21+..
Cerita ini hanya halu Author semata. jika ada yg Positif diambil jika tidak hanya untuk hiburan saja.
.......
Bagaimana kalau aku mencintai Pria yang akan menikahi Saudari Kembarku?
Itulah pertanyaan yang terus bergelut dipikiran Cleovis Apulla Ivander, seorang wanita yang begitu cantik bak Dewi Kesempurnaan tapi ia tak beruntung dalam urusan KASIH dan CINTA.
Semua orang menganggapnya wanita liar dan Nakal tanpa tahu apapun dan kenapa Cleo bisa seberandal itu.
Rasa dengki itu muncul hingga Cleo melakukan kesalahan besar dengan mengubah Identitasnya menjadi Saudari Kembarnya Clara si cupu yang begitu pendiam dan lembut.
Namun, Disaat kebahagiaan itu ia raih dalam Pernikahaannya bersama sang suami hingga mendapatkan seorang putra, Cleo harus hancur karna masa lalu datang hingga membuat hidupnya tak berbersisa. Suami yang ia Cintai malah berbalik membencinya mendarah daging.
"Kau tahu, Impian terbesarku adalah melihatmu mereggang nyawa dihadapanku!"
"Ma..Maaf!"
Satu kata yang hanya bisa lolos dari linagan air mata yang mengalir mendengar ucapan menyakitkan itu. hingga suatu saat Cleo sudah pasrah hingga ia ingin memperbaiki segalanya.
"Hanya ini yang bisa ku lakukan untukmu!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wilia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sayang?
Pagi pun tiba dihiasi kuningan mentari yang tak terlalu panas memekarkan cahayanya, kicauan burung dari arah taman sana mengiring semerbak bunga yang mengantarkan harum menenagkan dari Hamparan Kuntum berbagai warna dan jenis yang tertanam rapi di Kediaman ini.
Namun, semua kesegaran itu tak didapat oleh seorang wanita yang sudah berdiri dengan api kecemburuan dan amarah yang meluap dengan mata yang membara, bagaimana tidak? ia melihat dua insan Manusia yang sedang terlelap didalam selimut sana dengan separuh tubuh tanpa pakaian terlihat hanya lengan dan bahunya saja.
"Cleo!!!!"
Zanu lansung tersentak dari tidurnya seraya tangisan Baby Zeen yang pecah mendengar bentakan Clara yang menggelegar memecah telinga.
"Apa-Apaan kau, ha? Putraku menangis karna suaramu!!"
"Sayang! apa yang kau lakukan dengan dia, ha?"
Degg..
Zanu terkejut saat melihat Cleo yang tampak nyenyak memeluk tubuhnya dengan tubuh polos yang semalam membuat ia tersiksa, apalagi bekas Kismark yang sangat banyak didada bidang Zanu dan merajai leher pria itu membuat Clara benar-benar sakit dan menangis.
"Kau..Kau tega, Zan hiks! aku..aku menunggumu semalaman tapi..tapi kau malah disini!"
"A..Aku..Aku tak tahu kalau..!"
"Ehmm!"
Cleo menggeliat menyibak selimut tapi Zanu menghalanginya karna tubuh Cleo tak memakai apapun hingga ia khawatir nanti ada yang lain masuk kesini.
"Ada apa?"
"Kau!!!"
Clara mendekati Cleo dan mengulur tangannya ingin menarik rambut wanita itu tapi Zanu lebih dulu mencengkalnya sebelum melukai Cleo.
"Keluarlah!"
"Zanu! aku Istrimu dan kalian baru saja melakukan itu, kau menghianati pernikahan kita!"
"Sayang! aku mohon keluar sebentar!"
Clara akhirnya luluh dengan kata itu hingga ia melangkah keluar dengan air mata yang menetes deras, sementara itu Zanu lansung memakai pakaiannya lalu mengambil Baby Zeen yang tampak masih mengantuk.
"P..Papa!"
"Kau haus, hm?"
Zanu membawa Baby Zeen mendekati Cleo yang hanya santai bersandar ke Kepala ranjangnya dengan Zanu yang terus menghela nafas berat.
"Cleo!!!"
"Iya, Bi?"
Tanya Cleo tenang seraya menyusui putranya menatap datar Bibi Sumiati yang geram melihat bekas Kismark dileher jenjang Zanu yang pasti sudah berlabuh dengan wanita iblis ini.
"Sudah cukup! kau harus keluar dari Kediaman ini!"
"Aku tak akan keluar. kalau pemiliknya tak mengusirku!"
Bibi Sumiati menatap Zanu yang menolehkan wajahnya tak ingin memberi keputusan, pria itu malah asik mengecup pipi gembul Baby Zeen yang menggenggam jempol Papanya.
"Zanu! kau harus bertanggung jawab pada Ponakanku! dia istrimu bukan Cleo si wanita murahan ini!"
Cleo hanya diam dengan Zanu yang tampak berat menatapnya lemah namun pria itu akhirnya melepas peggangan Baby Zeen yang memandangi sendu kepergian Papanya.
Bibi Sumiati menatap membunuh Cleo yang hanya diam, ia tak tahu lagi apa yang akan dilakukan Keluarganya agar Zanu kembali membencinya yang jelas Cleo akan tetap waspada.
"Lihat saja, aku akan membuat kau diusir secara tidak terhormat disini!"
"Aku tunggu itu!"
Bibi Sumiati melangkah pergi membanting pintu kamar keras membuat Cleo menghela nafas halus, sarapan pagi yang begitu indah hingga Selera makannya hilang melihat wajah-wajah sok suci itu.
.........
"Aku tak mau tahu! kau tak bisa terus dia kendalikan, Zan!"
"Aku malas berdebat!"
Zanu yang melangkah ke Kamarnya lalu memyambar handuk dan pergi kekamar mandi, tak lupa Zanu membawa Pakaiannya karna ia tak pernah menunjukan tubuhnya pada Clara.
"Sial!!! Aku..Aku sangat membencimu, Cleo!!!!"
Clara berteriak geram dengan Bibi Sumiati yang mendekatinya, wanita paruh baya itu tampak mengelus kepala Clara yang tampak ingin menangis, bayangkan saja bagaimana panasnya pergumulan Suaminya dan Cleo yang semalam menghabiskan waktu berjam-jam, sedangkan ia malah dikurung didalam kamar ini kalau bukan karna Bibi Sumiati yang membukanya maka ia tak akan keluar sampai besok harinya.
"Kita harus membuat Zanu kembali membenci Cleo dan bahkan kali ini kau harus membuat Cleo diusir dari Kediaman ini!"
"Tapi bagaimana caranya, Bi?"
"Saat itu kau bercerita kalau ada seorang Pria bermasker yang membantumu, kau bisa kembali menghubunginya!"
Clara lansung tersenyum mengangguk mengambil Ponselnya sementara Bibi Sumiati sudah menyiapkan rencananya, ia yakin Cleo tak akan lolos kali ini.
Setelah beberapa lama, Zanu telah selesai dengan Ritual mandinya seraya sudah keluar berpakaian rapi dan begitu tampan, kali ini ia tampak ceria tak seperti biasanya.
Entahlah, mungkin karna Semalaman ia bersama wanita itu dan membuat hidupnya begitu bahagia walau hanya sesaat.
"Kenapa waktu sangat cepat berlalu?"
Gumam Zanu menatap Jam di dinding sana, andai saja Waktu bisa berhenti untuk malam tadi ia tak akan terpisah begini, meski ia begitu merindukan Cleo tapi ia tak bisa terlihat mencintai wanita itu karna istrinya adalah Clara.
"Tuan! anda segeralah ke Meja makan!"
"Hm!"
Zanu keluar dari kamarnya dengan Bastian yang sudah berdiri didepan pintu dengan wajah datarnya, Zanu hanya melewatinya saja karna ia sudah sangat lapar pagi ini.
"Tuan!"
"Ada apa?"
"Em, Tidak ada!"
Jawab Bastian agak salah tingkah melihat bekas Kismark di leher Zanu yang sangat pekat membiru, ia tadi ingin bicara tentang Pemberitaan di Media tapi ia akan menunda setelah sarapan pagi ini.
"Pagi!"
"Pagi!"
Jawab Zanu melangkah turun melalui tangga ke meja makan dengan semua orang yang telah menunggu kecuali Clara dan Bibi Sumiati yang entah kemana perginya, Zanu hanya diam menduduki kursinya sementara Nyonya Gloria mengambilkan makanan untuk putranya,
"Zanu!"
"Iya, Ma?"
"Apa benar kau tidur dengan Cleo malam tadi?"
Zanu terdiam mendengar pertanyaan Nyonya Ert yang menatapnya murka, memang ia salah karna telah melukai Clara yang berstatus sebagai istri Sahnya.
"Iya!"
Brakk..
Tuan Frenico lansung menggebrak meja makan keras, untung saja disana tak ada Kakek Song yang juga menghilang entah kemana, Tuan Hamdan hanya diam karna ini memang keslahan Zanu.
"Apa yang kau lakukan, ha? Kau melukai Putriku Clara!!"
"Maaf!"
"Maaf? Zanu, kau bukan lagi anak kecil! kau sudah Dewasa dan tahu Hukum dan Dosa besar!"
Emosi Tuan Frenico yang meluap apalagi jelas terlihat bukti bekas Kismark dileher pria itu tapi sayangnya wajah Zanu sama sekali tak terpampang rasa bersalah seakan perlakuannya ini tak merugikan siapapun.
"E'Giii!!"
Suara Baby Zeen yang ceria digendongan Cleo yang tampak sangat cantik dan bahkan semangkin hari begitu mempesona membuat Zanu melamun apalagi Hanna yang benar-benar iri akan aura dan pahatan sempurna itu.
Plakk..
Zanu terkejut saat Tuan Frenico lansung menampar Cleo telak membuat mereka semua berdiri dari kursinya, tak ada tatapan belas kasih dari Keluarga Ivander terhadap Cleo yang hanya diam dengan Baby Zeen yang lansung berkaca-kaca menatap sudut bibir Mamanya yang berdarah.
"Cel!!!"
"Jangan mendekatinya!"
"Tapi kau sudah keterlaluan!!"
Geram Zanu pada Tuan Frenico yang juga menantangnya, ia punya kekuatan untuk menuntut Zanu jika berani menyakiti Putrinya Clara.
"Kau itu Suami Putriku! aku bisa saja mengekspos ini ke Media akan ke tidak bertanggung jawabanmu!"
"Jaga bicaramu!"
Tuan Hamdan menatap tajam Tuan Frenico yang seketika terkejut karna ia sudah kelepasan karna emosi, ia merutuk karna Clara sampai saat ini belum bisa menguasai kekuasaan di Keluarga besar Dewantara.
"Cel kau..!"
"Sayang!"
Degg..
.....
Vote and Like Sayangku😊
sprt biasa, ceritanya selalu bagus, gak keduga konfliknya 👍👍👍👍😍😍😍