NovelToon NovelToon
CINTA GADIS OBAT NYAMUK (Kesucian Yang Ternoda)

CINTA GADIS OBAT NYAMUK (Kesucian Yang Ternoda)

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Tamat
Popularitas:1.8M
Nilai: 4.9
Nama Author: alwi 1234

Ikuti instagramku ya kaka. alwi08895

Namaku Rani Maulidya...
Aku adalah gadis obat nyamuk di antara cinta Alyn dan Iqbal.

Kebersamaan kami mulai menumbuhkan benih-benih cinta di hatiku untuk Iqbal. Sikap Iqbal yang sangat perhatian padaku membuatku terbuai dan hanyut dalam cinta yang salah.

Aku mencintai kekasih sahabatku dalam diam. Aku selalu tersenyum walau hatiku menangis melihat Kebersamaan mereka. Tak ada niat sedikitpun di hatiku untuk merebut Iqbal dari sahabat yang ku sayangi.

Bertahun-tahun Aku menahan rasa sakit yang sama... Untuk mengobati luka hatiku... Aku mencoba membuka diri untuk pria lain, walaupun hatiku masih terpaut pada Iqbal kekasih sahabatku.

Tiba-tiba Iqbal membuatku terkejut... Di hari menjelang pernikahanku dia mengatakan bahwa sudah lama dia mencintaiku...Hal ini membuatku dilema, kenapa baru sekarang dia mengungkapkan cintanya dia saat aku akan menikah dengan pria lain...

Apa lagi Iqbal dengan tega merenggut kesucianku mahkota yang selama ini aku ja

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon alwi 1234, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

IQBAL VS KING KOBRA

Setelah pernyataan jati diri Iqbal pada Rani, Rani mulai merasa takut hidup dalam dunia Iqbal yang penuh dengan rahasia. Rani pun diam mematung membayangkan masa kelamnya nanti, membayangkan hidup seperti film barat tentang dunia mafia yang mengerikan.

"Apa yang kau pikirkan?...Apakah ragu dengan hubungan kita?..."

"Aku hanya takut dengan bahaya yang akan mengancam jika aku menjadi istrimu."

"Jangan takut, ada aku yang akan selalu melindungimu." Ucap Iqbal dengan yakin.

"Apapun rintangannya akan aku hadapi selama aku bisa hidup denganmu." Ucap Rani. Iqbal sangat puas mendengar jawaban Rani.

"Apa kau sudah siap belajar berenang denganku?..."

"Sangat siap." Iqbal memegangi tangan Rani dan menyuruh Rani untuk belajar mengepak ngepakan kakinya hingga mengapung di atas permukaan laut. Iqbal mengajari Rani bagaimana cara mengambil pernafasan renang gaya bebas, satu tangan kanan ditepuk ke air, kepala mendongak ke atas sebelah kanan, lalu mengambil nafas lewat mulut. Begitupun sebaliknya.

Setelah berjam-jam latihan, akhirnya Rani bisa juga berenang, di bawah bimbingan Iqbal. Setelah dirasa Rani cukup lihai berenang Iqbal melepas Rani membiarkan Rani berenang sesuka Hati.

Rani sangat menikmati hal ini, ternyata berenang itu sangat menyenangkan walau awalnya begitu ekstrem belajar berenang di laut yang cukup dalam.

Kemudian Iqbal dan Rani yang mulai bersenang-senang berenang sambil menyelam ke dalam air menyuruh. Iqbal pun menyuruh Rani belajar menahan nafas di dalam air.

***

Iqbal berada di bawah rumah pohon, Dia menyalakan api unggun untuk menghangatkan tubuh keduanya yang seharian berenang di laut.

Rani turun dari rumah pohon dengan menggunakan kemeja milik Iqbal dan boxer milik Iqbal.

Rani menyilangkan tangannya menutupi dada sebab Dia tidak memakai apapun. Kemudian Iqbal menyuruh Rani untuk memanggang ikan hasil tangkapannya di api unggun sedangkan Iqbal sendiri menaiki rumah pohon untuk mengganti pakaiannya yang basah aku kuyub.

Rani melangkah mengambil batu untuk tempat duduk Iqbal.

"Aaaaakkkhhh..." Iqbal terkejut mendengar teriakan Rani. Rani berteriak saat melihat ular kobra menghampirinya. Rani mundur sampai punggungnya terbentur pohon besar. Rani yang ketakutan tak bisa berkutik melihat ular di depan matanya.

Iqbal yang mendengar teriakan Rani segera keluar dari rumah pohon.

"Rani jangan takut dan Jangan bergerak diamlah seperti patung." Iqbal berteriak dari atas rumah pohon.

"Kalau kau penunggu tempat ini atau jelmaan ular di kawasan sini pergilah Aku tidak akan mengganggumu tapi jika kamu memang beneran ular maka aku akan membunuhmu." Rani meneriaki ular itu dengan bibir yang sudah bergetar ketakutan.

"Seeeeesssssstttt.." Bukannya pergi, ular itu semakin berdesis dan malah semakin berdiri tegak dengan kepala yang mengembang menyerupai centong, mengarah ke arah Rani. Rani yang ketakutan berusaha memundurkan kakinya, kakinya bergerak mundur namun tertahan oleh pohon. Pergerakan Rani memancing perhatian ular king kobra itu.

Iqbal malah merasa heran dengan tingkah Rani yang terlihat sangat bodoh dan konyol. Bisa-bisanya dia meneriaki hewan liar.

"Rani diamlah. Jangan bergerak, ular hanya akan menyerang Jika dia merasa dirinya terancam. Jadi kau tenang, diamlah. Diam jangan bergerak." Iqbal memperingatkan Rani.

"Bagaimana aku bisa tenang jika saat ini aku berhadapan dengan ular?..." Rani yang ketakutan tak menghiraukan peringatan dari Iqbal. Kaki Rani yang gemetaran terus bergerak.

Iqbal langsung meloncat dari atas rumah pohon. Turun dengan posisi berjongkok setelah kakinya sampai di tanah.

"Rani diamlah. Jangan bergerak. Dasar bodoh terlalu banyak mengkonsumsi micin makanya otakmu jadi bodoh." Iqbal membentak Rani karena kesal tak menghiraukan ucapan Iqbal. Akhirnya Rani menuruti perintah Iqbal. Dia diam tak bergerak seperti patung.

Iqbal melangkah perlahan setengah membungkuk lalu menepuk ekor ular kobra itu, untuk mengalihkan perhatian ular itu pada Iqbal, dan berhasil.

Ular itu menghadap kan kepalanya pada Iqbal. Iqbal maju mundur meliuk ke kiri dan ke kanan seperti pawang ular dia mengikuti gerakan kepala ular kobra tersebut. Iqbal berusaha mencari celah untuk menjauhkan ular itu dari Rani. Setelah beberapa saat Iqbal berhasil menarik ekor ular itu hingga menjauh dari Rani.

Setelah Iqbal berhasil menjauhkan ular itu dari Rani. Rani malah tergeletak pingsan.

Ular itu hendak mematuk Iqbal tapi Iqbal berhasil menghindar saat Ular itu meliuk-liuk menghampiri Rani, Iqbal kembali menarik ekor ular tersebut. Ular kembali menyerang Iqbal lebih agresif. Ular itu berdiri tegak menantang Iqbal.

Iqbal yang tidak terima dengan sikap tidak sopan ular itu langsung mengambil satu balok kayu dari api unggun yang menyala api di ujungnya.

"Sejak tadi aku sudah Manahan diri untuk bersabar. Jangan terus memancing emosi ku. Pergilah sebelum kau ku bunuh." Ucap Iqbal mengacungkan bara api unggun pada ular itu.

Ular itu seperti mengerti bahasa yang di ucapkan Iqbal. Ular kemudian menormalkan ukuran kepalanya, menunduk ke tanah dan ular itu pergi dengan tubuh yang meliuk-liuk.

Iqbal berlari menghampiri Rani.

"Rani...Bangun Ran. Ran." Kemudian Iqbal membopong tubuh Rani di depan tubuhnya. Iqbal menaiki tangga menuju rumah pohon tanpa kesulitan. Iqbal memperhatikan seluruh tubuh Rani memeriksa takut ada bekas gigitan ular dan ternyata tidak ada. Kini Iqbal bisa bernafas lega sekarang.

Iqbal berusaha membangunkan Rani dengan memberikan wewangian tapi Rani tak kunjung sadar kemudian Iqbal mengambil selimut dan menyelimuti tubuh Rani kemudian Iqbal turun untuk memanggang ikan hasil tangkapan yang tadi. Meneruskan pekerjaan Rani yang tertinggal.

Iqbal terus memandang ikan dengan membolak balikkan ikan panggangnya. Iqbal tidak hanya fokus di ikan panggangnya, dia juga jeli mengamati bahaya di sekitar.

Iqbal menengadahkan kepalanya ke atas langit, dilihatnya bintang yang hanya sedikit, bau hujan, pertanda hujan akan turun.

Tak lama kemudian rintik hujan mulai turun kecil-kecil, semakin lama semakin membesar. Kemudian Iqbal naik atas rumah pohon, sebelum benar-benar masuk kedalam rumah pohon dilihatnya api unggun yang mulai redup disiram air hujan.

Kemudian Iqbal memasuki rumah pohon dan menutup semua pintu dan jendela takut ada hewan liar masuk ke dalam kemudian menyerang. Iqbal mengambil guling dan meletakkannya di tengah-tengah di antara Rani dan dirinya.

Iqbal tidur dengan memberi jarak pada Rani. Iqbal menatap langit-langit memikirkan masa depannya dan Rani. Rasanya sulit untuk mengajari Rani ilmu bela diri. Gadis selemah Rani.

Tiba-tiba tangan Rani sudah melingkar di pinggang Iqbal. Rani meringkuk kedinginan. Iqbal meraba dahi Rani. Panas, tapi respon tubuhnya menggigil kedinginan.

Iqbal membuka pakaiannya Iqbal melakukan skin to skin, perawatan pertama pada penderita panas. Tapi tubuh Rani tetap mengigil hebat.

Ternyata yang di Lakukan Iqbal belum cukup. Iqbal membuka seluruh pakaiannya kecuali segitiga Bermuda. Kemudian Iqbal masuk ke dalam selimut dan memeluk erat Rani.

***

Jangan lupa untuk like komentar vote favorite.

Minta sumbangan vote untuk naikin popularitas

1
ayu cantik
suka
༻♛A̷͙ͭͫ̕ḑ̴̞͛̒ỉ͔͖̜͌r̴̨̦͕̝a̤♛༺
seru 😃
Mely Kanzafaiz
koq ak nyri tpi gak ad ya Thor 🙏
Ika Biopolytech
judul nya apa sih??
Tyasdwi Andini
KK cerita putri, bisa lihat di amplikasih mn
Sri Nastity
Luar biasa
Hilmiya Kasinji
bagus
Septo Andriansyah
yerimah kasih thor , sagat bagus . aku akan baca juga mr. arrogant
Septo Andriansyah
Buruk
Septo Andriansyah
waaah seruh ni , tp kalau ga baca novel awal ga akan nyambung . lanjut thor
Dewi Purwati
Alena gantung aja biang kerok itu
Dewi Purwati
asli bgus
Dewi Purwati
glodakkk discroooll keatas penasaran dengan jawaban Iqbal korban apa..la da lah korban perasaan...aku kok ngebayangin Iqbal itu kayak mau stand up komedi gitu 🤣🤣🤣
Dewi Purwati
ngakak tegang sedih semua emosi campur JD satu waktu baca ba per babnya
Dewi Purwati
ini novel macam apa ..tolong aku GK tahan hampir mau ikut nangis pas Ikbal turun dari heli sambil lari trus nangis..eh GK taunya gue nih yg GK JD nangis sebel sebel buanget karena air mata GK JD keluar diganti ngakak GK berhenti🤣🤣
Dewi Purwati
gak ada charakter yg sweet banget kayak Iqbal...sampe pingin JD rani
Dewi Purwati
Iqbal manis banget
Dewi Purwati
😂😂😂 kok bisa sih salah jari
Dewi Purwati
lagi GK moood bnget eh Nemu bacaan ginian...langsung ikut cekikikan
Dewi Purwati
🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!