NovelToon NovelToon
Black Bones

Black Bones

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Petualangan / Barat
Popularitas:6.6k
Nilai: 5
Nama Author: K A Z A R O

Aztiel, nama dari kerajaan yang ada di Mascus, 1 dari 3 negara terbesar di planet Jana dan masih berkembang. Monster, Manusia, Iblis dan hal hal lainya sudah tak asing di sana, Istana yang megah di kuasai oleh raja Farlov Von Grief dan Desmon menjadi salah satu Tentara "elite" di sana yang sangat loyal terhadap kerajaan, bahkan salah satu gereja terbesar yaitu Ferus sempat membantu Desmon untuk menjadi pengikutnya. Suatu hari di siang yang cukup panas ia di tugaskan oleh sang raja untuk mengantarkan sebuah surat untuk kerajaan yang ada di sebrang bersama 4 teman lamanya. Awalnya semua berjalan dengan baik namun tragedi mengenaskan menghancurkan semuanya.

Akankah dia berhasil bertahan hidup dari masalah yang akan ia lalui dan membuka masalalu sebelum semua ini terjadi?

(Web novel ini mengandung kekerasan yang berlebihan dan konten seksual,bagi para pembaca yang masih di bawah umur diharapkan agar tidak membaca atau meminta izin dari orang tua agar bisa membaca Web novel ini.)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon K A Z A R O, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hole In One

Monster Phoenomonbull menyerang desa kecil dari arah kejauhan, membuat beberapa tembok rumah berwarna merah darah.

"Regin, di depan ada monster phoenomonbull, kita harus menghentikannya sebelum ia berhasil menghabisi warga desa." Teriakku sembari berlari ke depan.

"Apa? dimana?."

"Ikuti saja aku."

Regin sepertinya bingung, tapi ia tetap mengikutiku dari belakang menunggangi kudanya, aku bersiul untuk memanggil Dark yang tak ku ikat.

Berlari melewati hutan gelap, aku mendengar dark sudah ada di belakangku dan melompat untuk menaikinya dari depan.

"Kau sangat lincah sekarang Desmon." Sembari fokus ke depan memperhatikan arah, Regin berusaha memujiku

Saat aku dan Regin serius menuju ke sana, Fury tiba tiba berbicara sesuatu.

"Itu adalah boneka." Ucap Fury.

"Maksudmu?."

"Seseorang mengendalikan itu dari kejauhan."

Mendengar perkataan Fury, aku berusaha mencari pelaku itu dengan mataku.

"Argh sial, aku tak menemukannya." Ucapku yang tiba tiba berteriak, Regin terlihat terkejut.

"Menemukan apa?."

Aku tak menjawabnya dan fokus ke depan. Teriakan monster itu terdengar sangat jelas dan keras sekarang, Regin terkejut dengan apa yang ada di depan sana.

Monster mengerikan itu terlihat sangat jelas sekarang, Memiliki 4 kaki dan tangan menjadikannya monster sekelas dengan 40 goblin lord.

"Desmon, kita tak akan mungkin bisa menghabisi monster itu, apa kau gila?."

"Diamlah, kalau kau takut maka duduk dan perhatikan." Ucapku sembari melompat dari Dark dan berlari ke arah Phoenomonbull.

Rasa penasaran dengan kekuatanku yang sekarang membuatku tak memikirkan yang lain, aku hanya maju dan menyerang monster itu.

Refleknya yang sangat cepat menggagalkan ku ketika mencoba menyerangnya, ternyata masih keras seperti yang ku ingat dulu, tapi sepertinya aku berhasil membuka kulitnya yang sangat keras itu walaupun sedikit, itu membuatku menyadari betapa kuatnya diriku yang sekarang.

Tak ingin kehilangan kesempatan, aku bangkit dan berlari menyerang tanganya. Regin hanya mencoba menyerang monster itu dengan panahnya namun itu sia sia, semua tembakannya bahkan tak bisa membuat sebuah goresan kecil.

"Desmon, mundur, aku tak bisa melakukan apa apa." Ucap Regin berteriak.

"Kau pindahkan semua warga ke tempat yang aman, cepat."

Ia mulai berlari melewati monster itu, aku berusaha mengalihkan perhatianya dengan lemparan kapak ku.

Tak ku sangka, kapak itu mampu menembus kulit yang sangat keras dan menempel, jeritan monster phoenomonbull membuat getaran di tanah.

Dengan amarah yang meluap dari monster itu, aku memanfaatkannya untuk menyerang di area buta.

Pukulan dari arah kanan bisa ku belokan dengan pedangku sembari menyerang ke arah matanya, berhasil membuat ia kehilangan satu mata memberikan ku ke kesempatan untuk mengalahkannya.

Serangan bertubi tubi di luncurkan oleh monster itu ketika aku berhasil membuat ia setengah buta, untungnya aku bisa menghindar dan menangkis serangannya.

Regin kembali setelah mengamankan para warga, ia sepertinya ingin membantu untuk mengalahkan monster ini walaupun ia tau bahwa ia tak akan bisa melukainya.

"Desmon, aku akan menyerang di area buta."

"Baiklah, tapi jangan terlalu berlebihan."

Aku dan Regin berlari ke arah berlawanan berusaha untuk membuat monster itu bingung, setelah ia berhasil menemukanku, aku menyerangnya dengan ayunan pedang memutar seperti lingkaran, seranganku berhasil membuat luka di kedua kakinya.

Selagi Regin berusaha memanah monster itu, aku menyerang nya dan melompat ke arah pundaknya untuk mengambil kapak kesayangan ku.

"Desmon, tolong buat sedikit luka di bagian punggungnya." Regin berusaha menyerang sembari berlari ke arahku, aku tau apa yang ia rencanakan.

"Baiklah, tapi hati hati."

Aku menyerang punggung monsterter itu ketika ia berusaha memukul Regin, seranganku berhasil membuka kulitnya dan mengeluarkan darah merah hitam.

"Regin, giliranmu."

Regin berlari ke arahku dan berhasil menghindari pukulan monster itu dengan meluncur di bawahnya, aku berhasil menyerang tangan kirinya dan membelahnya menjadi dua, seketika ia memukulku dengan tangan kiri ke dua miliknya dan melemparkanku ke arah tembok batu.

Regin terlihat sedang berusaha memanahi luka di punggung yang ku buat.

Berlari untuk membantu Regin, serangan dadakan saat monster itu berusaha menoleh ke belakang berhasil membuat luka di bagian lehernya.

"Woh, kau tak apa apa Desmon?."

"Ya, aku aman, jangan lengah."

Pertarungan sengit masih berlanjut, diriku tak bisa membunuh monster itu dengan mudah seperti monster yang ku lawan sebelumnya, aku tau bahwa tingkatan ini terlalu jauh, bahkan 6 tentara elite pun kewalahan membunuhnya dan sekarang hanya ada Regin dan diriku yang berusaha membunuhnya. Ini bisa di bilang bunuh diri.

"Desmon, aku sudah kehabisan tenaga." Ucap Regin yang masih berusaha memanah area yang terluka.

Pukulan yang keras melemparkan Regin ke arah rumah dalah satu warga, Ia sepertinya sudah benar benar kehipangan tenaga dan tak sadar bahwa monster itu menyerang ke arahnya dan tak sadarkan diri.

Aku hanya bisa bersiap untuk serangan selanjutnya kepadaku, aku masih bisa menangkis dan menyerang balik monster itu.

"Apa kau butuh bantuanku?." Ucap Fury.

Mungkin sekarang aku butuh bantuanya, aku akan melepaskan amarahku untuk mengalahkan monster itu. Kesadaran ku perlahan memudar dan aku mulai tak bisa mengendalikan tubuhku.

"Sepertinya kau sudah menyerah, istirahat dan lihatlah."

Aku hanya bisa melihat tubuhku di kendalikan orang lain.

2 tangan kanan milik monster itu terbelah dengan mudah, aku tak tau bahwa aku bisa melakukan itu.

Yang tersisa hanya 4 kaki dan 1 tangan kiri monster itu, kesempatan menang terlihat jelas.

"Hohoho, ini akan menjadi pertarungan yang sulit dari sini." Fury terdengar berbeda dari biasanya, ia terdengar sangat serius sekarang.

"Apa maksudmu? yang ku lihat bahwa ini adalah kemenangan telak."

"Bodoh, monster itu akan mengeluarkan kekuatan aslinya sekarang."

Mendengar perkataan Fury, aku ingat tentang kekuatan monster phoenomonbull. Jika phoenomonbull kehilangan 1 tangan, kekuatanya akan meningkat 25%.

"Ah, sial, apa kau bisa mengalahkannya?." Ucapku bertanya pada Fury.

"Jika ada keberuntungan di sekitar."

Monster phoenomonbull mulai berlari ke arah tubuhku, sepertinya berhasil ku hindari namun ternyata ia berbalik untuk memukulku dari belakang. berhasil ku tahan namun terpental jauh.

Ia mulai berlari untuk menyerangku lagi, dan berhasil menyerang ku di arah bawah dan membuat perutku seperti tertusuk di tanganya, aku hanya bisa melihat namun tak bisa merasakan apapun.

Tangan yang cukup besar berhasil melubangi perutku dan masih menempel di dalamnya hingga menembus punggung.

Tubuhku berusaha menyerang mata nya dan berhasil membutakan kedua matanya. Tanpa memberi waktu Tubuhku yang di kendalikan amarah menusuk jantung monster itu dan membunuhnya, memotong tangan yang menusuk di perut dan mencabutnya seperti mencabut pedang.

Regenerasi yang cukup cepat dapat ku lihat ketika lubang di perut mulai menutup perlahan, untungnya Regin masih tak sadarkan diri dan tak melihat semua yang terjadi.

Amarahku mulai memudar dan aku bisa mengendalikan tubuhku kembali setelah regenerasi selesai.

"Untung saja monster itu tak menyerang bagian inti milikmu."

1
la beneamata
ceweknya bekas orang,jadi kurang like
K A Z A R O: ya gimana yak wkwk, soalnya emang udah bikin rencana gitu. gak semua bakal berjalan lancar (sorry telat reply)
total 2 replies
la beneamata
hadew dah diperkosa,jadi males kasih vote
la beneamata
mantau,apakah akan seperti sipangeran pemalas?
K A Z A R O
maaf banget ni, saya gak bisa update dulu soalnya masih sakit lagi nunggu full recovery, buat yang nunggu chap baru tolong sabar ya dan maaf banget
MouthofMexico
Keren bingit ceritanya! Lanjut! Pantang mundur!
K A Z A R O: tengkyu
total 1 replies
Gua Cowo 🗿
dari tadi likenya 0 semua ...
K A Z A R O: Gak apa apa, yang penting pembaca suka. Makasih loh udah dukung hehe
total 1 replies
Astraloud
Menarik nihhh
GantAi
mantap
K A Z A R O: makasih wkwk
total 1 replies
Franssisskus Supry
next thorr
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!