu ia selidiki.
Faraz yang mendapat pertanyaan sontak tertawa geli, ia sedari tadi kesulitan menahan diri.
"Mana aku tahu, semuanya terjadi begitu saja." Jawabnya singkat
Rafin menatap jengah tidak ingin membahasnya lagi, sekarang ia lebih peduli mengenai keamanan putrinya.
"Apa orang-orang itu sudah pergi?" tanyanya menatap datar ke arah Faraz.
"Hmm," jawab Faraz dengan deheman.
"Istri dan putra ku sekarang dalam perjalanan pulang ke rumah," tambahnya seraya memperbaiki posisi duduk bersandar.
"Lalu putri ku?" Rafin mendadak panik bagaimana keadaan sang putri sekarang.
"Dalam perjalanan kemari," Faraz memilih keluar rumah meninggalkan ayah kandung dari Qiara tersebut sendirian di ruang tamu.
Pria dingin itu berencana akan menyambut kepulangan Qiara, tidak peduli semarah apa Tuan Rafindra nanti.
Tunggu pembalasan ku, rubah kecil. Bathinnya Faraz menyeringai.
🍀
Sepuluh menit usai menerima telefon dari sang papi membuat Qiara pada akhirnya membiarkan Sandra dan Erzhan kembali pulang ke rumah mereka.
Tidak mudah merayu Tuan muda kecil Bramantya tersebut sebab Erzhan tidak mau berpisah dengan Qiara meski berulang kali Sandra membujuk putranya.
Beruntung ada Tara yang berhasil menenangkan sang keponakan agar mau ikut pulang bersama, tetapi dengan syarat Qiara harus menghubunginya ketika sampai di Mansion utama.
Setelah kepergian sahabatnya bersama Erzhan yang pulang ke kediaman milik Faraz, tidak berselang lama Qiara ikut bergegas pulang menuju Mansion utama di mana papi dan Bibi pengasuh berada.
Qiara sangat yakin masih ada Faraz di Mansion utama yang mungkin saja tengah menunggu kedatangannya, apa mungkin pria itu tidak memiliki pekerjaan lain? Pikirnya
"Papi kok bisa ya kenal dengan Tuan angkuh itu?" gumamnya bertanya pada diri sendiri.
Kedua mata indahnya menatap fokus ke arah depan jalan sembari menyetir pelan mengingat waktu yang di butuhkan untuk sampai di Mansion sekitar satu jam lamanya.
Melihat jalanan sepi kurang kendaraan lain berlalu lalang membuatnya nekat melajukan kereta besi tersebut dalam kecepatan tinggi.
🍀
Satu jam kemudian mobil yang di kendarai Qiara memasuki halaman utama Mansion Rafindra.
Di depan gerbang utama sudah ada security yang siap membukakan pintu gerbang mempersilahkan sang Nona muda untuk masuk.
"Selamat datang, Nona muda" sapa pria paruh baya itu dengan tubuh setengah membungkuk.
"Apa kabar paman?" sahut Qiara bertanya.
"Alhamdulilah baik, Nona muda." jawab pria itu seraya tersenyum hangat
Qiara hanya mengangguk paham kembali menjalankan mobil sampai di halaman utama Mansion.
Dari dalam mobil gadis cantik bermata indah itu dapat melihat dengan jelas adanya sosok tinggi berbadan tegap dan terkesan seksi tengah duduk santai di kursi kayu depan pintu masuk Mansion.
Sepertinya Faraz sudah menunggu kedatangannya, di lihat dari bagaimana gerak gerik pria tampan itu mulai gerah sendiri.
"Wihh, Tuan angkuh sepertinya keras kepala juga." Kekeh Qiara bersiap turun
Klek
Pintu mobil di bukanya perlahan tanpa mengalihkan tatapan matanya dari Tuan muda Bramantya tersebut.
Menyadari kehadiran Si rubah kecil yang nakal sontak Faraz mengangkat wajahnya yang semula tengah menunduk menahan rasa kantuk.
"Wow ... Apa kau sengaja menunggu kedatangan ku, Tuan angkuh?" cebik Qiara berjalan santai dengan senyum menyeringai tipis.
Netra coklat Faraz bertemu dengan mata indah Qiara, seketika detak jantungnya mendadak cepat.
Apa yang terjadi? Bathin pria tampan itu merasa ada yang aneh dengan jantungnya
Tanpa di sadari Faraz keberadaan Qiara tidak lagi di depan pintu utama melainkan gadis cantik itu sudah berlari masuk ke dalam Mansion.
Bahkan suara nyaring Qiara terdengar menggema lumayan keras di ruang tamu sembari memanggil sang papi.
"PAPI .... Adek pulang," teriak gadis canik itu mencari keberadaan Tuan besar Rafindra.
Beberapa pelayan yang sibuk membersihkan ruang tamu dan ruang tengah di buat terkejut akibat ulah Nona muda bungsu Rafindra tersebut.
Faraz yang tak kalah ikut terkejut menggeleng tidak percaya ternyata kelakuan asli Qiara jauh dari apa yang ia bayangkan akhir-akhir ini.
.
.
.
"Apa rubah kecil itu benar putri bungsu Rafindra?" gumamnya tertawa geli.
🍃🍃🍃🍃🍃