NovelToon NovelToon
Takdir Cinta Gadis Cupu

Takdir Cinta Gadis Cupu

Status: tamat
Genre:Pernikahan Kilat / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:3.3M
Nilai: 4.8
Nama Author: Isti arisandi

Aluna, gadis berkacamata tebal yang mendapat julukan Si Cupu di kantor tempatnya bekerja, terpaksa harus menerima perjodohannya dengan Adrian, Si Tampan dan Kaya raya karena sebuah tragedi yang menimpa orang tua mereka.

Sebuah kebetulan, Adrian adalah CEO di perusahaan tempat Aluna bekerja.

Perbedaan diantara mereka bagaikan langit dan bumi. Tak mungkin Adrian benar-benar mencintai Aluna, alasannya selain mereka beda kasta, lelaki sempurna itu sudah memiliki kekasih.


Adrian menerima perjodohan hanyalah pura-pura. Diam-diam mengatur sebuah rencana ingin menyingkirkan Aluna secara perlahan dari hidupnya.


Rencana berjalan sesuai harapan. Namun, saat Aluna pergi, Adrian mulai kehilangan sosok perhatian dan penuh kasih sayang yang selalu ada disampingnya. Apakah artinya Adrian sudah jatuh cinta pada Aluna?

Lalu bagaimana dengan Angeline, wanita yang menjadi kekasihnya?


Akankah Adrian dan Aluna bisa bersatu? Atau justru mereka akan berpisah untuk selamanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Isti arisandi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 23. Gara-Gara Ponsel.

Pelayan menyerahkan ponsel mahal itu pada Aluna. Aluna menerima dengan ragu. 

Dion mengamati wajah berkacamata dengan rambut sedikit pirang alami itu dengan tersenyum. Yang membuat Dion tertarik adalah tahi lalat kecil yang nyaris tak terlihat dengan jarak dua meter, di dagu agak ke kiri. 

"Aku tak bisa menerima semua ini, aku mohon urungkan saja, aku tak biasa menerima pemberian orang dengan cuma-cuma." Aluna meraih tangan Dion,  kembali menyerahkan ponsel yang harganya fantastis menurut Aluna.

Aluna cepat-cepat mengangkat kakinya menjauh, tapi dengan sigap Dion meraih tangan Aluna dan menariknya mendekat. Tubuh mereka menempel ketat dan netra saling bertemu pandang.

Menyadari ini tak boleh dilakukan oleh wanita beristri, Aluna segera menjauhkan diri.

"Niat tulus seseorang jangan diabaikan, kau telah membuat aku kecewa Nona, padahal aku hanya ingin kenal denganmu saja. Siapa tahu kita bisa berteman."

"Pak Dion, anda tak pantas dekat dekat dengan wanita rendah seperti saja, anda hanya akan mempermalukan diri sendiri. Tak ada keuntungan yang anda dapatkan."

Aluna menurunkan pandangannya ke kaki pria itu, sepatunya warna hitam mengkilat dan celana rapi, semua barang mewah. Disampingnya ada asisten yang selalu patuh dengannya. 

"Kenapa kau merendahkan dirimu? Dan apa menurutmu aku tak pantas bergaul dengan wanita sederhana?"

Lelaki itu malah membalikkan ucapan, Aluna jadi tak enak hati, matanya mengerjap berulang kali sambil melihat wajah tampan dan bersih milik lelaki di depannya, dia bukan pria indo asli, Aluna yakin dia juga blasteran sama seperti Adrian Alexander suaminya.

"Bagaimana? Apa kau masih mau menolak?" Tanya Dion lagi.

"A-ku aku … Maaf." Aluna memaksa pergi. Pengawal akan mengejarnya. Tapi Dion memberi isyarat supaya dia menghentikan langkahnya. 

"Biarkan saja, dia gadis istimewa. Dia tak akan mau jika kita memberinya dengan cuma-cuma."

"Tuan apa anda menyukainya? Atau karena tahilalat itu? 

"Entahlah, gadis itu berbeda, dia seperti kucing kecil yang menggemaskan, aku senang saat bertemu dengannya."

"Bawa barang ini, kirimkan ke alamat mansion Adrian. Seperti yang kita tahu, dia bekerja disana." Titah Dion. Segera dilaksanakan oleh Jimi. 

Sepanjang perjalanan Dion hanya diam saja menikmati perjalanannya pulang. Dia tak percaya gadis miskin menolak pemberian yang menurutnya akan jarang didapatkan. Dion bertekad dia akan tetap membuat Aluna menerimanya. 

"Kita kemana lagi, Bos?" 

"Kita antarkan paket ini ke rumah Adrian, tapi usahakan tak ada orang tau."

"Baik Bos."

"Tulis namanya untuk Aluna, karena aku tak mau barang itu salah orang."

"Siap." 

Diki begitu patuh dengan perintah Dion. Dia sudah bekerja bertahun-tahun dengan Dion Alexander, bahkan orang tua Diki dulu juga bekerja untuk keluarga konglomerat itu. 

Paket datang lebih dulu sebelum Aluna sampai, Dion sempat melihat gadis itu tadi mampir untuk membeli cilok di pinggir jalan. Dion sekarang juga tahu kesukaan gadis itu. 

****

Luna sudah tiba di Istana Adrian, dia segera memarkirkan sepeda di tempat semula. Bergegas dia membersihkan tangan dan kakinya, lalu masuk ke dalam melewati ruang tamu.

Sampai di ruang tamu dia melihat Adrian dan Angel sedang berduaan. Angel terlihat sedang menyandarkan kepalanya di bahu Adrian. Sedangkan tangan Adrian merengkuh pundak kekasih. 

Tanpa sepatah kata Aluna segera masuk, dia tak ingin mengusik sedikitpun dia pasangan mesum itu. Apalagi Angel terlihat sudah melotot ke arahnya saat baru datang tadi.

 

Aluna juga sempat mendengar kalau mereka menyebut nama sebuah pantai terkenal di indonesia, dia akan jalan-jalan ke pantai  terkenal itu ketika liburan tiba. 

Aluna hanya bisa bersabar, dia tak mau sakit hati apalagi cemburu, hanya saja dia mulai memiliki tekad untuk berubah, Aluna sadar wanita cantik sangat dihargai dan dipuja. 

Yang dikatakan bapaknya waktu itu mungkin salah, kalau lelaki akan mencintai wanita dengan apa adanya, buktinya dia saat ini sama sekali tak dianggap oleh suaminya. Bahkan dia malu mengakui istri dalam keadaan ketika tak ada seorangpun.

Aluna merebahkan diri

Bayangan lelaki tampan dengan mata kebiruan itu kembali hadir, Aluna bisa mengingat setiap lekukan di wajahnya dengan jelas. 

'Dion, Alexander. Mereka sepupu, tapi tak pernah akur. Padahal harta sangat melimpah, apakah orang kaya kebanyakan begitu, menganggap harta adalah teman, sedangkan sesama saudara menjadi tak saling membutuhkan, atau ada sesuatu lebih besar yang tak diketahui.'

****

Entah jam berapa netra Aluna terpejam, yang jelas tidurnya malam ini dengan bibir tersenyum. Imah mengartikan kalau Nonanya sedang bahagia.

Imah yang datang ke kamar menemani selimut juga ikut tersenyum, dia juga senang sebelum tidur Nona mudanya sudah minum jus wortel buatannya. 

Setelah selesai membenarkan selimut, Imah menurunkan kelambu dengan satu tarikan saja. Kelambu sudah turun dengan perlahan, Imah tinggal merapikan.

Imah keluar kamar, saat di depan kamar dia melihat Adrian yang membawa satu bungkus paket untuk Aluna. 

Rupanya Angel sudah pulang, hingga pria itu mulai mencari keberadaan Aluna.

"Tuan, apa itu?"

"Menurutmu ini apa?"

"Coba saya lihat Tuan." Imah menggoyang-goyang pelan benda berbentuk persegi itu. 

"Oh ini! saya tahu Tuan. Ini pasti ponsel, Nona Aluna membelinya tadi."

"Ponsel, jadi ponselnya rusak." 

"Benar Tuan, pas jatuh ponselnya pecah."

Adrian penasaran, dia langsung membukanya. Adrian terkejut ponsel seharga lima belas juta itu ada dalam genggamannya. 

"Maksud kamu Aluna tadi beli ini, terus diantar oleh kurir? Begitu?"

"Saya tidak tau Tuan, tadi pamit ingin beli ponsel. Besok pagi biar saya tanyakan."

"Ya, Tanyakan padanya dapat uang dari mana dia. Aku tak percaya ini murni dia beli sendiri." 

Adrian pergi dengan kemarahan yang besar, dia sudah menduga Dion yang membelikan Aluna benda mahal itu. 

Adrian segera masuk ke kamar, malam ini dia sudah tidur. Bahkan berulang kali dia mendesah lalu duduk.

 Setelah dia meneguk segelas air barulah tenang. Kegelisahan Adrian berasal dari Aluna,  hanya tak percaya Aluna dan Dion bisa akrab secepat itu. 

'Apa istimewanya Aluna, sampai Dion berulang kali seperti sengaja menemuinya. Bukankah, mereka tak pernah kenal sebelumnya.'

****

Pagi sekali seluruh keluarga berkumpul. Seperti biasa Aluna harus mondar mandir menyiapkan kebutuhan sarapan keluarga ditemani oleh bibi. 

Kali ini Adrian lebih banyak diam, tak ada sedikitpun dia membuka pembicaraan. Adrian kesal, Aluna bandel di beritahu. Sudah dilarang dekat dengan Dion masih saja bertemu dengan Dion. 

Chela melihat Aluna membawa ponselnya membuat mata gadis itu langsung berbinar. 

"Wow, sekarang ponsel kita bisa samaan ya? Kak Rian gimana sih, masa adik dan OG ponselnya sama."

"Rian, benar kamu belikan ponsel untuk Aluna?"

"Apa yang kalian bicarakan? Kita bahas yang lain saja aku malas."

"Rian, jawab dulu. Mama tanya? Apa kamu mulai menyukai Aluna? Buktinya kamu belikan dia ponsel." Selena ikut bertanya.

"Mama ngomong apa sih? tidak! ya tidak! Aluna dapat ponsel itu dari pacar gelapnya."

" Hah?" Chela hanya bisa melongo.

1
Retno Palupi
pengen Adrian tau tabiat angel
Retno Palupi
kapan Luna beli baju dan berubah penampilan?
Retno Palupi
berarti Adrian dpt bekas nya Dion ya
Pendi
jadi laki2 bodoh sama dgn athornya
Pendi
kampret
Pendi
aneh memang bodoh mau cerai tp nangis angel hamil preeeet thor laknat bangga buat cerita sampah
Pendi
bunuh aja angel males mc goblok
Pendi
makanya lari aja dari rumah laknat jd harga diri gk di injak2,walau miskin jgn mengemis
Pendi
ya memang bodoh mati aja skalian kampreet,bodoh di banggakan
Pendi
racun aja skalian kasih chela,biar aluna mati skalian buat nyusahin dunia aja males mc terlampau dungu yg di banggakan athor laknat ini
Pendi
habis bodoh sama athornya jg bodoh
Nyoman Wirati
cerita yg bagus,,kuingin mampir juga dicerita yg lainnya yg author buat,,,pastinya bagus juga sprti cerita ini
Nyoman Wirati
ya mungkin itu.karma....
Nyoman Wirati
kasian juga hidup Adrian, semua mulai dari nol.lagi, mana papanya nikah.lagi???.
Nyoman Wirati
jangan diberi hati si angel itu
Nyoman Wirati
ahhh..hampir saja...
Nyoman Wirati
dasar Aluna selalu saja tertipu....malas aku bacanya, ..kalo.ssh bgini kasian Dion... hhhhmmmmm
Nyoman Wirati
aku lebih suka Lina sama dion Thor Krn dia suaminya
Nyoman Wirati
hhhhmmmm..cerita semakin bikin penasaran
Nyoman Wirati
kenapa ada yg salah ya? kok si engel gak.lernah datang jenguk Adrian yg katanya cinta mati , padahal si Rian Sdh pulang ke rumah..gimana sih Thor???
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!